• Tidak ada hasil yang ditemukan

Evaluasi Rancangan Meja mesin jahit dan Kursi Operator saat ini Analisa terhadap meja mesin jahit dan kursi operator yang ada saat ini

EVALUASI DAN PEMECAHAN MASALAH

6.1.1. Evaluasi Rancangan Meja mesin jahit dan Kursi Operator saat ini Analisa terhadap meja mesin jahit dan kursi operator yang ada saat ini

dilakukan dengan membandingkan dimensi meja mesin jahit dan kursi operator yang ada dengan dimensi rancangan meja mesin jahit dan kursi operator hasil dari pengolahan data. Jika ukuran meja mesin jahit dan kursi operator berada pada range ukuran meja mesin jahit dan kursi operator yang dihasilkan, maka dianggap meja mesin jahit dan kursi operator sudah sesuai dengan dimensi antropometri pekerja, sehingga dapat memberikan postur kerja yang baik dan nyaman bagi pekerja. Jika sebaliknya, apabila ukuran meja mesin jahit dan kursi operator berada di luar range ukuran yang dihasilkan, maka dianggap meja mesin jahit dan kursi operator saat ini tidak sesuai dengan dimensi antropometri pekerja.

Khusus untuk ukuran tinggi sandaran kursi dan lebar sandaran tidak dilakukan perbandingan karena kursi saat ini tidak memiliki sandaran sehingga dianggap untuk dimensi ini adalah tidak sesuai untuk pekerja. Rekapitulasi hasil evaluasi terhadap meja mesin jahit dan kursi operator disajikan pada Table 6.1.

Tabel. 6.1. Rekapitulasi Evaluasi Terhadap Meja Mesin Jahit dan Kursi Opertor No Dimensi yang ditinjau Ukuran saat ini (cm) Ukuran hasil perhitungan (cm) Sesuai (match) Tidak sesuai (mismatch) Kursi Operator 1 Tinggi dudukan kursi 52 39,63≤TDK≤40,86 √ 2 Kedalaman kursi 21,7 43,96≤KK ≤44,18 √ 3 Lebar kursi 121,5 30,75≤LK≤ 31,08 √ 4 Lebar sandaran - 41,17≤LK≤ 41,47 √ 5 Tinggi sandaran - 59,25 √

Meja mesin jahit

6 Tinggi permukaan meja 56 61,51≤TPM≤61,95 √ 7 Lebar meja 48 68,42≤LM≤ 68,63 √ 8 Panjang pijakan kaki 22 24,22≤PPK≤24,42 √ Persen Kesusuaian 0 % 100%

Tabel 6.1. dapat dilihat ukuran dimensi meja mesin jahit keseluruhannya memiliki ukuran yang lebih kecil dari hasil perhitungan. Untuk tinggi landasan

meja 56 cm berada di bawah range 61,51cm≤TPM≤61,95cm. Lebar meja 48 cm lebih kecil dari range 68,42cm≤LM≤ 68,63cm dan panjang pijakan kaki 22 cm dibawah range 24,22cm≤PPK≤24,42cm. Menentukan ukuran tinggi permukaan meja dan lebar meja yang digunakan adalah ukuran maksimum dengan batas maksimal adalah persentil 10, dan batas minimal adalah persentil 5. Batas ini di gunakan agar memenuhi ukuran tubuh operator yang kecil. Ukuran panjang pijakan kaki menggunakan batas persentil terbawah 90% dan batas persentil atas 95%, hal ini digunakan agar tempat pijakan kaki juga nyaman digunakan oleh operator yang memiliki ukuran kaki yang panjang.

Tabel 6.1 juga memberi penjelasan tentang ketidaksesuaian ukuran kursi operator yang ada dengan ukuran hasil pengolahan data. Dimensi tinggi dudukan kursi memiliki ukuran yang terlalu tinggi dibandingkan dengan hasil pengukuran, dimana ukuran saat ini 52 cm berada di luar range 39,63cm≤TDK≤40,86cm, hal ini akan memberikan ketidaknyaman bagi operator yang pendek dikarenakan kursi yang ada terlalu tinggi. Begitu juga dengan lebar kursi yang terlalu besar yaitu 121,5 cm diluar range 30,75cm≤LK≤ 31,08 cm karena kursi yang digunakan adalah kursi panjang sehingga membutuhkan luas ruangan yang terlalu besar, sedangkan untuk dimensi kedalaman kursi memiliki ukuran yang lebih kecil daripada ukuran hasil perhitungan, yaitu 21,7 cm dibawah range 43,96cm≤KK

≤44,18cm, hal ini dapat menyebabkan tekanan pada paha

Kursi operator yang ada saat ini juga tidak dilengkapi dengan sandaran yang dapat menyebabkan operator mudah lelah.

6.1.2. Evaluasi Keluhan Muskuloskeletal

Hasil kuesioner Nordic body map yang telah dibagikan kepada seluruh pekerja bagian penjahitan menunjukan semua pekerja yang diteliti merasakan keluhan rasa sakit dan pegal pada beberapa bagian tubuh mereka. Keluhan yang paling dirasakan adalah pada bagian pinggang 100%, bahu 46,15%, punggung 46,15%, leher bagian atas 46,15%, pantat dan betis 30,77 % dan paha 23,07%. Keluhan pada bagian pinggang, punggung dan leher terutama disebabkan oleh kursi kerja yang tidak dilengkapi dengan sandaran punggung sehingga hal ini memberikan tekanan yang berlebihan pada tulang belakang pekerja. Keluhan yang terjadi berupa rasa pegal dan nyeri juga disebabkan otot menerima beban yang statis dalam jangka waktu yang cukup panjang. Keluhan otot skeletal pada umumnya terjadi karena konstraksi otot yang berlebihan. Konstraksi otot yang normal berkisar antara 15%-20% dari kekuatan otot maksimum, bila konstraksi otot melebihi 20% maka peredaran darah ke otot berkurang. Suplai oksigen ke otot menurun, proses metabolisme karbohidrat terhambat dan sebagai akibatnya terjadi penimbunan asam laktat yang menyebabkan timbulnya rasa nyeri otot.

Dimensi dudukan kursi (kedalaman kursi) yang tidak sesuai dengan dimensi antropometri pekerja ditambah dengan permukaan dudukan yang keras (tidak dilengkapi bantalan) menyebabkan tekanan pada bagian bawah paha dan pantat, sehingga berkisar 30,77% pekerja mengalami keluhan sakit pada pantat, dan 23,07% mengalami keluhan pada paha. Keluhan lain dirasakan pada bagian lutut, tangan, lengan dan kaki namun dengan persentase yang kecil.

Pengamatan secara visual juga memperlihatkan ketidaksesuain dimensi dudukan kursi operator dengan dimensi antropometri pekerja yang menyebabkan pekerja sering bergerak merubah posisi duduk untuk mengurangi tekanan pada bagian bawah paha dan pantat. Peremukaan dudukan yang keras juga meyebabkan ketidaknyaman pekerja dalam bekerja sehingga pekerja menambahkan bantalan pada kursinya. Tinggi landasan meja meja mesin jahit yang tidak sesuai dengan antropometri tubuh pekerja juga menyebabkan pekerja bekerja dengan posisi yang lebih menunduk, sebagai akibatnya pekerja mengalami keluhan dan rasa pegal pada leher dan bahu. Pijakan pedal yang terlalu pendek dan juga tinggi yang ketinggian menyebabkan kaki pada kondisi menggantung yang berakibat muncul rasa pegal dan kaku pada betis.

6.2. Pemecahan Masalah

Dalam ilmu ergonomi kita berusaha untuk meningkatkan kenyamanan manusia dalam penggunaan suatu sistem. Untuk itu sistem tersebut harus dirancang sesuai dengan ukuran dimensi tubuh munusia karena manusia adalah penggerak sistem (Human Centered Design). Hasil Evaluasi terhadap dimensi meja mesin jahit dan kursi operator memperlihatkan adanya ketidaksesuaian dimensi meja mesin jahit dan kursi operator terhadap dimensi antropometri tubuh operator. Hasil ini juga diperkuat dengan evaluasi yang telah dilakukan terhadap keluhan muskuloskletal yang dialami oleh pekerja.

Pemecahan masalah yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal ini adalah dengan rekaya teknik, yaitu merancang kembali meja mesin jahit dan kursi

operator yang digunakan. Rancangan usulan meja mesin jahit dan kursi operator dapat dilihat pada Gambar 6.1 sampai Gambar 6.4

Gambar 6.1. Gambar Meja Mesin Jahit Tampak Atas

Gambar 6.3. Kursi Operator Tampak Atas

Gambar 6.4. Gambar Meja Mesin Jahit dan Kursi Operator secara Keseluruhan

Selain merancang ulang mesin dan peralatan yang digunakan, pemecahan masalah yang lain yang bisa dilakukan adalah dengan rekayasa manajemen, yaitu dengan melakukan pengaturan waktu kerja dan istirahat yang seimbang, yaitu disesuaikan dengan kondisi lingkungan kerja dan karakteristik pekerja, sehingga dapat mencegah atau mengurangi keluhan muskuloskeletal yang mungkin terjadi pada operator.

BAB VII

Dokumen terkait