• Tidak ada hasil yang ditemukan

C. Hasil Belajar

2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar

Belajar adalah suatu perubahan perilaku, akibat interaksi dengan lingkngannya. Perilaku dalam proses belajar terjadi akibat dari interaksi dengan

lingkungan. Interaksi biasanya berlangsung secara sengaja, dengan demikian belajar dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan dalam diri indevidu. Sebaliknya apabila terjadi perubahan dalam diri indevidu maka belajar tidak dikatakan berhasil.51

Hasil belajar peserta didik dipengaruhi oleh kemampuan peserta didik dan kualitas pengajaran. Kualitas pengajaran yang dimaksud adalah profesional yang dimiliki oleh guru. artinya kemampuan dasar guru baik dibidang kongnitif (intelektual), bidang sikap (afektif), dan bidang perilaku (psikomotorik). Ranah dan aspek tiap ranah yang akan diukur, masing-masing dirinci menjadi sejumlah karakteristik, selanjutnya tiap karakteristik dijabarkan menjadi sejumlah atribut. Tiap atribut diberikan indikator sebagai petunjuk perubahan perilaku.52

Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar sebagai berikut:

a. Faktor internal yaitu faktor yang berasal dari dalam diri indevidu itu sendiri.

1) Faktor biologis (Jasmaniah)

Faktor biologis meliputi segala hal yang berhubungan dengan keadaan fisik atau jasmani indevidu yang bersangkutan, terutama kondisi fisik yang normal yang meliputi keadaan otak, panca indra, seluruh anggota tubuh dan organ-organ tubuh dalam keadaan normal. Kedua kesehatan fisik, kesehatan fisik yang sehat dan fit sangat mempengaruhi keberhasilan belajar peserta didik.

2) Faktor psikologis (Rohaniah)

Faktor psikologis meliputi segala hal yang berkaitan dengan kondisi metal peserta didik. Kondisi mental yang mantap dan setabil akan tampak dalam menghadapi segala hal dalam proses belajar.

b. Faktor eksternal yaitu faktor bersumber dari luar indevidu itu sendiri 1) Faktor lingkungan keluarga

51

Ali, M. dan Asrori. Psikologi Remaja, Perkembangan Peserta Didik. (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2011), h. 1

52

Faktor lingkungan rumah atau keluarga merupakan lingkungan yang utama dalam menentukan perkembangan pendidikan seseorang dan faktor yang menentukan keberhasilan belajar peserta didik. Faktor keluarga yang menetukan keberhasilan pada peserta didik antara lain: keluarga yang harmonis, peralatan sekolah yang cukup, ekonomi keluarga cukup, dan suasana di rumah tenang.

2) Faktor lingkungan sekolah

Keberhasilan belajar disekolah adalah tata tertib dan disiplin yang tegakan secara konsekuen dan konsisten, dengan cara ini belajar akan berjalan dengan baik. Selain itu kondisi lingkungan sekolahpun mempengaruhi kenberhasilan belajar anatar lain: peralatan sekolah yang cukup, guru cukup memadai, gedung sekolah memenuhi persyaratan dan adanya keharmonisan antar personil.

3) Faktor lingkungan masyarakat

Lingkungan masyarakat dapat menujang keberhasilan belajar diantaranya lembaga-lembaga pendidikan nonformal yang melaksanakan kursus tertentu, seperti kursus bahasa asing, keterampilan tertentu, bimbingan tes, kursus pelajaran tambahan, sanggar majelis taklim dan sebagainya.

4) Faktor waktu

Faktor yang menghambat keberhasilan belajar yang sering menjadi masalah adalah faktor waktu. Peserta didik tidak bisa mengatur waktu dengan sebaik-baiknya untuk belajar, sehingga hasil belajar peserta didik kurang maksimal. Keseimbangan antara kegiatan belajar dengan kegiatan yang bersifat hiburan sangat perlu supaya peserta didik tidak kejenuhan dan kelelahan belajar, tujuannya supaya peserta didik dapat meraih prestasi belajar yang maksimal.53

Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar peserta didik secara umum dapat dibedakan menjadi tiga macam; Faktor internal, (faktor dari dalam peserta didik), yakni keadaan atau kondisi jasmani dan rohani peserta didik; Faktor eksternal (faktor dari luar peserta didik), yakni kondisi lingkungan di sekitar peserta didik. Faktor pendekatan belajar (approach to learning), jenis upaya belajar peserta didik yang meliputi strategi dan metode yang digunakan peserta didik untuk melakukan kegiatan mempelajari materi-materi pelajaran.54

53Ma’arif Thursan Hakim, Belajar Secara Efektif. (Jakarta: Puspa Swara, 2005), h. 11-13 54

Muhibin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2011), h. 144

Ketiga faktor di atas akan dijelaskan sebagai berikut: a. Faktor internal peserta didik

Faktor yang berasal dari dalam diri peserta didik sendiri meliputi dua aspek, yakni: aspek fisiologis (yang bersifat jasmaniah); aspek psikologis (yang bersifat rohaniah).

1) Aspek Fisiologi

Kondisi umum jasmani dan tonus (tegangan otot) yang meandai tingkat kebugaran organ-organ tubuh dan sendi-sendinya, dapat mempengaruhi semangat dan intensitas peserta didik dalam mengikuti pelajaran. Kondisi organ tubuh yang lemah, apalagi jika disertai pusing kepala berat misalnya, dapat menurunkan kualitas ranah cipta (kognitif) sehingga materi yang dipelajarinya pun kurang ata tidak berbekas. Untuk mempertahankan tonus jasmani agar tetap bugar, peserta didik sangat dianjurkan mengkonsumsi makanan dan minuman yang bergizi. Selain itu, peserta didik dianjurkan memilih pola makan-minum dan istirahat akan menimbulkan reaksi yang negatif dan merugikan semangat mental peserta didik itu sendiri.

Kondisi fisiologis, seperti kesehatan yang prima, tidak dalam keadaan lelah dan capek, tidak dalam keadaan cacat jasmani, semuanya akan membantu dalam proses dan hasil belajar. Peserta didik yang kurang gizi misalnya, ternyata kemampuan belajarnya berada di bawah peserta didik-peserta didik yang tidak kekurangan gizi, sebab mereka yang

kekurangan gizi pada umumnya cenderung cepat lelah dan capek, cepat ngantuk dan akhirnya tidak mudah dalam menerima pelajaran.

2) Aspek psikologis

Faktor yang termasuk aspek psikologis yang dapat mempengaruhi kuantitas dan kualiatas perolehan belajar peserta didik yang pada umumnya dipandang lebih esensial adalah:

a) Intelegensi peserta didik

Intelgensi pada umumnya dapat diartikan sebagai kemampuan psiko-fisik untuk mereaksi rangsangan atau menyesuaikan diri dengan lingkungan dengan cara yang tepat. Jadi, intelgensi sebenarnya bukan persoalan kualitas otak saja, melainkan juga kualitas organ-organ tubuh lainnya. Peran otak dalam hubungannya dengan intelgensi manusia lebih menonjol dari pada peran organ-organ lainnya, sebab otak merupakan “menara pengontrol” hampir seluruh aktifitas manusia. Tingkat kecerdasan atau intelgensi (IQ) peserta didik sangat menentukan tingkat keberhasilan peserta didik, semakin tinggi kemampuan intelgensi peserta didik maka semakin besar peluangnya untuk meraih sukses. Sebaliknya, semakin rendah kemampuan intelgensi peserta didik maka semakin kecil peluangnya untuk memperoleh sukses.

b) Sikap Peserta didik

Sikap adalah gejala internal yang berdimensi aktif berupa kecendrungan untuk mereaksi atau merespons dengan cara relatif tetap terhadap objek orang, barang dan sebagainya, baik secara positif atau negatif. Sikap

peserta didik yang positif, terutama kepada guru dan mata pelajaran yang guru sajikan merupakan pertanda awal yang baik bagi proses belajar peserta didik tersebut. Sebaliknya, sikap negatif peserta didik terhadap guru dan mata pelajaran guru, apalagi jika diiringi kebencian kepada guru dan mata pelajaran guru dapat menimbulkan kesulitan belajar peserta didik tersebut atau dapat mempengaruhi prestasi belajarnya.55.

c) Bakat Peserta didik

Secara umum bakat adalah kemampuan potensial yang memiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan datang. Dengan demikian, sebetulnya setiap orang pasti memiliki bakat dalam arti berpotensi sampai ketingkat tertentu sesuai dengan kapasitas masing-masing. Jadi, secara global bakat itu mirip dengan intelgensi. Dalam perkembangan selanjutnya, bakat kemudian diartikan sebagai kamampuan individu untuk melakukan tugas tertentu tanpa banyak tergantung pada upaya pendidikan dan latihan.56

d) Minat Peserta didik

Secara sederhana minat berarti kecendrungan dan kegairaan yang tertinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. Minat dapat mempengaruhi kualitas pencapaian hasil belajar peserta didik dalam bidang-bidang studi tertentu. Guru dalam kaitan ini seyogyanya berusaha membangkitkan minat peserta didik untuk menguasai pengetahuan yang

55

Ibid., h. 146 56

terkandung dalam bidang studinya dengan cara yang kurang lebih sama dengan kiat membangun sikap positif.

e) Motivasi Peserta didik

Motivasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu: 1) Motivasi

instrinsik dalam diri. 2) Motivasi ekstrinsik. Motivasi instrinsik adalah hal dan keadaan yang berasal dari dalam diri peserta didik sendiri yang dapat mendorongnya melakukan tindakan belajarnya. Perasaan menyenangi materi dan kebutuhannya terhadap materi tersebut, misalnya untuk kehidupan masa depan peserta didik yang bersangkutan. 57

Motivasi ekstrinsik adalah hal dan keadaan yang datang dari luar individu peserta didik yang juga mendorongnya untuk melaukan kegiatan belajar. Pujian dan hadiah, peraturan/tata tertib sekolah, suri tauladan orang tua, guru dan seterusnya merupakan contoh-contoh konkret motivasi ekstrinsik yang dapat menolong peserta didik untuk belajar. Kekurangan atau ketiadaan motivasi, baik yang bersifat internal ataupun bersifat eksternal, akan menyebabkan kurang bersemangatnya peserta didik dalam melakukan prses mempelajari materi-materi pelajaran baik disekolah maupun dirumah.58

2. Faktor Eksternal Peserta didik

Faktor eksternal peserta didik terdiri dari dua macam, yakni: faktor lingkungan dan faktor instrumental.

57

Ibid., h. 138 58

Muhibin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2011), h. 38

a. Lingkungan

Kondisi lingkungan mempengaruhi proses dan hasil belajar. Kondisi Lingkungan dapat berupa lingkungan fisik atau alam dan dapat pula berupa lingkungan sosial. Belajar pada tengah hari di ruang yang memiliki ventilasi udara kurang akan berbeda dengan suasana belajar di pagi hari yang udaranya masih segar, apalagi di dalam ruangan yang cukup mendukung untuk bernafas lega.59

Lingkungan sosial baik yang berwujud manusia maupun hal-hal lainnya, juga dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar. Hiruk pikuk lingkungan sosial seperti suara mesin pabrik, lalu lintas, gemuruhnya pasar, dan lain-lain juga akan berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar. Karena itu sekolah hendaknya didirikan dalam lingkungan dan kondusif untuk belajar.60

Lingkungan sosial yang lebih banyak mempengaruhi kegiatan belajar ialah orang tua dan keluarga peserta didik itu sendiri. Sifat-sifat orang tua, praktek pengelolaaan keluarga, ketegangan keluarga, dan beografi keluarga (letak rumah), semuanya dapat memberi dampak baik atau buruk terhadap kegiatan belajar dan hasil yang dicapai oleh peserta didik.

b. Faktor Instrumental

Faktor-faktor instrumental adalah faktor yang keberadaan dan penggunanya dirancang sesuai dengan hasil belajar yang diharapkan.

59

Ibid., h. 39 60

Yudhi Munadi, Media Pembelajaran: Suatu Pendekatan Baru. (Jakarta: Gaung Persada Press, 2008), h. 35

Faktor-faktor ini diharapkan dapat berfungsi sebagai sarana untuk tercapainya tujuan-tujuan belajar yang telah direncanakan. Faktor-faktor instrumen ini dapat berupa kurikulum, sarana dan fasilitas, dan guru. Komponen-komponen yang lain, yaitu tujuan instruksional, keadaan awal dan evaluasi hasil belajar, berada di luar proses itu dan karenanya, tetap merupakan bagian dari kegiatan didaktik. Guru menentukan tujuan instruksional khusus, menyelidiki pula bagaimanakah keadaan awal dan juga mengadakan evaluasi hasil belajar.

Kegiatan belajar mengajar atau proses pembelajaran terdapat faktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses belajar peserta didik. Secara umum faktor-faktor tersebut dapat dibedakan menjadi dua kategori yaitu, faktor internal dan faktor eksternal. Kedua faktor itu sangat mempengaruhi perkembangan proses belajar peserta didik tiap individu. Sehingga sangat menentukan kualitas nilai belajar anak dalam meraih prestasi.

3. Faktor Pendekatan Belajar

Pendekatan belajar dapat dipahami sebagai segala cara atau strategi yang digunakan peserta didik dalam menunjang keefektifan dan efisiensi proses pembelajaran materi tertentu. Strategi dalam hal ini berarti seperangkat langkah operasional yang direkayasa sedemikian rupa untuk memecahkan masalah atau mencapai tujuan belajar tertentu. 61

Pendekatan belajar dapat dipahami sebagai segala cara atau strategi yang digunakan peserta didik untuk menunjang keefektifan dan efisiensi

61

dalam proses pembelajaran materi tertentu. Strategi dalam hal ini berarti seperangkat langkah operasional yang direkayasa sedemikian rupa untuk memecahkan masalah atau mencapai tujuan belajar tertentu.

Dokumen terkait