BAB III PRATIK PENGALIHAN PENGASUHAN ANAK ORANG TUA
B. Praktik Pengalihan Pengasuhan Anak Orang Tua Karir
2. Faktor Penyebab Pengalihan Pengasuhan Anak
Masalah ekonomi adalah masalah yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Semakin tingginya kebutuhan hidup dan kurangnya penghasilan suami untuk memenuhi kebutuhan hidup merupakan faktor yang mengharuskan para istri mencari pekerjaan dengan harapan dapat membantu ekonomi keluarganya. Untuk dapat memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Pada dasarnya seorang istri enggan untuk meninggalkan anaknya. Namun kondisilah yang memaksakan untuk meninggalkan anaknya.
Seperti alasan yang dikemukakan oleh Ibu NK yang mengatakan bahwa alasan ia bekerja dan mengalihkan pengasuhan anaknya kepada orang lain adalah masalah ekonomi. Gaji suaminya yang bekerja sebagai karyawan swasta tidak dapat memenuhi kebutuhan keluarganya. Untuk itu ia bermaksud untuk membantu suaminya untuk bekerja.
Penghasilan yang didapat oleh suaminya yaitu Bapak AM perbulan adalah 1.200.000. dengan penghasilannya itu masih di potong untuk transportasi sehari-hari untuk berangkat kerja dan sebagainya kurang lebih Rp 150.000. Kemudian cicilan motor yang belum lunas yaitu sebesar Rp 500.000. masih sisa Rp 600.000 jika digunakan untuk makan, kebutuhan anak yang masih balita dan keperluan sehari-hari dirasa kurang, untuk itu Ibu NK berinesiatif untuk bekerja sebagai karyawan pabrik dengan penghasilan perbulan yaitu Rp 1.400.000. dari hasil kerjanya Ibu NK dapat membantu kebutuhan keluarganya tersebut. Kemudian untuk biaya investasi untuk anak Ibu NK belum bisa menabung karena, uang yang didapat oleh Bapak AM dan Ibu NK hanya digunakan untuk kebutuhan sehari- hari.
Alasan yang dikatakan oleh Ibu DF untuk mengalihkan hak asuhnya juga masalah ekonomi. Suaminya yang sebagai pekerja buruh serabutan dan gaji suami yang tidak menentu memaksa ia untuk bekerja dan mengalihkan pengasuhan anaknya kepada orang lain.
Penghasilan dari Bapak BA adalah tidak menentu, karena kadang ada pekerjaan dan kadang juga tidak ada. Jika ia mendapatkan pekerjaan gaji yang didapat kurang lebihnya adalah Rp 50.000 perharinya. Tetapi itu tidak menentu, untuk makan biaya anak dan keperluan sehari-hari tidak cukup jika hanya mengandalkan gaji dari suaminya. maka dari itu Ibu DF memutuskan untuk bekerja sebagai
karyawan pabrik dengan jumlah gaji pokok yaitu Rp 1.400.000. jika ada lemburan maka gaji dari Ibu DF akan bertambah. Akan tetapi penghasilan yang diperoleh Ibu DF digunakan untuk transportasi setiap harinya dan juga untuk membayar cicilan motor yang harus dibayarnya. Sedangkan uang yang digunakan untuk investasi anak belum ada karena penghasilannya itu dirasa kurang memenuhi kebutuhannya.
Kemudian alasan yang dikemukakan oleh Ibu UM dan Ibu DM adalah juga karena faktor ekonomi dan peluang untuk bekerja di luar kota lebih mudah dibandingkan di dalam kotanya sendiri. Dengan minimnya peluang yang ada didaerah mereka tinggal, mereka memutuskan untuk bekerja diluar kota demi memenuhi kebutuhan keluarganya dan sekolah untuk anak-anak mereka.
b. Faktor usia
Memiliki usia yang masih muda adalah merupakan faktor pendukung untuk melakukan sebuah pekerjaan. Pada era sekarang ini yang dibutuhkan adalah tenaga yang berumur masih muda. Selain itu karena usianya yang masih muda menimbulkan keinginan untuk bersama teman-temanya masih tinggi.
Seperti alasan yang dikatakan oleh Ibu NK. Ibu NK merupakan seorang ibu yang masih berumur 21 tahun. Usia yang masih sangat muda untuk dikatakan sebagai seorang ibu. Untuk itu, alasan ia mengalihkan pengasuhan anaknya kepada orang lain adalah ingin
bekerja karena usianya yang masih muda dan masih kuat untuk berkarir. Selain ingin berkarir dan usia ia juga ingin bergaul bersama teman-teman sebayanya. Tetapi keputusan Ibu NK untuk bekerja mengharuskan ia untuk menitipkan anaknya kepada orang lain yang memiliki dampak terhadap anaknya yang masih bayi.
Kemudian alasan dari Ibu DF dan Ibu TR, mereka mengatakan karena usianya masih bisa dikatakan muda dan masih cukup untuk melakukan pekerjaan dapat dimanfaatkan untuk berkarir. Meskipun harus meninggalkan anak-anaknya dalam pengasuhan orang lain. c. Faktor Pendidikan
Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan. Dengan menpunyai pendidikan yang tinggi akan lebih mudah untuk mengembangkan kreatifitas, dan potensi. Pendidikan juga akan menjadikan manusia memiliki pandangan, pengalaman, serta wawasan yang dapat di praktikan dalam kehidupanya. Manfaat dari pendidikan adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak seseorang.
Seperti yang dikatakan oleh ibu TR, alasan ia mengalihkan pengasuhan anaknya kepada orang lain adalah karena Ibu TR memiliki pendidikan yang tinggi, yang harus disalurkan ilmu yang telah didapatkan di masa kuliahnya. Ibu TR juga merasa jika ilmu yang ia punyai tidak disalurkan akan menjadi sia-sia. Dan juga dengan pendidikannya yang tinggi ia merasa malu jika tidak bekerja.
d. Faktor kebosanan
Kebosanan atau perasaan bosan terhadap suatu hal meskipun sepele tapi bisa juga berdampak serius. Kebosaanan itu sendiri adalah keadaan dimana pikiran mengiginkan perubahan, mendambakan sesuatu yang baru, dan mengiginkan berhentinya rutinitas hidup dan keadaan yang monoton dari waktu ke waktu. Sebuah cara yang logis untuk mengatasi perasaan bosan adalah dengan mencari sesuatu yang mengairahkan untuk dilakukan.
Seperti hal nya yang dilakukan oleh Ibu NK, Ibu DF, dan Ibu TR. Menurut pengakuannya mengapa mereka melakukan pengalihan pengasuhan anaknya kepada orang lain adalah karena merasa bosan. Mereka bosan jika dirumah yang mereka lakukan itu saja. Untuk itu mereka berusaha mengatasi perasaan bosannya dengan cara mencari kegiatan dan kesibukan yaitu memutuskan untuk bekerja dan mencari suasana yang baru bersama teman-teman kerja lainya ditempat mereka bekerja. Dengan bersama teman-temannya mereka mengaku akan bisa lebih asyik dari pada diam diri dirumah.
Dengan perasaan bosan yang dirasakan oleh mereka dirumah menyebabkan suatu hal yang tidak baik. Yaitu mengharuskan kehilangan waktu yang seharusnya mereka dapatkan dengan keluarganya. Sebenarnya rasa bosan itu akan hilang dengan cara ia menikmati setiap apa yang akan ia lakukan.