BAB II : PENGATURAN TINDAK PIDANA PENYIMPANGAN
B. Faktor Penyebab Terjadinya Penyimpangan Seksual
59 Dalam ilmu jiwa, fiksasi adalah terhentinya perkembangan kepribadian pada tingkat pradewasa.
60 Didi Junaedi, Op.Cit., 2016, Hal. 75.
61 Ali Akbar Dan Yusuf Abdullah Puas, Bimbingan Seks Remaja, Jakarta, Pustaka Antara, 1989, Hal. 89.
Pada umumnya homoseks dapat terjadi kepada pada semua orang tanpa melihat faktor pendidikan dan ekonomi.62 Kartini Kartono mengemukakan banyak teori yang menjelaskan sebab-sebab homoseksual, antara lain:63
a. Faktor herediter berupa ketidakseimbangan hormon-hormon seks.
Faktor ini biasa juga disebut dengan teori “gay gene”.
b. Pengaruh lingkungan yang tidak baik/tidak menguntungkan bagi perkembangan kematangan seksual yang normal.
c. Seseorang selalu mencari kepuasan relasi homoseks, karena ia pernah menghayati pengalaman homoseksual yang menggairahkan pada masa remaja.
d. Seorang anak laki-laki pernah mengalami pengalaman traumatis dengan ibunya, sehingga timbul kebencian /antipati terhadap ibunya dan semua wanita. Lalu muncul dorongan homoseksual yang jadi menetap.
Imam Santoso Sukardi menyatakan bahwa etiologi (sebab-sebab terjadinya) homoseksual atau lesbian merupakan suatu yang kompleks. Kompleks dalam pengertian yang pertama, yaitu faktor penyebabnya yang merupakan keterpaduan dan interaksi antara beberapa faktor dalam proses perkembangan individu yang bersangkutan. Dari aspek ini tidak ada penampilan homoseksual tau lesbian secara tiba-tiba, yang pasti ada prosesnya. Yang kedua, tingkah laku homoseksual atau lesbian merupakan perpaduan antara potensi yang ada pada diri seseorang dengan kecenderungan yang ada di lingkungannya.64
2. Faktor Penyebab Terjadinya Pedofilia Penyebab pedofilia di antaranya:65
62 Didi Junaedi, Op.Cit., Hal. 38.
63 Kartono, Kartini, Psikologi Abnormal Dan Abnormalitas Seksual, Bandung, Mandar Maju, 1989, Hal. 248.
64 Imam Santoso Sukardi, Psikoproblem: Masalah Mengenal Dan Mengatasi Psikologis Sehari-hari, Jakarta, PT Pustaka Utama Grafiti, 1995, Hal. 307.
65 Siska lis sulistiani, Op.Cit., Hal. 79.
a. Hambatan dalam perkembangan psikologis yang menyebabkan ketidakmampuan penderita menjalin relasi heterososial dan homososial yang wajar;
b. Kecenderungan kepribadian antisosial yang ditandai dengan hambatan perkembangan pola seksual yang matang disertai oleh hambatan perkembangan moral;
c. Terdapat kombinasi regresi, ketakutan impotent, serta rendahnya tatanan etika dan moral.
Pada beberapa kasus, pedofilia dilatarbelakangi pengalaman tidak menyenangkan secara seksual pelaku di masa lalunya yang serupa dengan tindakan pedofil. Seorang tersangka kasus pelecehan seksual di JIS (Z) mengungkapkan, bahwa ia pernah menjadi korban sodomi yang dilakukan oleh William James Vahey. Menurut Edwin M. Lemert, seseorang menjadi orang menyimpang karena proses melabeli berupa julukan, cap, dan merk yang ditujukan oleh masyarakat maupun lingkungan sosialnya. Mulanya seseorang akan melakukan penyimpangan primer yang mengakibatkan hidup menyimpang dan menghasilakan karir menyimpang. Z merupakan korban dari William James kemudian karena ia merasa terbeli secara pasif akhirnya ia melakukan hal yang sama kepada orang lain.66
3. Faktor Penyebab Terjadinya Incest (Sumbang)
Ada beberapa faktor utama yang menyebabkan terjadinya sumbang:67 a. Faktor eksternal
Lingkungan yang cenderung apatis dan kurang menaruh empati dan simpati kepada seseorang, menyebabkan seseorang merasa lebih akrab dan dapat diterima oleh keluarganya sendiri, daripada orang lain.
b. Faktor internal
66 Ibid., Hal. 80.
67 Didi Junaedi, Op.Cit., 2016, Hal. 57.
1) Tingginya libido seseorang, sementara tidak ada tempat pelampiasan hasrat seksualnya, memungkinkan ia mencari jalur alternatif yaitu dengan melakukan hubungan seks terhadap keluarga dekat.
2) Kemiskinan juga menjadi salah satu peluang terjadinya incest. Tempat tidur anak dan orangtua tanpa sekat dan pemisah, memungkinkan seorang ayah yang tak mampu menahan nafsu birahinya mudah terangsang melihat anak perempuannya tidur. Dalam kondisi seperti ini, peluang terjadinya incest sangantlah besar.
4. Faktor Penyebab Terjadinya Zina
Sebab-sebab yang menjerumuskan kepada perbuatan zina adalah:68
a. Bersolek dan keluarnya wanita dari rumah serta sikap menyepelekan terhadap pakaian yang sopan.
b. Berdua-duan dengan orang asing (bukan mahram).
c. Di antara sebab zina adalah campur baur antara laki-laki dan perempuan di pasar-pasar, tempat kerja, sekolah, pesta, dan event-event yang lain.
5. Faktor Penyebab Terjadinya Nekrofilia
Perilaku seks menyimpang semacam ini disebabkan antara lain oleh: 69 a. Rasa inferior pada pelaku yang begitu hebat karena mengalami trauma
yang serius, sehingga tidak berani melakukan hubungan seks dengan seorang wanita yang hidup,
b. Rasa cemas, ketakutan, dan dendam yang membara juga kadang menyertai emosi seorang nekrofilia.
Pada umumnya, sebagaian besar pelaku nekrofilia pernah mengalami kejadian traumatis, yaitu menjadi korban seksual pada masa kecilnya. Pelaku mengidap penyakit rendah diri yang akut dan tidak memiliki keyakinan serta kepercayaan diri untuk menjalin hubungan personal yang sehat dengan lawan jenisnya, atau tidak ada keberanian untuk melakukan hubungan sosial dengan
68
https://www.arrahmah.com/kajian-islam/dosa-besar-zina-sebab-dan-azabnya.html#sthahs.vuuyncbj.dpuf (diakses, Kamis, 16 Februari 2017)
69 Didi Junaedi, Op.Cit., Hal. 97.
orang yang masih hidup. Mayoritas pelaku nekrofilia megalami kegelisahan dan ketakutan permanen dan tersimpan kuat dalam memorinya. Mereka juga biasanya menyimpan dendam masa lalu yang berkaitan dengan kehidupan seksualnya.70
6. Faktor Penyebab Terjadinya Perkosaan
Penyebab perkosaan adalah maraknya kejahatan seksual yang saat ini tidak dapat dilepaskan dari lingkungan, di mana kejahatan tersebut tumbuh dan berkembang. Kejahatan seksual, termasuk pelecehan seksual terhadap kaum perempuan, bukan merupakan fenomena tunggal dan berdiri sendiri, tetapi dipicu oleh banyak faktor. Di Mesir setiap tahun ada 20.000 kasus perkosaan. Menurut laporan yang sama, 90% pelakunya adalah pengangguran. Sebelum ini, masyarakat juga menyaksikan demo besar-besaran di India yang menuntut perlindungan terhadap kaum perempuan dari tindak kejahatan seksual.71
Fenomena ini merupakan dampak dari sistem kehidupan yang diterapkan saat ini, baik di barat maupun di negeri-negeri kaum muslim. Sistem kapitalisme, dengan ada manfaatnya (naf’iyyah), telah melahirkan kebebasan bertingkah laku (huriyyah syakhshiyyah), kebebasan berekspresi (huriyyah ta’bir), kebebasan beragama (hurriyah tadayyum), kebebasan memiliki (huriyyah tamalluk) di tengah-tengah masyarakat. Inilah sistem yang paling bertanggung jawab terhadap lahir dan berkembangnya fenomena saat ini. Oleh karena itu, penting adanya norma dan agama yang dapat memandu kehidupan manusia yang beradab dan beragama.72
70 Ibid.
71 Siska lis sulistiani Op.Cit., Hal. 94-95.
72 Ibid.
7. Faktor Penyebab Terjadinya Eksibisionisme
Ada beberapa hal yang mendorong seseorang untuk bersikap eksibionistis, antara lain; perasaan tidak kuat (tidak mapan), rasa tidak aman, rasa tersudut, dan rasa rendah diri (minderwaardigheidscomplexen). Dari kondisi tersebut kemudian timbul dorongan dan dambaan untuk diperhatikan kejantanan dan kecantikannya.73
Banyak pendapat mengatakan bahwa perilaku seksual menyimpang ini lebih banyak terjadi pada kaum laki-laki. Namun, dalam pandangan Didi Junaedi, akhir-akhir ini justru kaum perempuanlah yang lebih banyak melakukannya. Hal ini dapat dilihat pada beberapa media cetak (majalah, tabloid, surat kabar, dan lain sebagainya), serta media elektronik (televisi, internet, dan lain-lain), kaum perempuan dari berbagai kalangan; selebriti, foto model, artis lokal, bahkan orang biasa semakin leluasa unjuk diri memamerkan kemolekkan tubuhnya tanpa rasa risih atau malu sedikitpun.74
8. Faktor Penyebab Terjadinya Bestialitas
Salah satu penyebab dari perilaku seks menyimpang ini adalah karena sedikitnya jumlah wanita dan banyaknya jumlah pria. Di medan-medan peperangan dan di desa-desa terpencil seperti dalam perang dingin di Eropa pada Tahun 1947-1991, praktik bestialitas banyak berlangsung, dan dianggap sebagai peristiwa yang biasa saja.75
Beberapa pelaku bestialitas adakalanya bersifat tetap, sebagai upaya menghindari hubungan heteroseksual (dengan seorang wanita), karena pria
73 Didi Junaedi, Op.Cit.
74 Ibid.
75 Ibid., Hal. 59.
tersebut takut mengalami kekecewaan dan kegagalan dalam hubungan dengan wanita.76
Akhirnya, mereka pun melampiaskan hasratnya kepada kuda, anjing, sapi, kambing, babi, simpanse, maupun makhluk lainnya yang dikategorikan sebagai binatang baik secara anal, vaginal, maupun oral. Bestialitas sebetulnya lebih sering dilakukan dengan motivasi pembuatan film porno. Walaupun sebagian kecil orang melakukannya atas dasar nafsu seksual yang menyimpang dan kecintaan yang berlebihan pada binatang.77
C. Dampak Penyimpangan Seksual