BAB 5. PEMBAHASAN
5.2. Interpretasi Faktor
5.2.1 Faktor I (Faktor Internal)
Faktor I terdiri dari 4 (empat) variabel yaitu kepercayaan terhadap bidan, takut terhadap intervensi medis, lingkungan persalinan, dan pengetahuan. Faktor ini diberi nama faktor internal. Hal ini berarti bahwa ibu memilih persalinan di rumah dan ditolong oleh bidan disebabkan karena adanya dorongan dalam diri ibu tersebut.
a. Faktor Kepercayaan terhadap Bidan
Berdasarkan analisis, Faktor kepercayaan terhadap bidan memengaruhi ibu dalam memilih persalinan dirumah oleh bidan yaitu dengan nilai MSA diatas 0,5 yaitu 0,721 dan faktor loading 0,666 hal ini menunjukkan korelasi yang yang positif antar variabel di faktor 1 (satu) dimana semakin ibu percaya kepada bidan maka ibu akan memilih bidan sebagai penolong persalinan.
Kepercayaan yaitu sikap untuk menerima suatu pernyataan atau pendirian, tanpa menunjukkan sikap pro atau anti. Suatu penelitian kualitatif oleh Suryati (2009) tentang pemanfaatan bidan desa sebagai penolong persalinan ditinjau dari aspek sosial budaya masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Kutalimbaru bahwa kepercayaan ibu terhadap bidan desa sebagai penolong persalinan cukup tinggi. Karena mereka beranggapan bahwa melahirkan di bidan jauh lebih aman. Selain itu kepercayaan mereka terhadap bidan juga dipengaruhi oleh mertua mereka yang sudah berpengalaman serta masukan dari lingkungan sekitar.
Seringkali kepercayaan tumbuh dan berkembang dalam masyarakat dimana anggota-anggotanya mempunyai kepentingan dan tujuan yang sama. Kepercayaan dapat juga tumbuh jika orang berulang-ulang kali mendapat informasi yang sama. Pengalaman menunjukkan, lebih sulit untuk mengubah kepercayaan kelompok dari pada kepercayaan individu, karena kepercayaan individu sifatnya lebih subjektif dan relatif sedangkan kepercayaan kelompok memiliki intensitas yang lebih kuat karena didukung oleh individu-individu lain yang besar jumlahnya. Apalagi jika kepercayaan tersebut didukung oleh tokoh masyarakat. (Sarwono, 2012)
Menurut teori determinan perilaku oleh Karr seorang staf pengajar pendidikan kesehatan dan ilmu perilaku, Universitas Kalifornia di Los Angeles salah satu untuk mengidentifikasi perilaku yaitu adanya dukungan dari masyarakat sekitarnya (social support). Di dalam kehidupan seseorang di masyarakat, perilaku orang tersebut cenderung memerlukan legitimasi dari masyarakat di sekitarnya. Apabila perilaku tersebut bertentangan atau tidak memperoleh dukungan dari masyarakat, maka ia akan merasa kurang atau tidak “nyaman”. Demikian pula, untuk berperilaku kesehatan orang memerlukan dukungan masyarakat sekitarnya, paling tidak, tidak menjadi gunjingan atau bahan pembicaraan masyarakat.
Menurut asumsi penulis kepercayaan terhadap bidan menjadi salah satu faktor internal yang memengaruhi ibu dalam memilih persalinan dirumah oleh bidan karena ibu percaya bahwa dengan ditolong oleh bidan maka persalinan ibu akan aman. Dimana bidan merupakan tenaga yang profesional dan memiliki pendidikan dan pengetahuan yang memadai dalam menolong persalinan. Selain itu pengalaman para ibu terhadap bidan juga cenderung baik karena pelayanan yang diberikan oleh bidan dan kepercayaan ini juga didukung oleh anggota keluarga dan lingkungan sekitar yang sudah memiliki penilaian yang positif terhadap bidan.
b. Faktor Takut terhadap Intervensi Medis
Berdasarkan analisis, Faktor takut terhadap intervensi medis memengaruhi ibu dalam memilih persalinan dirumah oleh bidan yaitu dengan nilai MSA diatas 0,5 yaitu 0,727 dan faktor loading 0,730 hal ini menunjukkan korelasi yang yang positif antar variabel di faktor 1 (satu) dimana semakin ibu takut terhadap tindakan medis
yang ada di Rumah Sakit maka ibu akan semakin memilih persalinan di rumah oleh bidan.
Menurut Chamberlain (2012) ada beberapa alasan ibu memilih melahirkan di rumah dan salah satunya adalah menghindari intervensi medis yang tidak perlu. Intervensi yang rutin atau tidak diperlukan dalam persalinan merupakan salah satu penyebab ketidakpuasan wanita terhadap pelayanan selama persalinan. Intervensi yang sering dilakukan antara lain, embriotomi yaitu memecahkan selaput ketuban secara sengaja, infus oksitosin intravena, persalinan dengan menggunakan bantuan alat seperti forcep dan vacum, serta episiotomi atau penyayatan perineum (daerah antara vagina dan anus). Tak jarang intervensi memiliki efek jangka panjang, seperti persalinan dengan bantuan alat dapat meningkatkan kejadian depresi pascanatal sampai mengurangi rasa perscaya diri wanita. (Henderson, 2006)
Intervensi medis merupakan salah satu faktor yang memperparah rasa sakit secara fisik pada saat melahirkan. Namun gangguan fisik ini dapat berpadu dengan gangguan psikologis yaitu rasa takut ibu sehingga menjadi lingkaran setan yang sulit diputus. Ketika ibu sangat takut menghadapi persalinan, secara otomatis otak mengatur dan mempersiapkan tubuh untuk merasa sakit. Akibatnya rasa sakit saat persalinan semakin terasa. Artinya sakit semakin parah dan akhirnya ibu semakin takut. (Danuatmaja,B dan Meiliasari,M. 2008)
Dalam model pengurangan rasa takut, hubungan antara rasa takut dan penerimaan tindakan yaitu pada tingkat tertentu dari rasa takut, individu cenderung
menerima tindakan yang dianjurkan. Tetapi jika rasa takut itu sedikit sekali atau justru terlalu kuat maka individu akan menolak anjuran tersebut. (Sarwono, 2012)
Menurut asumsi penulis, bila dihubungkan teori diatas dengan hasil penelitian maka terdapat kesesuaian dimana rasa takut yang berlebihan terhadap intervensi medis yang rutin dilakukan di Rumah Sakit mengakibatkan ibu lebih memilih persalinan di rumah oleh bidan dengan intervensi medis yang minim dan tidak menimbulkan rasa sakit yang berlebihan yang menyebabkan rasa takut pada ibu.
c. Faktor Lingkungan Persalinan
Hasil analisis faktor yang memengaruhi ibu dalam memilih persalinan di rumah oleh bidan, faktor lingkungan persalinan memengaruhi ibu dalam memilih persalinan dirumah oleh bidan yaitu dengan nilai MSA diatas 0,5 yaitu 0,677 dan faktor loading 0,779 hal ini menunjukkan korelasi yang positif antar variabel di faktor 1 (satu) dimana rumah merupakan tempat bersalin yang dianggap paling nyaman oleh ibu sehingga ibu memilih persalinan di rumah oleh bidan.
Persalinan sangat dipengaruhi oleh lingkungan tempat persalinan berlangsung. Idealnya, setiap wanita yang bersalin dan tim yang mendukung serta memfasilitasi usahanya untuk melahirkan bekerjasama dalam suatu lingkungan yang paling nyaman dan aman bagi ibu yang melahirkan. (Varney, 2008)
Hal ini sesuai dengan teori Henderson, 2006 bahwa rumah merupakan lingkungan yang sudah dikenal wanita sehingga ia dapat merasa nyaman dan relaks selama persalinan, tempat ia dapat mempertahankan privasi dan dikelilingi oleh
orang-orang yang diinginkannya, yang akan memberikan dukungan dan ketenangan pada dirinya.
Menurut World Health Organization (WHO) dalam Varney, 2008 seorang wanita hamil berisiko rendah harus melahirkan ditempat yang membuat wanita merasa aman. Tempat tersebut dapat di rumah, di sebuah klinik maternitas kecil, atau di rumah bersalin di kota, atau mungkin sebuah unit meternitas di rumah sakit yang lebih besar. Tempat tersebut harus merupakan sebuah tempat dimana semua perhatian dan perawatan difokuskan pada kebutuhan dan keamanannya.
Menurut penulis rumah merupakan tempat bersalin yang paling nyaman karena rumah merupakan tempat yang tidak asing bagi ibu serta dikelilingi oleh anggota keluarga yang memberikan dorongan dan semangat kepada ibu sehingga seluruh perhatian orang-orang yang ada disekitar ibu tercurah padanya. Dengan keadaan yang demikian maka ibu tidak akan takut atau stres mengahadapi persalinannya dan persalinan dapat berjalan lancar dengan jalan normal. Oleh karena itu ibu lebih memilih persalinan di rumah dari pada di Rumah Sakit yang dikelilingi oleh orang-orang yang tidak dikenal oleh ibu dan lingkungan yang asing bagi ibu.
d. Faktor Pengetahuan tentang Persalinan
Hasil analisis faktor yang memengaruhi ibu dalam memilih persalinan di rumah oleh bidan, faktor pengetahuan tentang persalinan memengaruhi ibu dalam memilih persalinan dirumah oleh bidan yaitu dengan nilai MSA diatas 0,5 yaitu 0,670 dan faktor loading 0,724 hal ini menunjukkan korelasi yang kuat antar variabel di
faktor 1 (satu) dimana ibu memiliki pengetahuan kurang tentang persalinan sehingga ibu memilih persalinan di rumah.
Pengetahuan adalah hasil penginderaan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indera yang dimilikinya (mata, hidung, telinga dan sebagainya). Dengan sendirinya, pada waktu penginderaan sampai menghasilkan pengetahuan tersebut sangat dipengaruhi oleh intensitas perhatian dan persepsi terhadap objek. Dari pengalaman dan penelitian terbukti bahwa perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng daripada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan. Sebaliknya apabila perilaku itu tidak didasari oleh pengetahuan dan kesadaran maka tidak akan berlangsung lama.
Pemilihan tempat bersalin dan penolong persalinan yang tidak tepat akan berdampak langsung pada kematian ibu. Pilihan penolong persalinan tersebut bisa dipengaruhi oleh beberapa hal di antaranya pengetahuan dalam mencari penolong persalinan yang aman. Karena pengetahuan tersebut akan memengaruhi keputusan dalam meminta bantuan pertolongan persalinan. (Rohmah, 2010)
Sejalan dengan penelitian Fitriah,Y (2008) tentang hubungan tingkat pengetahuan dengan pilihan penolong persalinan pada ibu primipara di Kecamatan Curahdami Kabupaten Bondowoso bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang persalinan dan pilihan penolong persalinan pada ibu primipara.
Cholida, D. 2006 menyatakan bahwa faktor yang memengaruhi ibu melahirkan selain di dukun adalah pengetahuan dan sosial ekonomi. Semakin kurang pengetahuan ibu maka kemungkinan ia melahirkan di dukun semakin sering.
Menurut asumsi penulis pengetahuan ibu yang kurang tentang persalinan memengaruhi ibu memilih persalinan di rumah oleh bidan. Ibu tidak mengetahui bahwa persalinan di rumah bukanlah tanpa resiko. Keterlambatan rujukan dapat membahayakan nyawa ibu. Banyak penyulit pada saat persalinan yang tidak bisa di deteksi pada saat persalinan, misalnya saja partus macet atau distosia bahu. Sehingga ibu perlu mengetahui tentang pemilihan tempat persalinan yang tepat dan penolong persalinan yang tepat pula.
e. Analisis Komprehensif Variabel Faktor Internal
Hasil distribusi skor pertanyaan faktor Internal (kepercayaan terhadap bidan, takut terhadap intervensi medis, lingkungan persalinan dan pengetahuan tentang persalinan) maka faktor Internal memengaruhi ibu dalam memilih persalinan di rumah sebesar 70% (kategori sedang).
Penyakit dan komplikasi obstetrik tidak semata-mata disebabkan oleh gangguan organik. Beberapa diantaranya ditimbulkan atau diperberat oleh gangguan psikologik. Banyak calon ibu menghadapi kehamilan dan kelahiran anaknya dengan perasaan takut dan cemas. Akan tetapi bidan dapat berbuat banyak dalam membantu wanita untuk mengurangi perasaan takut dan cemas sehingga menimbulkan kepercayaan terhadap bidan tersebut bahwa pendamping persalinan yang profesional untuk dirinya.
Perubahan psikologis keseluruhan seorang wanita yang sedang mengalami persalinan sangat bervariasi, tergantung pada persiapan dan bimbingan antisipasi yang ia terima selama persiapan menghadapi persalinan, dukungan yang diterima wanita dari pasangannya, orang terdekat lain, keluarga dan pemberi perawatan, dan lingkungan tempat wanita itu berada.
Wanita menjadi takut dan khawatir jika berada pada lingkungan yang baru/asing, diberi obat, lingkungan rumah sakit ynag tidak menyenangkan, tidak mempunyai otonomi sendiri, kehilangan identitas dan kurang perhatian. Beberapa wanita menganggap persalinan tidak realistis sehingga mereka merasa gagal dan kecewa. (Rukiyah, A, Y, 2009)
Faktor internal memberikan kontribusi sebesar 70% dalam memengaruhi ibu dalam memilih persalinan di rumah oleh bidan di wilayah kerja puskesmas Labuhan ruku. Variabel-variabel yang termasuk dalam faktor internal merupakan faktor psikologi yang harus dihadapi ibu selama persalinan. Dimana perubahan psikologis ibu seperti perasaan cemas dan takut dalam menghadapi persalinan akan memperparah keadaan ibu dalam persalinan.
Dari keempat variabel yang termasuk dalam faktor internal, maka yang paling memengaruhi ibu dalam memilih persalinan di rumah oleh bidan adalah variabel lingkungan persalinan dimana ibu lebih merasa aman dan nyaman jika bersalin di rumah mereka sendiri.
Lingkungan persalinan atau tempat ibu bersalin sangat mempengaruhi psikologis ibu tersebut. Rumah merupakan tempat yang dimana ibu mendapatkan
dukungan penuh dari orang-orang yang ia kenal dan dia sayangi sehingga ibu merasa rileks dan nyaman dalam menghadapi persalinannya.
Pemilihan rumah sebagai tempat bersalin bagi ibu di wilayah kerja puskesmas Labuhan Ruku karena mereka merasa lebih nyaman dan didampingi oleh keluarga. Selain itu ibu juga sudah percaya bahwa dia didampingi oleh tenaga profesional yang dapat membantunya bila ada kesulitan dalam persalinan yaitu bidan. Sehingga mereka lebih memilih persalinan di rumah dan di tolong oleh bidan.