• Tidak ada hasil yang ditemukan

Evaluasi Faktor Internal PT S enswell International

3.4 Analisis Tahap Masukan

3.4.2 Evaluasi Faktor Internal PT S enswell International

Dalam melakukan evaluasi faktor internal, data-data dikumpulkan dari hasil wawancara dengan pihak Senswell. Faktor internal dikelompokkan menjadi 2, yaitu kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness).

Faktor-faktor yang menjadi kekuatan bagi Senswell adalah sebagai berikut : 1. Proses bisnis telah terkomputerisasi.

Senswell telah memiliki sistem informasi terkomputerisasi dalam menjalankan operasional bisnisnya. Hal ini mendukung kinerja karyawan dalam memproses

transaksi dan melakukan pengolahan data. Adanya pertukaran data antara pusat dengan stokist, membuat distributor Senswell dapat membeli barang di pusat maupun stokist dengan poin yang tetap terakumulasi.

2. Keragaman varian produk yang khas dan terjamin kualitasnya.

Senswell menawarkan produk yang terjamin kualitasnya dengan beragam varian aroma wewangian yang khas dan memikat serta kemasan yang ekslusif. Produk Senswell telah memperoleh izin dari Badan POM , yang menandakan bahwa produk aman untuk digunakan oleh masyarakat. Produk dibuat dengan standar produksi internasional dan bahan bakunya berasal dari Prancis dan Inggris.

Spesifikasi produk Senswell mudah dimengerti dan dikuasi oleh anggotanya.

Senswell menyediakan tempat penyimpanan yang baik sehingga tidak merusak kualitas produk.

3. Penawaran harga yang bersaing.

Senswell bukan satu-satunya perusahaan yang menjual produk wewangian dan perawatan tubuh dengan sistem pemasaran berjenjang. Hal ini mengharuskan perusahaan untuk memberikan harga yang kompetitif untuk mempertahankan konsumen yg telah ada dan untuk menarik konsumen baru.

4. M anajemen yang berorientasi pada membangun kemitraan jangka panjang.

Pelaksanaan manajemen perusahaan diarahkan untuk mencapai visi Senswell yaitu membantu mewujudkan semangat kewirausahaan melalui bentuk usaha kemitraan yang bersifat jangka panjang. Hal ini juga tercermin pada lima prinsip dasar Senswell, yaitu : enterpreneurship, continues improvement, respect for others, mutual symbiosis, dan responsibility.

5. Marketing plan yang jelas dan sederhana.

Marketing plan perusahaan adalah penilaian penting dalam memilih kemitraan dalam bisnis M LM . Semua calon anggota harus menyadari bahwa tujuan bergabung di perusahaan M LM bukan hanya untuk mengkonsumsi produk-produk perusahaan, tetapi juga memiliki penghasilan di bisnis M LM dengan memperoleh bonus jika mengkonsumsi, mendistribusikan dan mempromosikan produk serta membangun jaringan di perusahaan M LM . Di dalam marketing plan diatur semua mengenai bonus-bonus anggota. Senswell memiliki marketing plan yang jelas dan sederhana serta dokumentasi prosedur usaha yang jelas dan lengkap. Tiap distributor akan dibekali dengan buku panduan usaha dan informasi ini juga dapat diaskses di situs perusahaan. Prosedur usaha di Senswell cukup sederhana, setelah melakukan pendaftaran, distributor dapat langsung bertransaksi dan mendapatkan potongan harga. Tiap akhir bulan, perusahaan akan melakukan perhitungan poin yang diraih tiap distributor, menghitung bonus yang diperoleh, dan bonus akan di-transfer ke rekening masing-masing distributor sesuai dengan marketing plan Senswell.

6. SDM yang handal.

Adanya pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas antar bagian. SDM yang ada di Senswell dinilai cukup kompeten dalam mengerjakan setiap tugas yang diberikan, menggunakan aplikasi TI yang diimplementasikan di perusahaan, serta memberikan layanan yang terbaik bagi para pelanggannya.

7. M emiliki SIUPL (Surat Izin Usaha Penjualan Langsung).

M enurut Peraturan M enteri Perdagangan No. 32/M -DAG/PER/8/2008, setiap perusahaan M LM harus memiliki SIUPL (Surat Izin Usaha Penjualan Langsung). Seperti yang dikemukakan Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran

Perusahaan Departemen Perdagangan Zainal Arifin, Departemen Perdagangan akan memperketat penerbitan surat izin usaha penjualan langsung (SIUPL).

Kebijakan ini diambil terkait maraknya penipuan penghimpunan dana dari masyarakat melalui usaha dengan sistem M ulti Level M arketing (M LM ). untuk mendapatkan SIUPL, perusahaan yang akan mengajukan harus melakukan presentasi sistem usahanya dan prosesnya ketat. Dalam satu bulan, perusahaan pengaju SIUPL bisa mencapai 20-30 perusahaan, dari jumlah itu paling satu atau dua yang disetujui. Sampai saat akhir tahun 2007, Departemen Perdagangan baru menyetujui sekitar 90 SIUPL.

Faktor-faktor yang menjadi kelemahan bagi Senswell adalah sebagai berikut : 1. Jangkauan pemasaran dan penjualan yang masih relatif kecil.

Stokist yang berfungsi sebagai cabang perusahaan baru tersebar di sekitar 12 provinsi di Indonesia. Hal ini menyebabkan daya jangkau pasar belum maksimal.

Kecilnya jangkauan pemasaran otomatis berdampak pada minimnya angka penjualan.

2. Eksistensi ditengah-tengah masyarakat Indonesia masih kurang.

Senswell adalah perusahaan yang terbilang baru yang mulai menjalankan usahanya sejak tahun 2006. Untuk saat ini, nama Senswell masih belum dikenal masyarakat luas.

3. Keterbatasan layanan pelanggan dari segi waktu.

Pelanggan yang hendak menanyakan informasi seputar Senswell, mendaftar dan melakukan transaksi dapat datang langsung ke kantor Senswell, melalui stokist, atau telepon ke direct line Senswell. Yang menjadi masalah adalah keterbatasan

waktu penyediaan layanan hanya tersedia dari hari Senin hingga Jumat (pukul 09.00-17.00 WIB) dan Sabtu (pukul 09.00-15.00 WIB).

4. Website perusahaan yang masih sederhana.

Situs web Senswell saat ini hanya terbatas pada akses informasi mengenai perusahaan, produk, dan prosedur usaha yang masih kurang rinci. Distributor tidak memiliki akses login untuk melakukan transaksi, melihat data downline, perolehan poin, dan lain sebagainya. Situs web yang seharusnya dapat menjadi jembatan antar perusahaan dengan pelanggannya dirasakan masih kurang bermanfaat.

5. Tingginya persentase ketidakaktifan distributor.

Senswell memiliki lebih dari lima ribu pelanggan yang terdaftar sebagai distributor. Namun persentase keaktifan hanya sekitar 30 persen. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah kurangnya loyalitas pelanggan dan kurangnya follow up dari pihak perusahaan terhadap anggota yang ada.

6. Belum tergabung dalam APLI.

APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia) adalah asosiasi nasional yang menaungi perusahaan penjualan langsung (Direct Selling dan M ulti Level M arketing) yang mewakili kepentingan industri penjualan langsung di Indonesia, dan satu-satunya di Indonesia yang diakui oleh WFDSA (World Federation of Direct Selling Association), yaitu organisasi tingkat internasional yang berpusat di Washington, D.C. Beberapa persyaratan menjadi anggota APLI adalah marketing plan yang tidak berbentuk piramida dan bukan money game, kode etik perusahaan tidak bertentangan dengan kode etik APLI, berbentuk badan hukum

Perseroan Terbatas serta memiliki NPWP, dan lain sebagainya. Kode etik APLI berdasarkan pada : kode etik dari WFDSA, Undang-Undang Republik Indonesia No. 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen, Peraturan Pemerintah tentang Surat Izin Usaha Penjualan Langsung (SIUPL). Senswell telah memenuhi syarat menjadi anggota APLI dan saat ini sedang dalam proses pengajuan keanggotaan.

Setelah melakukan analisis faktor internal dan mengidentifikasikan kekuatan dan kelemahan pada Senswell, maka akan dilakukan pembobotan dan pemberian peringkat.

Pembobotan dan pemberian peringkat ditentukan oleh pihak Senswell. Berikut disajikan M atriks IFE (Internal Factor Evaluation) PT Senswell International :

Tabel 3.2 M atriks IFE PT Senswell International

Faktor Internal Kunci Bobot Peringkat Nilai Tertimbang Kekuatan (Strengths)

S1 Proses bisnis telah terkomputerisasi. 0,10 3 0,30 S2 Keragaman varian produk yang khas dan

terjamin kualitasnya. 0,11 4 0,44

S3 Penawaran harga yang bersaing. 0,06 3 0,18

S4 M anajemen yang berorientasi pada

membangun kemitraan jangka panjang. 0,06 4 0,24 S5 Marketing plan yang jelas dan sederhana. 0,10 4 0,40

S6 SDM yang handal. 0,07 3 0,21

S7 M emiliki SIUPL (Surat Izin Usaha Penjualan

Langsung) 0,04 3 0,12

Kelemahan (Weakness)

W1 Jangkauan pemasaran dan penjualan yang

masih relatif kecil. 0,10 2 0,20

W2 Eksistensi ditengah-tengah masyarakat

Indonesia masih kurang. 0,07 2 0,14

W3 Keterbatasan layanan pelanggan dari segi

waktu. 0,06 2 0,12

W4 Website perusahaan yang masih sederhana. 0,06 1 0,06 W5 Tingginya persentase ketidakaktifan

distributor. 0,13 1 0,13

W6 Belum tergabung dalam APLI. 0,04 2 0,08

Total 1,00 2,62

Total nilai tertimbang sebesar 2,62 menunjukkan bahwa perusahaan bahwa perusahaan memiliki posisi internal yang kuat.

Dokumen terkait