• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor lain yang mempengaruhi Kinerja Dosen

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.3. Faktor lain yang mempengaruhi Kinerja Dosen

Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah menganalisis disiplinkerja dan kinerja dosen pada Faperta IPB, menganalisis pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja dosenpada Faperta IPB dan merekomendasikan implikasi

manajerial dalam meningkatkan kinerja dosendari aspek–aspek disiplin kerja pada Faperta IPB. Proses pengujian asumsi klasik statistik dilakukan bersama–sama dengan proses uji regresi. Adapun tahapannya adalah sebagai berikut:

1) Uji Normalitas

Uji normalitas data bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variable dependen dan variabel independen mempunyai distribusi normal atau tidak. Uji normalitas data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji kolmogorov–smirnov dengan tingkat kepercayaan 90% atau tingkat α (alfa) sama dengan 0,1. Apabila nilai signifikan kolmogorov–smirnov menunjukkan nilai lebih dari 0,1 maka H0 diterima atau dengan kata lain data terdistribusi normal.

2) Uji Multikolinearitas

Uji multikolinieritas bertujuan untuk melihat apakah dalam suatu model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Uji multikolinieritas yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan variance inflation factor (VIF) dan mengamati nilai tolerance (toleransi). Berikut hasil uji multikolinieritas yang ditampilkan pada Tabel 6.

Tabel 6. Hasil uji Multikolinieritas

Model t Sig. Collinearity Statistics

Tolerance VIF B Std. Error

1 (Constant) 8,545 0,000

Finger Print 1,102 0,272 0,943 1,060

Sertifikasi Dosen 5,706 0,000 0,943 1,060

Sumber : Olah data (Lampiran 5)

Berdasarkan Tabel 6 hasil uji Multikolinieritas menunjukkan bahwa nilai toleransi (tolerance) dari variabel independen (finger print dan sertifikasi dosen) tersebut lebih dari 0,1. Maka hasil uji mengindikasikan bahwa dalam model regresi tidak ditemukan adanya korelasi antar variabel independen.

3) Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu paada periode t–1. Uji autokorelasi yang digunakan adalah Durbin– Watson (DW).Berikut hasil uji autokorelasi yang ditunjukkan pada Tabel 7.

Tabel 7. Hasil uji Durbin–Watson (DW) Model

Durbin– Watson

0,855

a Predictors: (Constant), Finger Print, Sertifikasi Dosen b Dependent Variable: Indeks Kinerja Dosen

Berdasarkan Tabel 7 hasil uji Durbin–Watson menunjukkan nilainya sebesar 0,855 dimana variabel (k) dalam penelitian ini sebesar 2 dan jumlah sampel (n) sebesar 172, maka dalam model regresi penelitian ini terbebas dari asumsi klasik autokorelasi. Nilai uji statistic Durbin–Watson sebesar 85,5% yang artinya tidak terjadi korelasi antar variable atau terbebas dari autokorelasi.

4) Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk melihat apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Uji heteroskedastisitas menggunakan grafik plot antara nilai variabel dependen yaitu ZPRED dengan residualnya SRESID. Berikut hasil uji heteroskedastisitas yang ditampilkan pada Gambar 7.

Gambar 7. Hasil uji Heteroskedastisitas

Berdasarkan Gambar 7 hasil uji Heteroskedastisitas menunjukkan bahwa tidak ada pola tertentu seperti bergelombang atau melebar kemudian menyempit dan melebar kembali.Hal ini menunjukkan bahwa dalam model regresi penelitian ini tidak terjadi heteroskedastisitas atau terbebas dari heteroskedastisitas

Berdasarkan hasil uji asumsi klasik yang sebelumnya telah dilakukan bahwa variabel–variabel yang digunakan dalam model regresi dikatakan tersebar dengan

normal, tidak terjadi korelasi antar variabel, terbebas dari heteroskedastisitas, dan terbebas dari autokorelasi. Hal ini menandakan bahwa data penelitian telah memenuhi syarat untuk melakukan analisis regresi.

Proses Pengujian hipotesis menggunakan pengujian statistik secara parsial (uji t) dan secara keseluruhan (uji F). Adapun tahapannya adalah sebagai berikut:

1) Uji Simultan (Uji F)

Data penelitian telah memenuhi syarat untuk melakukan analisis regresi (dapat dilihat pada Lampiran 5). Tujuan uji F untuk melihat tingkat signifikan pengaruh koefisien variabel independen secara bersama–sama terhadap variabel dependen. Tabel Anova mengindikasikan bahwa regresi berganda secara statistik sangat signifikan dengan uji statistik F= 19,493 dan derajat kebebasan k= 2 dan n– k–1= 172–2–1= 169 serta p–value (sig.)= 0 lebih kecil dari α= 0,05. Uji F menguji hipotesis H0: β1= β2= 0 terhadap H1: β1 dan β1 tidak semuanya nol, dari p–value=

0.000 yang lebih kecil dari α= 0,05, terlihat bahwa H0: β1= β2= 0 ditolak secara sangat signifikan. Hal ini berarti bahwa secara koefisien regresi β1dan β2 bernilai nol menunjukkan bahwa faktor finger print dan sertifikasi dosen secara bersama– sama signifikan mempengaruhi kinerja dosen.

Tujuan uji F untuk melihat tingkat signifikan pengaruh koefisien variabel independen secara keseluruhan atau bersama–sama terhadap variabel dependen. Penelitian ini menunjukkan bahwa Finger print secara serempak dengan serdos mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja dosen.

2) Uji Parsial (Uji t)

Tujuan uji t adalah untuk melihat tingkat signifikan pengaruh tiap koefisien variabel independen terhadap variabel dependen secara individual. Berdasarkan uji parsial untuk menguji apakah masing–masing koefisien regresi signifikan parameter individual menunjukkan bahwa faktor finger print mempengaruhi kinerja dosen dan sertifikasi dosen sangat kuat mempengaruhi kinerja dosen. Hal ini ditunjukkan bahwa variabel finger print H0: β1= 0 terhadap H1: β1≠0 dengan hasil uji–t: t= 1,102 dengan derajat kebebasan n–k–1= 169 dan p–value= 0,272

yang lebih besar dari α= 0,05. Selanjutnya variabel sertifikasi dosen H0: β2= 0 terhadap H1: β2≠0, hasil uji–t: t= 5,706 dengan derajat kebebasan n–k–1= 169 dan p–value= 0,000 yang lebih kecil dari α= 0,05, hal ini merupakan bukti kuat

penolakan H0: β2= 0. Berdasarkan besarnya nilai signifikan bahwa dalam model regresi berganda faktor sertifikasi dosen memiliki pengaruh cukup besar terhadap kinerja dosen dibandingkan faktor finger print memilikipengaruh lebih rendah daripada sertifikasi dosen terhadap kinerja dosen.

Untuk mengetahui kekuatan hubungan antara finger print dan sertifikasi dosen dengan kinerja dosen dan informasi faktor–faktor yang mempengaruhi penilaian indeks kinerja dosen secara lengkap tersaji pada Lampiran 1 dan 2. Berikut ini akan dihitung koefisien analisis regresi.

Y= 10,293 + 0,016 X1 + 7,19 X2 + 5,145 Keterangan:

X1: Finger Print X2: Sertifikasi Dosen Y : Indeks Kinerja Dosen

Setiap peningkatan satu unit variabel finger print (X1) yang ditunjukkan pada tingkat atau jumlah kehadiran Dosen maka berpengaruh pada kenaikkan kinerja dosen karyawan sebesar 0,016 satuan, dengan variabel sertifikasi dosen (X2) dianggap tetap. Begitu juga untuk variabel sertifikasi dosen, setiap peningkatan satu unit variabel sertifikasi dosen (X2) maka berpengaruh pada kenaikkan kinerja dosen sebesar 7,19 satuan, dengan variabel finger print (X1) dianggap tetap. Sertifikasi dosen merupakan variabel tertinggi yang mempengaruhi kinerja dosen artinya semakin meningkat sertifikasi dosen maka akan berdampak pada kinerja yang semakin tinggi. Sertifikasi dosen akan meningkatkan kreativitas dan kualitas kinerja, mewujudkan penjamin mutudosen, meningkatkan mutu pendidikan yang tinggi dan melalui sertifikasi dosen berkesempatan memperoleh tunjangan dosen sehingga terbantu memiliki pendapatan yang lebih baik dan kesejahteraan yang lebih baik.

Variabel kedua tertinggi yang mempengaruhi kinerja dosen adalah finger print artinya semakin tinggi tingkat kehadiran maka akan berdampak pada semakin tingginya kinerja dosen. Disiplin dalam tingkat kehadiran pada finger print dapat memotivasi Dosen untuk meningkatkan produktivitas kerja yang menentukan kinerja mereka. Dosen telah melaksanakan tanggungjawabnya dengan memanfaatkan finger print yang didasari pada kesadaran penuh dalam mentaati dan mematuhi serta mengerjakan semua tugas pekerjaannya dengan baik.

Tujuan uji t adalah untuk melihat tingkat signifikan pengaruh tiap koefisien variabel independen terhadap variabel dependen secara individual. Penelitian ini menunjukkan bahwa:

d. Finger Print berpengaruh secara positif terhadap kinerja, artinya setiap Dosen Faperta IPB yang meningkatkan kehadiran maka dapat menaikkan kinerja atau dapat mempunyai pengaruh positf terhadap kinerja dosen.

e. Sertifikasi dosen berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja, artinya meningkatkan pemberian sertifikat pada Dosen makaakan meningkatkan kinerja dan menurunkan serdos maka kinerja dosen menurun.

Dokumen terkait