• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Landasan Teori

3. Faktor – Faktor yang mempengaruhi Persepsi

(1110053100003), Program studi Manajemen Haji dan Umroh, Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Hasil penelitian: faktor performance berpengaruh signifikan terhadap persepsi kepuasan nasabah layanan Mobile Banking. Ditemukan hasil 4,522>1,991 yang menyatakan bahwa layanan Mobile Banking memenuhi kategori layanan yang mudah, cepat dan efisien untuk melakukan transaksi. Dan faktor reliability berpengaruh dengan hasil 2,632>1,991 yang

11

menyatakan bahwa layanan Mobile Banking memenuhi kategori layanan yang tidak mudah error, informatif dan bisa digunakan setiap waktu. Ketiga, faktor feature tidak berpengaruh signifikan terhadap persepsi kepuasan nasabah layanan Mobile Banking. Penelitian ini menjelaskan apa saja faktor yang mempengaruhi jamaah dalam kepuasaan pelayanan m-banking di salah satu bank konvesional, bedanya dengan yang penliti tulis adalah objek dari penelitian. Yaitu jamaah haji KUA Jatiasih Kota Bekasi.

E. Sistematika Penulisan

Laporan hasil penelitian dituangkan dalam bentuk karya ilmiah yaitu Skripsi, dengan sistematika penulisan yang dibuat dengan tujuan untuk menghasilkan pembahasan yang sistematis dan agar pembahasan Skripsi ini mendapatkan gambaran yang jelas dan menyeluruh. Maka penulisan Skripsi ini akan dibagi menjadi beberapa sub bab dengan sistematika penulisan sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Dalam bab ini membahas gambaran umum tentang penulisan Skripsi, yang meliputi tentang Latar Belakang Masalah, Pembatasan dan Perumusan Masalah, Tujuan dan Manfaat Penelitian, Tinjauan Pustaka, dan Sistematika Penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI

Dalam bab ini akan diuraikan beberapa konsep dan teori yang meliputi kajian secara teoritis, mengenai landasan teoritis yang digunakan meliputi konsep konsep dan teori tentang pengertian persepsi, persepsi konsumen, proses terbentuknya persepsi, faktor – faktor persepsi, aspek – aspek persepsi, indikator persepsi, unsur persepsi, dan pengertian calon jamaah haji. BAB III METODE PENELITIAN

Dalam bab ini akan menjelaskan tentang metode penelitian yang digunakan peneliti, tempat dan waktu penelitian, penentuan populasi dan sampel, jenis dan sumber data, variabel dan pengukuran variabel.

BAB IV TEMUAN PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini akan menguraikan mengenai temuan penelitian dan akan mebahasan penemuan tersebut dengan mengolah, menafsirkan dan dikaitkan dengan kerangka teori atau landasan teori yang sudah dibahas di BAB II sehingga jelas bagaimana hasil penelitian dapat menjawab permasalahan dan tujuan pembahasan peneliti, atau malah sebaliknya.

BAB V KESIMPULAN DN SARAN

Dalam bab ini secara garis besar akan menguraikan simpulan dari seluruh hasil penelitian serta saran untuk pihak selanjutnya dan juga saran untuk objek peneliti.

13 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Landasan Teori

1. Pengertian Persepsi

Istilah persepsi berasal dari bahasa Inggris perception yang dapat diartikan sebagai penglihatan atau tanggapan daya memahami atau menanggapi. Di dalam ilmu ke psikologi persepsi dapat diartikan sebagai proses transformasi stimulus lingkungan ke dalam pengalaman seseorang yang diwujudkan dalam bentuk benda yang dapat dilihat dan disentuh, suara yang dapat didengar, aroma yang dapat dibaui, peristiwa yang dapat dilihat dan lain - lain.1

Adapun pengertian persepsi menurut para ahli yakni:

a. Menurut Moskowitz dan Orgel yang dikutip oleh Bimo Walgito merupakan proses yang diterima oleh individu melalui pancaindra manusia, dan melalui pancaindra tersebut sesuatu yang diterima mampu diapresiasikan atau dapat menimbulkan pemikiran – pemikiran baru.2

b. Persepsi adalah suatu proses dengan mana berbagai stimuli dipilih, diorganisir, dan diinterpretasi menjadi informasi yang bermakna (Ferrinadewi, 2008:42).

c. Sarlito W. Sarwono (2009:24) berpendapat persepsi secara umum merupakan proses perolehan, penafsiran, pemilihan

1 Wiwien Dinar, Susatyo Yuwono, Psikologi Eksperimen, (Surakarta:

Muhammadiyah University Press, 2018), hal. 139.

2

Bimo Walgito, Pengantar Psikologi Umum, (Yogyakarta: Universitas Gajah Mada, 1985), hal. 37.

dan pengaturan informasi indrawi. Persepsi berlangsung pada saat seseorang meniram stimulus dari dunia luar yang ditangkap oleh organ-organ bantunya yang kemudian masuk ke dalam otak. Persepsi merupakan proses pencarian informasi untuk dipahami yang menggunakan alat pengindraan (Salito W. Sarwono 2002:94).

Dapat dipahami bahwa persepsi secara umum adalah proses seseorang dalam menyerap suatu benda atau sebuah informasi yang diserap oleh pancaindra dan akan menghasilkan suatu pemikiran yang baru. Pemikiran tersebut bisa berupa suatu informasi atau pemikiran yang baik atau buruk terhadap apa yang ia amati.

2. Persepsi konsumen (calon jamaah haji)

Menurut Sciffman dan Kanuk (2008:132) menyatakan bahwa persepsi (konsumen) didefinisikan sebagai proses yang dilakukan individu untuk memilih, mengatur, dan menafsirkan stimuli ke dalam gambar yang berarti dan masuk akal mengenai dunia. Setiadi (2010:98) berpendapat bahwa persepsi merupakan proses yang terdiri dari seleksi, organisasi, dan intepretasi terhadap stimulus seleksi perceptual dan organisasi persepsi (Perceptual Organization). Persepsi konsumen merupakan cara bagaimana konsumen memberi makna pada rangkaian rangsangan dan ini adalah proses kognisi. Ketika konsumen melakukan interpretasi pada sebuah iklan yang dilihatnya maka terjadi proses kognisi dalam benak konsumen. Persepsi tidak saja penting dalam tahapan pemrosesan informasi namun juga berperan pada pasca konsumsi produk

15

yaitu ketika konsumen melakukan evaluasi atas keputusan pembeliannya. Apakah konsumen merasa puas atau sebaliknya, penilaian inipun tidak lepas dari persepsi mereka. Berdasarkan pendapat tersebut persepsi merupakan stimuli yang dipilih, diorganisir untuk memberikan makna pada proses kognisi.3

Jika maksud dari konsumen ini adalah calon jamaah haji, dapat di artikan bahwa bagaimana calon jamaah ini merangsang informasi yang didapatkan dapat diterima dengan baik atau malah sebaliknya. Dimana hal tersebut dapat melahirkan sebuat persepsi berdasarkan apa yang calon jamaah terima.

3. Faktor – Faktor yang mempengaruhi Persepsi

Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi menurut Stephen Robins (2003:255) adalah:

a. Pelaku Persepsi, Cara pandang individu dalam mencoba menafsirkan dan dipengaruhi oleh karakteristik pribadi dari pelaku individu.

b. Target Atau Objek, Karakteristik-karakteristik dari target yang akan diawali dapat mempengaruhi apa yang dipersepsikan.

c. Situasi, Unsur-unsur lingkungan mempengruhi persepsi seseorang unsur-unsur itu misalnya tempat, waktu, cahaya, panas, atau setiap jumlah faktor situasional.

3

Oktavianus Taroreh, Rotinsulu Jopie Jorie, dll, “Pengaruh Persepsi Konsumen dan Kepercayaan Terhadap Jasa Ansuransi Pada Asuransi Jasindo

Sementara menurut Miftah Toha (2009: 149-156), faktor yang mempengaruhi perbedaan pemilihan persepsi antara orang yang satu dengan orang yang lain adalah sebagai berikut: 4

1) Faktor internal, antara lain:

a) Proses belajar (learning), merupakan semua faktor - faktor dari dalam individu yang membentuk perhatian kepada sesuatu obyek sehingga menimbulkan adanya persepsi adalah didasarkan dari kekomplekan kejiwaan. Kekomplekan kejiwaan ini selaras dengan proses pemahaman atau prosesn belajar (learning) dan motivasi yang dimiliki oleh masing – masing orang. b) Motivasi, selain proses belajar, faktor dari dalam diri

individu juga dipengaruhi oleh motivasi dan kepribadian. Walaupun motivasi dan kepribadian pada dasarnya tidak bisa dipisahkan dari proses belajar, keduanya juga mempunyai dampak yang amat penting. Dalam hal ini sesuatu yang menarik perhatian seringnya akan lebih menimbulkan motivasi.

c) Kepribadian, dalam membentuk persepsi unsur kepribadian amat erat hubungannya dengan proses belajar dan motivasi, yang mempunyai akibat tentang apa yang diperhatikan dalam menghadiri suatu situasi. Kepribadian, nilai – nilai, dan juga termasuk umur

4 Ameilia Ayuning, Agustin Handayani, “Hubungan Antara Persepsi

Terhadap Lingkungan Kerja Dengan Kepuasan Kerja Pada Karyawan Radio Jaringan Cipta Prima Pariwara Radionet Semarang” Proyeksi, Vol.9 (2) 2014. hal. 12-15.

17

dapat memberikan dampak terhadap cara seseorang melakukan persepsi pada lingkungan di sekitarnya. 2) Faktor eksternal, antara lain:

a) Intensitas, prinsip intensitas dari suatu perhatian dapat dinyatakan bahwa semakin besar intensitas stimulus dari luar, tentunya semakin besar pula hal – hal itu dapat dipahami.

b) Ukuran, faktor ini sangat dekat dengan prinsip intensitas. Faktor ini menyatakan bahwa semakin benasar ukuran sesuatu obyek, maka semakin mudah untuk bisa diketahui atau dipahami. Bentuk ukuran ini akan mempengaruhi persepsi seseorang, dan dengan melihat bentuk ukuran sesuatu obyek orang akan mudah tertarik perhatiannya, yang pada gilirannya dapat membentuk persepsinya.

c) Keberlawanan atau kontras, prinsip keberlawanan ini menyatakan bahwa stimulus luar yang penampilannya berlawanan dengan latar belakangnya atau sekelilingnya atau yang sama sekali di luar dugaan orang banyak, akan menarik banyak perhatian. Dengan kata lain bahwa persepsi seseorang dibentuk dan dipengaruhi oleh faktor di luar diri individu yang menunjukkan adanya keberlawanan obyek dengan latar belakang atau sekelilingnya.

d) Pengulangan (repetition), dalam prinsip ini dikemukakan bahwa stimulus dari luar yang diulang akan memberikan perhatian yang lebih besar dibandingkan dengan yang sekali dilihat. Pengulangan

itu akan menambah kepekaan kita atau kewaspadaan terhadap stimulus. Pengulangan merupakan daya tarik dari luar tentang suatu obyek yang bisa mempengaruhi persepsi seseorang.

e) Gerakan (moving), prinsip gerakan menyatakan bahwa

orang akan memberikan banyak perhatian terhadap obyek

yang bergerak dalam jangkauan pandangannya

dibandingkan dari obyek yang diam. Dari gerakan suatu obyek yang menarik perhatian seseorang, akan timbul suatu persepsi.

f) Baru dan familier, prinsip ini menyatakan bahwa baik

situasi eksternal yang baru maupun yang sudah dikenal dapat digunakan sebagai penarik perhatian. Obyek atau peristiwa baru dalam tatanan yang sudah dikenal, atau obyek atau peristiwa yang sudah dikenal dalam tatanan yang baru (berbeda) akan menarik perhatian pengamat.

Menurut Toha (2003), faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi seseorang adalah sebagai berikut:5 a) Faktor internal: perasaan, sikap dan karakteristik

individu, prasangka, keinginan atau harapan, perhatian (fokus), proses belajar, keadaan fisik, gangguan kejiwaan, nilai dan kebutuhan juga minat, dan motivasi.

b) Faktor eksternal: latar belakang keluarga, informasi yang diperoleh, pengetahuan dan kebutuhan sekitar,

5 Hadi Suprapto, Ikhsan Fuady, “ Analisis Fakor Yang Mempengaruhi Persepsi Mahasiswa UNTIRTA Terhadap Keberadaan Perda Syariah Di Kota Serang “Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol. 21 No.1, Juli: 2017, hal. 92.

19

intensitas, ukuran, keberlawanan, pengulangan gerak, hal-hal baru dan familiar atau ketidak asingan suatu objek.

Dokumen terkait