BAB II : KAJIAN TEORI
B. Pembelajaran Aktif
5. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keaktifan
Adapun beberapa hal yang dapat merangsang tumbuh kembangnya motivasi belajar aktif pada diri seorang siswa, diantaranya:23
a. Penampilan guru yang hangat dan menumbuhakan partisipasi positif
Dalam hal ini, sikap guru yang tampil dengan hangat, bersemangat, penuh percaya diri dan antusias, serta memiliki cara pandang bahwasannya siswa merupakan manusia yang cerdas dan memiliki potensi, dan hal ini merupakan faktor penting yang dapat meningkatkan partisipasi keaktifan peserta didik.
Dimana segala penampilan dari seorang guru akan mewarnai setiap sikap para siswanya. Bila tampilan seorang guru tidak dapat mewarnai sikap para siswanya. Bila tampilan seorang guru tidak bersemangat, maka jangan harap akan menumbuhkan keaktifan pada diri setiap peserta didik.
b. Seluruh peserta didik mengetahui maksud dan tujuan pembelajaran.
22 Warsono dan Haryanto, Pembelajaran Aktif Teori dan Asesmen, (Jakarta: Rosda, 2018), h. 8.
23 Rusman, Model-Model Pembelajaran, (Depok: PT Raja Grafindo Persada, 2014), h. 111-114.
Dengan mengetahui tujuan dari pembelajaran yang sedang diikuti, setiap peserta didik dengan sendirinya akan terdorong untuk melakukan kegiatan tersebut secara aktif. Maka dari itu, setiap memulai pembelajaran seorang guru berkewajiban memberi penjelasan terlebih dahulu kepada para peserta didik tentang apa dan untuk apa materi pelajaran itu harus dipelajari serta manfaat apa yang akan mereka peroleh dengan mempelajarinya. Selain itu, hendaknya guru untuk membuat kesepakatan bersama dengan para siswanya mengenai tata tertib pembelajaran yang disepakati dan berlaku pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, agar lebih pembelajaran dapat berjalan efektif dan efisien.
c. Tersedia fasilitas, media/sumber belajar, dan lingkungan belajar yang mendukung kegiatan pembelajaran
Di dalam kegiatan pembelajaran yang telah tersedia fasilitas, media, dan sumber belajar yang “menarik” serta cukup untuk mendukung keberhasil dalam sebuah proses kegiatan belajar mengajar, dengan demikian hal tersebut dapat menumbuhkan semangat belajar para peserta didik. Maka dari itu, faktor situasi dan kondisi lingkungan yang mendukung dalam hal ini juga perlu untuk diperhatikan, sehingga tidak mengurangi semangat dan keaktifan para peserta didik dalam mengikuti proses kegiatan belajar mengajar.
d. Adanya prinsip pengakuan atas pribadi setiap siswa (individual learning)
Dalam hal ini, potensi, eksistensi, dan percaya diri peserta didik dapat terus tumbuh, maka seorang guru berkewajiban menjaga interaksi dengan berlandaskan prinsip pengakuan atas pribadi individu (individual learning). Selain itu, seorang guru hendaknya dapat memberikan aspresiasi bagi para siswa dalam situasi yang sesuai dan mendukung, antara lain dengan mengumunkan hasil prestasi, memberikan selamat, serta bentuk penghargaan lainnya.
e. Adanya konsistensi dalam penerapan aturan oleh guru di dalam proses belajar-mengajar
Dalam hal ini, perlakuan seorang guru dalam pengelolaan kelas terhadap kegiatan belajar-mengajar. Dimana penerapan peraturan yang tidak konsisten, tidak adil, atau keselahan perlakukan lainnya yang dapat menimbulkan kekecewaan terhadap para peserta didik, sehingga mempengaruhi tingkat keaktifan belajar para peserta didik.
f. Adanya pemberian reinforcement atau penguatan dalam proses pembelajaran
Yang dimaksud penguatan ialah pemberian respons pada sebuah proses pembelajaran baik berupa pujian maupun sanksi.
Penguatan ini ditujukan agar meningkatkan keaktifan belajar para peserta didik. Dalam hal ini, penguatan yang bersifat positif dapat dilakukan dengan memberikan kata “baik sekali!, bagus sekali !, dan sebagainya.
g. Kegiatan pembelajaran yang menarik, menyenangkan dan menantang
Agar para peserta didik dapat tetap aktif dalam mengikuti kegiatan atau tugas pembelajaran perlu dipilih dengan cermat jenis kegiatan atau tugas yang bersifat menarik, menyenangkan dan juga bersifat menantang bagi para peserta didik. Dimana dalam pelaksanaan, hendaknya bersifat variatif dan tidak monoton seperti halnya melakukan kegiatan pembelajaran yang selalu berada di dalam kelas, misalnya dengan memberikan tugas yang dikerjakan di luar kelas seperti di perpustakaan, dan lain-lain.
h. Penilaian hasil belajar dilakukan secara serius, objektif, teliti, dan terbuka.
Dalam hal ini, sebuah penilaian yang dilakukan secara tidak serius akan mengakibatkan kekecewaan kepada para peserta didik, sehingga akan melemahkan semangat belajar para peserta didik.
Maka dari itu, agar kegiatan penilaian ini dapat berjalan dengan
baik, serta dapat membangun semangat belajar para siswa, maka hendaknya dilakukan secara serius dengan sesuai pada ketentuannya, sehingga tidak terjadi manipulasi dan mendapatkan hasil yang objektif.
C. Strategi Everyone Is A Teacher Here
1. Pengertian Strategi, Model, Pendekatan, Metode dan Teknik Pembelajaran
Strategi berasal dari bahasa yunani yaitu strategos yang artinya suatu usaha untuk mencapai kemenangan dalam suatu peperangan awalnya digunakan dalam lingkungan militer namun istilah startegi digunakan dalam berbagai bidang yang memiliki esensi yang relatif sama termasuk diadopsi dalm konteks pembelajaran yang dikenal dengan istilah strategi pembelajaran.24
Menurut J. R. David yang dikutip oleh Wina Sanjaya dalam bukunya strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan, menjelaskan bahwa dalam dunia pendidikan, strategi diartikan sebagai a plan, method, or series of activities designed to achhieve a particular educational goal.25 Strategi belajar juga diartikan, Learning strategies are the particular habits or patterns espoused when engaged in the learning process.26 Jadi, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Strategi juga dimaksudkan sebagai daya upaya guru dalam menciptakan suatu sistem lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses pembelajaran agar tujuan yang hendak dicapai dapat terwujud
24 Masitoh dan Laksmi Dewi, Strategi Pembelajaran, (Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Islam Departemen Agama RI, 2009), h. 37.
25 Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, (Jakarta:
Kencana, 2010), h. 126.
26 Pat Paterson & John Rosbottom, Learning style and learning strategies, LT-J Research in Learning Technology, Vol. 3, 1995, h. 15.
dan berhasil guna.27 Oleh karena itu, seorang guru dituntut memiliki kemampuan mengatur secara umum komponen-komponen pembelajaran, sehingga terjadi keterkaitan fungsi antar komponen pembelajaran dimaksud. Strategi berarti pola kegiatan belajar mengajar yang diambil untuk mencapai tujuan secara efektif.
Wina Sanjaya juga berpendapat bahwa strategi adalah komponen yang juga mempunyai fungsi yang sangat menentukan.28 Keberhasilan pencapaian tujuan sangat ditentukan oleh komponen ini. Bagaimanapun lengkap dan jelasnya komponen lain, tanpa dapat diimplementasikan melalui starategi yang tepat, maka komponen-komponen tersebut tidak akan memiliki makna dalam proses pencapaian tujuan. Oleh karena itu setiap guru perlu memahami secara baik peran dan fungsi metode dan strategi dalam pelaksanaan proses pembelajaran.
Dari beberapa pengertian di atas peneliti dapat menyimpulkan bahwa strategi pembelajaran merupakan perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain dan merupakan komponen yang mempunyai fungsi untuk menentukan keberhasilan tujuan pendidikan tertentu.
Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas.29 Model pembelajaran mengacu pada pendekatan pembelajaran yang akan digunakan, termasuk di dalamnya tujuan-tujuan pengajaran, tahap-tahap dalam kegiatan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan pengolahan kelas. Menurut Joyce dan Weil model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu, dan memiliki fungsi
27 Cut Nya Dhin, Efektivitas Strategi Reading A Load Guru dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Siswa, Jurnal MUDARRISUNA Vol. 9, 2019, h. 100.
28 Wina Sanjaya, op. cit., h. 60.
29 H. Darmadi, Pengembangan Model dan Metode Pembelajaran dalam Dinamika Belajar Siswa, (Yogyakarta: Deepublish, 2017), h. 42.
sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan dan melaksanakan aktifitas belajar mengajar.30 Dari penjelasan di atas peneliti menyimpulkan bahwa model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang menggambarkan prosedur sistematik dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pembelajaran dan para guru dalam merancang dan melaksanakan proses belajar dan mengajar.
Pendekatan pembelajaran merupakan seperangkat wawasan yang secara sistematis digunakan sebagai landasan berpikir dalam menentukan strategi, metode, dan teknik (prosedur) dalam mencapai target atau hasil tertentu sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.31 Pendekatan juga dapat diartikan sebagai suatu perspektif atau cara pandang seseorang dalam menyikapi sesuatu sebagai titik tolak atau sudut pandang kita tethadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginspirasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoritis tertentu.32 Metode dalam bahasa arab dikenal dengan istilah thariqah yang berarti langkah-langkah strategis yang dipersiapkan untuk melakukan suatu pekerjaan. Bila dihubungkan dengan pendidikan, maka strategi tersebut haruslah diwujudkan dalam proses pendidikan, dalam rangka pengembangan sikap mental dan kepribadian agar peserta didik menerima materi ajar dengan mudah, efektif dan dapat dicerna dengan baik.33
Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang dipergunakan olleh pendidik dalam mengadakan hubungan dengan peserta didik pada saat berlangsungnya proses pembelajaran. Dengan
30 Ibid
31 Nur Asiza dan Muhammad Irwan, Everyone is a Teacher Here, (Sulawesi Selatan:
Kaffah Learning Center, 2019), h. 27.
32 Ibid
33 Siti Nur Aidah, dkk, Cara Efektif Penerapan Metode dan Model Pembelajaran, (Jogjakarta: KBM Indonesia, 2020), h. 3
demikian metode pembelajaran merupakan alat untuk menciptkan proses pembelajaran yang diharapkan.34
Teknik adalah jalan atau alat (way or means) yang digunakan oleh guru untuk mengarahkan kegiatan siswa ke arah tujuan yang akan dicapai. Teknik pembelajaran dapat juga diartikan sebagai cara (metode) yang dilakukan seseorang pengajar dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik.35
Dari pengertian-pengertian yang sudah dijelaskan di atas peneliti berpendapat bahwa everyone is a teacher here termasuk kedalam strategi karena berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain dan memiliki komponen yang mempunyai fungsi untuk menentukan keberhasilan tujuan pendidikan tertentu. Selain itu juga di dalam buku Melvin L. Silberman Active Learning 101 Strategi Pembelajaran Aktif menuliskan bahwa everyone is a teacher here termasuk kedalam strategi pembelajaran aktif.
2. Pengertian Strategi Everyone Is A Teacher Here
Melvin L. Silberman dalam bukunya menjelaskan bahwa strategi everyone is a teacher here memiliki arti bahwa “setiap orang bisa menjadi guru”.36 Strategi ini merupakan cara mudah untuk mendapatkan partisipasi kelas yang besar dan tanggung jawab individu. Dengan strategi ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berperan atau bertindak sebagai guru bagi peserta didik yang lain.
Selain itu strategi ini sangat tepat untuk mendaptkan partisipasi kelas baik secara keseluruhan maupun individual. Dengan menggunakan strategi ini peserta didik yang tadinya tidak mau terlibat dan pasif akan ikut serta terlibat dalam pembelajaran secara aktif. Selain itu dengan menerapkan strategi tersebut dapat meningkatkan rasa percaya diri peserta didik yang tinggi serta berani mengemukakan
34 Ibid
35 Nur Asiza dan Muhammad Irwan, op. cit, h. 29.
36 Melvin L. Silberman, Active Learning 101 Strategi Pembelajaran Aktif, Terj. Sarjuli, dkk (Yogyakarta: Pustaka Insan Madani, 2007), h. 171.
pendapat dan mampu menganalisis masalah sesuai dengan materi fiqih yang peneliti ambil yaitu peserta didik dapat menganalisis ketentuan pelaksanaan zakat.37
3.
Langkah-langkah Strategi Everyone Is A Teacher Here
Dalam mengaplikasikan strategi everyone is a teacher here di dalam kelas guru harus memperhatikan langkah-langkahnya sebagai berikut:
a. Bagikan kartu indeks kepada tiap persrta didik. Perintahkan peseta didik untuk menuliskan sebuah pertanyaan yang mereka miliki tentang materi pelajaran yang tengah dipelajari di dalam kelas atau topik khusus yang ingin mereka diskusikan di kelas.
b. Kumpulkan kartu, kemudian kocoklah, dan bagikan satu-satu kepada peserta didik. Perintahkan peserta didik untuk membaca dalam hati pertanyaan atau topik pada kartu yang mereka terima dan pikirkan jawabannya.
c. Tunjuklah beberapa peserta didik sebagai sukarelawan untuk membacakan kartu yang mereka dapatkan dan memberikan jawabannya.
d. Setelah memberikan jawaban, perintahkan peserta didik lain untuk memberi tambahan atau tanggapan atas apa yang dikemukakan oleh peserta didik yang membacakan kartunya itu.
e. Lanjutkan Prosedur ini bila waktunya memungkinkan.38
Dari langkah-langkah tersebut dapat diterapkan dalam pembelajaran Fiqih yaitu sebagai berikut:
1) Membagikan kartu indeks atau post it kepada setiap peserta didik untuk menuliskan pertanyaan tentang materi Zakat Fitrah dan Zakat Mal.
2) Setelah membuat pertanyaan seputar materi Zakat Fitrah dan Zakat Mal kemudian kumpulkan kartu kemudian acak kartu, dan bagikan
37 Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Tahun 2014, op. cit, h. 208.
38 Ibid., h. 172.
satu-satu kepada peserta didik. Perintahkan peserta didik untuk membaca dalam hati pertanyaan atau topik pada kartu yang mereka terima dan pikirkan jawabannya.
3) Tunjuklah beberapa peserta didik sebagai sukarelawan untuk membacakan kartu yang mereka dapatkan dan memberikan jawabannya.
4) Setelah memberikan jawaban, perintahkan peserta didik lain untuk memberi tambahan atau tanggapan atas apa yang dikemukakan oleh peserta didik yang membacakan kartunya itu.
4. Kelebihan dan Kelemahan Strategi Everyone Is A Teacher Here
Adapun kelebihan dan kekurangan strategi everyone is a teacher here antara lain sebagai berikut:
a. Kelebihan strategi Everyone Is A Teacher Here
1) Strategi everyone is a teacher here memperaktif peserta didik di dalam kelas.
2) Dengan menggunakan strategi ini peserta didik dapat mengembangkan dan melatih daya pikir, daya ingat serta pemahaman.
3) Melatih peserta didik untuk dapat mengkomunikasikan hasil pemikirannya secara lisan maupun non lisan.
4) Peserta didik juga dapat terlatih kemampuannya untuk berdiskusi, menganalisis suatu masalah dan bertukar pendapat secara obyektif guna mencari dan mengemukakan sebuah kebenaran.
5) Meningkatkan rasa percaya diri yang tinggi pada diri peserta didik.
b. Kelemahan strategi Everyone Is A Teacher Here
1) Soal yang dibuat peserta didik tidak menyimpang dari tujuan pembelajaran.
2) Membutuhkan waktu yang banyak untuk menghabiskan semua pertanyaan.
3) Peserta didik merasa takut ketika tidak bisa menjawab pertanyaan.
4) Guru harus mencari cara lain untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta didik diluar pertanyaan-pertanyaan yang diberikan.39
Setiap strategi pasti memiliki suatu kelemahan, seperti halnya strategi everyone is a teacher here, namun kelemahan tersebut bukan berarti tidak bisa di atasi sebab permasalahan tersebut dapat diatasi melalui :
1) Untuk pertanyaan yang tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran maka guru perlu memberikan penjelasan materi di awal agar soal yang dibuat peserta didik tidak menyimpang dari tujuan pembelajaran.
2) Untuk kelas yang besar, maka guru dapat membentuknya menjadi beberapa kelompok disesuaikan dengan jumlah peserta didik dalam kelas tersebut. Sehingga dalam menjawab pertanyaan guru dapat melalui perwakilan kelompok yang ditunjuk guru, namun setiap peserta didik tetap bertanggung jawab dalam membuat dan menjawab soal.
3) Peserta didik yang merasa takut tidak bisa menjawab diperbolehkan mendiskusikan jawaban bersama kelompoknya.
C. Minat Belajar
1. Pengertian Minat Belajar
Minat diartikan sebagai suatu kesukaan, kegemaran atau kesenangan yang besar akan sesuatu. Minat juga diartikan, Interest is what promotes long-term storage of information and motivation for
39 Nur Amirul Ummah dan Budiyono, Penerapan Strategi Everyone Is A Teacher Here untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Kelas IV, Jurnal JPGSD, Vol. 06, 2018, h. 325.
learning.40 Menurut Ngwoke, interest is a psychological construct that draws, arouses, holds, and maintains the curiosity of a learner toward learn.41 Menurut Palmer minat adalah “An interest can also be interpreted as a motivating force that stimulates an individual to participate in one activity rather than in another.” Minat juga dapat diartikan sebagai kekuatan pendorong yang merangsang seseorang untuk berpartisipasi dalam satu aktivitas daripada di aktivitas lain.42 Adapun menurut Sardiman, minat adalah suatu kondisi yang terjadi apabila seseorang melihat ciri-ciri atau arti sementara situasi yang dihubungkan dengan keinginan-keinginan atau kebutuhan-kebutuhan sendiri.43 Oleh karena itu, apa saja yang dilihat oleh seseorang barang tertentu akan membangkitkan minatnya sejauh apa yang dilihat orang itu mempunyai hubungan dengan kepentingannya sendiri. Dari pengertian di atas menunjukkan bahwa minat merupakan kecendrungan jiwa seseorang terhadap sesuatu objek, biasanya disertai dengan perasaan senang, karena merasa ada kepentingan dengan sesuatu itu.
Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman (learning is defined as the modification or strengthening of behavior through experiencing).44 Menurut pengertian di atas, belajar merupakan suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas dari itu, yakni mengalami. Hasil belajar bukan suatu penguasaan hasil latihan melainkan pengubahan prilaku.
Menurut Bernard minat timbul tidak secara tiba-tiba atau spontan, melainkan timbul akibat dari partisipasi, pengalaman, kebiasaan pada
40 Keith Weber, dkk., Teacher Behavior, Student Interest and Affective Learning: Putting Theory to Practice, Jurnal of Applied Communication Research, 2001, h. 74.
41 Richard Ojinnakaeze Azor, YouTube audio-visual documentaries: Effect on Nigeria Student’s Achievement and Interesr in History Curriculum, The Jurnal of Educational Research, 2020, h. 2.
42 Gillian Kidman, School Geography: What Interests Students, What Interests Teacher?, Jurnal International Research In Geographical and Environmental Education, 2017, h. 2.
43 Ahmad Susanto, op. cit, h. 57.
44 Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar, (Jakarta: PT Bumi Askara, 2003), h. 27.
waktu belajar atau bekerja.45 Dalam kaitannya dengan belajar, Hansen menyebutkan bahwa minat belajar siswa erat hubungannya dengan kepribadian, motivasi, ekspresi dan konsep diri atau identifikasi, faktor keturunan dan pengaruh eksternal atau lingkungan. Menurut Herbart, interest is closely related to learning. It allows for correct and complete recognition of an object, leads to meaningful learning, promotes long-term storage of knowledge, and provides motivation for further learning.46
Maka peneliti dapat menyimpulkan dari teori di atas bahwa minat belajar adalah sikap ketaatan pada kegiatan belajar, baik menyangkut perencanaan jadwal belajar maupun inisiatif melakukan usaha tersebut dengan sungguh-sungguh dengan perasaan suka dan senang.
2. Faktor yang Mempengaruhi Minat Belajar
Minat seseorang terhadap pelajaran dan proses pembelajaran tidak muncul dengan sendirinya akan tetapi banyak faktor yang dapat mempengaruhi munculnya minat. Menurut Purwanto dan Hamalik, faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar ada dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.47
a. Faktor internal
Salah satu faktor internal yang sangat mempengaruhi minat belajar peserta didik tersebut antara lain; Pertama, rasa ingi tahu.
Perhatian siswa muncul didorong rasa ingin tahu. Oleh karena itu rasa ini perlu mendapat rangsangan sehingga siswa selalu memberikan perhatian terhadap materi pelajaran yang diberikan.
Kedua, sikap. Sikap merupakan kemampuan menerima atau menolak objek berdasarkan penilaian terhadap objek tersebut.
Sikap siswa, seperti halnya motif menimbulkan dan mengarahkan aktivitasnya. Ketiga, bakat. Bakat adalah potensi atau kecakapan
45 Ahmad Susanto, loc. Cit.
46 Ulrich Schiefele, Interest, Learning, and Motivation, Eductional Psychologist, 1991, h.
300.
47 Luis Marleni, Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Bangkinang, Jurnal Cendeki: Jurnal Pendidikan Matematika, Vol. 1, 2016, h. 151.
dasar yang dibawa sejak lahir. Setiap individu mempunyai bakat yang berbeda-beda. Seseorang akan mudah mempelajari yang sesuai dengan bakatnya.
Kemampuan sering diartikan sebagai kecerdasan.
Kecerdasan adalah kemampuan dalam belajar. Kemampuan secara umum didefinisikan sebagai prestasi komparatif individu dalam berbagai tugas, termasuk memecahkan masalah dengan waktu yang terbatas. Motivasi mempunyai fungsi untuk menimbulkan, mendasari, mengarahkan perbuatan belajar.
Dalam kegiatan belajar, maka motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri seseorang/peserta didik yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjalin keberlangsungan dan memberikan arah pada kegiatan belajar sehingga tujuan yang dikehendaki dapat tercapai oleh peserta didik.
Faktor eksternal yang sangat mempengaruhi minat belajar peserta didik diantaranya faktor sekolah dan faktor keluarga:
Guru dalam proses pendidikan, mempunyai tugas mendidik dan mengajar peserta didik agar dapat menjadi manusia yang dapat melaksanakan tugas-tugas kehidupannya yang selaras dengan kodratnya sebagai manusia. Suatu tugas pokok guru adalah menjadikan peserta didik mengetahui atau melakukan hal-hal dalam suatu cara yang formal. Sarana dan prasarana pembelajaran meliputi gedung sekolah, ruang belajar. Sedangkan sarana pembelajaran meliputi buku pelajaran, alat dan fasilitas di sekolah. Lengkapnya sarana dan prasarana pembelajaran merupakan suatu kondisi pembelajaran yang baik. Hal itu tidak berarti bahwa lengkapnya sarana dan prasarana menentukan jaminan terselenggaranya proses belajar yang baik. Selain itu bahan belajar, dalam proses pembelajaran juga diperlukan sarana dan prasarana yang dapat mendukung proses belajar mengajar.
Semua alat yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran, dengan
maksud untuk menyampaikan pesan (informasi) dari sumber (guru maupun sumber lain) kepada penerima (peserta didik).
Suasana pembelajaran yang terjadi pada saat proses pembelajaran dapat menimbulkan aktivitas atau gairah pada peserta didik adalalah apabila terjadi adanya komunikasi dua arah (antara guru-siswa maupun sebaliknya) yang intim dan hangat, sehingga hubungan guru dan siswa yang secara hakiki setara dan dapat berbuat bersama. Serta adanya kegairahan dan kegembiraan belajar. Hal ini dapat terjadi apabila isi pelajaran yang disesdiakan berkesesuaian dengan karakter siswa.
Strategi dan metode pembelajaran yang dilakukan dalam proses pembelajaran dapat menimbulkan gairah pada peserta didik sehingga dapat diperoleh hasil yang optimal.
Peran orang tua sangat penting bagi anak dalam proses pembelajaran. Motivasi yang orang tua berikan mempunyai pengaruh yang besar pada anak sehingga dapat menumbuhkan minat anak pada pembelajaran.
Peneliti berpendapat bahwa strategi everyone is a teacher here mempengaruhi faktor-faktor di atas terutama faktor ekstenal
Peneliti berpendapat bahwa strategi everyone is a teacher here mempengaruhi faktor-faktor di atas terutama faktor ekstenal