• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

D. Keterbatasan Hasil Penelitian

Penelitian yang telah dilakukan untuk mengetahui kualitas dari penggunaan metode dan metode yang lebih diinginkan siswa, masih memiliki keterbatasan.

Keterbatasan-keterbatasan itu, antara lain:

1. Hanya meneliti empat metode.

2. Wawancara dilakukan belum maksimal karena tidak dilakukan secara tatap muka tetapi lewat telepon dan chat whatsapp. Hal ini dikarenakan oleh wabah virus corona.

3. Belum mendalami secara spesifik tentang keinginan siswa akan metode pembelajaran.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

Penelitian yang dilakukan pada empat metode pembelajaran yakni metode tanya jawab, metode demonstrasi, metode diskusi dan metode tugas perorangan dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran yang digunakan memiliki kualitas yang cukup baik, dengan jangka waktu penggunaannya berbeda-beda. Dari empat metode tersebut, metode diskusi memiliki nilai rata-rata tertinggi yaitu 33, 4316.

Begitu juga dengan hasil wawancara yang dilakukan pada 13 responden. Sebagian besar responden mengatakan bahwa siswa lebih menginginkan metode diskusi.

Artinya bahwa semakin tinggi kualitas dari metode maka semakin diinginkan oleh siswa.

B. Saran

Berdasarkan studi pustaka dan hasil penelitian, maka penulis dapat memberikan saran-saran sebagai berikut:

1. Guru Agama Katolik

Dari hasil penelitian, kualitas dari penggunaan metode pembelajaran di Sekolah Dasar tergolong cukup baik. Padahal semakin berkualitasnya metode, maka semakin diinginkan siswa dan pemahamannya menjadi meningkat. Oleh karena itu, di dalam pembelajaran PAK, guru sebaiknya melihat kualitas dari metode dan memperhatikan apa yang bisa dikembangkan dalam metode tersebut, demi peningkatan ilmu pengetahuan pada siswa.

2. Pihak Sekolah

Pihak sekolah sebaiknya mengevaluasi metode pembelajaran yang digunakan guru secara intens, agar metode pembelajaran yang digunakan sungguh-sungguh berkualitas dan diinginkan oleh siswa.

3. Mahasiswa PENDIKKAT

Bagi mahasiswa yang mau melaksanakan kegiatan PLP dan kedepannya menjadi guru, sungguh-sungguh memperhatikan metode pembelajaran yang akan diberikan pada siswa dengan melihat kualitas dan metode yang diinginkan oleh siswa. Sebab, dengan mengetahui kualitas dan metode yang diinginkan siswa akan membantu dalam meningkatkan pemahaman siswa akan materi pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Agrieny, Angela Merici. 2019. “Persepsi Siswa terhadap Praksis PAK di SMP Se- Daerah Istimewah Yogyakarta. Skripsi Tidak Dipublikasikan”. Yogyakarta:

Universitas Sanata Dharma

Arikunto, Suharsimi. 2007. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Edisi Revisi.

Jakarta: PT. Bumi Aksara

Budiastuti, Dyah & Bandur, Agustinus. 2018. Validitas dan Reliabilitas Penelitian.

Jakarta: Penerbit Mitra Wacana Media

Bungin, H.M. Burhan. 2005. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Edisi Kedua.

Jakarta: Prenadamedia Group

Boeree, C. George. 2010. Metode Pembelajaran dan Pengajaran. Jogjakarta: Ar-ruzz Media

Chotimah, Chusnul & Fathurrohman, Muhammad. 2018. Paradigma Baru Sistem Pembelajaran: Dari Teori, Metode, Model, Media, Hingga Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Ar-ruzz Media

Dapiyanta, FX. 2011. Evaluasi Pembelajaran PAK di Sekolah. Buku Ajar Mahasiswa IPPAK-FKIP-USD. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Djamarah, S. Bahri & Zain, Azwan. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Edisi Revisi.

Jakarta: Rineka Cipta

Daryanto. 1983. Tujuan, Metode & Satuan Pelajaran dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Penerbit Tarsito

Effendi, Sofian & Tukiran. 2012. Metode Penelitian Survei. Cetakan ketiga puluh.

Jakarta: LP3ES

Groome, Thomas H. 1980. Christian Religion Education. San Francisco: Harper &

Row

Hamdayama, Jumanta. 2017. Metodologi Pengajaran. Cetakan Kedua. Jakarta: PT Bumi Aksara

Harususilo, Yohanes Enggar. 2019. 3 Soal Utama Pemberdayaan Pendidikan di Indonesia. https://edukasi.kompas.com/read/2019/02/20/07300091/3-soal-utama-pemberdayaan-pendidikan-di-indonesia?page=all. Diakses pada tanggal 1 September 2019

Heryatno Wono Wulung, FX. 2018. Diktat pembelajaran PAK Sekolah.

Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma

Holt, John. 2010. Mengapa Siswa Gagal. Jakarta: Penerbit Erlangga

Irwanto, et al. 1983. Beberapa Aspek Pengajaran : Strategi, Metode, Media, dan Umpan Balik. Jakarta: Pusat Penelitian Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2016. Silabus Mata Pelajaran Sekolah Dasar (SD) :Mata Pelajaran PAK dan Budi Pekerti. Jakarta

Mudlofir, H. Ali & Rusydiyah, E. Fatimatur. 2016. Desain Pembelajaran Inovatif:

Dari Teori ke Praktik. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada

Mufarrokah, Anissatul. 2009. Strategi Belajar dan Mengajar. Cetakan I.

Yogyakarta: Penerbit Teras

Mulyasa, H.E. 2014. Guru dalam Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Raharjo, Said. 2019. Cara Melakukan Uji Validitas Product Moment dengan SPSS https://www.spssindonesia.com/2014/01/uji-validitas-product-momen-spss.html. Diunduh pada tanggal 1 Mei 2020

Ratnawulan, Elis & Rusdiana, A. 2015. Evaluasi Pembelajaran. Bandung: CV Pustaka Setia

Rohani, Ahmad. 2004. Pengelolaan Pengajaran. Cetakan Kedua. Jakarta: PT Rineka Cipta

Rubiyatno. 2013. “Mengubah Sekolah dari Berkultur Okol dan Destruktif ke Berkultur Akal dan Kreatif melalui Manajemen Mutu dan Budaya Meneliti”, dalam Widharyanto, B. 2013. Pengembangan Profesionalisme Guru. Yogjakarta: Universitas Sanata Dharma

Sani, Ridwan Abdullah. 2019. Pembelajaran Berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skills). Tangerang: Tira Smart

---. 2019. Strategi Belajar Mengajar. Depok: PT Raja Grafindo Persada Sanjaya, H. Wina. 2016. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses

Pendidikan. Jakarta: Prenadamedia Group

Seymour, Jack L. 199 7. Mapping Christian Education: Approaches to Congregational Learning. Copyright by Abingdon Press. Manufactured In The United States Of America

Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta

Suharsaputra, Uhar. 2014. Metode Penelitian:Kuantitatif, kualitatif, dan Tindakan.

Cetakan kedua. Bandung: PT. Refika Aditama

Suparno, Paul. 2004. “Pendidikan dan Peran Guru” dalam Widiastonno, T.D. 2004.

Pendidikan Manusia Indonesia. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara Suprihatiningrum, Jamil. 2016. Strategi Pembelajaran. Cetakan III. Jogjakarta:

Ar-ruzz Media

Sutirna, H. 2013. Perkembangan dan Pertumbuhan Siswa. Yogyakarta: Penerbit CV. Andi Offset

Suyono & Hariyanto. 2015. Implementasi Belajar dan Pengajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Suryosubroto, B. 1997. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: PT Rineka Cipta

Tashandar, Nabila. 2019. Masa Sekolah Dasar, Puncak Pengembangan

Kepribadian Anak.

https://lifestyle.kompas.com/read/2019/08/01/143500420/masa-sekolah-dasar-puncak-pengembangan-kepribadian-anak. Diakses pada tanggal 2 September 2019

Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003. 2003. Sistem Pendidikan Nasional.

Jakarta: Kepala Biro Hukum dan Organisasi Depdiknas

Widiastonno, T.D. 2004. Pendidikan Manusia Indonesia. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara

Werang, Basilius Redan. 2015. Pendekatan Kuantitatif dalam Penelitian Sosial.

Yogyakarta: Calpulis

Widharyanto, B. 2013. Pengembangan Profesionalisme Guru. Jogjakarta:

Universitas Sanata Dharma

Wiyani, Novan Ardy. 2014. Desain Pembelajaran Pendidikan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media

Yaumi, Muhammad. 2013. Prinsip-prinsip Desain Pembelajaran Disesuaikan dengan Kurikulum 2013. Edisi Kedua. Jakarta: Penerbit Kencana

Yusuf, H. Syamsu. 2010. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

LAMPIRAN

Lampiran 1. Surat-surat Ijin Melakukan Penelitian

Lampiran 2. Data Pokok

SDK Sang Timur Yogyakarta jl.

Batikan no. 7 IV 2 4 4 4 3 3 3 3 2 3 3 3 4 4 2 4 2 4 2 3 4 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

Stephanie Karen Dyah Ayu Madeline

Arwen Raphella SD Kanisius Sengkan IV 4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 4 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 4 4 3 2 3 4 4 4 4 4 4 4

Metode Demonstrasi Metode Diskusi Metode Tugas Perorangan

No Nama Asal Sekolah Kelas Metode Tanya Jawab

Lampiran 3. Validasi Keseluruhan Data

Lampiran 4. Tabel Validasi Data

Lampiran 5. Kuesioner Penelitian

KUESIONER PENELITIAN

EVALUASI PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN PAK DI SEKOLAH DASAR SE-KOTA YOGYAKARTA DAN TINDAK LANJUTNYA

A. Identitas Responden

Nama =

Kelas =

Sekolah =

B. Petunjuk Pengisian Kuesioner

1. Mohon bantuan dan kesedian siswa/i untuk menjawab seluruh pernayataan yang telah diberikan

2. Bacalah dengan sesaksama pertanyaan dan pernyataan-pernyataan yang tersedia sebelum anda menjawab

3. Berilah tanda centang (√) pada angka yang menunjukkan keadaan yang sebenarnya

Contoh:

No Pernyataan 1 2 3 4

1. Guru menggunakan metode ceramah di kelas √

Jika pilihan anda “1 / Tidak Pernah” maka pernyataan di bawah ini tidak perlu dijawab. Jika pilihanmu selain dari “1” maka jawablah pernyataan di bawah ini!

No Pernyataan STS TS S SS

Jika pilihan anda “1 / Tidak Pernah” maka pernyataan di bawah ini tidak perlu dijawab. Jika pilihanmu selain dari “1” maka jawablah pernyataan di bawah ini!

No Pernyataan STS TS S SS

2. Metode tanya jawab merangsang saya untuk terampil dan berani dalam menjawab dan memberikan pendapat

3. Pertanyaan dari guru mudah dimengerti 4. Pertanyaan dari guru membuat saya berhenti

dari ribut dan fokus lagi

5. Pertanyaan dari guru membangkitkan hasrat atau keinginan saya untuk melakukan penyelidikan

Metode demonstrasi adalah cara yang digunakan guru dalam memperagakan suatu kejadian, barang, aturan atau urutan dari materi sedang dipelajari dengan bantuan siswa, orang lain atau dirinya sendiri dengan memberikan penjelasan terlebih dahulu. Contohnya memperagakan cara mengaku dosa, menerima komuni dan lain sebagainya.

No Pernyataan 1 2 3 4

1 Guru menggunakan metode demonstrasi dalam pembelajaran

Jika pilihan anda “1 / Tidak Pernah” maka pernyataan di bawah ini tidak perlu dijawab. Jika pilihanmu selain dari “1” maka jawablah pernyataan di bawah ini!

No Pernyataan STS TS S SS

2. Materi yang diperagakan membantu saya mencapai tujuan pembelajaran

3. Pembelajaran semakin jelas dan konkret apabila diperagakan

4. Saya dilibatkan guru untuk memperagakan materi

5. Alat peraga yang digunakan sesuai dengan materi

6. Pembelajaran menjadi menarik karena tidak hanya mendengar tetapi melihat apa yang diperagakan

7. Metode demonstrasi memberikan kesempatan yang besar bagi saya untuk berdiskusi dengan teman-teman

8. Saya semakin aktif mengamati, menyesuaikan teori dengan kenyataan, dan mencoba melakukannya sendiri

3. Metode Diskusi

No Pernyataan 1 2 3 4

1 Guru menggunakan metode diskusi dalam pembelajaran

Jika pilihan anda “1 / Tidak Pernah” maka pernyataan di bawah ini tidak perlu dijawab. Jika pilihanmu selain dari “1” maka jawablah pernyataan di bawah ini!

No Pernyataan STS TS S SS

2. Saya berani mengungkapkan pendapat di dalam diskusi

3. Di dalam diskusi kami diberikan suatu masalah dan diarahkan untuk memecahkan masalah tersebut

4. Guru menjelaskan aturan dan jalannya diskusi

5. Saya dibiasakan menghargai pendapat teman saat diskusi

6. Guru mendorong teman-teman yang kurang aktif untuk berpendapat

7. Kesimpulan dari diskusi mudah dipahami 8. Saya dilatih untuk bermusyawarah dalam

memecahkan suatu masalah dengan teman-teman yang lain

9. Saya dapat memperluas wawasan saya tentang sesuatu hal dalam diskusi

10. Saya dirangsang untuk kreatif dalam memberikan ide, gagasan atau terobosan baru saat diskusi

11. Metode diskusi membantu saya mencapai tujuan pembelajaran

12. Apakah pembelajaran agama Katolik di kelas mudah dimengerti?

4. Metode Tugas Perorangan

No Pernyataan 1 2 3 4

1. Guru menggunakan metode tugas perorangan dalam pembelajaran

Jika pilihan anda “1 / Tidak Pernah” maka pernyataan di bawah ini tidak perlu dijawab. Jika pilihanmu selain dari “1” maka jawablah pernyataan di bawah ini!

No Pernyataan STS TS S SS

2. Tugas yang diberikan guru bervariasi dari yang sulit, sedang sampai yang mudah

3. Aturan pengerjaan tugas dijelaskan oleh guru 4. Tugas yang diberikan guru membuat saya

semangat belajar

5. Adanya tugas dapat membina saya untuk tanggung jawab dan disiplin

6. Saya dapar mengembangakan kreativitas saat mengerjakan tugas

7. Saya semakin memahami pembelajaran saat mengerjakan tugas

8 Metode tugas perorangan membantu saya mencapai tujuan pembelajaran

Lampiran 6. Data Jawaban dari Kuesioner

Metode Pernyataan Jumlah Siswa

STS TS SS SS

Pertanyaan dari guru membuat saya berhenti dari ribut dan fokus lagi

1 17 46 31

Pertanyaan dari guru membangkitkan hasrat atau keinginan saya untuk melakukan penyelidikan

1 22 48 24

Pertanyaan yang diberikan guru membuat saya semakin ingat dengan materi pembelajaran yang telah berlalu

0 14 42 39

Pertanyaan dari guru membuat saya semangat untuk berpikir

0 20 34 41

Metode tanya jawab membantu saya mencapai tujuan pembelajaran Materi yang diperagakan

membantu saya mencapai tujuan pembelajaran

2 17 51 23

Pembelajaran semakin jelas dan konkret apabila diperagakan

Pembelajaran menjadi menarik karena tidak hanya mendengar tetapi melihat apa yang diperagakan

0 11 39 42

Metode demonstrasi memberikan kesempatan yang besar bagi saya untuk berdiskusi dengan teman-teman

0 18 46 28

Saya semakin aktif mengamati, menyesuaikan teori dengan kenyataan, dan mencoba melakukannya sendiri

Saya berani mengungkapkan pendapat di dalam diskusi

1 17 52 23

Di dalam diskusi kami diberikan suatu masalah dan diarahkan untuk memecahkan masalah tersebut

1 16 47 29

Guru menjelaskan aturan dan jalannya diskusi

1 12 48 32

Saya dibiasakan menghargai pendapat teman saat diskusi

1 6 32 54

Guru mendorong teman-teman yang kurang aktif untuk berpendapat

3 15 40 35

Kesimpulan dari diskusi mudah dipahami

1 18 49 25

Saya dilatih untuk

bermusyawarah dalam

memecahkan suatu masalah dengan teman-teman yang lain

Saya dirangsang untuk kreatif dalam memberikan ide, gagasan atau terobosan baru saat diskusi

1 14 51 27

Metode diskusi membantu saya mencapai tujuan pembelajaran

1 16 45 31

Apakah berbuat baik pada orang lain dengan terpaksa melatih diri kita untuk ikhlas?

7 38 23 23

Metode

bervariasi dari yang sulit, sedang sampai yang mudah

1 17 49 26

Aturan pengerjaan tugas dijelaskan oleh guru

Saya dapar mengembangakan kreativitas saat mengerjakan tugas

1 17 51 24

Saya semakin memahami pembelajaran saat mengerjakan tugas

1 16 53 24

Metode tugas perorangan membantu saya mencapai tujuan pembelajaran

1 14 46 32

Lampiran 7. Pertanyaan Wawancara dengan Guru A. Metode Tanya Jawab

1. Apakah Anda pernah menggunakan metode tanya jawab dalam mengajar?

Jika pernah, seberapa sering Anda menggunakan metode itu?

2. Berdasarkan pengalaman Anda, apa saja kelebihan dari metode tanya jawab?

3. Apakah metode tanya jawab dapat mencapai tujuan pembelajaran? Jika Ya, berikan penjelasannya!

B. Metode Demonstrasi

1. Apakah Anda pernah menggunakan metode demonstrasi dalam mengajar?

Jika pernah, seberapa sering Anda menggunakan metode itu?

2. Berdasarkan pengalaman Anda, apa saja kelebihan dari metode demonstrasi?

3. Apakah metode demonstrasi dapat mencapai tujuan pembelajaran? Jika Ya, berikan penjelasannya!

C. Metode Diskusi

1. Apakah Anda pernah menggunakan metode diskusi dalam mengajar? Jika pernah, seberapa sering Anda menggunakan metode itu?

2. Berdasarkan pengalaman Anda, apa saja kelebihan dari metode diskusi?

3. Apakah metode diskusi dapat mencapai tujuan pembelajaran? Jika Ya, berikan penjelasannya!

D. Metode Tugas perorangan

1. Apakah Anda pernah menggunakan metode tugas perorangan dalam mengajar? Jika pernah, seberapa sering Anda menggunakan metode itu?

2. Berdasarkan pengalaman Anda, apa saja kelebihan dari metode tugas perorangan?

3. Apakah metode tugas perorangan dapat mencapai tujuan pembelajaran?

Jika Ya, berikan penjelasannya!

Tambahan Pertanyaan:

Berdasarkan pengalaman Anda dalam mengajar dengan menggunakan keempat metode pembelajaran (tanya jawab, demonstrasi, diskusi, dan tugas perorangan) di atas, manakah metode yang lebih diinginkan siswa?

Mengapa?

Lampiran 8. Pertanyaan Wawancara dengan Murid A. Metode Tanya Jawab

1. Apakah kamu pernah mengikuti metode tanya jawab dalam pembelajaran Pendidikan Agama Katolik di kelas? Jika pernah, seberapa sering?

2. Bisa diceritakan apa saja yang kamu alami saat mengikuti metode tanya jawab?

3. Apakah metode tanya jawab membantu kamu mencapai tujuan pembelajaran? Berikan alasannya!

B. Metode Demonstrasi

1. Apakah kamu pernah mengikuti metode demonstrasi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Katolik di kelas? Jika pernah, seberapa sering?

2. Bisa diceritakan apa saja yang kamu alami saat mengikuti metode demonstrasi?

3. Apakah metode demonstrasi membantu kamu mencapai tujuan pembelajaran? Berikan alasannya!

C. Metode Diskusi

1. Apakah kamu pernah mengikuti metode diskusi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Katolik di kelas? Jika pernah, seberapa sering?

2. Bisa diceritakan apa saja yang kamu alami saat mengikuti metode diskusi?

3. Apakah metode diskusi membantu kamu mencapai tujuan pembelajaran?

Berikan alasannya!

D. Metode Tugas perorangan

1. Apakah kamu pernah mengikuti metode Tugas perorangan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Katolik di kelas? Jika pernah, seberapa sering?

2. Bisa diceritakan apa saja yang kamu alami saat mengikuti metode Tugas perorangan?

3. Apakah metode Tugas perorangan membantu kamu mencapai tujuan pembelajaran? Berikan alasannya!

Tambahan Pertanyaan:

Dari empat metode di atas, metode mana yang paling kamu sukai? Berikan alasannya!

Lampiran 9. Jawaban dari Kuesioner

Lampiran 10. Transkrip Wawancara dengan Guru R1

Nama Guru : C. Hestinawati, S. Pd

Sekolah : SD Kanisius Pugeran 1 Yogyakarta Hari/Tgl : Selasa, 26 Mei 2020

Pertanyaan : Apakah Anda pernah menggunakan metode tanya jawab dalam mengajar? Jika pernah, seberapa sering Anda menggunakan metode itu?

Jawaban : Saya selalu menggunakan metode tanya jawab

Pertanyaan : Berdasarkan pengalaman Anda, apa saja kelebihan dari metode tanya jawab?

Jawaban : Dengan metode tanya jawab kita dapat mengerti atau memahami seberapa besar peserta didik itu bisa memahami atau menangkap pelajaran yang telah kita sampaikan. Dengan metode tanya jawab juga dapat membantu siswa untuk membiasakan diri berinteraksi atau berbicara dengan guru . Pertanyaan : Apakah metode tanya jawab dapat mencapai tujuan

pembelajaran? Jika Ya, berikan penjelasannya!

Jawaban : Ya, membantu sekali karena dengan metode tanya jawab mengajarkan pada peserta didik untuk berani berbicara di muka umum dan mengajak siswa berani mengeluarkan pendapat.

Pertanyaan : Apakah Anda pernah menggunakan metode demonstrasi dalam mengajar? Jika pernah, seberapa sering Anda menggunakan metode itu?

Jawaban : Metode demonstrasi saya pakai apabila ada materi yang benar-benar cocok menggunakan metode tersebut.

Pertanyaan : Berdasarkan pengalaman Anda, apa saja kelebihan dari metode demonstrasi?

Jawaban : Memang dengan menggunakan metode demonstrasi anak lebih suka karena perhatian anak dapat terpusat dan proses belajar belajar mereka lebih terarah pada satu materi. Selain itu juga pengalaman siswa sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dan mengesan pada diri mereka.

Pertanyaan : Apakah metode demonstrasi dapat mencapai tujuan pembelajaran? Jika Ya, berikan penjelasannya!

Jawaban : Ya

Pertanyaan : Apakah Anda pernah menggunakan metode diskusi dalam mengajar? Jika pernah, seberapa sering Anda menggunakan metode itu?

Jawaban : Sering saya pakai dalam pembelajaran pendidikan Agama Katolik

Pertanyaan : Berdasarkan pengalaman Anda, apa saja kelebihan dari metode diskusi?

Jawaban : Metode diskusi dapat membantu peserta didik untuk dapat bersosialisasi dengan teman terlebih dapat mengajarkan mereka untuk mau menerima teman apa adanya tanpa membeda-bedakan.

Pertanyaan : Apakah metode diskusi dapat mencapai tujuan pembelajaran?

Jika Ya, berikan penjelasannya!

Jawaban : Metode ini sangat membantu peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran karena mereka bisa saling membantu dan saling melengkapi dalam memahami suatu materi yang sedang dipelajari.

Pertanyaan : Apakah Anda pernah menggunakan metode tugas perorangan dalam mengajar? Jika pernah, seberapa sering Anda

menggunakan metode itu?

Jawaban : Sering saya pakai dalam pembelajaran PAK

Pertanyaan : Berdasarkan pengalaman Anda, apa saja kelebihan dari metode tugas perorangan?

Jawaban : Kelebihan dari metode ini adalah dapat mengajak siswa dan melatih siswa untuk bertanggung jawab atas pekerjaannya.

Pertanyaan : Apakah metode tugas perorangan dapat mencapai tujuan pembelajaran? Jika Ya, berikan penjelasannya!

Jawaban : Ya, sangat membantu siswa untuk lebih menambah pengetahuannya karena mereka bisa mengerjakan tugas dengan bantuan internet atau bertanya pada orang yang lebih berpengalaman.

Pertanyaan : Berdasarkan pengalaman Anda dalam mengajar dengan menggunakan keempat metode pembelajaran (tanya jawab, demonstrasi, diskusi, dan tugas perorangan) di atas, manakah metode yang paling diminati siswa? Mengapa?

Jawaban : Dalam pembelajaran PAK, biasanya metode yang sering disenangi oleh peserta didik adalah berdiskusi karena dengan berdiskusi mereka lebih santai dan bisa saling bertukar pikiran sehingga suasana proses pembelajaran lebih santai dan tidak kaku.

R2

Nama : Fransisca Novia Jati Rosari

Guru : Agama Katolik SD Kanisius Kotabaru Hari/Tgl : Rabu, 13 Mei 2020

Pertanyaan : Apakah Anda pernah menggunakan metode tanya jawab dalam mengajar? Jika pernah, seberapa sering Anda menggunakan metode itu?

Jawaban : Sering mengajar dengan metode tanya jawab. Tetapi lebih seringnya guru yang bertanya, jika siswa yang diminta bertanya mereka tidak mau, kalau mau bertanya tapi pertanyaan keluar dari konteks pembelajaran saat itu.

Pertanyaan : Berdasarkan pengalaman Anda, apa saja kelebihan dari metode tanya jawab?

Jawaban : Kelebihan metode tanya jawab sebenarnya juga menanyakan kejelasan anak-anak tentang materi yang sedang dibahas, apakah mereka paham atau tidak dengan pembahasan tersebut.

Kadang juga melatih mereka untuk berani, salah satunya bertanya kepada orang lain.

Pertanyaan : Apakah metode tanya jawab dapat mencapai tujuan pembelajaran? Jika Ya, berikan penjelasannya!

Jawaban : Metode ini sangat membantu, apalagi kebetulan waktu pembelajaran yang pendek karena pemotongan jam mengajar atau alasan tertentu bisa menjadi metode mengajar yang efektif dengan tanya jawab ini.

Pertanyaan : Apakah Anda pernah menggunakan metode demonstrasi dalam mengajar? Jika pernah, seberapa sering Anda menggunakan metode itu?

Jawaban : Pernah sekali melakukan metode ini saat mengajar tentang kisah penciptaan dan sikap berdoa yang baik (Kelas 1) dan sakramen (kelas 3).

Pertanyaan : Berdasarkan pengalaman Anda, apa saja kelebihan dari metode demonstrasi?

Jawaban : Kelebihannya membantu siswa memahami penjelasan yang belum mereka pahami. Contohnya saat mengajar tentang kisah penciptaan. Untuk siswa kelas 1 sedikit susah memahami kisah tersebut jika hanya dibacakan lewat cerita dalam kitab suci.

Tetapi karena diperagakan dengan alat peraga lewat demonstrasi ini mereka jadi memahami kisah tersebut.

Pertanyaan : Apakah metode demonstrasi dapat mencapai tujuan pembelajaran? Jika Ya, berikan penjelasannya!

Jawaban : Ya, membantu.

Pertanyaan : Apakah Anda pernah menggunakan metode diskusi dalam mengajar? Jika pernah, seberapa sering Anda menggunakan metode itu?

Jawaban : Metode ini juga sering saya lakukan ketika mengajar, tetapi arahnya lebih ke diskusi dalam kelompok.

Pertanyaan : Berdasarkan pengalaman Anda, apa saja kelebihan dari metode diskusi?

Jawaban : Kelebihannya menurut saya mengajarkan mereka bekerjasama dan mengambil keputusan bersama. Tapi sayangnya tidak semua bekerja saat berdiskusi.

Pertanyaan : Apakah metode diskusi dapat mencapai tujuan pembelajaran?

Jika Ya, berikan penjelasannya!

Jawaban : Ya, membantu

Pertanyaan : Apakah Anda pernah menggunakan metode tugas perorangan dalam mengajar? Jika pernah, seberapa sering Anda

menggunakan metode itu?

Jawaban : Metode ini yang paling sering dilakukan. Memberikan tugas secara individual

Pertanyaan : Berdasarkan pengalaman Anda, apa saja kelebihan dari metode tugas perorangan?

Jawaban : Kelebihannya mereka bisa mengukur tingkat pemahaman mereka masing-masing.

Pertanyaan : Apakah metode tugas perorangan dapat mencapai tujuan pembelajaran? Jika Ya, berikan penjelasannya!

Jawaban : Membantu

Pertanyaan : Berdasarkan pengalaman Anda dalam mengajar dengan menggunakan keempat metode pembelajaran (tanya jawab, demonstrasi, diskusi, dan tugas perorangan) di atas, manakah

Pertanyaan : Berdasarkan pengalaman Anda dalam mengajar dengan menggunakan keempat metode pembelajaran (tanya jawab, demonstrasi, diskusi, dan tugas perorangan) di atas, manakah