• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI/TINJAUAN PUSTAKA

D. Konsep Bagi Hasil

2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Bagi hasil

a. Investment Rate

Merupakan presentase dana yang di investasikan kembali oleh bank syariah baik ke dalam pembiayaan maupun penyaluran dan lainnya. Kebijakan ini di ambil karena adanya ketentuan dari bank indonesia, bahwa sejumlah presentase tertentu atas dana yang dihimpun dari masyarakat, tidak boleh diinvestasikan, akan tetapi harus ditempatkan dalam giro wajib minimun untuk menjaga liquiditas bank syariah.

46

b. Total dana investasi

Total dana investasi yang diterima oleh bank syariah kan mempengaruhi bagi hasil yang diterima oleh nasabah investor. Total dana yang berasal dari investasi mudharabah dapat dihitung menggunakan saldo minimal bulanan atau saldo harian. Saldo minimal bulanan merupakan saldo minimal yang pernah mengendap dalam satu bulan. Saldo minimal akan digunakan sebagai dasar perhitungan bagi hasil. Saldo harian merupakan saldo rata-rata pengendapan yang dihitung secara harian, kemudian nominal saldo harian digunakan sebagai dasar perhitungan bagi hasil.47

c. Jenis dana

Investasi mudharabah dalam penghimpunan dana, dapat ditawarkan dalam beberapa jenis yaitu; tabungan mudharabah, deposito

mudharabah, dan sertifikat investasi mudharabah antar bank syariah

(SIMA). Setiap jenis dana investasi memiliki karakteristik yang berbeda-beda sehingga akan berpengaruh pada besarnya bagi hasil.

d. Nisbah

Nisbah merupakan presentase tertentu yang disebutkan dalam akad kerja sama usaha (mudharabah dan musyarakah) yang telah disepakati

47

antara bank dan nasabah investor. Karakteristik nisbah akan berbeda-beda dilihat dari bebrapa segi antara lain:

1) Presentase nisbah antar bank syariah akan berbeda, hal ini tergantung pada kebijakan masing-masing bank syariah.

2) Presentase nisbah akan berbeda sesuai dengan jenis dana yang dihimpun. Misalnya, nisbah antara tabungan dan deposito akan berbeda.

3) Jangka waktu investasi mudharabah akan berpengaruh pada besarnya presentase nisbah bagi hasil.

e. Kebijakan akuntasi

Kebijakan akuntansi akan berpengaruh pada besarnya bagi hasil. Beberapa kebijakan akuntansi yang akan mempengaruhi bagi hasil antara lain penyusutan.48 Penyusutan akan berpengaruh pada laba usaha bank. Bila bagi hasil menggunakan metode profit/loss sharing, maka penyusutan akan berpengaruh pada bagi hasil, akan tetapi bila menggunakan revenue sharing, maka penyusutan tidak akan memengaruhi bagi hasil.

3. Metode Perhitungan Bagi Hasil

Bagi hasil akan berbeda tergantung pada dasar perhitungan bagi hasil, yaitu bagi hasil yang dihitung dengan menggunakan konsep revenue sharing

48

dan bagi hasil dengan menggunakan profit/loss sharing. Bagi hasil yang menggunakan revenue sharing, dihitung dari pendapatan kotor sebelum dikurangi dengan biaya. Bagi hasil dengan profit/loss sharing dihitung berdasarkan presentase nisbah dikalikan dengan laba usaha sebelum pajak. a. Bagi hasil dengan menggunakan Revenue Sharing

Dasar perhitungan bagi hasil yang menggunakan revenue sharing adalah perhitungan bagi hasil yang didasarkan atas penjualan dan/atau pendapatan kotor atas usaha sebelum dikurangi dengan biaya. Bagi hasil dalam revenue sharing dihitung dengan mengalihkan nisbah yang telah disetujui dengan pendapatan bruto.

b. Bagi hasil dengan menggunakan profit/loss sharing

Dasar perhitungan bagi hasil dengan menggunakan profit/loss sharing merupakan bagi hasil yang dihitung dari laba/rugi usaha.49

E. Deposito Mudharabah

Deposito mudharabah merupakan dana investasi yang ditempatkan oleh nasabah yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah dan penarikannya hanya dapat di lakukan pada waktu tertentu, sesuai adengan akad perjanjian yang dilakukan antara bank dan nasabah investor. Deposito Mudharabah diprediksi ketersedian dananya karena terdapat jangka waktu penempatannya. Sifat

49

deposito mudharabah yaitu penarikannya hanya dapat dilakukan sesuai jangka waktunya, sehingga pada umumnya balas jasa yang berupa nisbah bagi hasil yang diberikan oleh bank untuk deposito lebih tinggi dibandingkan tabungan

mudharabah.

Deposito menurut Undang-Undang No. 21 Tahun 2008 adalah investasi dana berdasarkan akad mudharabah atau akan lain yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan akad antara nasabah penyimpan dan bank syariah dan/atau UUS. Deposito merupakan dana yang dapat diambil sesuai dengan perjanjian berdasarkan jangka waktu yang disepakati. Penarikan deposito hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu, misalnya deposito diperjanjikan jangka waktunya satu bulan, maka deposito dapat dicairkan setelah satu bulan.50

Perbedaan jangka waktu deposito berjangka disamping merupakan perbedaan masa penyimpanan, juga akan menimbulkan perbedaan balas jasa berupa besarnya presentasi nisbah bagi hasil. Pada umumnya, semakin lama jangka waktu deposito berjangka akan semakin tinggi presentase nisbah bagi hasil yang diberikan oleh bank syariah.Deposito berjangka diterbitkan atas nama, baik atas nama perorangan maupun atas nama badan hukum. Bukti kepemilikan deposito berjangka yang diberikan oleh bank kepada pemegang rekening deposito berjangka berupa bilyet deposito. Di dalam bilyet deposito tertera nama

50

pemiliknya, nama perorangan maupun nama badan hukum. Pihak yang dapat mencairkan deposito berjangka hanya pihak yang namanya tercantum dalam bilyet deposito berjangka. Pemilik deposito berjangka adalah pemegang hak yang namanya tertera dalam bilyet deposito berjangka. Deposito berjangka tidak dapat dipindahtangankan atau diperjualbelikan.51

Bank memberikan imbalan atas penempatan deposito berjangka berupa bagi hasil yang besarannyaditentukan pada saat pembukaan sesuai dengan nisbah yang diperjanjikan. Pembayaran bagi hasil deposito berjangka dilakukan secara tunai, dipindah bukukan ke rekening lain yang dimiliki oleh nasabah seperti giro atau tabungan, atau langsung dikirimkan ke bank lain atau menambah nominal deposito berjangka.

a. Fatwa No : 03/DSN-MUI/IV/2000 Tentang Deposito

Fatwa Dewan Syariah Nasional No : 03/DSN-MUI/IV/2000 tentang deposito Menimbang, Mengingat, Memperhatikan : Memutuskan, Menetapkan: Fatwa tentang deposito.

Pertama: Tabungan ada dua jenis:

1) Deposito tidak dibenarkan secara syariah, yaitu deposito yang berdasarkan bunga.

2) Deposito yang dibenarkan, yaitu deposito yang berdasarkan prinsip

Mudharabah.

51

Kedua: ketentuan Umum Tabungan berdasarkan Mudharabah:

1) Dalam transaksi ini nasabah bertindak sebagai shahibul maal atau pemilik dana, dan bank bertindak sebagai mudharib atau pengelola dana.

2) Dalam kapasitasnya sebagai mudharib, bank dapat melakukan berbagai macam usaha yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah dan mengembangkannya, termasuk didalamnya mudharabah dengan pihak lain.

3) Modal harus dinyatakan dengan jumlahnya, dalam bentuk tunai bukan piutang.

4) Pembagian keuntungan harus dinyatakan dengan bentuk nisbah dan dituangkan dalam akad pembukuan rekening.

5) Bank sebagai mudharib menutup biaya operasional deposito dengan menggunakan nisbah keuntungan yang menjadi hak nya.

6) Bank tidak diperkenankan untuk mengurangin nisbah keuntungan nasabah tanpa persetujuan yang bersangkutan.52

F. Tinjauan Pustaka

Bayu Ayom Gumelar, pada tahun 2013 melakukan penelitian mengenai

“Pengaruh Inflasi, Tingkat Suku Bunga, dan Jumlah Bagi Hasil terhadap jumlah

Deposito Mudharabah pada PT Bank Syariah Mandiri tahun 2008-2012” hasil

52

dari penelitian tersebut menunjukan bahwa Inflasi, Tingkat Suku Bunga, Jumlah Bagi Hasil secara simultan berpengaruh secara signifikan terhadap Jumlah Deposito Mudharabah pada PT Bank Syariah Mandiri periode 2008-2012.53 Abdullah Syakur Novianto dan Djumilah Hadiwdjojo tahun 2014 melakukan

penelitian mengenai “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Deposito

Mudharabah Perbakan Syariah Di Indonesia” hasil penelitian tersebut

menunjukkan bahwa inflasi tidak memiliki pengaruh terhadap jumlah deposito mudharabah karena sistem perbankan syariah cenderung menggunakan akad bagi hasil dimana pembagian besar kecilnya atas usaha antara pihak-pihak yang melakukan perjanjian tergantung pada hasil usaha yang benar-benar diperoleh

mudharib.54

Diah Iskandar dan Iwan Firdaus, pada tahun 2014 melakukan penelitian

mengenai “Pengaruh Tingkat Suku Bunga, Inflasi, dan Kurs Rupiah terhadap Deposito Mudharabah dan Deposito Bank Konvensional pada Perbankan di

Indonesia” hasil dari penelitian tersebut kurs rupiah berpengaruh signifikan terhadap Deposito Mudharabah sedangkan Kurs Rupiah tidak berpengaruh

38

Bayu Ayom Gumelar, Pengaruh Inflasi, Tingkat Suku Bunga, dan Jumlah Bagi Hasil terhadap jumlah Deposito Mudharabah pada PT Bank Syariah Mandiri tahun 2008-2012, (Skripsi program studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, 2013), h. 100.

54

Abdullah Syakur Novianto dan Djumilah Hadiwdjojo, “Analisis Faktor-Faktor Yang

Mempengaruhi Deposito Mudharabah Perbakan Syariah Di Indonesia”. Jurnal aplikasi manajemen, vol 11, no 4, (2013). h. 603.

signifikan terhadap deposito konvensional pada Perbankan di Indonesia.55 Dan

pada tahun 2016 Okta Maita sari melakukan penelitian mengenai “Pengaruh

Inflasi Dan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Deposito Mudharabah Bank Umum Syariah Periode 2011-2014” hasil dari penelitain tersebut nilai tukar rupiah

berpengaruh negatif terhadap deposito mudharabah dengan nilai koefesien 22.680.56

Heru Maulana, pada tahun 2015 melakukan penelitian mengenai “Pengaruh

Tingkat Bagi Hasil, Inflasi dan Likuiditas terhadap Penghimpunan Jumlah Dana Pihak Ketiga Deposito Mudharabah Bank Umum Syariah yang Terdaftar di BI tahun 2011-2014” hasil penelitian tingkat bagi hasil berpengaruh signifinakan tehadap penghimpunan jumlah dana pihak ketiga pada bank umum syariah yang terdaftar di BI 2011-2014.57

Dokumen terkait