TINJAUAN PUSTAKA
2.2. Faktor Produksi dan Pendapatan
Faktor produksi adalah semua masukan yang diberikan pada proses produksi agar menghasilkan output. Beberapa literatur menyebutkan faktor produksi dengan istilah input, atau faktor produksi keluaran produksi. Faktor produksi sangat menentukan besar kecilnya produksi yang diperoleh. Hubungan antara faktor produksi (input) dan produksi (output) disebut fungsi produksi.
Prinsip optimalisasi penggunaan faktor produksi adalah bagaimana menggunakan faktor produksi seefisien mungkin. Dalam terminologi ilmu ekonomi, pengertian efisien digolongkan dalam tiga macam yaitu :
1. Efisiensi teknis, yakni : faktor produksi yang dipakai menghasilkan produksi yang maksimum.
2. Efisiensi alokatif (efisiensi harga), yakni : nilai produksi marginal sama dengan harga faktor produksi yang dipakai.
3. Efisiensi ekonomi, yakni : kalau usaha pertanian mencapai efisiensi teknis sekaligus juga mencapai efisiensi harga.
Fungsi produksi adalah suatu fungsi atau persamaan yang menunjukkan hubungan antara tingkat produksi dan tingkat penggunaan faktor produksi (Boediono, 2002). Faktor produksi menggambarkan bahwa bentuk umum fungsi produksi yang bisa menampung berbagai kemungkinan substitusi antara kapital [K], tenaga kerja [L], adalah sebagai berikut :
Q = f (K, L) Dimana :
Q = Output atau keluaran K = Stok Capital atau modal L = Labour atau tenaga kerja
Analisis fungsi produksi sering digunakan untuk mendapatkan informasi bagaimana sumber daya yang terbatas dapat dikelola dengan baik agar produksi maksimum dapat diperoleh. Dalam pemakaian fungsi produksi, kondisi efisiensi harga dipakai sebagai patokan, yaitu dengan mengatur penggunaan faktor
produksi sedemikian rupa, sehingga nilai produk marginal suatu input X sama dengan harga faktor produksi (input) tersebut.
Setiap faktor produksi yang terdapat dalam prekonomian adalah dimiliki oleh seseorang. Pemiliknya menjual faktor produksi tersebut kepada pengusaha dan sebagai balas jasanya mereka akan memperoleh pendapatan. Pendapatan yang diperoleh masing-masing jenis faktor produksi tersebut tergantung kepada harga dan jumlah masing-masing faktor produksi yang digunakan. Jumlah pendapatan yang diperoleh berbagai faktor produksi yang digunakan untuk menghasilkan sesuatu barang adalah sama dengan harga barang tersebut (Sadono Sukirno, 2002).
Fungi produksi pada persamaan dapat diturunkan dengan memasukkan sumber daya [M) dengan rumus :
Q = f (K, L,M)
Fungi produksi tersebut dapat diturunkan dengan memasukkan teknologi [T) dengan rumus :
Q = f (K, L,M,K)
Sehingga dapat lengkap menjadi fungsi produksi yang memasukkan semua unsure faktor produksi. Fungsi produksi dapat menghasilkan pendapatan (keuntungan) yang dipengaruhi oleh beberapa variabel ekonomi global yaitu tingkat bunga dalam [r] dan bunga luar negeri [r*], harga dalam negeri [P] dan harga luar negeri [P*]dan nilai tukar. Berikut rumusnya :
Fungsi keuntungan : C
Q P −
=
Π .
Fungsi keuntungan dapat disubstitusikan ke dalam fungsi produksi dengan memasukkan tingkat upah [W] berikut:
C
Pendapatan juga dipengaruhi oleh tingkat bunga di dalam negeri [r] dan bunga di luar negeri [r*
depresiasi
Rumus tersebut kemudian disubstitusikan ke dalam persamaan yang menjelaskan faktor yang mempengaruhi keuntungan [Π ], sebagai berikut :
*)
Pendapatan adalah total penerimaan dari setiap anggota rumah tangga dalam bentuk uang atau natura yang diperoleh baik sebagai gaji atau upah usaha rumah tangga atau sumber lain. Kondisi seseorang dapat di ukur dengan menggunakan konsep pendapatan yang menunjukkan jumlah seluruh uang yang diterima oleh seseorang atau rumah tangga selama jangka waktu tertentu (Samuelson dan Nordhaus, 2001).
Pendapatan adalah penerimaan bersih seseorang, baik berupa uang kontan maupun natura. Pendapatan atau disebut juga income dari seorang warga masyarakat adalah hasil penjualannya dari faktor-faktor produksi yang dimiliknya pada sektor produksi.
Ada tiga konsep pendapatan yang dikemukakan Friedman (Stonier dan Hague,1984), bahwa yang bermanfaat untuk menelaah perilaku ekonomi rumah
tangga. Konsep pendapatan friedman yaitu ; measured current income [Ym], transitory income [Ytr], dan permanent income [Yp].
Pendapatan yang sedang berjalan mengandung dua komponen yaitu pendapatan tetap dan pendapatan yang tidak tetap yang dirumuskan sebagai berikut :
Ym = Yp + Ytr Dimana ;
Ym = Pendapatan yang sedang berjalan Yp = Pendapatan tetap
Ytr = Pendapatan tidak tetap
Pendapatan tidak tetap merupakan pendapatan yang menyimpang dari normal, pendapatan tidak tetap dapat bertanda positif dapat pula bertanda negatif.
Windfall profit yaitu keuntungan yang tidak terduga-duga merupakan pendapatan tidak tetap yang bertanda positif, sebaliknya windfall loss atau kerugian yang tidak terduga-duga adalah merupakan pendapatan tidak tetap yang bertanda negatif. Sementara pendapatan tetap diinterpretasikan sebagai pendapatan yang diharapkan atau diantisipasikan. Berdasarkan kedua pengertian tersebut, pendapatan yang sedang berjalan dapat lebih besar atau lebih kecil dari pendapatan tetap, tergantung pada nilai pendapatan tidak tetap (Soediyono Reksoprayitno, 2000).
Pendapatan total adalah sama dengan jumlah unit output yang terjual dikalikan dengan harga output per unit. Jika jumlah unit output yang sama dengan Q dan harga jual per unit output adalah P, maka pendapatan total [TR] = Q x P.
biaya usaha biasanya diklasifikasikan menjadi dua bagian yaitu biaya tetap (fixed
cost) dan biaya tidak tetap (variable cost). Biaya tetap [FC] adalah biaya yang relative jumlahnya dan terus dikeluarkan walaupun komoditi yang dijual banyak atau sedikit. Biaya variable [VC] adalah biaya yang besar kecilnya dipengaruhi oleh komoditi yang dijual, contohnya biaya untuk tenaga kerja. Total biaya [TC]
adalah jumlah dari biaya tetap [FC] dan biaya variable [VC], maka TC = FC + VC (Manurung, 2002).
Secara teoritis keuntungan adalah kompensasi atas resiko yang ditanggung oleh seseorang. Makin besar resiko, keuntungan yang diperoleh harus semakin besar. Profit atau keuntungan adalah nilai penerimaan total dikurangi biaya total yang dikeluarkan. Jika keuntungan dinotasikan dengan π, pendapatan total dengan notasi TR dan biaya total dengan notasi TC, maka : π = TR – TC .
Dalam pendekatan pendapatan, nilai tambah dari setiap kegiatan ekonomi diperkirakan dengan menjumlahkan semua balas jasa yang diterima faktor produksi, gaji/upah, surplus usaha, penyusustan dan pajak tidak langsung neto, bunga modal, sewa tanah dan keuntungan. Pendapatan uang dan pendapatan ekonomi (Economic Icome) adalah sejumlah uang yang dapat digunakan keluarga dalam satu periode tertentu untuk dibelanjakan tanpa mengurangi atau menambah aset neto. Sumber pendapatan ekonomi antara lain upah, gaji, pendapatan bunga, pendapatan sewa, penghasilan transfer dan pemerintah, dan lain-lain.
Pendapatan yang siap dibelanjakan adalah pendapatan total dikurangi pajak.
Pendapatan yang siap dibelanjakan akan dialokasikan untuk memperoleh kepuasan rumah tangga melalui fungsi pengeluaran. Semakin baik tingkat kesejahteraan rumah tangga, maka semakin besar pula pengeluaran untuk konsumsi non pangan dibandingkan pengeluaran konsumsi pangan, perumusan di
atas oleh Keynes disebut “Psychological law of consumption”. Jika dituangkan secara umum, maka bunyinya menjadi makin tinggi pendapatan, maka menurun bagian untuk konsumsi dan makin besar bagian untuk tabungan makin tinggi.
Pendapatan adalah penerimaan bersih seseorang, baik berupa uang kontan maupun natura. Pendapatan atau juga disebut juga income dari seorang warga masyarakat adalah hasil “penjualan”nya dari faktor-faktor produksi yang dimilikinya pada sektor produksi. Dan sektor produksi ini ”membeli” faktor-faktor produksi tersebut untuk digunakan sebagai input proses produksi dengan harga yang berlaku dipasar faktor produksi. Harga faktor produksi dipasar faktor produksi ( seperti halnya juga untuk barang-barang dipasar barang ) ditentukan oleh tarik menarik, antara penawaran dan permintaan.
Secara singkat income seorang warga masyarakat ditentukan oleh : 1. Jumlah faktor-faktor produksi yang ia miliki yang bersumber pada ; 2. Hasil-hasil tabungannya di tahun-tahun yang lalu
3. Warisan atau pemberian
4. Harga per unit dari masing-masing faktor produksi. Harga-harga ini ditentukan oleh kekuatan penawaran dan permintaan dipasar faktor produksi.
Penawaran dan permintaan dari masing – masing produksi ditentukan oleh faktor-faktor yang berbeda :
1. Tanah (termasuk didalamnya kekayaan-kekayaan yang terkandung didalam tanah, mineral, air dan sebagainya ) mempunya penawaran yang dianggap tidak akan bertambah lagi. Sedangkan permintaan ( demand ) akan tanah biasanya menaik dari waktu ke waktu karena : (A) naiknya harga barang pertanian, (b) naiknya harga barang lainnya (mineral,
barang-barang industri yang menggunakan bahan-bahan mentah dari tanah), (c) bertambahnya penduduk (yang membutuhkan tempat tinggal). Dengan demikian harga dari tanah akan menaik dengan cepat dari waktu ke waktu.
Gambar 2.1 Faktor Produksi Tanah
2. Modal (sumber-sumber ekonomi ciptaan manusia) mempunyai penawaran yang lebih elastis karena dari waktu ke waktu warga masyarakat menyisihkan sebagian dari penghasilannya untuk ditabung (saving) dan kemudian sektor produksi akan menggunakan dana tabungan ini untuk pabrik-pabrik baru, membeli mesin-mesin ( yaitu investasi). Karean adanya saving dan investasi, maka penawaran dri barang-barang modal dari waktu ke waktu bisa bertambah sedangkan permintaan akan barang-barnag modal terutama sekali dipengruhi oleh gerak permintaan akan barang-barang jadi. Bila harga pakaian naik, maka permintaan akan mesin- mesin tenun, mesin jahit juga akan naik.
Permintan akan baranng-barang jadi, pada gilirannya dipengaruhi oleh dua faktor utama : (1) Pertumbuhan penduduk (yang membutuhkan tambahan
baju, perumahan dan sebagainya). (2) Pertumbuhan pendapatan penduduk (yang dicerminkan oleh kenaikan pendapatan nasional atau (GNP) perkapita).
Gambar 2.2. Harga Barang Modal
3. Tenaga Kerja mempunyai penawaran yang terus menerus menaik sejalan dengan pertumbuhan penduduk. Sedangkan permintaan akan tenaga kerja tergantung pada kenaikan permintaan akan barang jadi (seperti halnya dengan permintaan akan barang-barang modal. Disamping itu permintaan akan tenaga kerja dipengaruhi pula oleh kemajuan teknologi ini. Permintaan akan tenaga kerja tidak tumbuh secepat penawaran tenaga kerja (atau pertumbuhan penduduk) maka ada kecenderungan bagi upah (harga faktor produksi tenaga kerja) untuk semakin menurun.
Gambar 2.3 Harga Tenaga Kerja (Upah)
4. Kepengusahaan (entrepreunership) merupakan faktor produksi yang paling sulit untuk dianalisa, karena faktor-faktor yang menentukan penawaran pun permintaannya sangat beraneka ragam (dan sering faktor-faktor ini diluar kemampuan ilmu ekonomi untuk menganalisa, misalnya: faktor-faktor motivasi lain dan sebagainya). Pada umumnya penawaran pada negara berkembang orang yang berjiwa “enterpreuner” masih sangat kecil. Inilah sebabnya penghasilan untuk pengusaha yang sukses juga cukup besar di negara tersebut. Cara yang banyak dilakukan adalah dengan tetap mempertahankan hak milik perseorangan, dengan tujuan mengurangi ketidakmerataan distribusi pendapatan.cara-cara yang bisa dilakukan oleh negara antara lain adalah : Pajak progesif atas kekayaan atau penghasilan, penyediaan kebutuhan hidup dasar (misalnya makanan pokok, pakaian, perumahan), penyediaan jasa-jasa yang berguna untuk umum oleh negara, (misalnya rumah sakit, klinik), memperkecil pengangguran, pendidikan yang murah dan merata, berbagai kebijaksanaan yang menghilangkan hambatan-hambatan bagi mobilitas (baik vertikal maupun horizontal).