• Tidak ada hasil yang ditemukan

EVALUASI KINERJA SASARAN STRATEGIS Sasaran 1 :

“Meningkatnya kemampuan pengelolaan keuangan dan kekayaan daerah “ Hasil evaluasi capaian kinerja sasaran meningkatnya kemampuan pengelolaan keuangan dan kekayaan daerah dengan 1 (satu) indikator kinerja yaitu Opini BPK belum dapat dilakukan pengukuran sehingga capaian kinerja belum dapat ditampilkan.

Hasil pengukuran indikator kinerja sebagai berikut :

No Indikator Kinerja Satuan Tahun 2015

Target (%) Realisasi (%) Capaian (%)

1 Opini BPK opini WTP Data belum

dapat ditampilkan

halaman 17 dari 31 Perbandingan capaian kinerja dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2015 sebagai berikut:

No Indikator Kinerja Realisasi

Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015

1 Opini BPK WTP WTP WTP WTP Data belum

dapat ditampilkan

Opini BPK, target WTP, realisasi belum dapat ditampilkan.

Metode pengukuran indikator kinerja tersebut yaitu opini yang diberikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah tahun berjalan.

Hasil pemeriksaan terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Sleman atas Laporan Keuangan Daerah Tahun 2014, BPK Daerah Istimewa Yogyakarta memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Opini WTP yang diraih merupakan yang ke empat kalinya, sebelumnya opini WTP diperoleh untuk Laporan Keuangan Daerah Tahun 2011, tahun 2012 dan tahun 2013.

Sedangkan hasil LHP BPK atas LKD Kabupaten Sleman Tahun 2015 belum dapat ditampilkan karena pemeriksaan oleh BPK Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta baru akan dilaksanakan bulan April 2016.

Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pencapaian sasaran adalah: Adanya komitmen Bupati dan pimpinan SKPD yang mengelola keuangan daerah yang bersih, transparan dan akuntabel.

Hambatan/masalah :

Petugas pengelola keuangan belum seluruhnya memahami pencatatan dengan akrual basis.

Strategi/upaya pemecahan masalah :

Instansi terkait memberikan pelatihan dan bimbingan kepada pengelola keuangan dan barang.

Sasaran 2 :

“Meningkatnya kinerja unit kerja“

Hasil evaluasi capaian kinerja sasaran Meningkatnya kinerja unit kerja dengan 1 (satu) indikator kinerja sasaran, memperlihatkan capaian kinerja sebesar 100% dengan predikat sangat berhasil

halaman 18 dari 31 Hasil pengukuran indikator kinerja sebagai berikut :

No Indikator Kinerja Satuan

Tahun 2015 Target

(%) Realisasi (%) Capaian (%)

1 Prosentase unit kerja yang mencapai target kinerja yang ditetapkan

% 100 90 90

Perbandingan capaian kinerja dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2015 sebagai berikut:

No Indikator Kinerja

Realisasi Tahun

2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015

1 Prosentase unit kerja yang mencapai target kinerja yang ditetapkan

100 100 100 100 90

Grafik tingkat unit kerja yang mencapai target kinerja yang ditetapkan

Adapun indikator yang mewakili pencapaian kinerja sasaran tersebut, sebagai berikut :

Prosentase unit kerja dengan tingkat capaian indikator kinerja utama >95% dengan target 100%, realisasi 100%

Metode pengukuran indikator kinerja tersebut yaitu capaian rata-rata indikator kinerja utama unit kerja yang mencapai predikat Sangat Berhasil (>95%) .

Hasil evaluasi pengukuran indikator kinerja utama SKPD pada tahun 2015, bahwa seluruh SKPD dapat mencapai target kinerja IKU dengan rata-rata prosentase >95% sebanyak 47 SKPD.

Pencapaian IKU tersebut tidak terlepas dari capaian kinerja output kegiatan, hasil pengukuran kinerja Tahun 2015 terhadap program dan kegiatan pada 48 SKPD rata-rata sebesar 99,14% untuk fisik dan kinerja keuangan sebesar 82,49% meskipun apabila dilihat dari perkembangan capaian kinerja fisik dan

halaman 19 dari 31 capaian kinerja keuangan sebagian besar SKPD mengalami peningkatan sangat tajam pada triwulan IV.

Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pencapaian sasaran adalah: Adanya evaluasi capaian kinerja fisik dan penyerapan anggaran oleh pimpinan secara intensif.

Hambatan/masalah :

Dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) terlambat diterima oleh SKPD dan kurang tertibnya SKPD dalam mentaati jadwal kegiatan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.

Strategi/upaya pemecahan masalah :

Evaluasi penyerapan anggaran dan capaian kinerja oleh Sekretaris Daerah secara berkala.

Sasaran 3 :

“Meningkatnya efektifitas dan efisiensi birokrasi”

Hasil evaluasi capaian kinerja sasaran Meningkatnya efektifitas dan efisiensi birokrasi dengan 2 (dua) indikator kinerja sasaran, memperlihatkan capaian kinerja sebesar 110,39% dengan predikat sangat berhasil.

Hasil Pengukuran indikator kinerja sebagai berikut :

No Indikator Kinerja Satuan

Tahun 2015 Target (%) Realisasi (%) Capaian (%) 1 Predikat SAKIP B B BB

2 Prosentase tingkat capaian Indikator Kinerja Utama Daerah

% 100 110,39 110,39

Perbandingan capaian kinerja dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2015 sebagai berikut:

No Indikator Kinerja

Realisasi Tahun

2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015

1 Predikat SAKIP B B B BB Data belum

dapat ditampilkan

2 Prosentase tingkat capaian Indikator Kinerja Utama Daerah

halaman 20 dari 31 Analisa pengukuran kinerja sasaran tersebut, sebagai berikut :

1. Tingkat akuntabilitas kinerja Pemkab, target Predikat A, realisasi belum dapat ditampilkan.

Metode pengukuran indikator kinerja tersebut yaitu hasil evaluasi Sistem AKIP Tingkat Kabupaten Tahun berjalan yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI. Capaian kinerja Tingkat akuntabilitas kinerja Pemerintah Kabupaten Tahun 2015 belum dapat ditampilkan karena evaluasi oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI dijadwalkan pada bulan Agustus 2016.

Pemerintah Kabupaten Sleman selama 4 (empat) tahun terakhir atas evaluasi Sistem AKIP Tingkat Kabupaten yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI, telah mendapatkan predikat B (Baik) pada tahun 2011, 2012, 2013 dan pada tahun 2014 meraih predikat BB.

Apabila dilihat dari nilai yang diraih setiap tahun selalu mengalami peningkatan yaitu pada tahun 2011 mendapat predikat B dengan nilai 65,29, pada tahun 2012 meningkat mencapai nilai 66,35 dan pada tahun

2013 mendapat nilai 70,64 dengan predikat B (LHE :

B/4741/D.I.PANRB/12/2014 tanggal 1 Desember 2014). Untuk tahun 2014 atas evaluasi sistem AKIP tingkat Kabupaten yang dilaksanakan oleh Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI, Pemerintah Kabupaten Sleman mendapatkan predikat BB dengan nilai 76,90.

2. Tingkat capaian kinerja daerah, target 100%, realisasi 110,39%, sehingga capaian kinerja sebesar 110,39%

Metode pengukuran indikator kinerja tersebut yaitu capaian rata-rata indikator kinerja utama pemerintah daerah .

Hasil evaluasi pengukuran indikator kinerja utama Pemerintah Daerah sebanyak 34 indikator dengan rata-rata capaian kinerja sebesar 105,90% dengan rincian sebagai berikut:

halaman 21 dari 31

No Indikator Kinerja Utama Satuan Target Kinerja Capaian Kinerja

Tingkat Capaian

Kinerja

1 Indeks Kepuasan Masyarakat Angka indeks

79 78,54 99,41

2 Opini BPK RP. WTP WTP*

3 Predikat SAKIP Kabupaten B BB*

4 Persentase Penyelenggaraan K3 % 90 100 111,00 5 Persentase menurun nya jumlah konflik di

masyarakat % 7,14 0,13 18,20

6 Persentase tingkat waktu tanggap daerah layanan wilayah bencana

% 95 87,09 91,67

7 Angka melek huruf % 98,50 98,60 100,10

8 Rata-rata APK - PAUD - SD - SMP - SMA/K % % % % 75,95 114,81 108,97 79,04 116,81 111,70 88,69 101,74 102,50 112,20 9 Rata-rata APM - SD - SMP - SMA/K % % % 76,5 81,26 55,18 85,38 83,96 58,95 111,60 103,32 106,83 10 Usia harapan hidup Tahun 76,14 76,13 99,98 11 Angka kematian bayi Per 1000

KH 5,22 3,45 133,90

12 Angka kematian balita Per 1000

KH 2 0,20 190,00

13 Angka kematian ibu Per 100.000

KH ≤69,31 27,67 160,07 14 Persentase Balita dengan Gizi Buruk % 0,50 0,40 120,00 15 Persentase laju pertumbuhan penduduk % 1,32 1,19 109,84 16 Persentase Pelestarian Nilai-Nilai Tradisi % 57,50 58,23 101,27 17 Persentase Pelestarian Warisan Budaya % 17,60 17,62 100,11 18 Persentase Pelestarian Cagar Budaya % 4,90 5,65 115,31 19 Persentase Kelompok Kesenian yang Aktif % 11,50 13,60 118,26 20 Pertumbuhan ekonomi sektor :

- Primer - Sekunder - Tersier % % % 2,26 5,27 7,09 8,26 5,88 4,34 365,48 111,57 61,21 21 Jumlah Wisatawan Orang 3.940.293 4.728.165 119,99% 22 Persentase Pertumbuhan Nilai Penanaman Modal % 18,40 25,61 139,18 23 Nilai Investasi Rp. 9.902.144.341 10.251.517.109 103,52

24 Persentase KK Miskin % 13,40 11,85 111,56

25 Angka Gini Ratio % 0,44 0,40 109,09

26 Pendapatan Per Kapita (ADHB) Rp. 000 19.688 18.333 93,12 27 Persentase Ketersediaan Energi Per Kapita % 140 157 112,14 28 Persentase Ketersediaan Protein per Kapita % 141 153 108,51

29 Produksi Padi Ton 270.540 317.935 117,5

30 Luas Lahan Kritis Ha 420 372,10 111,40

31 Persentase Alih Fungsi Lahan Pertanian Ha 0,20 0,20 100 32 Persentase RTH Perkotaan % >30 >30 100 33 Persentase Penyelesaian Kasus Kekerasan

Perempuan dan Anak

% 100 100 100

34 Indeks Pembangunan Gender Angka Indeks

halaman 22 dari 31 Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pencapaian sasaran adalah: Adanya evaluasi capaian kinerja fisik dan penyerapan anggaran oleh pimpinan secara intensif.

Hambatan/masalah :

Dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) terlambat diterima oleh SKPD dan kurang tertibnya SKPD dalam mentaati jadwal kegiatan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.

Strategi/upaya pemecahan masalah :

Evaluasi penyerapan anggaran dan capaian kinerja oleh Sekretaris Daerah secara berkala.

Sasaran 4 :

“ Terselenggaranya SPIP pada unit kerja dan pemerintah desa “

Hasil evaluasi capaian kinerja sasaran Terselenggaranya SPIP pada unit kerja dan pemerintah desa dengan 1 (satu) indikator kinerja sasaran yaitu Prosentase unit kerja dan Pemerintah Desa yang telah melaksanakan SOP, memperlihatkan capaian kinerja sebesar 100% dengan predikat kurang berhasil.

Adapun target dari indikator kinerja tersebut pada tahun 2015 sebagai berikut :

No Indikator Kinerja Satuan Target Tahun 2015

(%) Realisasi (%) Capaian (%)

1 Prosentase unit kerja yang telah melaksanakan SOP

% 100 100 100

Perbandingan capaian kinerja dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2015 sebagai berikut:

No Indikator Kinerja

Realisasi Tahun

2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015

1 Prosentase unit kerja yang telah melaksanakan SOP

100 100 100 100 100

Analisa pengukuran kinerja sasaran tersebut, sebagai berikut :

Dari hasil monitoring dan evaluasi SPIP yang telah dilaksanakan oleh Satgas SPIP Kabupaten Sleman, bahwa seluruh SKPD telah melaksanakan mapping kegiatan berdasarkan analisis resiko minimal untuk kegiatan pokok yang dinilai paling beresiko, berhubungan langsung dengan pelayanan, dan sangat penting dalam tugas pokok dan fungsinya. Hasil dari mapping tersebut telah disusun infrastruktur berupa SOP kegiatan.

halaman 23 dari 31 Dari hasil evaluasi implementasi SPIP pada SKPD oleh Inspektorat Kabupaten Sleman yang dilaksanakan pada tahun 2015, bahwa seluruh SKPD telah memilki SOP kegiatan yang dalam penyusunannya telah mempertimbangkan resiko-resiko yang telah atau pernah terjadi, dan sebagian telah melaksanakan reviu/revisi terhadap SOP lainnya yang dipandang kurang membuahkan hasil yang optimal.

Sedangkan untuk Pemerintahan Desa, hasil pengawasan/pemeriksaan Inspektorat Kabupaten Sleman terhadap jalannya pemerintahan desa bahwa seluruhnya telah menyusun Siklus Tahunan Desa. Pemerintah Desa dalam

melaksanakan tugas pemerintahan, pembangunan, dan pembinaan

kemasyarakatan telah dilengkapi pencatatan/administrasi yang cukup memadai. Permasalahan yang dijumpai pada Pemerintah Desa antara lain penyimpanan dokumen yang belum tertata dengan tertib, dan pelaksanaan kegiatan belum didukung RAB.

Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pencapaian sasaran adalah: Adanya evaluasi capaian kinerja kegiatan oleh pimpinan secara intensif. Hambatan/masalah :

Belum seluruh petugas baik perangkat desa maupun petugas dari unsur instansi pembina memahami sepenuhnya implementasi aturan yang terbaru terkait pengelolaan keuangan desa.

Strategi/upaya pemecahan masalah :

Pelatihan, sosialisasi terkait pengelolaan keuangan desa kepada perangkat dan staf dari instansi terkait.

Sasaran 5 :

“Penyelesaian tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan oleh unit kerja“

Hasil evaluasi capaian kinerja sasaran Penyelesaian tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan oleh unit kerja dengan 2 (dua) indikator kinerja sasaran yaitu Prosentase tindak lanjut atas rekomendasi BPK dan prosentase tindak lanjut rekomendasi pemeriksaan memperlihatkan capaian kinerja sebesar 111,465% dengan predikat sangat berhasil.

halaman 24 dari 31 Hasil pengukuran indikator kinerja sebagai berikut :

No Indikator Kinerja Satuan Target Tahun 2015

(%) Realisasi (%) Capaian (%)

1 Prosentase tindak lanjut atas rekomendasi BPK % 80 92,90 116,2 2 Prosentase tindak lanjut rekomendasi

pemeriksaan APIP

% 80 85,44 106,8

Perbandingan capaian kinerja dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2015, sebagai berikut:

No Indikator Kinerja

Realisasi Tahun

2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015

1 Prosentase tindak lanjut atas rekomendasi BPK

82,62 96,58 88,89 93,75 92,90

2 Prosentase tindak lanjut rekomendasi pemeriksaan APIP

95,53 100 95,08 81,25 85,44

Analisa pengukuran kinerja sasaran tersebut, sebagai berikut:

1. Prosentase rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK) selesai ditindaklanjuti, target 80%, realisasi 92,9 % sehingga capaian kinerjanya 116,125 %.

Metode pengukuran indikator kinerja tersebut yaitu tindak lanjut dengan status Sesuai Rekomendasi pada periode pemantauan tindaklanjut hasil pemeriksaan Semester II pada tahun berjalan.

BPK setiap 6 bulan (Semester) melaksanakan pemantauan tindaklanjut hasil pemeriksaan atas seluruh jenis pemeriksaan yang dilaksanakan oleh BPK selama periode 10 tahun terakhir (pemeriksaan tahun 2004 sampai dengan tahun 2014). Status penyelesaian tindaklanjut hasil pemeriksaan ada 3 tingkatan yaitu: Sesuai Rekomendasi, Belum Sesuai Rekomendasi, dan Belum Ditindaklanjuti.

Inspektorat Kabupaten Sleman sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya pada saat proses pemeriksaan mengkoordinasikan dan mendampingi SKPD, selanjutnya pada saat proses tindaklanjut hasil pemeriksaan

mengkoordinasikan dan memfasilitasi SKPD dalam penyelesaian

halaman 25 dari 31 Hasil pemantauan tindaklanjut hasil pemeriksaan periode Semester II Tahun 2015, bahwa BPK telah menyampaikan Laporan Hasil Pemeriksaan atas 29 (dua puluh sembilan) obyek pemeriksaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman.

Laporan Hasil Pemeriksaan atas 29 obyek pemeriksaan mengungkapkan 340 temuan pemeriksaan dan 627 rekomendasi. Pemerintah Kabupaten Sleman telah menindaklanjuti rekomendasi dengan status Sesuai Rekomendasi sebanyak 579 atau 92,35%, Belum Sesuai Rekomendasi sebanyak 35 atau 5,58% dan Belum Ditindaklanjuti 2,07%.

Rekomendasi sebanyak 627 tersebut terkait dengan keuangan senilai Rp87.396.339.929,70 telah ditindaklanjuti dengan status Selesai Ditindaklanjuti sebesar Rp74.350.725.152,30 atau 92,35% dan sisanya sebesar Rp6.317.809.281,45 atau 7,23% masuk dalam status Belum Sesuai Rekomendasi.

Perkembangan Tindaklanjut Hasil Pemeriksaan BPK RI per Semester II Tahun 2012, Tahun 2013, Tahun 2014, dan Tahun 2015.

No Uraian Sampai dengan Tahun

2011 2012 2013 2014 2015

1 Jumlah Temuan 132 216 287 296 340

2 Jumlah Rekomendasi 236 381 516 532 627 3 TL Sesuai Rekomendasi 195 368 447 509 579 4 TL Belum Sesuai Rekomendasi 23 13 38 23 35 5 TL Belum Ditindaklanjuti 18 0 1 0 13

Dalam penyelesaian tindaklanjut hasil pemeriksaan BPK telah dilaksanakan pemantauan oleh Inspektorat secara berkala (bulanan) dan pemantauan oleh pimpinan melalui Forum Akselerasi Kinerja Pemerintah Daerah setiap Mingguan.

Dari temuan hasil pemeriksaan BPK tersebut, terdapat temuan hasil pemeriksaan dan rekomendasi yang masuk dalam kategori sulit untuk ditindaklanjuti antara lain karena melibatkan kewenangan dari Pemerintah Pusat (temuan dengan sumber dana dari APBN), person wajib setor ke Kas Negara/Daerah telah meninggal dunia. Terhadap temuan yang sulit untuk

halaman 26 dari 31 penyelesaiannya, Pemerintah Kabupaten Sleman telah mengirimkan surat kepada BPK RI untuk meninjau kembali kebijakan penyelesaian tindaklanjutnya.

2. Prosentase rekomendasi Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) selesai ditindaklanjuti, target 80%, realisasi 85,44%, sehingga capaian kinerjanya 106,8%.

Metode pengukuran indikator kinerja tersebut yaitu penyelesaian rekomendasi hasil pemeriksaan yang dilaksanakan oleh Inspektorat Kabupaten Sleman atas Pemeriksaan Reguler (Komprehensip) dan Pemeriksaan Kusus dengan Tujuan Tertentu yang dilaksanakan pada tahun berjalan.

Pada tahun 2015, Inspektorat Kabupaten Sleman melaksanakan pemeriksaan regular pada 60 obyek pemeriksaan dan pemeriksaan khusus dengan tujuan tertentu sebanyak 88 Obyek pemeriksaan, sehingga seluruhnya sebanyak 148 obyek pemeriksaan dan diterbitkan Laporan Hasil pemeriksaan sebanyak 148 LHP.

Laporan Hasil Pemeriksaan sebanyak 148 obyek pemeriksaan

mengungkapkan temuan hasil pemeriksaan sebanyak 103 buah, telah ditindaklanjuti sebanyak 88 buah atau sebesar 85,44.%.

Sesuai dengan kebijakan pengawasan intern pemerintah daerah,

Inspektorat Kabupaten berkewajiban memberikan pembinaan dan

pendampingan kepada SKPD dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya. Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) dalam proses pemeriksaan berkewajiban membantu obyek pemeriksaan untuk segera menindaklanjuti kelemahan – kelemahan yang diperoleh dalam masa pemeriksaan, terutama kelemahan dalam kegiatan fisik pembangunan dan pencatatan/administrasi. Disamping itu untuk kelemahan yang bersifat perbaikan manajemen dituangkan dalam point Hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian.

Perkembangan Tindaklanjut Hasil Pemeriksaan Inspektorat Kabupaten Sleman Tahun 2011, Tahun 2012, Tahun 2013, Tahun 2014 dan Tahun 2015 per Desember 2015.

halaman 27 dari 31

No Uraian Sampai dengan Tahun

2011 2012 2013 2014 2015 1 Jumlah Obyek Pemeriksaan 152 128 120 144 148 2 Jumlah Temuan 179 150 183 64 103 3 Jumlah Tindaklanjut 171 150 174 52 88 4 % Tindaklanjut temuan 95,53 100 95 81,25 85,44 5 Jumlah Kerugian Negara/Daerah 466.102.516 34.952.842 104.529.238 150.000 213.539.060,16 6 Jumlah Pengembalian Kerugian Negara/Daerah 466.102.516 34.952.842 99.807.449 150.000 - 7 Sisa Kerugian Negara/Daerah - - 4.721.789 - 213.539.060,16

8 Jumlah Kewajiban Setor 152.609.313 170.866.518 930.903.765 226.372.200 1.131.443.650

9 Jumlah Pengembalian Kewajiban Setor

152.609.313 170.866.518 930.903.765 - 33.295.000

10 Sisa Kewajiban Setor - - 276.827.415 226.372.200 1.098.148.650

Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pencapaian sasaran adalah: Komitmen pimpinan yang tinggi untuk segera menyelesaikan seluruh temuan/kelemahan hasil pemeriksaan internal dan eksternal.

Hambatan/masalah :

Tindaklanjut yang melibatkan pihak ketiga, khususnya berkaitan dengan kerugian dan kewajiban setor sangat lambat perkembangan nya.

Strategi/upaya pemecahan masalah :

Penagihan secara berkala melalui surat dan pendekatan personal.

Sasaran 6 :

“ Meningkatnya partisipasi masyarakat dan swasta dalam penyusunan perencanaan, pengawasan pembangunan, dan kebijakan daerah “

Hasil evaluasi capaian kinerja sasaran Meningkatnya partisipasi masyarakat dan swasta dalam penyusunan perencanaan, pengawasan pembangunan, dan kebijakan daerah dengan 1 (satu) indikator sasaran, memperlihatkan capaian kinerja sebesar 100 % dengan predikat sangat berhasil.

Hasil pengukuran indikator kinerja sebagai berikut :

No Indikator Kinerja Satuan

Tahun 2015 Target (%) Realisasi (%) Capaian (%) 1 Prosentase kasus/pengaduan tertangani % 100 100 100

Perbandingan capaian kinerja dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2015, sebagai berikut:

halaman 28 dari 31

No Indikator Kinerja

Realisasi Tahun

2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015

1 Prosentase kasus/pengaduan tertangani 100 100 100 100 100

Adapun indikator kinerja yang mewakili pencapaian kinerja sasaran tersebut, sebagai berikut :

Penyelesaian kasus/pengaduan dengan capaian kinerja sebesar 100%.

Sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, Inspektorat Kabupaten Sleman

menangani kasus/pengaduan dari masyarakat, perintah Bupati, dan

pengembangan temuan hasil pemeriksaan.

Pada tahun 2015 Inspektorat Kabupaten Sleman menerima pengaduan sebanyak 15 kasus diantaranya kasus terkait dengan indisipliner PNS dengan ancaman hukuman disiplin PNS kategori hukuman sedang dan berat sebanyak 9 kasus dan seluruh kasus telah dilaksanakan pemeriksaan.

Hasil pemeriksaan kasus selanjutnya dipergunakan sebagai bahan oleh Tim Penanganan Kasus PNS Pemerintah Kabupaten Sleman yang dikoordinasikan oleh Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Sleman, untuk pembinaan kepada PNS yang terlibat.

Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pencapaian sasaran adalah: Tingginya harapan stake holder termasuk komponen masyarakat akan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih.

Hambatan/masalah :

Belum seluruh staf/personil memahami dengan baik PP 53/2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Strategi/upaya pemecahan masalah :

halaman 29 dari 31 F. AKUNTABILITAS KEUANGAN

Untuk mencapai sasaran strategis di Tahun 2015 melalui 8 progam dengan target dan realisasi anggaran, serta capaian kinerja out put kegiatan sebagai berikut:

Uraian Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) Keuangan (%) Realisasi

1 2 3 4

Urusan Perencanaan Pembangunan.

Program Perencanaan Pembangunan.

1) Penyusunan Laporan Kinerja Pemkab, Penetapan Kinerja Pemkab dan Evaluasi Lakip Instansi.

2) Penyusunan Rencana Strategis SKPD

294.143.700 36.234.025 291.892.650 24.296.025 99,23 67,05 Urusan Otonomi Daerah, Pemeritahan Umum,

Administrasi Keuangan Daerah, perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian.

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

3) Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan

19.200.000 19.200.000 100

4) Penyediaan makanan dan minuman rapat 76.224.000 43.857.500 57,54 5) Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi 250.656.500 165.242.304 65,92 6) Penyediaan bahan dan jasa administrasi

perkantoran

208.042.475 192.977.195 92,76 7) Penyediaan jasa langganan 52.800.000 45.549.228 86,27 8) Penyediaan jasa keamanan kebersihan

kantor

156.651.900 153.882.822 98,23

Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

9) Pemeliharaan Rutin /Berkala Kendaraan Dinas /Operasioanal

402.3Capai20.000 387.066.402 96,21 10) Pemeliharaan Rutin / Berkala Gedung

Kantor dan Rumah Dinas

137.500.000 124.500.000 90,55 11) Pemeliharaan Rutin /Berkala Perlengkapan

dan Peralatan Gedung Kantor dan Rumah Dinas

5.000.000 5.000.000 100

Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

12) Bimbingan Teknis,Workshop, Seminar dan Lokakarya

91.200.000 45.435.000 49,82 13) Penyusunan Dokumen Kepegawaian 91.435.750 87.677.750 95,89

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Perencanaan, Pelaporan Capaian Kinerja Keuangan

14) Penyusunan Perencanaan SKPD

80.660.500 67.887.500 84,16

15) Penyusunan Profil Data SKPD 20.092.500 19.644.000 97,77 16) Penyusunan laporan realisasi keuangan

dan kinerja SKPD

halaman 30 dari 31 Program Peningkatan Sistem Pengawasan

Internal dan Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan KDH

17) Pelaksanaan pengawasan internal secara berkala

232.332.500 211.478.000 91,02

18) Penanganan kasus pengaduan di lingkungan pemerintah daerah

187.713.500 129.152.500 68,80 19) Pengendalian manajemen pelaksanaan

kebijakan daerah

267.030.500 234.546.500 87,84 20) Penanganan kasus pada wilayah

pemerintah dibawahnya

60.208.800 24.289.500 40,34 21) Tindaklanjut hasil temuan pengawasan

dan audit hasil pemeriksaan BPK

187.744.500 174.933.700 93,18 22) Evaluasi berkala temuan hasil

pengawasan

100.875.000 97.851.000 97,00 23) Monitoring dan evaluasi pelaksanaan

Inpres no. 5 Tahun 2004 tentang Percepatan pemberantasan korupsi

147.704.500 130.418.000 88,30

24) Gelar Pengawasan Daerah 52.284.000 44.377.500 84,88 25) Pemeriksaan khusus dan pengawasan

jalannya pemerintahan desa

291.459.500 265.936.450 91,24 26) Reviu Laporan Keuangan Daerah 220.239.750 195.238.950 88,65 27) Implementasi SPIP 159.552.500 150.893.500 94,57

Program Peningkatan Profesionalisme Tenaga Pemeriksa dan Aparatur Pengawasan

28) Pelatihan pengembangan tenaga pemeriksa dan aparatur pengawasan

72.492.000 52.268.000 72,10

Program Penataan dan Penyempurnaan Kebijakan Sistem dan Prosedur Pengawasan

29) Penyusunan PKPT, UPKPT

67.069.000 60.329.400 89,95

30) Pengelolaan Dokumen 42.061.500 34.558.000 82,16 Jumlah / Rata-rata 4.126.673.900 3.594.087.276 87,09

halaman 31 dari 31 BAB IV

PENUTUP

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Inspektorat Kabupaten Sleman Tahun 2015 merupakan wujud pertanggungjawaban pelaksanaan tugas Inspektorat Kabupaten Sleman tahun 2015 dalam pencapaian misi dan tujuan instansi pemerintah, serta dalam rangka perwujudan good governance. Laporan kinerja ini memuat pengukuran kinerja dan evaluasi kinerja atas pelaksanaan kegiatan dan program yang dijalankan dalam tahun 2015 yang mengindikasikan tingkat keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan-kegiatan serta efektivitas dan efisiensi program dan kebijakan yang ditetapkan.

Berdasarkan hasil pengukuran kinerja dan evaluasi kinerja sebagaimana yang diuraikan pada BAB III maka dapat disimpulkan bahwa pencapaian kinerja sasaran Inspektorat kabupaten Sleman tahun 2015 dengan 8 sasaran secara keseluruhan sangat berhasil.

Harapan kami agar dari hasil pengukuran kinerja yang tertuang dalam Laporan Kinerja Instansi Pemerintah ini dapat memperbaiki kinerja di masa yang akan datang.

Dokumen terkait