BAB VII PENUTUP
7.2 Saran
- Bagi penulis, perlu adanya kajian lanjutan mengenai kandungan ataupun senyawa kimia pada asap cair dan ekstrak serai wangi, khususnya pada asap cair perbedaan bahan akan mempengaruhi kandungan senyawa di dalamnya dan dapat memanfaatkan bahan lain untuk pembuatan asap cair agar dapat mengetahui perbedaan dari bahan lainya.
- Bagi petani, diharapkan dapat menerapkan dan menjadi solusi dalam pengendalian hama secara hayati dan mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia.
- Bagi penyuluh, diharapkan dapat menjadi refrensi untuk materi penyuluhan pengendalian hama dengan pestisida nabati dan dapat mengubah perilaku petani untuk beralih ke pestisida nabati.
- Bagi institusi Politeknik Pembangunan Pertanian Malang diharapkan Tugas Akhir ini dapat dijadikan refrensi dan pedoman untuk melaksanakan penelitian khususnya untuk ranah penelitian hama dan penyakit tanaman kedepanya.
74
DAFTAR PUSTAKA
Ardita, Sucihatiningsih, Dwi, W. 2011 Journal of Vocational and Career Education Kinerja Penyuluh Pertanian Menurut Persepsi Petani Studi Kasus di Kabupaten Landak. 2 (1), 1-8.
Arianda Dwi. (2010). Evaluasi Kegiatan Penyuluhan Budidaya Padi Sistem Legowo Di Kabupaten Tangerang.
Arikunto. 2012. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara
Ade Perta Agustian Y &. 2020. KEPADATAN POPULASI DAN INTENSITAS SERANGAN WERENG BATANG COKLAT (Nilaparvata lugens. Stal) PADA BUDIDAYA PADI PANDANWANGI DENGAN PENERAPAN ORGANIK DAN ANORGANIK. Pro-STek. 2(1):49
Arfianto F. 2016. Pengendalian Hama Kutu Daun Coklat pada Tanaman Cabe mengggunakan Pestisida Organik Ekstrak Serai Wangi. Anterior Jurnal.
16(1):57–56.
Ahadiyat YR, Rostaman R, Fauzi A. 2020. Pengaruh Aplikasi Asap Cair Tempurung Kelapa dan Pupuk NPK Terhadap Hama dan Penyakit pada Padi Gogo. Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan. 4(3):
Dewi, Wawan. 2010. Teori dan Pengukuran Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Manusia. Medical book.
Fournita Agustina, Imron Zahri. 2017. “Strategy in Developing Good Agricultural Practices (GAP) in Bangka Regency, of Bangka Belitung Island Province,”
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 133–39
IRFAN, MOKHAMAD, “Uji Pestisida Nabati Terhadap Hama Dan Penyakit Tanaman,” Jurnal Agroteknologi, 6.2 (2016),
Ginting, E. 1991. Metode Kuliah Kerja Lapang. Universitas Brawijaya, Malang.
Ismulhadi, Nurlaili. 2014. Metode Penyuluhan Pertanian. Malang: Sekolah Tinggi Penyuluhan Malang.
Isa I, Musa WJA, Rahma SW. 2019. Pemanfaatan Asap Cair Tempurung Kelapa Sebagai Pestisida Organik Terhadap Mortalitas Ulat Grayak (Spodoptera Litura F.). Jambura Journal of Chemistry. 1(1):15–20
Hadi H, Pasaru F. 2021. PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK DAUN MIMBA Azadirachta indica A. Juss TERHADAP LARVA Crocidolomia binotalis Zeller (LEPIDOPTERA: PYRALIDAE) PADA PERTANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.). AGROTEKBIS : E-JURNAL ILMU PERTANIAN.
9(5):1081–1089.
Indriani Kusuma Daud Malvini, Reni Nurjasmi. 2019. Pengaruh Perlakuan Asap Cair terhadap Plutella xylostella L. pada Tanaman Sawi Pakcoy (Brassica rapa L). Jurnal Ilmiah Respati. 10(2):104–114.
Jayanudin, Endang Suhendi. 2012. IDENTIFIKASI KOMPONEN KIMIA ASAP CAIR TEMPURUNG KELAPA DARI WILAYAH ANYER BANTEN. Jurnal Agroekoteknologi. 4(1).
Paat FJ, Maramis RTD. 2019. PENGENDALIAN CROCIDOLOMIA PAVONANA PADA TANAMAN KUBIS SECARA TERPADU. EUGENIA. 25(1).
Lailatul Farida, dkk . 2017. Pengaruh Asap Cair Serbuk Gergaji Kayu Jati (Tectona grandis) terhadap Mortalitas Kutu Daun (Aphis gossypii). 2014.
Liansyah N, Hasnah H, Rusdy A. 2018. Pengaruh Campuran Ekstrak Kulit Bakau dan Serai Wangi Terhadap Mortalitas dan Perkembangan Crocidolomia pavonana (F). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian. 3(4):7–15.
Mardikanto, T. 1993. Penyuluhan Pertanian Pembangunan Pertanian. Surakarta:
Sebelas Maret University Press.
Prabowo H, Martono E, Witjaksono W. 2016. Activity of Liquid Smoke of Tobacco Stem Waste as An Insecticide on Spodoptera litura Fabricius Larvae. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia. 20(1):
Rikardo K, Solikhin S, Yasin N. 2018. TOKSISITAS EKSTRAK BIJI PINANG (Areca catechu L.) TERHADAP ULAT KROP KUBIS (Crocidolomia pavonana F.) DI LABORATORIUM. Jurnal Agrotek Tropika. 6(1).
Rikardo K, Solikhin S, Yasin N. 2018. TOKSISITAS EKSTRAK BIJI PINANG (Areca catechu L.) TERHADAP ULAT KROP KUBIS (Crocidolomia pavonana F.) DI LABORATORIUM. Jurnal Agrotek Tropika. 6(1).
Supardi S, Sampurno, O.D., Notosiswoyo, M. 2002. Pengaruh Metode Ceramah dan Media Leaflet Terhadap Prilaku Pengobatan Sendiri Yang Sesuai Dengan Aturan. Buletin Penelitian Kesehatan.
Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif dan R dan D. Bandung:
Alfabeta.
Setiawati S, Hasibuan R, Nuryasin N, Purnomo P. 2018. EFIKASI EKSTRAK DAUN MENGKUDU TERHADAP MORTALITAS LARVA Crocidolomia binotalis Zell. Jurnal Agrotek Tropika. 6(2).
SUSANTI M. 2019 Feb 13. UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN ANTING-ANTING (Acalypha indica L.) SEBAGAI INSEKTISIDA NABATI ULAT KROP (Crocidolomia binotalis Z.) PADA TANAMAN KUBIS (Brassica oleraceae L.
var. capitata).
Paat FJ, Maramis RTD. 2019. PENGENDALIAN CROCIDOLOMIA PAVONANA PADA TANAMAN KUBIS SECARA TERPADU. EUGENIA. 25(1).
Sari YP, Samharinto S, Langai BF. 2018. PENGGUNAAN ASAP CAIR TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (TKKS) SEBAGAI PESTISIDA NABATI UNTUK MENGENDALIKAN HAMA PERUSAK DAUN TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.). EnviroScienteae. 14(3).
Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006. Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan.
Wicaksono P. (2014). Penyuluhan Pertanian Dapat Didefinisikan Sebagai Keputusan-Keputusan Yang Dibuat Oleh Sumberatau Penyuluh Dalam Memilih Serta Menata Simbul. 1–44.
77
LAMPIRAN
Lampiran 1. Kuisioner Evaluasi Penyuluhan
KUISIONER PENGETAHUAN
MENGENAI PESTISIDA ASAP CAIR DAN EKSTRAK SERAI WANGI TERHADAP SERANGAN ULAT KROP (Crocidolomia
binotalis) PADA TANAMAN KUBIS DI GAPOKTAN DEWI RATIH 2
KECAMATAN PAKIS KABUPATEN MALANG PROVINSI JAWA TIMUR 1. WAKTU DAN LOKASI SURVEI
Waktu Survei :
Kelompok Tani : Dewi Ratih 2
Kecamatan : Pakis
2. IDENTITAS RESPONDEN
1. Nama responden :………
2. Umur :………
3. Alamat :………
4. Pekerjaan :………
5. Jenis Kelamin : L/P
6. Pendidikan Terakhir : (lingkari jawaban sesuai) 1. Tidak tamat/sekolah SD 2. SD
3. SLTP 4. SLTA
5. Perguruan tinggi
Berilah tanda centang (Ѵ) pada kolom jawaban yang dianggap benar
No Pernyataan Benar Salah
1
Pestisida nabati adalah media untuk menangani hama dan penyakit
2
Pestida nabati terbuat dari bahan – bahan alami yang ramah bagi lingkungan
3
Pestisida asap cair dan ekstrak serai wangi dapat menangani hama ulat krop pada tanaman Kubis
4 Pestisida nabati aman digunakan 2 hari sekali pada tanaman 5 Pestisida nabati tidak akan
meracuni tanaman 6
Menggunakan pestisida yang berlebihan menyebabkan pencemaran lingkungan
7
Kebiasaan dari ulat krop yaitu akan menganggu pembentukan krop pada tanamn kubis
8
Ulat krop akan mulai menyerang pada kubis yang memasuki fase vegetatif
9
Pestsisda kimia akan meninggalkan residu bagi tanaman setekah panen
10
Pestisida nabati harus rutin digunakan daripada pestisida Kimia
11 Asap cair dibuat dengan proses pirolisis dari bahan organik 12 Asap cair berfungsi menjadi
racun kontak bagi hama 13
Ekstrak serai wangi dibuat dari proses penyulingan daun serai wangi
14
Ekstrak serai wangi berfungsi sebagai racun pernafasan bagi Hama
15 Hama ulat krop merupakan musuh utama bagi tanaman kubis 16 Fase paling rawan dari tanaman kubis adalah pembentukan krop
17 Ulat krop lebih senang memakan daun muda
19 Sore hari adalah waktu yang tepat untuk penyemprotan
20
Asap cair tidak boleh melebihi konsentrasi yang dianjurkan, karna dapat merusak daun
Penyuluh Pertanian
Hasan Basori, SP NIPPPK. 196705032021211005
Malang, 08 Juni 2022 Mahasiswa
I KOMANG AGUS RAMA WIJAYA NIRM. 04. 01. 18. 096
Lampiran 2. Uji Validitas dan Reliabilitas Kuisioner
Correlations
P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8 P9 P10 P11 P12 P13 P14 P15 P16 P17 P18 P19 P20 TOT AL
P1
Pearson Correlati on
1 .903*
*
1.00 0**
1.00 0**
.903*
* .492* .408 1.00 0**
.903*
*
1.00
0** .408 .408 .408 .492* .408 1.00 0**
.903*
* .167 .167 .167 .884**
Sig.
(2-tailed) .000 .000 .000 .000 .027 .074 .000 .000 .000 .074 .074 .074 .027 .074 .000 .000 .482 .482 .482 .000
N 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20
P2
Pearson Correlati on
.903*
* 1 .903*
*
.903*
*
1.00
0** .394 .452* .903*
*
1.00 0**
.903*
* .302 .302 .302 .394 .452* .903*
*
1.00
0** .287 .287 .287 .865**
Sig.
(2-tailed) .000 .000 .000 .000 .086 .045 .000 .000 .000 .196 .196 .196 .086 .045 .000 .000 .220 .220 .220 .000
N 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20
P3
Pearson Correlati on
1.00 0**
.903*
* 1 1.00
0**
.903*
* .492* .408 1.00 0**
.903*
*
1.00
0** .408 .408 .408 .492* .408 1.00 0**
.903*
* .167 .167 .167 .884**
Sig.
(2-tailed) .000 .000 .000 .000 .027 .074 .000 .000 .000 .074 .074 .074 .027 .074 .000 .000 .482 .482 .482 .000
N 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20
P4
Pearson Correlati on
1.00 0**
.903*
*
1.00
0** 1 .903*
* .492* .408 1.00 0**
.903*
*
1.00
0** .408 .408 .408 .492* .408 1.00 0**
.903*
* .167 .167 .167 .884**
Sig.
(2-tailed) .000 .000 .000 .000 .027 .074 .000 .000 .000 .074 .074 .074 .027 .074 .000 .000 .482 .482 .482 .000
N 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20
P5
Pearson Correlati on
.903*
*
1.00 0**
.903*
*
.903*
* 1 .394 .452* .903*
*
1.00 0**
.903*
* .302 .302 .302 .394 .452* .903*
*
1.00
0** .287 .287 .287 .865**
Sig.
(2-tailed) .000 .000 .000 .000 .086 .045 .000 .000 .000 .196 .196 .196 .086 .045 .000 .000 .220 .220 .220 .000
N 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20
P6
Pearson Correlati on
.492* .394 .492* .492* .394 1 .452* .492* .394 .492* .302 .302 .302 1.00
0** .452* .492* .394 .492* .492* .492* .657**
Sig.
(2-tailed) .027 .086 .027 .027 .086 .045 .027 .086 .027 .196 .196 .196 .000 .045 .027 .086 .027 .027 .027 .002
N 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20
P7
Pearson Correlati on
.408 .452* .408 .408 .452* .452* 1 .408 .452* .408 .500* .500* .500* .452* 1.00
0** .408 .452* .408 .408 .408 .648**
Sig.
(2-tailed) .074 .045 .074 .074 .045 .045 .074 .045 .074 .025 .025 .025 .045 .000 .074 .045 .074 .074 .074 .002
N 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20
P8
Pearson Correlati on
1.00 0**
.903*
*
1.00 0**
1.00 0**
.903*
* .492* .408 1 .903*
*
1.00
0** .408 .408 .408 .492* .408 1.00 0**
.903*
* .167 .167 .167 .884**
Sig.
(2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 .027 .074 .000 .000 .074 .074 .074 .027 .074 .000 .000 .482 .482 .482 .000
N 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20
P9
Pearson Correlati on
.903*
*
1.00 0**
.903*
*
.903*
*
1.00
0** .394 .452* .903*
* 1 .903*
* .302 .302 .302 .394 .452* .903*
*
1.00
0** .287 .287 .287 .865**
Sig.
(2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 .086 .045 .000 .000 .196 .196 .196 .086 .045 .000 .000 .220 .220 .220 .000
N 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20
P10
Pearson Correlati on
1.00 0**
.903*
*
1.00 0**
1.00 0**
.903*
* .492* .408 1.00 0**
.903*
* 1 .408 .408 .408 .492* .408 1.00 0**
.903*
* .167 .167 .167 .884**
Sig.
(2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 .027 .074 .000 .000 .074 .074 .074 .027 .074 .000 .000 .482 .482 .482 .000
N 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20
P11
Pearson Correlati on
.408 .302 .408 .408 .302 .302 .500* .408 .302 .408 1 1.00 0**
1.00
0** .302 .500* .408 .302 .408 .408 .408 .635**
Sig.
(2-tailed) .074 .196 .074 .074 .196 .196 .025 .074 .196 .074 .000 .000 .196 .025 .074 .196 .074 .074 .074 .003
N 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20
P12
Pearson Correlati on
.408 .302 .408 .408 .302 .302 .500* .408 .302 .408 1.00
0** 1 1.00
0** .302 .500* .408 .302 .408 .408 .408 .635**
Sig.
(2-tailed) .074 .196 .074 .074 .196 .196 .025 .074 .196 .074 .000 .000 .196 .025 .074 .196 .074 .074 .074 .003
N 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20
P13
Pearson Correlati on
.408 .302 .408 .408 .302 .302 .500* .408 .302 .408 1.00 0**
1.00
0** 1 .302 .500* .408 .302 .408 .408 .408 .635**
Sig.
(2-tailed) .074 .196 .074 .074 .196 .196 .025 .074 .196 .074 .000 .000 .196 .025 .074 .196 .074 .074 .074 .003
N 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20
P14
Pearson Correlati on
.492* .394 .492* .492* .394 1.00
0** .452* .492* .394 .492* .302 .302 .302 1 .452* .492* .394 .492* .492* .492* .657**
Sig.
(2-tailed) .027 .086 .027 .027 .086 .000 .045 .027 .086 .027 .196 .196 .196 .045 .027 .086 .027 .027 .027 .002
N 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20
P15
Pearson Correlati on
.408 .452* .408 .408 .452* .452* 1.00
0** .408 .452* .408 .500* .500* .500* .452* 1 .408 .452* .408 .408 .408 .648**
Sig.
(2-tailed) .074 .045 .074 .074 .045 .045 .000 .074 .045 .074 .025 .025 .025 .045 .074 .045 .074 .074 .074 .002
N 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20
P16
Pearson Correlati on
1.00 0**
.903*
*
1.00 0**
1.00 0**
.903*
* .492* .408 1.00 0**
.903*
*
1.00
0** .408 .408 .408 .492* .408 1 .903*
* .167 .167 .167 .884**
Sig.
(2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 .027 .074 .000 .000 .000 .074 .074 .074 .027 .074 .000 .482 .482 .482 .000
N 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20
P17
Pearson Correlati on
.903*
*
1.00 0**
.903*
*
.903*
*
1.00
0** .394 .452* .903*
*
1.00 0**
.903*
* .302 .302 .302 .394 .452* .903*
* 1 .287 .287 .287 .865**
Sig.
(2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 .086 .045 .000 .000 .000 .196 .196 .196 .086 .045 .000 .220 .220 .220 .000
N 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20
P18
Pearson Correlati on
.167 .287 .167 .167 .287 .492* .408 .167 .287 .167 .408 .408 .408 .492* .408 .167 .287 1 1.00 0**
1.00 0** .546* Sig.
(2-tailed) .482 .220 .482 .482 .220 .027 .074 .482 .220 .482 .074 .074 .074 .027 .074 .482 .220 .000 .000 .013
N 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20
P19
Pearson Correlati on
.167 .287 .167 .167 .287 .492* .408 .167 .287 .167 .408 .408 .408 .492* .408 .167 .287 1.00
0** 1 1.00 0** .546* Sig.
(2-tailed) .482 .220 .482 .482 .220 .027 .074 .482 .220 .482 .074 .074 .074 .027 .074 .482 .220 .000 .000 .013
N 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20
P20
Pearson Correlati on
.167 .287 .167 .167 .287 .492* .408 .167 .287 .167 .408 .408 .408 .492* .408 .167 .287 1.00 0**
1.00
0** 1 .546* Sig.
(2-tailed) .482 .220 .482 .482 .220 .027 .074 .482 .220 .482 .074 .074 .074 .027 .074 .482 .220 .000 .000 .013
N 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20
TOT AL
Pearson Correlati on
.884*
*
.865*
*
.884*
*
.884*
*
.865*
*
.657*
*
.648*
*
.884*
*
.865*
*
.884*
*
.635*
*
.635*
*
.635*
*
.657*
*
.648*
*
.884*
*
.865*
* .546* .546* .546* 1 Sig.
(2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 .002 .002 .000 .000 .000 .003 .003 .003 .002 .002 .000 .000 .013 .013 .013
N 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
Keterangan :
1. Dari uji validitas kuisioner diketahui bahwa R Hitung > R Tabel (0,444) Maka seluruh kuisioner dinyatakn Valid.
2. Dari uji reliabilitas diketahui bahwa nilai Cronbach Alpha > 0,6 dimana hal tersebut menurut (Retnawati Heri, 2016) bahwa kuisioner dapat dikatakan reliabel.
Reliability Statistics Cronbach's
Alpha
N of Items
.748 21
Lampiran 3. Uji Annova dan DMRT
ANOVA Sum of Squares
df Mean Square
F Sig.
Tingkat kerusakan minggu 1
Between
Groups 4406.005 7 629.429 6.367 .001 Within Groups 1581.633 16 98.852
Total 5987.638 23
Tingkat kerusakan minggu 2
Between
Groups 5009.213 7 715.602 8.934 .000 Within Groups 1281.533 16 80.096
Total 6290.746 23
Tingkat kerusakan minggu 3
Between
Groups 6138.327 7 876.904 10.045 .000 Within Groups 1396.707 16 87.294
Total 7535.033 23
Tingkat kerusakan minggu 4
Between
Groups 7093.232 7 1013.319 24.282 .000 Within Groups 667.707 16 41.732
Total 7760.938 23
Tingkat kerusakan minggu 5
Between
Groups 7548.640 7 1078.377 20.807 .000 Within Groups 829.240 16 51.828
Total 8377.880 23
Tingkat kerusakan minggu 6
Between
Groups 11112.860 7 1587.551 11.650 .000 Within Groups 2180.273 16 136.267
Total 13293.133 23
Tingkat kerusakan minggu 3 Duncan
Perlakuan N Subset for alpha = 0.05
1 2 3
P7 3 3.8000
P6 3 6.1333
P1 3 6.4667
P3 3 10.9000
P2 3 12.9000
P5 3 20.3333 20.3333
P4 3 32.3333 32.3333
P0 3 44.6667
Sig. .087 .159 .148
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 3.000.
Tingkat kerusakan minggu 4 Duncan
Perlakuan N Subset for alpha = 0.05
1 2 3 4
P7 3 4.4667
P6 3 5.4667
P3 3 11.5667 11.5667
P2 3 13.4000 13.4000
P1 3 17.5667 17.5667 17.5667
P5 3 25.0000 25.0000
P4 3 31.0000
P0 3 50.8333
Sig. .124 .109 .099 1.000
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 3.000.
Tingkat kerusakan minggu 5 Duncan
Perlakuan N Subset for alpha = 0.05
1 2 3 4
P3 3 .7000
P7 3 5.4667
P6 3 7.1333
P2 3 13.0667 13.0667
P1 3 15.5667 15.5667 15.5667
P5 3 29.6667 29.6667
P4 3 31.6667
P0 3 51.6667
Sig. .096 .055 .061 1.000
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 3.000.
Tingkat kerusakan minggu 6 Duncan
Perlakuan N Subset for alpha = 0.05
1 2 3 4
P7 3 4.2333
P3 3 4.5667
P2 3 4.6333
P6 3 6.6333
P1 3 18.6667
P4 3 30.5000
P5 3 33.1667
P0 3 54.3333
Sig. .681 1.000 .620 1.000
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 3.000.
Tingkat kerusakan minggu 7 Duncan
Perlakuan N Subset for alpha = 0.05
1 2 3
P2 3 2.4667
P7 3 4.4000
P6 3 7.1333
P3 3 7.2333
P1 3 13.6667
P4 3 27.8333
P5 3 29.5000
P0 3 58.1667
Sig. .103 .780 1.000
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 3.000.
Tingkat kerusakan minggu 8 Duncan
Perlakuan N Subset for alpha = 0.05
1 2 3
P2 3 .7000
P6 3 1.1333
P3 3 4.2333
P7 3 5.3000
P1 3 10.7333 10.7333
P4 3 26.6667
P5 3 48.6667
P0 3 59.5000
Sig. .355 .114 .272
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 3.000.
Lampiran 4. Lembar Persiapan Menyuluh
LEMBAR PERSIAPAN MENYULUH
Judul Penyuluhan : Pemanfaatan Asap Cair dan Ekstrak Serai Wangi Untuk Pengendalian Ulat Krop (Cricidolomia binotalis) pada Tanaman Kubis.
Metode Penyuluhan : Anjangsana
Sasaran (Pelaku) : Kelompok Tani Dewi Ratih 3 Media Penyuluhan : Leaflet, Objek Sesungguhnya
Lokasi/Tempat : Desa Sukoanyar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang
Waktu : 30 Menit
Kegiatan Penyuluhan :
Pokok Kegiatan Uraian Kegiatan Waktu (menit) Keterangan
Pendahuluan
Perkenalan serta penjelasan
maksud dan tujuan
5
• Salam pembukaan serta
perkenalan diri
• Penjelasan kepada
sasaran/petani mengenai diadakanya penyuluhan
Isi materi
• Pemaparan materi
• Diskusi dan evaluasi
20
• Penjelasan mengenai pemanfaatan asap cair dan ekstrak serai wangi sebagai pesnab
• Tanya jawab
Penutup
• Kesimpulan dan saran
• Penutupan
10
• Menutup kegiatan penyuluhan dan
berpamitan
Penyuluh Pertanian
Hasan Basori, SP
NIPPPK. 196705032021211005
Malang, 08 Juni 2022 Mahasiswa
I KOMANG AGUS RAMA WIJAYA NIRM. 04. 01. 18. 096
Lampiran 5. Sinopsis
SINOPSIS
Judul : Pemanfaatan Asap Cair dan Ekstak Serai Wangi Terhadap Serangan Ulat Krop Pada Tanaman Kubis
Bagian Awal
Pestisida nabati merupakan pestisida yang bahan aktifnya berasal dari bahan organik, pestisida nabati memiliki efek tertentu tergantung pada kandungan dan hama sasaran, yakni efek mematikan, menghalau dan mengurangi nafsu makan pada hama sasaran. Pestisida nabati umumnya dapat dibuat secara konvensional.
Bagian Utama
Pengertian Pesnab Asap Cair
Asap Cair dapat dimanfaatkan sebaagai pestsisda untuk tanaman, dibuat melaui proses pembakaran bahan organik dengan cara Pirolisis (pemanasan tanpa oksigen).Asap cair tebagi dalam Grade 1,2,3 yang memiliki manfaat masing - masing
Pengertian Pesnab Ekstrak Serai Wangi
Ekstrak Serai Wangi merupakan pestisida nabati hasil penyulingan dari daun serai wangi, menghasilkan suatu produk hasil olahan selain minyak yaitu air serai wangi yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida organic untuk tanaman.
Manfaat Pesnab Asap Cair
Sebagai pestisida nabati, asap cair bersifat sebagai racun perut dan racun pernafasan pada hama sasaran. Konsentrasi yang tepat untuk penggunaan asap cair sebailnya tidak terlalu tinggi untuk tanaman agar tidak merusak daun.
Manfaat Pesnab Ekstrak Serai Wangi
Ekstrak Serai Wangi mengandung senyawa flavonoid yang dapat menghambat aktivitas makan (antifeedant) pada hama. Penggunaan dengan konsentrasi tinggi semakin efektif.
Pengendalian Ulat Krop
Asap cair dan ekstrak serai wangi dapat menghambat serangan hama jenis ulat, dengan teknik pencegahan tersebut dapat mengurangi kerusakan dari tanaman kubis, hama utama tanaman kubis salah satunya adalah ulat krop, yang menyerang bakal krop atau daun muda, jika terserang maka akan terjadi kegagalan dalam pemebentukan krop kubis. Pencegahan dapat dilakukan dengan pemberian pesnab secara rutin mulai dari awal hingga pemebentukan krop.
Penerapan
Penyemprotan kedua bahan dilakukan secara rutin pada tanaman kubis, yaitu seminggu 2x, waktu yang tepat untuk penyemprotan adalah sore hari karena ulat krop lebih aktif pada jam tersebut dan sifat ulat krop sendiri yang rentan terhadap cahaya.
Bagian Akhir
Pemanfaatan Asap Cair dan Ekstrak Serai Wangi sebagai tindakan preventif untuk pencegahan hama tanaman, dengan keunggulan yaitu efektivitasnya hampir setara dengan pestsisda kimia bila dilakukan penyemprotan secara rutin.
Malang, 9 Juni 2022 Mahasiswa
I KOMANG AGUS R.W NIRM. 04.01.18.096
Lampiran 6. Media Penyuluhan
Lampiran 7. Daftar Hadir Penyuluhan
NAMA : I KOMANG AGUS RAMA WIJAYA NIRM : 04.01.18.096
Malang, 9 Juni 2022 Mahasiswa
Malang, 9 Juni 2022 I KOMANG AGUS RAMA WIJAYA
Lampiran 8. Berita Acara Penyuluhan
Lampiran 9. Dokumentasi Kegiatan
Gambar 1. Koordinasi dengan Penyuluh Gambar 2. Identifikasi Potensi Wilayah
Gambar 3. Pembuatan Bedengan Gambar 4. Penaburan kapur dolomit
Gambar 5. Pemberian pupuk kompos Gambar 6. Penanaman
Gambar 10. Pengamatan 6MST
Gambar 11. Pengamatan 7MST Gambar 12. Pengamatan 8MST Gambar 7. Pengamatan 3MST Gambar 8. Pengamatan 4MST
Gambar 9. Pengamatan 5MST
Gambar 13. Pengaplikasian Pesnab
Gambar 16. Identifikasi Hama Gambar 15. Identifikasi Hama
Gambar 14. Pengamatan Kerusakan Krop
Gambar 18. Pemanenan Gambar 17. Penimbangan
Gambar 20. Hasil Panen Gambar 19. Produk Asap Cair & Ekstrak
Serai Wangi
Gambar 21. Pengajuan Surat izin
Gambar 24. Penyuluhan Gambar 23. Peninjauan Sasaran
Gambar 22. Pengisian kuisioner