BOGOR
201071
DAFTAR PUSTAKA
Abdurrahman, Haris (2003) Analisis Saluran Pemasaran Ikan Bandeng di Pasar Porda Juwana, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati (Skripsi). Manajemen Bisnis dan Ekonomi, Perikanan-Kelautan, Fakultas Perikanan-Kelautan, Institut Pertanian Bogor.
Azzaino, Z. 1982. Pengantar Tataniaga Pertanian. Departemen Ilmu-Ilmu Sosial Ekonomi. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Daelami, D. 2001. Usaha Pembenihan Ikan Hias Air Tawar. Penebar Swadaya. Jakarta.
Dahl, C. D. Hammond, J. W., 1977. Market Place Analysis The Agryculture Industry. MC. Graw-Hill Book Company. New York.
Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya., 2003. Strategi Ekspor Hasil Perikanan. Departemen Kelautan dan Perikanan. Jakarta.
Hanafiah, A. M. dan A. M. Saefudin, 1983. Tataniaga Hasil Perikanan. Universitas Indonesia (UI-Press). Jakarta.
Kertawi, Silthia. 2008. Analisis Sistem Tataniaga Tembakau Mole : Studi Kasus Pada Desa Ciburial, Kabupaten Garut, Jawa Barat (skripsi). Bogor: Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Khols LR dan Uhl NJ, 1985. Marketing of Agriculture Product. The Macmillan Company. New York.
Kotler, P. 1997. Manajemen Pemasaran: Analisis, Perencanaan, Implementasi dan Kontrol. Jilid 2. Edisi ke-9. PT Prenhalindo. Jakarta.
Limbong, W. H., Sitorus, P., 1987. Pengantar Tataniaga Pertanian. Jurusan Ilmu-Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor.
Simamora, 2007. Analisis Sistem Tataniaga Pisang di Desa Suka Baru Buring, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Propinsi Lampung (Skripsi). Departemen Ilmu Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Sitompul, R.P. 2007. Analisis Usahatani dan Tataniaga Ikan Hias Mas Koki Oranda di Desa Parigi Mekar, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Skripsi). Manajemen Bisnis dan Ekonomi, Perikanan-Kelautan, Fakultas Perikanan-Perikanan-Kelautan, Institut Pertanian Bogor.
Sitorus dan Limbong. 1987. Pengantar Tataniaga Pertanian. Jurusan Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi. Fakultas pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor. Sudiyono A. 2001. Pemasaran Pertanian. Malang. Universitas Muhammahdiyah
Malang.
Melani, 2002. Saluran Pemasaran Ikan Koi, Kecamatan Cisaat, Sukabumi (Skripsi). Manajemen Bisnis dan Ekonomi, Perikanan-Kelautan, Fakultas Perikanan-Kelautan, Institut Pertanian Bogor.
72 Mujiman, A. 1989. Budidaya Udang Windu. Jakarta : Peneber Swadaya.
Vinifera, Nila. 2006. Analisis Tataniaga Komoditi Kelapa Kopyor : Studi Kasus Pada Desa Ngagel, Kabupaten Pati, Jawa Tengah (skripsi). Bogor: Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
73 Lampiran 1. Kuisioner Pemasaran Udang Windu
Kuesioner ini digunakan sebagai bahan penyusun skripsi Analisis Efesiensi
PemasaranUdang Windu (Kasus : di Desa Kesambi Serang, Banten) oleh
Ahmad Bangun(H34076012), Mahasiswa Program Sarjana Agribisnis
Penyelenggaraan Khusus, Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor.
*) coret yang tidak perlu
A. Identitas dan Karakteristik Responden ( Petani )
1. Nama : ...
2. Jenis kelamin : Laki-laki/Perempuan* 3. Umur : ...tahun 4. Alamat : ...
5. Pendidikan terakhir : SD/SLTP/SMU/Perguruan Tinggi/lainnya* 6. Pengalaman bertambak : 7. Status sebagai petamabak : a. Pemilik penggarap b. Penyewa c. Penyakap/bagi hasil 8. Alasan menjadi petani udang windu………
a. Anggapan petani terhadap pekerjaan bertambak/usahataninya: Mata Pencaharian Pokok b. Mata Pencaharian Sampingan 9. Alasan memilih budidaya udang windu a. Keuntungan lebih besar b. Pemasaran lebih mudah c. Usaha turun temurun d. Cocok untuk lahan local e. Dianjurkan pemerintah f. Lainnya………..
10. Luas lahan yang diusahakan = ………. Ha 11. Jumlah produksi / panen = ………kg/………ton 12. Berapa kali panen dalam setahun……….
13. Lama waktu panen berlangsung : 14. Apakah ktiteria panen sesuai dengan permintaan pasar? 15. Apakah jika harga di pasar turun, anda tetap melakukan kegiatan panen? 16. Alat yang digunakan dalam pemanenan :………
17. Kemana hasil panen selanjutnya ? (dijual langsungditempat/ disimpan/…………..)
18. Apakah anda mengeluarkan biaya pengangkutan? Jika ya, besarnya…………
19. Bagaimana menentukan harga jual?...
20. Berapa kali dalam seminggu anda menjual udang windu? 21. Harga jual udang windu Rp……/kg. volume yang dijual……….
22. Apakah tujuan selalu sama ? juka tidak sebutkan alternative lain……….
23. Bagaimana tehnik penjualannya? (kontrak/langanan/langsung/lainnya………...)
74 25. Apakah bapak melakukan penghitungan/ pencatatan pembiayaan dari usahatani udang
windu ini?
26. Apakah kesulitan dalam memasarkan udang windu? ( ya/Tidak) 27. Sumber modal ( modal sendiri/dapat bantuan)
a. Besarnya modal Rp……….
b. Jika dapat bantuan dalam bentuk………, jangka waktu……….tahun c. Apakah ada keterkaitan dengan pemilik modal?( ya/tidak)
75 Lampiran 2. Kuisioner Pemasaran Udang Windu
Kuesioner ini digunakan sebagai bahan penyusun skripsi Analisis Efesiensi
Pemasaran Udang Windu (Kasus : di Desa Kesambi Serang, Banten)
oleh Ahmad Bangun (H34076012), Mahasiswa Program Sarjana Agribisnis Penyelenggaraan Khusus, Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor.
*) coret yang tidak perlu
B. Identitas dan Karakteristik Responden ( Pedagang )
1. Nama : 2. Golongan pedagang : 3. Umur : 4. Alamat : 5. Pendidikan : 6. Pekerjaan utama………./sampingan……… Cara Pembelian
1. Dari mana biasanya bapak/ibu membeli udang windu?
Nama Alamat Golongan Pembayaran Keterangan
(sebelum/sesudah) penerimaan barang
2. Apakah bapak selalu membeli dari orang tersebut?(ya/tidak) Jika tidak dari siapa dibeli lagi?
Nama Alamat Golongan Alasan
3. Berapa frekuensi pembelian udang windu yang bapak/ibu beli? ( tiap hari/tiap minggu/lainnya)……….
4. Berapa volume udang windu ………..kg ,/……ton. 5. Bagaimana menentukan kualitas udang windu yang dibeli 6. Kegiatan apa saja yang bapak/ibu lakukan
a. Pembelian f. Penggradingan b. Penjualan g. Bongkar muat c. Pengangkutan h. Penyortiran
d. Pengemasan i. Penanggungan resiko e. Penyimpanan j. Retribusi
7. Apakah anda melakukan kegiatan penyimpanan?
76
b. Lama penyimpanan………..
c. Cara penyimpanan……….
d. Lok\asi penyimpanan………..
8. Besarnya biaya yang dikeluarkan: a. Biaya : - pengangkutan……… - Tenaga kerja………. - Pengemasan……….. - Penyimpanan………. - Penyusutan………. - Bongkarmuat……….. - Sortasi……….. - Penimbangan……….. - Retribusi………. - Lain-lain………
9. Apakah anda melakukan standarisasi/sortasi Bila tidak dijual apakah anda mengalami kerugian? Siapa yang menanggung? 10. Apakah anda menanggung biaya resiko dari kegiatan pembelian? *Cara Penjualan 1. Kemana biasanya anda melakukan kegiatan penjualan udang windu? Nama Alamat Golongan Pembayaran Keterangan (sebelum/sesudah) penerimaan barang 2. Apakah anda selalu menjual ke orang yang sama? Jika tidak , alternative lain: Nama Alamat Golongan alasan 3. Bagaimana cara penjualannya ? ( kontrak, langganan, langsung, lainnya……,,)
4. Bagaimana cara pembayarannya? ( tunai,kredit,lainnya…………..)
5. Berapa bayak udang windu yang anda jual…………
6. Bagaimana frekuensi penjualan udang windu ini?...
7. Kualitas udang windu yang dijual: a………
b………
77 8. Berapa harga jual pada saat panen besar/panen kecil?
Kualitas Harga pembelian/kg/ton Harga pembelian /kg/ton Panen besar Panen kecil Panen besar Panen kecil
9. Ada berapa banyak pedagang udang windu seperti bapak disini?
10. Apakah hambatan-hambatan yang anda alami dalam memasarkan udang windu ini? 11. Manakah dari pernyataan dibawah ini yang sesuai dengan keadaan anda sekarang?
a. Pembeli sedikit, penjual banyak (ya/tidak) b. Kualitas udang windu kurang bagus(ya/tidak) c. Biaya transportasi tinggi (ya/tidak)
d. Ketersediaan udang winsu kontiniu(ya/tidak)
12. Bagaimana mendapatkan informasi mengenai jumlah, harga , dan mutu udang windu yang akan dijual?
13. Apakah anda mengeluarkan biaya sewa untuk berdagang?(ya/tidak), jika ya besarnya 14. Bagaimana cara anda menetukan harga jual?
a. Berdasarkan biaya yang dikeluarkan ditambah dengan persentase keuntungan b. Berdasarkan harga yang ditetapkan
c. Tergantung pada permintaan d. Lainnya
15. Biaya yang dikeluarkan sewaktu menjual udang windu ?
UCAPAN TERIMA KASIH
Penyelesaian skripsi ini juga tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan, Penulis ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Ir. Popong Nurhayati, MM selaku Dosen Pembimbing yang telah memberikan bimbingan, saran, arahan dan dorongan kepada saya dalam penyelesaikan skripsi ini.
2. Ayah dan Ibu saya tercinta yang selalu memberikan dukungan dalam segala hal, terutama dalam doa dan nasehatnya.
3. Ir. Narni Farmayanti, MSc selaku dosen Evaluator pada saat seminar proposal yang telah memberikan masukan, perencanaan, serta perbaikan dalam penelitian.
4. Semua Dosen Ekstensi yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu, terimakasih atas formulasi, aplikasi, hingga evaluasi baik dalam perkuliahan hingga proses penelitian berlangsung
5. Para petambak udang windu di Desa Panimbang, Serang, Bantenyang telah memberikan pengarahan sewaktu di lapang
6. Amli Ramadhana atas kesediaannya selaku Pembahas dalam Seminar. 7. Farach Hanum yang telah membantu penulis dalam penyelesaian skripsi
ini.
8. Segenap Karyawan dan Staf Pegawai di Program Sarjana Agribisnis Penyelenggaraan Khusus yang telah membantu penulis selama ini.
9. Teman seperjuanganku Nita dan Kinza atas kerjasama dalam menyelesaikan skripsi.
10.Semua teman-teman di Wisma Kostim (Julianto, Aulia, Muyan, Iqbal, Adit, Anggi, Jab, Lintar, Rizal, Irfan, Ali Nasution) atas kekompakannya dan kerjasamanya selama ini.
Bogor, Maret 2010 Ahmad Bangun
RINGKASAN
AHMAD BANGUN. Analisis Efisiensi Pemasaran Udang Windu (Penaeus
monodon) di Desa Panimbang, Serang, Banten. Skripsi. Departemen
Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor (Di bawah bimbingan POPONG NURHAYATI).
Indonesia merupakan negara agraris, dengan dukungan kondisi alamnya menempatkan sektor perikanan sebagai salah satu sektor yang menunjang perekonomian nasional disamping sektor pertanian lainnya. Sampai saat ini udang windu masih menjadi komoditas perikanan yang memiliki peluang usaha cukup baik karena digemari konsumen lokal (domestik) dan luar negeri. Hasil perikanan yang melimpah akan mengalami kerugian apabila tanpa ada proses pemasaran yang cepat dan tepat. Arus pemasaran udang windu dari produsen ke konsumen melalui berbagai lembaga pemasaran sangat beragam. Banyak dan sedikitnya lembaga pemasran yang dilalui akan sangat berpengaruh terhadap share harga yang diterima produsen maupun yang harus dibayar konsumen. Di bidang pemasaran, khususnya udang windu merupakan salah satu komoditas perikanan yang mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Pada tahun 2003, volume ekspor udang tercatat 92,1 ton dengan nilai US$ 11,28 per kg. Pada masa yang datang, jika kualitas udang nasional terus ditingkatkan dan memenuhi standar mutu produk yang dibutuhkan oleh negara-negara konsumen maka akan dapat meningkatkan permintaan akan udang windu diperkirakan akan meningkat.
Penelitian dilaksanakan di Desa Panimbang, Serang, Banten pada aktivitas kelompok petambak udang windu. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja
(Purposive) berdasarkan pertimbangan bahwa Panimbang, Serang, Banten
merupakan salah satu daerah produksi udang windu yang berkembang. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2009. Responden penelitian adalah petambak udang windu yang ada di Desa Panimbang, Serang, Banten sebanyak 20 orang, pedagang pengumpul lima orang dan pedagang pengecer tujuh orang. Penelitian ini menggunakan data kualitatif dan data kuantitatif dengan tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah menganalisis saluran pemasaran udang windu di Desa Panimbang, Serang, Banten, menganalisis lembaga pemasaran dalam menjalankan fungsi-fungsi pemasaran tersebut dan menganalisis struktur dan perilaku pasar pemasaran udang windu di Desa Panimbang, Serang, Banten serta menganalisis saluran pemasaran udang windu yang efisien bagi petambak di Desa Panimbang, Serang, Banten
Jika dilihat dari saluran pemasaran udang windu yang ada di Desa Panimbang, Serang, Banten maka dapat diketahui pada Saluran pemasaran pertama, terdapat margin pemasaran sebesar Rp 15.000 atau sekitar 17,2 persen dari harga jual akhir dari pedagang pengecer. Margin terbesar berada pada pedang pengecer yaitu sebesar Rp 10.000 atau sekitar 11,76 persen dari harga juual akhir. Sementara margin pemasaran yang terkecil terdapat pada pola ini diperoleh dari pedagang pengumpul sebesar Rp 5000 atau 6,67 persen dengan biaya hanya sebesar 200 per kilogram dari 800 kilogram udang windu. Pada dasarnya, para petambak menjual dengan harga udang size 30 Rp 70.000. Diantaranya komponen biaya yang dikeluarkan pedagang pengumpul adalah kebutuhan es yang telah
dihancurkan sebanya enam balok es berkisar Rp 160.000 sebanyak lima balok es per 800 kilogram udang windu, sementara ditingkat pedagang pengecer membutuhkan empat tenaga kerja masing-masing Rp 25.000 sehingga total biaya yang dikeluarkan pedagang pengecer berkisar Rp 100.000 per 800 kilogram. Kemudian transportasi atau kendaraan bermotor dengan kebutuhan biaya bahan bakar dalam satu kali pemasaran Rp 30.000 per 800 kilogram udang windu. Kebutuhan es balok oleh pedang pengecer sebanyak empat balok Rp 60.000 per 800 kilogram, sewa lapk untuk usaha perhari dikenakan biaya sebesar Rp 10.000 per 800 kilgram dengan biaya retribusi sebesar Rp 1.000. Pada pola saluran dua, margin terbesar diperoleh pedagang pengecer sebesar Rp 15.000 atau 17,64 persen dari harga jual akhir dengan biaya yang jauh lebih besar Rp 2.260 dari biaya yang harus dikeluarkan pedagang pengumpul sebesar 525.
Sehingga marjin yang diperoleh pedagang pengumpul lebih kecil dari perolehan pedagang pengecer dari harga jual akhir. Pada saluran ini, pedagang pengecer cukup memiliki mobilitas tinggi untuk mendistribusikan udang windu kebeberapa konsumen lembaga pemasaran di daerah Panimbang, sehingga menjadi suatu hal yang wajar pula terhadap margin pemasaran yang diperoleh pedagang pengecer khususnya pada pola ini. Pada pola saluran pemasaran ke tiga, mobilitas yang cukup tinggi diperanankan oleh pedagang pengumpul sendiri yang mendistribusikan udang windu kebeberapa lembaga pemasaran khususnya diluar Desa Panimbang, Serang. Banten misalnya hotel laidien, hotel pertama karakatauhotel patra anyer, restauran jasa boga, restauran sari kuning indah, dan restauran riski. Dimana margin yangdiperoleh pedagang pengumpulpada pola saluran ini cukup tinggi dan sesuai dengan tingkat mobilitasnya, yaitu sebesar Rp 5.000 atau 6,67 persen dari harga jual akhir oleh pedagang pengumpul yang langsung kepada konsumen lembaga yang telah melakukan pesanan, berdasarkan perhitungan efisiensi bahwa saluran pemasaran yang efisien adalah pola saluran pemasaran satu, karena pola saluran satu memiliki keuntungan yang tinggi dibandingkan pola saluran lainnya.