BAB IV EVALUASI TERHADAP PERATURAN DAERAH
4.3 Evaluasi Terhadap Dasar Hukum
Berdasarkan Lampiran II Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (UU 12/2011) ada beberapa hal yang diperhatikan dalam membuat Dasar Hukum dari suatu peraturan perundang-undangan termasuk peraturan daerah, yaitu:
1. Angka 28 Lampiran II UU 12/2011, menyatakan: Dasar hukum diawali dengan kata Mengingat.
Dasar hukum memuat:
a. Dasar kewenangan pembentukan Peraturan Perundangundangan; dan
b. Peraturan Perundang-undangan yang memerintahkan pembentukan Peraturan Perundang-undangan.
2. Angka 39 Lampiran II UU 12/2011, menyebutkan: Dasar hukum pembentukan Peraturan Daerah adalah Pasal 18 ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang tentang Pembentukan Daerah dan UndangUndang tentang Pemerintahan Daerah.
3. Angka 40 Lampiran II UU 12/2011, menyetakan: Jika terdapat Peraturan Perundang–undangan di bawah UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang memerintahkan secara langsung pembentukan Peraturan Perundang–undangan, Peraturan Perundang–undangan tersebut dimuat di dalam dasar hukum.
Berdasarkan ketentuan Angka 39 dan Angka 40 di atas dapat disimpulkan bahwa ada 2 (dua) model dalam pembuatan atau penyusunan Dasar Hukum Peraturan Daerah, yaitu: Pertama, Dasar Hukum Pembentukan Peraturan Daerah hanya memuat:
1. Pasal 18 ayat (6) UUD 1945;
2. Undang-Undang tentang Pembentukan Daerah dari daerah yang bersangkutan; dan
3. Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah.
Sedang model yang kedua adalah di samping mencantumkan 3 (tiga) Dasar Hukum di atas, juga mencantumkan peraturan perundang-undangan yang memerintahkan secara langsung pembentukan peraturan perundang-undangan tersebut. Di samping itu, peraturan perundang-undangan yang memerintahkan secara langsung tersebut dijadikan sebagai Dasar Hukum menurut ketentuan Angka 40 Lampiran II UU 12/2011 haruslah peraturan perundang-undangan yang tingkatannya (hierarki) sama atau lebih tinggi.
model-model Konsiderans sebagaimana yang dikemukakan di atas. Model Dasar Hukum yang hanya mencantumkan 3 (tiga) peraturan perundang-undangan sebagaimana yang dimaksud Angka 39 adalah diperuntukkan bagi Peraturan Daerah dalam rangka melaksanakan otonomi daerah. Sedangkan Model Dasar Hukum sebagaimana dimaksudkan oleh Angka 40 adalah diperuntukkan untuk Peraturan Daerah dalam rangka melaksanakan perintah secara langsung oleh suatu peraturan perundang-undangan. Dengan kata lain, Peraturan Daerah yang Konsideransnya lebih dari 1 (satu) yang memuat secara eksplisit unsur filosofis, sosiologis, dan yuridis, maka secara otomatis seharusnya Dasar Hukumnya hanya sebagaimana yang dimaksud Angka 39. Sebaliknya, Peraturan Daerah yang Konsisderansnya hanya 1 (satu), maka secara otomatis seharusnya Dasar Hukumnya lebih dari 3 (tiga), artinya di samping mencantumkan 3 (tiga) peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Angka 39, juga mencantumkan peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Angka 40 di atas.
Dasar Hukum dari Peraturan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 2 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik (Perda 2/2013) adalah sebagai berikut:
1. Pasal 18 ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
2. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Istimewa Jogjakarta (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 1950 Nomor 3) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1955 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 3 jo. Nomor 19 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Istimewa Jogjakarta (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1955 Nomor 43, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 827);
3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);
4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5059);
5. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 170, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5339);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 1950 tentang Berlakunya Undang-Undang Nomor 2, 3, 10 dan 11 Tahun 1950 (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 1950 Nomor 58);
7. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);
8. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor :16/PRT/M/2008 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Permukiman (KSNP-SPALP);
9. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 14/PRT/M/2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.
Dasar Hukum yang digunakan Perda 2/2013, khususnya nomor 4 sampai dengan nomor 9 tidak ditemukan pasal/ayat yang memerintahkan secara langsung pembentukan Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik. Oleh karena itu, mengacu kepada ketentuan Angka 40 Lampiran II UU 12/2011 tidak dapat digunakan sebagai Dasar Hukum yang dicantumkan dalam “Mengingat”. Sedangkan Dasar Hukum yang tercantum dalam nomor 1 sampai dengan 3 adalah sejalan dengan ketentuan Angka 39 Lampiran II UU 12/2011. Hanya saja, khususnya untuk nomor 3 telah dicabut dan diganti dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan terakhir diubah dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
Permen LH 5/2014 tidak dapat digunakan sebagai Dasar Hukum yang dicantumkan dalam “Mengingat”, apabila dilakukan perubahan terhadap Perda 2/2013. Karena Permen LH 5/2014 tidak ditemukan adanya pasal/ayat yang memerintahkan secara langsung Pemerintah Daerah Provinsi untuk membentuk Peraturan Daerah Provinsi tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik. Namun, sebagaimana terjadinya perubahan terhadap UU yang mengetur tentang pemerintahan daerah, maka dikeluarkannya Permen LH 5/2014 dapat dijadikan “dasar hukum” atau alasan yang kuat untuk melakukan perubahan terhadap Perda 2/2013 agar tidak terjadi hal-hal sebagaimana yang telah dikemukakan di atas.
Dengan demikian, apabila dilakukan perubahan terhadap Perda 2/2013, maka dalam “Mengingat” lebih tepat mengacu kepada ketentuan Angka 39 Lampiran II UU 12/2011, yang hanya mencantumkan:
1. Pasal 18 ayat (6) UUD 1945;
2. Undang-Undang tentang Pembentukan Daerah; dan 3. Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah.
4.4. Evaluasi Terhadap Materi Muatan