• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V ANALISA DATA

5.1. karakteristik Responden

5.1.2. Fasilitas Pelayanan

Tabel 5.16

Distribusi Responden Berdasarkan Fasilitas Kamar Tidur Di UPTD Panti Asuhan Budi Luhur ini Nyaman Untuk Digunakan

No Kategori Frekuensi Persentase

1. 2. 3. Ya Tidak Biasa Saja 21 2 21 47,7 4,6 47,7 Total 44 100

Sumber: Hasil Kuesioner, 2010

Tabel 5.16 menunjukkan bahwa responden yang menyatakan fasilitas kamar tidur di UPTD Panti Asuhan Budi Luhur ini memenuhi standar layak pakai sebanyak 21 orang (47,7%) dan responden yang menyatakan tidak memenuhi standar layak pakai sebanyak 2 orang (4,6%), sedangkan yang menyatakan biasa saja sebanyak 21 orang (47,7%).

Dari data di atas dapat digambarkan bahwa kelayakan fasilitas kamar tidur di Panti ini cukup diperhatikan oleh para pengurus Panti ini terutama dari kepala UPTD Panti Asuhan Budi Luhur ini.

Tabel 5.17

Distribusi Responden Berdasarkan Apakah Fasilitas Ibadah Di Panti ini Untuk Melakukan Ibadah

No Kategori Frekuensi Persentase

1. 2. 3.

Ya Tidak Tidak Tahu Sama

Sekali 31 13 - 70,5 29,5 - Total 44 100

Sumber: Hasil Kuesioner, 2010

Berdasarkan tabel 5.17 di atas menunjukkan bahwa responden yang menyatakan fasilitas ibadah di Panti ini memenuhi syarat untuk melakukan ibadah sebanyak 31 orang (70,5%) dan responden yang menyatakan tidak memenuhi syarat untuk melakukan ibadah sebanyak 13 orang (29,5%).

Berdasarkan data dari tabel di atas bahwa distribusi kelayakan fasilitas ibadah di Panti ini juga masih sangat diperhatikan oleh Panti ini, mengingat urusan peribadahan adalah hal yang sangat penting di Panti ini serta Aceh sekarang sudah dikenal dengan syariat Islamnya yang sangat kental.

Tabel 5.18

Distribusi Responden Berdasarkan Apakah Fasilitas Kamar Mandi bisa Untuk Digunakan

No Kategori Frekuensi Persentase

1. 2. 3. Ya Tidak Biasa Saja 10 11 23 22,7 25,0 52,3 Total 44 100

Sumber: Hasil Kuesioner, 2010

Berdasarkan data pada tabel 5.18 menunjukkan bahwa responden yang menyatakan fasilitas kamar mandi tidak layak untuk digunakan sebanyak 11 orang (25,0%) dan yang menyatakan fasilitas kamar mandi layak untuk digunakan sebanyak 10 orang (22,7%), sedangkan responden yang menyatakan fasilitas kamar mandi di Panti ini biasa-biasa saja sebanyak 23 orang (52,3%).

Dari data tersebut dapat dilihat bahwa pihak Panti belum sepenuhnya memperhatikan atau menyediakan fasilitas mandi yang diperlukan. Hasil pengamatan peneliti juga terlihat masih kurangnya tanggung jawab pihak Panti dalam pemenuhan fasilitas mandi, sehingga para lanjut usia cenderung malas untuk mandi lantaran keadaan kamar mandi yang kurang baik.

Tabel 5.19

Distribusi Responden Tentang Apakah UPTD Panti Asuhan Budi Luhur ini Memiliki tempat Pelatihan Keterampilan

No Kategori Frekuensi Persentase

1. 2. 3.

Ya Tidak

Tidak Tahu Menahu

42 2 - 95,5 4,5 - Total 44 100

Sumber: Hasil Kuesioner, 2010

Berdasarkan tabel 5.19 menunjukkan bahwa responden yang menyatakan UPTD Panti Asuhan Budi Luhur ini memiliki tempat pelatihan keterampilan untuk memenuhi standar Panti sebanyak 42 orang (95,5%) dan responden yang menyatakan tidak cukup untuk memenuhi standar Panti sebanyak 2 orang (4,5%).

Hasil penelitian peneliti melihat secara langsung bahwa di Panti ini memeliki tempat keterampilan yang baik, untuk para perempuan lanjut usia disediakan tempat dan alat menjahit dan sebagainya. Sedangkan untuk para lanjut usia khususnya laki-laki disediakan lahan kebun yang cukup luas, dimana mereka dapat menanam apa saja yamg mereka inginkan.

Tabel 5. 20

Distribusi Responden Berdasarkan Partisipasi bapak/ibu Terhadap Pelatihan Keterampilan Tersebut.

No Kategori Frekuensi Persentase

1. 2. 3.

Aktif Sekali Tidak Aktif Sama Sekali

Kadang-kadang 22 7 15 50,0 15,9 34,1 Total 44 100

Sumber: Hasil Kuesioner, 2010

Dari tabel 5.20 di atas dapat kita lihat bahwa responden yang menyatakan aktif sekali berjumlah 22 orang (50,0%) dan responden yang menyatakan tidak aktif sama sekali terhadap pelatihan keterampilan di Panti sebanyak 7 orang (15,9), sedangkan yang menyatakan kadang-kadang berjumlah 15 orang (34,1%).

Berdasarkan tabel data di atas dapat kita lihat bahwa mayoritas responden lebih memilih menyatakan sangat aktif dalam pelatihan keterampilan di Panti karena untuk mengisi waktu luang dan juga agar tetap menjaga kondisi tubuh mereka supaya tidak pasif. Sedangkan yang tidak aktif sama sekali berjumlah 7 orang (15,9), ini dikarenakan keadaan kondisi tubuh mereka yang sudah tidak memungkinkan lagi untuk mengikuti keterampilan di Panti ini.

Tabel 5.21

Distribusi Responden Berdasarkan kegiatan keterampilan yang disukai

No Kategori Frekuensi Persentase

1. 2. 3. Kerajinan Tangan Bercocok Tanam Lain-lain 11 26 7 25,0 59,0 15,9 Total 44 100

Sumber : Hasil Kuesioner, 2010

Tabel 5.21 menunjukkan bahwa responden yang menyatakan menyukai kegiatan bercocok tanam sebanyak 26 orang (59,0%), dan responden yang menyatakan menyukai kegiatan kerajinan tangan sebanyak 11 orang (25,0%), sedangkan sebanyak 7 orang (15,9%)menyatakan tidak dapat mengikuti kegiatan apapun dikarenakan faktor kondisi tubuh yang sudah tidak memungkinkan lagi.

Berdasarkan data dari tabel 5.21 di atas menunjukkan bahwa mayoritas lebih menyukai bercocok tanam 26 orang (59,0%), ini dikarenakan faktor budaya di daerah dataran tinggi Gayo yang sejak zaman nenek moyang mereka bertradisi menanam kopi, sehingga budaya ini sangat tidak mungkin untuk mereka tinggalkan. Sedangkan yang menyukai kerajinan tangan sebanyak 11 orang (25,0%), ini seluruhnya adalah perempuan lanjut usia yang ada di Panti ini. Mereka menyukai kegiatan menjahit serta ada pula yang suka membuat tikar.

Tabel 5.22

Distribusi Berdasarkan Pendapat Responden Mengenai Sarana Pendukung Keterampilan

No Kategori Frekuensi Presentase

1. 2. 3.

Mendukung Tidak Mendukung

Tidak Mau Tahu

44 - - 100 - - Total 44 100

Sumber: Hasil Kuesioner, 2010

Tabel 5.22 menunjukkan tentang data responden berdasarkan pendapat mereka mengenai sarana pendukung keterampilan. Keseluruhnya 44 orang (100%) menyatakan mendukung mengenai sarana keterampilan di Panti ini. Ini dikarenakan seluruh lanjut usia yang berada di Panti ini termasuk mereka yang tidak dapat mengikuti adanya pelatihan kegiatan keterampilan adalah mereka yang suka akan bekerja, artinya pada saat mereka masih muda, mereka sebagian besar adalah seorang petani kopi yang merupakan mata pencaharian masyarakat Aceh Tengah. Dari situlah mereka hidup hingga dapat menyekolahkan anak-anak mereka hingga tamat sekolah.

Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan salah satu responden yang berhasil untuk di wawancara, mengatakan seperti ini :

“………..tanah Gayo ini adalah sumber kopi. Jadi masyarakat disini merupakan petani kopi dan ini menjadi sumber penghasilan kami dari zaman nenek moyang kami hingga sekarang” (BM, 71 tahun).

Tabel 5.23

Distribusi Responden Berdasarkan Sudah atau Belum Mendapat Pelatihan Keterampilan

No Kategori Frekuensi Presentase

1. 2. 3.

Sudah Belum

Tidak Tahu Sama Sekali

37 7

84,1 15,9

Total 44 100

Sumber: Hasil Kuesioner, 2010

Tabel 5.23 di atas menunjukkan mayoritas responden yang menyatakan sudah mendapatkan pelatihan keterampilan sebanyak 37 orang (84,1%) dan yang memang belum pernah mendapat pelatihan sebanyak 7 orang (15,9%) dikarenakan faktor kondisi tubuh mereka yang tidak memungkinkan lagi untuk melakukan banyak kegiatan.

Dari tabel 5.23 di atas dapat kita gambarkan bahwa pihak Panti sudah baik dalam memperhatikan kegiatan keterampilan untuk para lanjut usia. Artinya mereka keseluruhan mendapat perlakuan yang sama di Panti ini tanpa ada perbedaan, terkecuali para lanjut usia yang sebanyak 7 orang (15,9%) tersebut yang memang tidak mungkin lagi untuk mengikuti segala jenis kegiatan kegiatan apapun dikarenakan faktor kondisi tubuh mereka yang sangat lemah.

Tabel 5.24

Distribusi Responden Berdasarkan Adanya instruktur Khusus Dalam Memberikan Keterampilan

No Kategori Frekuensi Presentase

1. 2. Ya Tidak - 44 - 100 Total 44 100

Sumber: Hasil Kuesioner, 2010

Dari tabel 5.24 ini dapat kita lihat bahwa responden yang menyatakan tidak dihadirkannya instruktur khusus dalam memberikan pelatihan keterampilan sebanyak 44 orang (100%), ini dikarenakan para lanjut usia yang tinggal di Panti ini sudah cukup memahami tentang kegiatan keterampilan yang ada di Panti ini, karena sebelum mereka masuk ke Panti ini, mereka sudah sejak dahulu merasakan. Ini disebabkan karena mereka sebagian besar adalah penduduk asli dataran tinggi Gayo Aceh Tengah.

Tabel 5.25

Distribusi Responden Berdasarkan Berapa Kali Pendidikan Keterampilan Diberikan Dalam Seminggu

No Kategori Frekuensi Presentase

1. 2. 3. 1-2 kali 3-4 kali 7 kali 44 - - 100 - - Total 44 100

Berdasarkan tabel 5.25 menunjukkan bahwa responden yang menyatakan mendapatkan pendidikan ketrampilan 1-2kali dalam seminggu keseluruhannya sebanyak 44 orang (100%) mengingat kegiatan ini tidak perlu dilakukan secara sering, karena kegiatan ini bertujuan agar para lanjut usia di saat umur seperti ini tetap memiliki semangat hidup dan menjaga kreatifitas mereka sebagaimana mereka pada waktu muda. Kegiatan seperti ini bertujuan juga supaya para lanjut usia yang ada di Panti ini tetap menjaga kondisi tubuh mereka, karena dengan adanya kegiatan seperti ini mereka secara tidak langsung sudah berolah raga, artinya tubuh mereka dapat bergerak dan dapat mempertahankan tulang-tulang mereka agar tetap masih memiliki ketahanan untuk bergerak, berjalan dan sebagainya. Inilah pernyataa dari salah satu pengurus UPTD Panti Asuhan Budi Luhur Aceh Tengah.

Tabel 5.26

Distribusi Tanggapan Responden Tentang Apakah Panti Ini Bisa Digunakan Sebagai Tempat Bimbingan Rohani

No Kategori Frekuensi Presentase

1. 2. 3.

Ya Tidak

Tidak bisa memprediksi

44 - - 100 - - Total 44 100

Sumber: Hasil Kuesioner, 2010

UPTD Panti Asuhan Budi Luhur merupakan subdinas dari Dinas Sosial, Transmigrasi dan Tenaga Kerja yang menjadi tempat untuk memberikan pelayanan sosial bagi para lanjut usia yang bertujuan untuk membina para lanjut usia agar tetap bertahan dalam menjalankan sisa hidup mereka agar tetap memiliki semangat hidup. Berdasarkan hasil penelitian peneliti dapat dilihat pada tabel 5.26 bahwa responden

yang menyatakan Panti ini memenuhi standar tempat bimbingan rohani secara keseluruhannya 44 orang (100%).

Hasil ini menunjukkan bahwa daerah Nanggroe Aceh Darussalam khususnya di Panti ini yang terletak di wilayah Aceh Tengah ini memang betuk-betul sangat mengutamakan nilai-nilai jiwa rohani dan tidak perlu diragukan lagi, sebagaimana yang sudah dikenal dengan syariat Islamnya. Ini terbukti seluruh responden yang berada di Panti ini 100% menyatakan memenuhi standar sebagai tempat bimbingan rohani kerena di Panti memiliki tempat untuk memberikan pelayanan rohani yang sangat baik.

Tabel 5.27

Distribusi Responden Berdasarkan Frekuensi Bimbingan Rohani yang Bapak/ibu terima selama di Panti

No Kategori Frekuensi Presentase

1. 2. 3. Setiap hari Setiap minggu Setiap bulan - 44 - - 100 - Total 44 100

Sumber: Hasil Kuesioner, 2010

Tabel 5.27 di atas dapat kita lihat bagaimana frekuensi bimbingan rohani yang diterima responden selama di Panti. Keseluruhannya 44 orang (100%) menyatakan bahwa mereka setiap minggu mendapat bimbingan rohani karena para lanjut usia yang berada di Panti ini memeluk agama Islam, maka dari itu mereka seluruhnya sama mendapatkan bimbingan rohani secara bersamaan.

Bimbigan rohani di Panti ini merupakan salah satu cara untuk menambah iman mereka agar tetap mengingat kepada yang maha kuasa serta mempertebal semangat hidup mereka agar tetap bertahan sebagai manusia yang bersosial.

5.1.3. Keahlian Pengurus UPTD Panti Asuhan Budi Luhur

Dokumen terkait