• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEOR

B. Temuan Penelitian

3. Faktor Pendukung dan Penghambat manajemen

1) Faktor Pendukung Manajemen Sekolah Berbasis Pesantren

Dalam setiap pelaksanaan suatu kegiatan pasti mengalami faktor yang mendukung dan menghambat, misal lembaga pendidikan seperti sekolah atau pesantren. Berkaitan dengan hal itu kegiatan SMK Pancasila juga mengalami hal yang demikian.

Untuk mengetahui apa saja yang menjadi faktor pendukung berikut

penjelasan “SM” adalah:

“Adanya hubungan yang harmonis seperti kekeluargaan yang baik antara

pemilik yayasan, kepala sekolah, dewan guru, dewan ustadz/ustadzah dan semua siswa ataupun santri yang berada di pondok pesantren pancasila

sehingga terciptanya suasana yang harmonis.”(wawancara 2 September

2015)

Selain itu TS mengatakan mengenai faktor pendukung dalam melaksanakan manajemen sekolah berbasis pesantren di SMK Pancasila yaitu.

“Terlaksananya program-program kerja SMK Pancasila ini memiliki daya

dukung yang lebih dari pada SMK yang lainnya yaitu dari segi agama karena selain di beri ilmu umum ketika KBM di sekolah juga di ajarkan beberapa ilmu agama ketika mengikuti kajian yang sesuai degan program

dari pesantren” (2 September 2015 di ruang guru)

Selain siswa mendapatkan pengetahuan plus tentang ilmu agama dibanding sekolah-sekolah pada umumnya. Daya dukung yang lain yakni pendapat dari MH selaku dewan asatidz yang mengajarkan ilmu agama ketika semua siswa mnegikuti pengajian di pondok pesantren mengatakan:

“menurut saya sebagai dewan asatidz yang mengajarkan ilmu agama,

banyak mengenai daya dukung yang sudah menunjang lancarnya manajemen di SMK Pancasila ini karena adanya kesinambungan antara

kegiatan extra sekolah dengan pondok salah satunya yaitu extra Qori’

melatih seni baca Al-Qur’an yang baik.”(wawancara 25 september 2015 di

ruang guru)

Selain faktor pendukung yang memperlancar kegiatan belajar mangajar di SMK Pancasila sebagaimana yang telah disebutkan diatas, tentunya juga ada kendala-kendala atau permasalahan yang dapat menghambat proses pendidikan. 2) Faktor Penghambat manajemen sekolah berbasis pesantren di SMK Pancasila.

Untuk mengetahui hal-hal yang menghambat pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di SMK Pancasila adalah sebagai berikut:

“Terlalu banyaknya kegiatan yang mengakibatkan siswa kurang waktu

istirahat dan untuk belajar sehingga out put/ hasil belajarnya jauh dari

harapan/ tidak maksimal.”(wawancara 25 Agustus 2015 di ruang kepala

sekolah)

Penuturan SM senada dengan penuturan ARW yaitu:

“Sarana yang kurang memadai, Pembagian waktu atau jadwal menjadi

kendala utama mengingat aktivitas santri sangat padat mulai bangun tidur

hingga tidur lagi.”(wawancara 25 Agustus 2015 )

Penuturan yang hampir sama juga di kemukakan oleh salah seorang siswa AS yaitu:

“sulit membagi waktu antara kegiatan pondok pesantren dan sekolah yang

terjadi secara bersamaan”(wawancara 25 Agustus 2015 di depan kelas XI)

Dari pemaparan di atas, pasti ada lika-liku yang mewarnai proses pendidikan di SMK Pancasila. ada hal-hal yang menghambat adapula yang mendukung. Proses pendidikan di SMK Pancasila dapat berjalan lancar sampai sekarang karena adanya semangat kerja sama, niat hati yang ikhlas, usaha yang keras, serta dukungan ketua yayasan, kepala sekolah, seluruh dewan guru, dewan asatidz, semua siswa siswi SMK pancasila dan Masyarakat sekitar serta dari berbagai pihak yang mendukung baik secara morilatau materiil.

BAB IV

ANALISIS DATA

A. Konsep Manajemen Sekolah berbasis Pesantren di SMK Pancasila Kota Salatiga

Berdasarkan hasil wawancara dan hasil observasi yang dilakukan di SMK Pancasila yang berbasis pesantren menghantarkan penulis pada kejelasan terkait Implementasi manajemen sekolah berbasis pesantren. Adapun peneliti merangkum dalam beberapa bagian.

1. Konsep Manajemen Sekolah Berbasis Pesantren SMK Pancasila

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, mennggunakan metode wawancara serta melakukan pengamatan secara mendalam. Dapat kita temukan beberapa data penting terkait konsep manajemen sekolah berbasis pesantren di SMK Pancasila Salatiga.

Seperti yang telah dikemukakan oleh kepala sekolah SM dan KN pada bagian sebelumnya menuturkan konsep manajemen sekolah berbasis pesantren yang di terapkan di SMK Pancasila adalah sama seperti sekolah-sekolah pada umumnya hanya saja SMK Pancasila berada di satu yayasan Darul Mukhlasin Pondok Pesantren pancasila. SMK Pancasila bisa dikatakan hampir sama dengan boarding school. Boarding school merupakan model pendidikan yang populer di Indonesia yang menggabungkan antara pendidikan umum dan agama. Sistem

boarding school yang paling menonjol adalah adanya asrama bagi siswa dan menggabungkan sistem pendidikan umum dengan sistem pesantren. Dari beberapa penuturan di atas penulis menyimpulkan dengan melihat jadwal yang ada dan 97% siswa yang bersekolah di SMK Pancasila tinggal di pesantren dan adanya kerjasama yang baik antara pihak sekolah dan pesantren.

Konsep manajemen yang dilaksanakan di SMK Pancasila ini tidak hanya mengedepankan ilmu umumnya saja akan tetapi juga mengajarkan ilmu agama kepada siswa siswinya ketika berada di Pon-Pes karena SMK Pancasila ini berbasis pesantren sehingga tidak menutup kemungkinan bagi semua siswa siswinya yang menimba ilmu disana mendapatkan banyak ilmu yang bisa digunakan untuk bekal hidup di Dunia ini. Maka dari itu beliau SM mengatakan sistem pembelajarannya sama dengan Boarding school.

Boarding School adalah sistem sekolah dengan asrama, dimana peserta didik dan juga para guru dan pengelola sekolah tinggal di asrama yang berada dalam lingkungan sekolah dalam kurun waktu tertentu biasanya satu semester diselingi dengan berlibur satu bulan sampai menamatkan sekolahnya dengan tujuan adanya kemudahan untuk menjadikan hasil lulusan dari sekolah yang berbasis Boarding School berbeda dengan sekolah lainya karena adanya pengawasan yang lebih.

(http://teoriku.blogspot.com/2013/03/pengertian-boardingschool.html) diakses

pada 3/9/2015 pukul 11:42)

Data hasil penelitian menemukan bahwa sistem pembelajaran SMK Pancasila dengan mengedepankan 2 ilmu yaitu ilmu umum dan ilmu akhirat

(pesantren) dengan kedua sistem ini dipadukan antara pendidikan agama dengan pendidikan ilmu umum juga diajarkan.

Pada dasarnya konsep manajemen sekolah di SMK Pancasila yang berbasis pesantren ini berusaha bagaimana dalam mendidik siswa siswinya itu berjalan dengan baik yang sesuai dengan visi dan misi yang sudah ada di SMK Pancasila.

Sebagaimana yang telah disampaikan KN mengenai konsep manajemen sekolah dalam mengatur semua komponen-komponen yang ada di SMK Pancasila mengenai jadwal kegiatan pembelajaran yang sudah tertata dengan rapi, sehingga semua dewan guru dalam menjalankan pembelajaran dapat berjalan dengan lancar sesuai visi misi dan tujuan yang di inginkan. Walaupun sebagian besar siswa-siswi di SMK Pancasila telah disibukkan dengan kegiatan belajar di pesantren.

Metode pembelajaran merupakan cara yang di tempuh guru untuk memudahkan siswa memperoleh ilmu pengetahuan, menumbuhkan pengetahuan ke dalam diri penuntut ilmu, dan menerapkan dalam kehidupan. SMK Pancasila juga menerapkan berbagai macam metode pembelajaran yaitu:

a) Metode praktek

Metode Pembelajaran Praktek (MPP) adalah sebuah metode pembelajaran dimana peserta didik/ siswa melaksanakan kegiatan latihan atau praktek agar memiliki ketegasan atau keterampilan yang lebih tinggi dari teori yang telah dipelajari. Metode ini umumnya dilaksanakan dalam pendidikan kejuruan, pendidikan profesi, dan diklat (pendidikan dan pelatihan). (http://www.academia.edu/5159402/METODE_PEMBELAJARAN_PRAKTE K) diakses pada 03/09/2015 pukul 10:24.

Peserta didik akan lebih jelas dalam memahami pelajaran yang telah disampaikan oleh Bapak/Ibu Guru, banyak sekali dalam pemyampaian materinya di SMK Pancasila ini yang menggunakan metode ini apalagi dalam materi Produktif/kejuruannya.

b) Metode Ceramah

Metode Ceramah adalah teknik penyampaian pesan penyampaian pesan pengajaran yang sudah lazim di pakai oleh guru di sekolah (Usman, 2002 :34).

Metode ceramah ini juga sering dipraktekkan untuk menyapaikan materi-materi khususnya pada teori-teori yang perlu adanya penjelasan lebih mendalam dari Bapak/Ibu Guru, karena tidak hanya terpaku dengan buku pegangan saja akan tetapi juga perlu adanya materi tambahan agar semakin luas ilmu pengetahuannya.

c) Metode diskusi

Metode diskusi adalah suatu cara mempelajari materi pelajaran dengan memperdebatkan masalah yang timbul dan saling mengadu argumentasi secara rasional dan objektif. Cara ini menimbulkan perhatian dan perubahan tingkah laku anak dalam belajar. Metode diskusi juga dimaksudkan untuk merangsang siswa dalam berfikir secara ritis dan mengeluarkan pendapat secara rasional dan objektif dalam pemecahan suatu masalah (Usman,2002:36).

Dalam menerapkan metode pembelajaran SMK Pancasila antara guru satu dengan yang lain berbeda-beda seperti penuturan ES dalam menjalankan pembelajaran, ES menggunakan metode diskusi dan praktik karena menurut ES metode itu pas dalam pembelajaranya.

Untuk menjadikan mutu sekolah lebih baik dan mengetahui seberapa pemahaman pengetahuan siswa-siswi tentang materi yang telah diajarkan,

SMK Pancasila mengadakan berbagai macam evaluasi pembelajaran, pada dasarnya evaluasi yang dilaksanakan disini sama dengan sekolah pada umunya hanya saja di SMK Pancasila ini lebih ditekankan tentang ahklaknya karena berbasis pondok pesantren.

Sesuai dengan pendapat salah satu dewan guru yaitu TS mengatakan, saya sudah melaksanakan berbagai macam evaluasi pembelajaran mulai dari segi kognitif, afektif dan psikomotor sudah saya usahakan untuk mengevaluasinya, namun dalam segi kognitif (pemikiran penetahuan ) psikomotor (praktek) afektif kasih sayang sosial siswa siswi kami banyak yang merasa keberatan karena adanya tanggung jawab di Pon-Pes yang harus menghafal Nadzom-Nadzom pelajaran, tapi saya tidak henti-hentinya selalu memberi semangat kepada siswa-siswi disini.

Penuturan yang hampir sama juga di kemukakan oleh salah seorang siswa AS mengatakan: ya paling susah bagi pikiran antara pondok dan sekolah kadang-kadang hafalan beberengan dengan ulangan sekolah belum lagi kalau pas ngajinya pulang malam.

Dari pemaparan TS mengenai evaluasi pembelajaran SMK Pancasila sudah melaksanakan berbagai macam evaluasi pembelajaran mulai dari segi kognitif, afektif dan psikomotor akan tetapi dari segi kognitif siswa sangat keberatan karena terbentur dengan kegiatan pesantren yang bersamaan dengan kegiatan sekolah.

2. Implementasi Manajemen Sekolah berbasis Pesantren di SMK Pancasila kota Salatiga

Dari manajemen sekolah berbasis pesantren untuk membuat pendidikan sekolah berjalan dengan baik, seperti manajemen kurikulum, manajemen peserta

didik, menejamen sarana dan prasarana, manajemen personalia, manajemen humas, dan manajemen keuangan. Manajemen merupakan yang mengatur tentang seluruh kegiatan yang ada di sekolah.

1. Manajemen kurikulum

Kurikulum merupakan jantung penyelenggaraan kegiatan di sekolah. Kurikulum yang baik akan memudahkan guru, peserta didik, dan pihak-pihak lain dalam pencapaian tujuan pendidikan.

Manajemen kurikulum merupakan seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan di usahakan secara sengaja dan bersungguh- sungguh serta pembinaan secara kontinyu terhadap situasai belajar mengajar secara efektif dan efisien demi membantu tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan ( Gunawan, 2011:80).

Manajemen kurikulum yang diterapkan di SMK Pancasila adalah kurikulum KTSP yang mengacu pada standar kompetensi dan kompetensi dasar. Untuk memperlancar kegiatan belajar mengajar, di SMK Pancasila. kegiatan belajar mengajar yang di laksanakan bisa berjalan dengan lancar berkat adanya kerja sama antara ketua yayasan, dewan guru, semua wakil kepala sekolah, dewan asatidz yang mengajarkan ilmu agama ketika di pesantren semua siswa-siswi SMK Pancasila dan masyarakat sekitar sekolah

Dalam perencanaan proses pembelajaran yang akan dilaksanakan oleh SMK Pancasila merancang kegiatan yang akan dijalankan dalam masa satu tahun pelajaran. Perencanaan adalah sejumlah kegiatan yang ditentukan sebelumnya untuk dilaksanakan pada suatu periode tertentu dalam rangka mencapai tujuan yang ditetapkan (Usman, 2006:48).

Dalam perencanaan SMK Pancasila mengadakan raker (rapat kerja) membahas perencanaan pembelajaran, kalender pendidikan, kegiatan penerimaan peserta didik baru, masa orientasi peserta didik baru, penyusunan program taunan, semesteran, harian, yang nantinya akan menjadi rumusan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja sekolah.

Kurikulum SMK Pancasila yang telah direncanakan sudah terlaksana dengan baik dan bagus, mulai dari dewan guru dan semua pihak yang ada didalamnya semangat untuk melaksanakan hasil perencanaan tersebut dengan satu tujuan untuk mencapai hasil yang maksimal memajukan sekolah dan mencetak lulusan yang baik.

Dapat kita temukan beberapa data penting terkait pelaksanaan manajemen kurikulum di SMK Pancasila Salatiga. Pengelolaan kurikulum menjadi amat penting dalam melaksanakan roda pendidikan. Manajemen kurikulum menjadi elemen pendukung terhadap operasionalisasi lembaga atau yayasan pendidikan, yaitu sekolah di bawah naungan lembaga atau yayasan pendidikan Islam.

2. Manajemen Kesiswaan

Manajemen kesiswaan atau manajemen kemuridan (peserta didik) merupakan salah satu bidang manajemen sekolah. Manajemen kesiswaan adalah penataan dan pengaturan terhadap kegiatan yang berkaitan dengan peserta didik mulai masuk sekolah hingga keluarnya peserta didik dari suatu sekolah. Manajemen kesiswaan bertujuan untuk mengatur berbagai kegiatan dalam bidang kesiswaan agar kegiatan pembelajaran di sekolah dapat berjalan lancar, tertib, dan teratur serta mencapai tujuan pendidikan sekolah (Mulyasa, 2009:46)

Seperti yang terjadi SMK Pancasila Salatiga. Dalam kegiatan penerimaaan siswa baru, SMK Pancasila berkerja sama dengan pihak yayasan membentuk panitia kecil peneriamaan siswa dan santri baru karena 97% siswa juga merupakan santri di pondok pesantren pancasila, selain itu juga dibentuk pengorganisasian siswa seperti OSIS sebagai wujud terlaksanakannya program pengorganisasian sekaligus sebagai salah satu organisasi di dalam lingkup sekolah yang membantu proses kerja Wakabid Kesiswaan mengenai kemajuan kegiatan baik KBM atau Extra di luar KBM.

3. Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan sekolah adalah seluruh proses kegiatan yang di rencanakan dan dilaksanakan atau diusahakan secara sengaja dan sungguh- sungguh, serta pembinaan secara kontinu terhadap biaya operasional sekolah sehingga kegiatan pendidikan lebih efektif dan efisien serta membantu pencapaian tujuan pendidikan (Daryanto, 2013:141). Sumber keuangan dan pembiayaan pada suatu sekolah secara garis besar dapat dikelompokan atas tiga sumber, yaitu (1) pemerintah, baik pemerintah pusat, daerah maupun kedua- duanya, yang bersifat umum atau khusus dan diperuntukkan bagi kepentingan pendidikan; (2) orang tua atau peserta didik; (3) masyarakat baik mengikat atau tidak mengikat. Berkaitan dengan penerimaan keuangan dari orang tua dan mayarakat ditegaskan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional 1989 bahwa karena keterbatasan kemampuan pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan dana pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, dan orang tua (Mulyasa, 2002:41).

Manajemen keuangan sekolah dapat diartikan sebagai rangkaian aktivitas mengatur keuangan sekolah mulai dari perencanaan, pembukuan, pembelanjaan,

pengawasan dan pertanggung-jawaban keuangan. Dalam mengatur keuangan sekolah, seorang bendahara perlu memiliki prinsip kerja yang baik, dengan tujuan dalam mengatur keuangan sekolah bendahara dapat mempertanggung jawabkan kinerjanya kepada kepala sekolah, guru dan siswa.

Dalam mengatur dan membuat laporan keuangan LI bendahara SMK Pancasila, memiliki prinsip: Dalam mengatur keuangan harus bersifat Transparansi (adanya keterbukaan) dalam mengelola suatu kegiatan dan Pertanggung jawaban pemakaian uang sekolah harus sesuai dengan kebutuhan sekolah.

Sumber dana yang digunakan untuk pemenuhan kebutuhan SMK Pancasila berasal dari berbagai sumber, sumber dananya adalah berasal dari dana BOS, dari pemerintah, uang SPP,dan dari yayasan, adapun dalam memanajemen keuangan SMK Pancasila terbagi menjadi dua bagian yakni bendahara sekolah dan kemudian di teruskan oleh bendahara pusat dengan maksud adanya kesesuaian antara uang masuk dan uang keluar yang dipergunakan untuk keperluan sekolah ataupun keperluan pembayaran pondok pesantren, karena sistem pembayarannya melalui satu pintu yaitu melalui bendahara Yayasan.

4. Manajemen Sarana dan Prasarana.

Manajemen sarana prasarana merupakan satu komponen penting dalam proses kegiatan pembelajaran di suatu sekolah. Manajemen sarana prasarana merupakan seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja dan bersungguh-sungguh serta pembinaan secara kontinu terhadap benda- benda pendidikan, agar senantiasa siap pakai dalam proses belajar mengajar semakin efektif dan efisien guna membantu tercapinya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan (Gunawan, 2011:144).

Peningkatan fasilitas sarana prasarana sekolah merupakan hal penting dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan di suatu lembaga pendidikan. Kegiatan sarana prasaran tidak akan berjalan dengan baik manakala perencanaan, pemeliharaan dengan didorong pemasukan dana dari manajemen keuangan yang baik, dalam perawatan sarana prasaran SMK Pancasila mengikut sertakan peran aktif pengurus pesantren karena merekalah yang setiap waktu ada dan bersama para siswa.

5. Manajemen Personalia

Manajemen personalia merupakan seluruh proses kegiatan yang di rencanakan dan diusahakan secara sengaja dan bersungguh sungguh serta pembinaan secara kontinu para pegawai disekolah, sehingga mereka dapat membantu menunjang kegiatan-kegiatan sekolah secara efektif dan efisien demi tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan (Gunawan, 2011:21).

Manajemen tenaga kependidikan atau manajemen personalia SMK Pancasila bertujuan bertujuan untuk mendayagunakan tenaga kependidikan secara efektif dan efisien untuk mencapai hasil yang optimal, namun tetap dalam kondisi menyenangkan. Sehubungan dengan itu, fungsi pesonalia yang harus dilaksanakan pimpinan adalah menarik, mengembangkan, menggaji, dan memotivasi personil guna mencapai tujuan sistem, membantu anggota mencapai posisi dan standar perilaku, memaksimalkan perkembangan karier tenaga kependidikan, serta menyelaraskan tugas individu dan organisasi.

Adapun syarat untuk menjadi dewan guru di SMK Pancasila harus memenuhi syarat ketenaga pendidikan diantaranya guru minimal SI sesuai kualifikasi kependidikannya. Dalam peningkatan kualitas pendidik, SMK Pancasila memiliki program kerja mengikut sertakan pendidiknya dalam beberapa

kegiatan di antaranya MGMP, pelatihan-pelatihan, bintek, workshop atau diklat terkait dengan keguruan.

6. Manajemen Hubungan Masyarakat

Hubungan Masyarakat adalah rangkaian kegiatan organisasi dalam suatu instansi untuk menciptakan hubungan yang harmonis dengan masyarakat atau pihak –pihak tertentu di luar organisasi tersebut, agar mendapat dukungan terhadap efisiensi dan efektivitas pelaksanaan kerja secara sadar dan suka rela (Nawawi, 1984:73)

Selain berinteraksi dengan masyarakat sekitar sekolah lembaga/yayasan, dan santri-santri Pesantren, SMK Pancasila juga membagun hubungan baik dengan warga sekitar sekolah, wali santri, sekolah-sekolah lain di sekitar kota salatiga atau luar kota salatiga, pemerintah kota salatiga, kemenag, diknas, sehingga dengan terbentuknya hubungan yang baik ini akan sangat mendukung perkembangan dan peningkatan kualitas sekolah khususnya kegiatan belajar mengajardi SMK Pancasila.

3. Faktor Pendukung Dan Penghambat Manajemen Sekolah Berbasis Pesantren Di SMK Pancasila

Berbagai upaya telah dilakukan oleh kepala sekolah, dewan guru, pengasuh, ustadz/ustadadzah, akan tetapi dalam melaksanakan kegiatan manajemen sekolah di SMK Pancasila yang berbasis pesantren tentunya ada hal-hal yang mendukung dan ada hal-hal yang menghambat proses pendidikan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di SMK Pancasila.yang berbasis Pesantren Penulis mendapatkan gambaran sebagai berikut:

a. Adanya hubungan yang harmonis seperti kekeluargaan yang baik antara pemilik yayasan, kepala sekolah, dewan guru, dewan ustadz/ustadzah dan semua siswa ataupun santri yang berada di pondok pesantren pancasila sehingga terciptanya suasana yang harmonis

b. Terlaksananya program-program kerja SMK Pancasila ini memiliki daya dukung yang lebih dari pada SMK yang lainnya yaitu dari segi agama karena selain di beri ilmu umum ketika KBM di sekolah juga di ajarkan beberapa ilmu agama ketika mengikuti kajian yang sesuai degan program dari pesantren.

2. Faktor penghambat

a. Kondisi Siswa dalam pelaksanannya manajemen sekolah pendidikan di SMK Pancasila mengalami hambatan yang mempengaruhi fisik anak, karena siswa selain mengikuti pembelajaran disekolah juga mengikuti kegiatan pondok mulai dari fisik yang kurang maximal untuk mengikuti kegiatan sekolah, yang sebelumnya telah mengikuti kegiatan di pesantren pada malam harinya dan sebelum berangkat sekolah, sehingga dalam pembagian fikiran siswa agak berkurang

b. Sarana prasarana

Sebagaimana penuturan ARW: Sarana yang kurang memadai, Pembagian waktu atau jadwal menjadi kendala utama mengingat aktivitas santri sangat padat mulai bangun tidur hingga tidur lagi.

Kurang terpenuhinya sarana prasarana yang menunjang pembelajaran Selain itu juga dikarenakan minimnya tenaga pendidik yang menetap di sekolah karena sebagian besar guru tidak menetap di sekolah

Sebagaimana penuturan TS seperti ini,Terlalu banyaknya kegiatan yang mengakibatkan siswa kurang waktu istirahat dan untuk belajar sehingga out put/ hasil belajarnya jauh dari harapan/ tidak maksimal.

Hal sama juga di utaraka oleh seorang siswa AS,

Sulit membagi waktu antara kegiatan pondok pesantren dan sekolah yang terjadi secara bersamaan

Terbenturnya kegiatan sekolah dengan kegiatan di pondok pesantren yang dimaksud disini adalah bagi siswa yang merasa kesulitan untuk membagi waktunya antara membagi waktunya untuk memikirkan pelajaran sekolah dan membagi fikirannya untuk memikirkan pelajaran di pondok pesantren, sehingga kebanyakan siswa yang mengikuti kegiatan di sekolah mengalami kendala dalam memahami pelajaran sekolah.

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian mengenai manajemen sekolah berbasis pesantren di SMK Pancasila Kota Salatiga tahun 2015 dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Konsep manajemen sekolah berbasis pesantren yang di kembangkan di SMK Pancasila merupakan perpaduan antara model sekolah dengan pesantren, konsep perpaduan tersebut sebagai berikut: Perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dan evaluasi pendidik. menggunakan sistem sekolah yang di padukan dengan sistem pesantren. Konsep tersebut melalui sistem boarding ( asrama ).

2. Implementasi Manajemen sekolah berbasis pesantren di SMK Pancasila meliputi manajemen kurikulum, manajemen personalia, manajemen kesiswaan, manajemen humas, manajemen sarana dan prasarana, manajemen keuangan. a) Manajemen Kurikulum SMK Pancasila

Manajemen kurikulum yang diterapkan di SMK Pancasila adalah kurikulum KTSP yang mengacu pada standar kompetensi dan kompetensi dasar.

b) Manajemen Kesiswaan SMK Pancasila

Dalam kegiatan penerimaaan siswa baru, SMK Pancasila berkerja sama

Dokumen terkait