• Tidak ada hasil yang ditemukan

Fasilitas perjanjian ekspor senior (SEFA)

Dalam dokumen PT Vale Indonesia Tbk Annual Reports 2011 (Halaman 189-196)

Mengingat harga nikel dan kondisi pasar hutang dunia yang melemah, termasuk kapasitas perbankan yang sangat terbatas dan rendahnya keinginan perbankan untuk memberikan pinjaman sejak akhir tahun 2008 sampai pertengahan tahun 2009, PT Vale ketika itu percaya bahwa memperoleh pinjaman dari Vale S.A. adalah tindakan yang berhati-hati dan disarankan sampai kondisi pasar cukup baik sehingga dapat menggantikan atau melunasi fasilitas tersebut. Perpanjangan hutang sesuai dengan perjanjian hutang bergulir jangka pendek akan memungkinkan PT Vale memenuhi komitmen modal dan keperluan operasi, dan menghindari kemungkinan kekurangan kas. PT Vale akan

membayar bunga atas pinjaman sejak tanggal penarikan sampai pinjaman tersebut dibayar kembali pada tingkat suku bunga berdasarkan LIBOR (suku bunga yang berlaku atas deposito dalam dolar AS di pasar antar bank London, seperti yang dikutip oleh kantor berita komersial) ditambah 5%, dihitung berdasarkan 360 hari dalam setahun untuk jumlah hari aktual yang telah berlaku.

Selain perjanjian-perjanjian pengikatan sesuai dengan tansaksi pinjaman bagi perusahaan untuk (a) mematuhi semua undang-undang dan perjanjian-perjanjian material, (b) menjaga dan mempertahankan aset-asetnya, (c) beroperasi sesuai dengan praktik-praktik pertambangan yang wajar dan Kontrak Karya, (d) mengasuransikan aset-aset dan usahanya, dan (e) membebaskan pejabat-pejabat dan agen-agen pemberi pinjaman dalam hal terjadi pelanggaran perjanjian, perseroan juga setuju untuk mendepositokan semua pendapatan dan jumlah lainnya yang diterima pada rekening di kota New York, asalkan Perseroan mempertahankan sejumlah AS$20,0 juta pada rekening di Republik Indonesia atau di tempat lain.

Karena transaksi ini adalah Transaksi Material berdasarkan peraturan pasar modal dan merupakan transaksi konlik kepentingan berdasarkan anggaran dasar PT Vale, maka transaksi ini disetujui pada RUPS Luar Biasa PT Vale yang diadakan pada 17 April 2009. Namun dengan membaiknya kinerja keuangan

Perseroan dan kondisi pasar keuangan, PT Vale memutuskan untuk tidak mengeksekusi perjanjian fasilitas pinjaman bergulir jangka pendek dengan Vale S.A. ini. Pada akhir tahun tersebut, PT Vale memilih untuk memanfaatkan pendanaan jangka panjang dari pihak ketiga yang lebih menarik untuk proyek Karebbe dalam bentuk fasilitas ekspor.

Perkiraan biaya proyek Karebbe adalah AS$410,0 juta, dan merupakan arus kas keluar yang signiikan. Karena itu pada 30 November 2009, PT Vale menandatangani SEFA dengan Mizuho Corporate Bank, Ltd., dan Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd., masing-masing sebagai Pemberi Pinjaman, Agen Fasilitas, dan Agen Kolateral, dengan Vale S.A. sebagai Penjamin. Fasilitas sebesar AS$300,0 juta ini (terdiri dari pinjaman dari Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd. sebesar AS$200,0 juta dan dari Mizuho Corporate Bank Ltd. sebesar AS$100,0 juta) menetapkan tingkat bunga dengan tarif LIBOR ditambah 1,5% per tahun untuk periode pembayaran bunga yang relevan; pembayaran bunga dimulai pada tanggal 19 Februari 2010. Pokok pinjaman akan dibayar dalam 16 cicilan setengah tahunan mulai tanggal 19 Februari 2012.

In addition to the customary covenants provided in a loan transaction for a company to (a) comply with all laws and material agreements, (b) maintain and preserve its assets, (c) operate in accordance with normal mining practices and the CoW, (d) insure its assets and business, and (e) indemnify oicers and agents of the lender in the event of a breach of such covenants, the Company also agrees to deposit all revenues and other amounts received in accounts in the City of New York, provided that the Company maintains up to US$20.0 million in accounts in the Republic of Indonesia or elsewhere.

As the transaction is a Material Transaction under the capital market regulation and a conlict of interest transaction under PT Vale’s articles of association, the transaction was approved at PT Vale’s Extraordinary General Meeting of Shareholders held on April 17, 2009. However, in light of the subsequent improvement in the Company’s inancial performance and better inancial market conditions, the Company decided not to execute the short-term revolving credit facility agreement reached with Vale International S.A. Later in the year, PT Vale chose to take advantage of available and attractive third-party long-term funding for the Karebbe project in the form of an export facility.

The Karebbe’s project cost was estimated at US$410.0 million, representing a signiicant outlow. Accordingly, on November 30, 2009, PT Vale entered into a SEFA with Mizuho Corporate Bank, Ltd. and Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd., as the Lender, Facility Agent and Collateral Agent, respectively, with Vale S.A. as the guarantor. The facility of US$300.0 million (consisting of loans from the Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Ltd. of US$200.0 million and from Mizuho Corporate Bank, Ltd. of US$100.0 million) is subject to interest at LIBOR plus 1.5% per annum for the relevant interest period; interest starting been paid on February 19, 2010. The principal will be repaid in 16 semi-annual installments beginning on February 19, 2012.

To the extent that the expenditures are eligible for Energy and Natural Resources Insurance, lenders will make loans to PT Vale through NEXI (up to their committed facility amounts) to fund the Karebbe project. NEXI is a Japanese insurance agency that agreed to cover 100% of any loss caused by Brazilian political events and 97.5% of any loss caused by commercial events. Loans are available from the date of the SEFA up to two years from that date.

As of December 31, 2009, PT Vale had paid upfront fees and agency fees of US$5 million, NEXI insurance premium of US$6.0 million, and other fees of US$0.24 million. These amounts have been capitalized as long-term borrowing and amortized until end of SEFA facility period.

Sepanjang pengeluaran ini memenuhi syarat untuk Asuransi Sumber Daya Alam dan Energi, pemberi pinjaman akan meminjamkan dana untuk proyek Karebbe kepada PT Vale melalui NEXI (sampai sejumlah yang diperjanjikan). NEXI adalah perusahaan asuransi Jepang yang setuju mengasuransikan 100% kerugian yang disebabkan oleh peristiwa politik Brazil dan 97.5% kerugian yang disebabkan peristiwa komersial. Pinjaman tersedia sejak tanggal SEFA sampai dengan dua tahun setelahnya.

Per 31 Desember 2009, PT Vale telah membayar biaya jasa dimuka dan biaya jasa agen sebesar AS$5 juta, premi asuransi NEXI sebesar AS$6 juta, dan biaya-biaya jasa lainnya sebesar AS$0,24 juta. Biaya-biaya tersebut telah dikapitalisasi sebagai pinjaman jangka panjang dan diamortisasi sampai akhir periode fasilitas SEFA.

Per 31 Desember 2010, PT Vale telah menarik sejumlah AS$150,0 juta dari fasililtas pinjaman SEFA. Per 31 Desember 2011, saldo pinjaman telah meningkat menjadi AS$300,0 juta karena Perseroan telah menarik fasilitas kedua sebesar AS$150,0 juta pada bulan Maret 2011.

Biaya-biaya jasa berikut merupakan biaya yang harus dibayar PT Vale sepanjang masa pinjaman SEFA: • Biaya jasa agen kepada Agen Fasilitas, sebesar

AS$20.000 per tahun, setiap tanggal 30 November, sampai semua pinjaman telah dibayar penuh; • Biaya jasa Agen Kolateral sekitar AS$15.000 per

tahun;

• Biaya jaminan kepada penjamin sebesar 1,5% per tahun dari jumlah pinjaman yang belum dilunasi; dan

• Biaya komitmen sebesar 0,5% dari rata-rata harian jumlah yang tidak digunakan dari komitmen masing-masing pemberi pinjaman berdasarkan fasilitas, dibayarkan setiap enam bulan.

Fasilitas SEFA terikat pada perjanjian-perjanjian tertentu, antara lain:

• wajib menyerahkan kepada agen fasilitas dalam

jangka waktu masing-masing 180 hari dan 90 hari sejak akhir tiap tahun dan periode iskal, laporan keuangan yang telah diaudit dengan pendapat wajar tanpa pengecualian, dan laporan keuangan triwulanan yang telah diaudit;

As of December 31, 2010, PT Vale had drawn down US$150 million of the SEFA facility. As of December 31, 2011 the loan balance has increased to US$300.0 million as the Company has withdrawn its second facility of US$150.0 million in March 2011.

The following fees are to be paid over the life of the SEFA loan by PT Vale:

agency fee to the Facility Agent, amounting to US$20,000 per annum, on every November 30, until all loans have been paid in full;

Collateral Agent fees of approximately US$15,000 annually;

guarantee fee to the guarantor of 1.5% per annum on the outstanding loan amount; and

commitment fee of 0.5% of the average daily unused amount of the committed amount of each lender under the facility, payable every six months.

The SEFA facility is subject to certain covenants, among others:

to furnish the facility agent within 180 days and 90 days from the end of each iscal year and period, respectively, with PT Vale’s audited inancial statements with an unqualiied opinion and the unaudited quarterly inancial statements;

proceeds of the loan will be used solely to inance the construction, development and operation of the Karebbe project;

gain pari passu ranking for all other present and future senior unsecured and unsubordinated indebtedness of the obligor;

with respect to the measurement period (six months basis), the market value of the Designated Of-Take Agreement (each of the initial export agreements and each other export agreement from time-to-time designated by the borrower under the facility) will not be less than 110% of the debt service amount (interest plus principal installment) with respect to the measurement period;

• dana hasil pinjaman hanya akan digunakan untuk

mendanai konstruksi, pembangunan dan operasi dari proyek Karebbe;

• perolehan akan diurutkan secara tanggung renteng

untuk semua peminjaman saat ini dan masa depan yang terhutang pada obligor;

• sehubungan dengan periode penilaian (setiap enam

bulan), nilai pasar dari Perjanjian Lepas-Ambil yang Ditentukan (setiap perjanjian ekspor awal dan setiap perjanjian ekspor lainnya yang dari waktu ke waktu dibentuk oleh peminjam berdasarkan fasilitas ini) tidak boleh kurang dari 110% dari jumlah hutang berjalan (bunga ditambah dengan pokok cicilan) pada periode penilaian;

• selalu menjaga agar nilai pasar dari Perjanjian

Lepas-Ambil yang Ditentukan tidak kurang dari 110% dari jumlah komitmen ditambah dengan jumlah pokok pinjaman dari pinjaman berjalan dan jumlah hutang berjalan;

• peminjam akan menginstruksikan kepada JP Morgan

Chase Bank, N.A. untuk mentransfer cicilan dengan porsi sebagai berikut :

- Periode bulan kalender pertama bunga 20% - Periode bulan kalender kedua bunga 40% - Periode bulan kalender ketiga bunga 60% - Periode bulan kalender keempat bunga 80%; dan - Periode bulan kalender kelima bunga 100%

• Peminjam tidak akan memberikan hak atas

penjaminan asetnya kepada Pemberi Pinjaman lain selain dari Pemberi Pinjaman yang disebutkan dalam Perjanjian Penjaminan;

• Peminjam, tanpa izin dari Pemberi Pinjaman,

tidak akan mengkonsolidasikan atau melakukan penggabungan usaha dengan perseroan lain atau memindahkan keseluruhan atau sebagian besar asetnya kepada pihak lain;

• Tidak diperbolehkan menghapus aset yang berkaitan

dengan proyek Karebbe tanpa persetujuan terlebih dahulu;

at all times the market value of the Designated Of-Take Agreement will not be less than 110% of the then sum of the commitments plus the outstanding principal amount of the loans outstanding and the debt service coverage amount;

the borrower will instruct JP Morgan Chase Bank, N.A. to transfer the installment portion as follows:

- in the irst calendar month of the interest period 20%; - in the second calendar month of the interest period 40%; - in the third calendar month of the interest period 60%; - in the fourth calendar month of the interest period 80%;

and

- in the ifth calendar month of the interest period 100%;

the borrower will not create or permit to exist any lien on any collateral, except for the lien created by the Security Agreement;

no obligor will, without the consent of the lenders, consolidate with or merge into any other corporation or convey or transfer all or substantially all of its assets to any other person;

no disposal of assets related to the Karebbe project without prior consent;

the guarantor will maintain, for each inancial test period ending on the last day of each iscal semester of the Guarantor, the following inancial covenants:

- Debt-to-Adjusted EBITDA ratio of not more than 4.5:1.0; and

- Adjusted EBITDA-to-Interest Expense ratio of not less than 2.0:1.0.

An event of default will be triggered under the following circumstances: non-payment of principal, non-payment of fee or interest, failure to perform any covenant, involuntary proceedings and bankruptcy or insolvency.

• Pemberi Jaminan akan menjaga agar, pada setiap

pemeriksaan keuangan akhir periode Pemberi Jaminan, yaitu pada hari terakhir setiap semester iskal, selalu memenuhi persyaratan keuangan berikut:

- Rasio Hutang terhadap EBITDA yang telah disesuaikan tidak lebih dari 4,5:1,0, dan - Rasio EBITDA yang telah disesuaikan terhadap

biaya bunga tidak kurang dari 2,0: 1,0

Peristiwa wan-prestasi akan dipicu oleh beberapa keadaan berikut: tidak membayar pokok pinjaman, tidak membayar biaya jasa atau bunga, gagal

memenuhi persyaratan perjanjian, dan bangkrut atau tidak solven.

Dalam dokumen PT Vale Indonesia Tbk Annual Reports 2011 (Halaman 189-196)

Dokumen terkait