ETIOLOGI DAN PATOGENESIS
4. Fertilisasi dan Kehami Fertilisasi terjadi j
tersebut didahului dengan (ereksi ), agar dapat menga
Penis ereksi disebabka penis. Dengan demikian a dikeluarkan (ditahan dalam jaringan di mengalami pemanjangan da senggama dapat dilakukan. menerima rangsangan sent jutaan sel sperma. Proses ke
Pada lelaki normal, sel sperma. Pergerakan sel yang dihasilkan oleh cervi cervix jika seorang wanit seksual. Sel sperma akan
amilan
di jika sel telur bertemu dengan sel sperma. Pada gan proses senggama. Penis harus berada dala
gantarkan sperma ke dalam vagina.
babkan oleh melebarnya arteri dan menutupnya n ada banyak aliran darah yang masuk dan s lam pembuluh darah penis). Pembuluh darah jug
dalam penis sehingg
n dan berubah menjadi lebih keras. Jika penis suda kukan. Pada saat penis memasuki vagina, resept
sentuhan yang menyebabkan dikeluarkannya se s keluarnya semen tersebut dinamakan ejakulasi
al, dalam satu kali ejakulasi akan dikeluarkan 300 sel sperma di dalam vagina dibantu oleh semen ervix . Cairan pelicin tersebut akan disekresika nita telah siap melakukan senggama atau mend kan berenang menuju oviduk atau tuba Fallopi
ada manusia, proses dalam keadaan tegak ya pembuluh vena di n sedikit darah yang h juga akan memenuhi hingga penis s sudah ereksi, proses septor di penis akan a semen yang berisi kulasi.
n 300 juta –400 juta en dan cairan pelicin sikan oleh kelenjar di endapat rangsangan lopi tempat sel telur
berada setelah masa ovula manusia.
Pergerakan sel spe mitokondria penghasil AT tahap meiosis II dan belum sperma, proses meiosis I membentuk zona pelindung cairan bening di dalamnya
Sel sperma yang te zona pelusida . Zona pelusi hanya dapat dilalui oleh se litik yang mampu menembus c
Pada saat sel sperm Sel telur kemudian akan fungsional yang haploid. B sel telur untuk melakukan endositosis pada sel. Sete menebal sehingga tidak a tersebut sudah dibuahi dan menjadi morula.
Zigot ini kemudian menuju rahim. Pergerakan Dalam waktu 1 minggu,
ovulasi. Oviduk atau tuba Fallopi merupakan tem sperma didukung oleh ekor sperma yang ban ATP. Sel telur yang diovulasikan umumnya m belum sepenuhnya menjadi oosit. Dengan ada
s II dapat dipercepat. Sel telur yang telah si ndung yang dinamakan corona radiata di bagian
ya yang disebut zona pelusida.
telah mencapai sel telur akan berlomba untuk lusida mempunyai reseptor yang bersifat “spesi h sel sperma dari satu species. Akrosom sperma
mbus corona radiata dan zona pelusida.
sperma menembus corona radiata, akrosom sper kan segera menyelesaikan tahap meiosis II
d. Bagian inti sel sperma ini kemudian bersatu kukan fusi materi genetik. Gerakan ini mirip d
etelah terjadi peleburan atau fertilisasi ini, cor ada lagi sel sperma lain yang dapat masuk. dan berubah menjadi zigot. Zigot akan membe
udian melakukan pembelahan sel selama perjala an zigot menuju rahim (uterus) tersebut mema u, zigot telah berbentuk seperti bola yang dina
empat fertilisasi pada banyak mengandung a masih berada pada danya peleburan sel h siap dibuahi akan ian luar serta sebuah untuk dapat memasuki spesies spesifik”, yaitu a mempunyai enzim
sperma akan meluluh. II menghasilkan inti atu dengan membran p dengan mekanisme , corona radiata akan suk. Pada saat ini sel belah secara mitosis
jalanannya di oviduk makan waktu 4 hari. dinamakan blastula .
Blastula memiliki rongga akan menjadi bakal embrio.
Bagian lengket dari Proses tersebut dinamakan lapisan, yaitu lapisan luar (endoderm). Tahap ini dise
Selanjutnya, ektode Mesoderm membentuk ot reproduksi. Sementara itu, berhubungan dengan siste Organogenesis dimulai penyempurnaan pada mingg
Embrio akan mele dengan LH) yang akan di Dengan demikian, estroge
ongga yang disebut blastosol. Masa sel di bagian brio.
dari blastosol tersebut kemudian akan menempe kan implantasi . Blastula selanjutnya berkemban uar ( ektoderm ), lapisan tengah ( mesoderm), disebut gastrulasi yang terjadi sekitar minggu ke
oderm akan membentuk sistem saraf, kulit, m otot, tulang, jantung, pembuluh darah, ginjal, itu, endoderm akan membentuk organ-organ se
stem pernapasan. Peristiwa ini disebut dengan i dari minggu keempat hingga minggu inggu kesembilan.
elepaskan hormon corionic gonadotropin (hor n dibawa ke ovarium untuk mencegah luluhn
strogen dan progesteron tetap dihasilkan
ian dalam blastosol, pel di endometrium. bang membentuk tiga ), dan lapisan dalam u ketiga.
t, mata, dan hidung. njal, limfa, dan organ n serta kelenjar yang ngan organogenesis . nggu kedelapan dan
(hormon yang mirip uhnya corpus luteum. kan sehingga dapat
mempertahankan persiapa endometrium. Dari manaka Kehamilan terjadi m kehamilan terjadi selama 266 menstruasi terakhir hari pe uterus yang beraturan. Be berperan dalam proses i pembukaan cervix , tahap pe
Organ Reproduksi manus Organ reproduksi da asesoris.
a. Testis
Testis adalah kelenj sepasang (testes = jamak). Pada manusia, testis terleta terletak di dalam skrotum mamalia akan lebih efisien de
Pada tubulus sperm mengangkat testis mendeka akan berelaksasi dan testi kremaster.
Selama masa pube Ukuran testis bergantung intersisial, dan produksi ca Pada umumnya, ke rendah dari yang lainnya. darah pada testis kiri dan ka Testis berperan pada - memproduksi sperma - memproduksi hormon se
Kerja testis di baw bagian anterior:
apan kehamilan di rahim dengan memperta akah embrio memperoleh suplai makanan? di mulai dari fertilisasi hingga kelahiran. Pada
a 266 hari (38 minggu) dari fertilisasi atau 40 m i pertama. Kelahiran bayi terjadi melalui sera Beberapa hormon, seperti estrogen, oksitosin, s ini. Secara umum, proses kelahiran terja p pengeluaran bayi, dan tahap pelepasan plasent
anusia
oduksi dalam pria terdiri atas testis, saluran pengelua
lenjar kelamin jantan pada hewan dan manusia k). Testis dibungkus oleh skrotum, kantong kul letak di luar tubuh, dihubungkan dengan tubulus um. Ini sesuai dengan fakta bahwa proses sper sien dengan suhu lebih rendah dari suhu tubuh (< rmatikus terdapat otot kremaster yang apabila ndekat ke tubuh. Bila suhu testis akan diturunka
stis akan menjauhi tubuh. Fenomena ini dikena pubertas, testis berkembang untuk memulai ung pada produksi sperma (banyaknya sperma
cairan darisel Sertoli.
kedua testis tidak sama besar. Dapat saja salah ya. Hal ini diakibatkan perbedaan struktur ana n kanan.
n pada sistem reproduksi dan sistem endokrin. Fun ma (spermatozoa)
on seks pria seperti testosteron.
bawah pengawasan hormon gonadotropik dari
rtahankan ketebalan da manusia, rata-rata 40 minggu dari siklus serangkaian kontraksi osin, dan prostaglandin rjadi melalui tahap senta.
eluaran dan kelenjar
nusia. Testis berjumlah kulit di bawah perut. ubulus spermatikus dan spermatogenesis pada ubuh (< 37°C).
bila berkontraksi akan unkan, otot kremaster kenal dengan refleks ulai spermatogenesis. matogenesis), cairan lah satu terletak lebih anatomis pembuluh Fungsi testis:
-luteinizing hormone (LH)
-follicle-stimulating hormone (FSH)
Testis dibungkus oleh lapisan fibrosa yang disebut tunika albuginea. Di dalam testis terdapat banyak saluran yang disebut tubulus seminiferus. Tubulus ini dipenuhi oleh lapisan sel sperma yang sudah atau tengah berkembang.
Spermatozoa (sel benih yang sudah siap untuk diejakulasikan), akan bergerak dari tubulus menuju rete testis, duktus efferen, dan epididimis. Bila mendapat rangsangan seksual, spermatozoa dan cairannya (semua disebut air mani) akan dikeluarkan ke luar tubuh melalui vas deferen dan akhirnya, penis. Di antara tubulus seminiferus terdapat sel khusus yang disebut selintersisial Leydig. Sel Leydig memproduksi hormon testosteron. Pengangkatan testis disebut orchidektomi atau kastrasi.
b. Saluran reproduksi
Saluran pengeluaran pada organ reproduksi dalam pria terdiri dari epididimis, vas deferens, saluran ejakulasi dan uretra.
• Epididimis(tempat pematangan sperma)
Epididimis merupakan saluran berkelok-kelok di dalam skrotum yang keluar dari testis. Epididimis berjumlah sepasang di sebelah kanan dan kiri. Epididimis berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara sperma sampai sperma menjadi matang dan bergerak menuju vas deferens
• Vas deferens(saluran sperma dari testis ke kantong sperma)
Vas deferens atau saluran sperma (duktus deferens) merupakan saluran lurus yang mengarah ke atas dan merupakan lanjutan dari epididimis. Vas deferens tidak menempel pada testis dan ujung salurannya terdapat di dalam kelenjar prostat. Vas deferens berfungsi sebagai saluran tempat jalannya sperma dari epididimis menuju kantung semen atau kantung mani (vesikula seminalis).
• Saluran ejakulasi
Saluran ejakulasi merupakan saluran pendek yang menghubungkan kantung semen dengan uretra. Saluran ini berfungsi untuk mengeluarkan sperma agar masuk ke dalam uretra
• Uretra
Uretra merupakan saluran akhir reproduksi yang terdapat di dalam penis. Uretra berfungsi sebagai saluran kelamin yang berasal dari kantung semen dan saluran untuk membuang urin dari kantung kemih.
c. Kelenjar kelamin
Kumpulan kelenjar aksesoris terdiri dari vesikula seminalis, prostate, dan kelenjar bulbouretralis. Sebelum ejakulasi, kelenjar tersebut mensekresikan mucus bening yang menetralkan setiap urine asam yang masih tersisa dalam uretra.
Sel-sel sperma dapat bergerak dan mungkin aktif mengadakan metabolisme setelah mengadakan kontak dengan plasma semen. Plasma semen mempunyai dua fungsi utama yaitu: berfungsi sebagai media pelarut dan sebagai pengaktif bagi sperma yang
mula-mula tidak dapat bergerak serta melengkapi sel-sel dengan substrat yang kaya akan elektrolit (natrium dan kalium klorida), nitrogen, asam sitrat, fruktosa, asam askorbat, inositol, fosfatase sera ergonin, dan sedikit vitamin-vitamin serta enzim-enzim. Kelenjar aksesoris terdiri dari:
• Vesikula seminalis(tempat penampungan sperma)
Vesikula seminalis atau kantung semen (kantung mani) merupakan kelenjar berlekuk-lekuk yang terletak di belakang kantung kemih. Dinding vesikula seminalis menghasilkan zat makanan yang merupakan sumber makanan bagi sperma.
Vesikula seminalis menyumbangkan sekitar 60 % total volume semen. Cairan tersebut mengandung mukus, gula fruktosa (yang menyediakan sebagian besar energi yang digunakan oleh sperma), enzim pengkoagulasi, asam askorbat, dan prostaglandin.
Gambar 1. Vesikula seminalis
• Kelenjar prostat(penghasil cairan basa untuk melindungi sperma)
Kelenjar prostat melingkari bagian atas uretra dan terletak di bagian bawah kantung kemih. Kelenjar prostat adalah kelenjar pensekresi terbesar. Cairan prostat bersifat encer dan seperti susu, mengandung enzim antikoagulan, sitrat (nutrient bagi sperma), sedikit asam, kolesterol, garam dan fosfolipid yang berperan untuk kelangsungan hidup sperma.