“Bebaskanlah pikiranmu, maka niscaya pikiranmu akan menjadi alami.”
Soho Takuan, seorang pendeta Zen dengan kecerdikannya berhasil “menawan” Takezo di sebuah sel gelap di puri milik Ikeda. Di sana selama tiga tahun, Takezo ditahan untuk mendalami bertumpuk-tumpuk dan beragam buku. Mulai dari seni perang dari Sun Tzu, Taoisme, buku-buku mengenai Zen hingga ke berjilid-jilid kitab mengenai sejarah Jepang. Pendeta Takuan, selalu bersikap keras itu menasihati Takezo yang terkenal bandel dan liar itu hingga mau patuh menjalani
penggemblengan berat tersebut. Salah satu nasehatnya adalah;
“Anggaplah kamar ini sebagai rahim ibumu dan bersiaplah untuk lahir kembali. Kalau kau melihatnya hanya dengan matamu, tak akan kau melihat apa-apa kecuali sel yang tak berlampu dan tertutup. Tapi pandanglah lebih saksama, lihatlah dengan akalmu dan berpikirlah. Kamar ini dapat menjadi sumber pencerahan, pancuran pengetahuan yang
ditemukan dan diperkaya oleh orang-orang bijak di masa lalu. Terserah padamu, apakah kamar ini menjadi kamar kegelapan ataukah kamar penuh cahaya”.
Setelah melewati masa pembelajaran tiga tahun, Takezo mendapatkan pencerahan dan dibebaskan dan boleh berkelana lagi. Saat itu usianya 21 tahun, Takezo memulai kehidupannya kembali sebagai Miyamoto Musashi. Miyamoto Musashi (宮本武蔵?), atau biasa disebut Musashi saja, adalah seorang samurai dan ronin yang sangat terkenal di Jepang pada abad pertengahan. Ia diperkirakan lahir pada sekitar tahun 1584, dan meninggal tahun 1645. Nama aslinya adalah Shinmen Takezo. Kata Musashi merupakan lafal lain dari "Takezo" (huruf kanji bisa memiliki banyak lafal dan arti). Musashi memiliki nama lengkap Shinmen Musashi No Kami Fujiwara No Genshin.
Dilahirkan di sebuah desa yang bernama Miyamoto di tahun 1584, Musashi terlahir sebagai Munasai Takezo. Masa kanak-kanak Takezo tidaklah bahagia. Ia tidak akur dengan ayah kandungnya, Munasai Hirata seorang samurai pemilik tanah. Takezo selalu melontarkan kritik pedas terhadap seni bela diri ayahnya, hingga menyebabkan ketiak akuran diantara ayah dan anak ini. Situasi yang demikian membuat Takezo kabur memilih meninggalkan rumah untuk hidup bersama pamannya yang saat itu usianya belum mencapai 13 tahun.
Tapi di usianya yang 13 tahun tersebut, Takezo sudah mampu menaklukkan seorang pendekar pedang Shito-ryu yang bernama Arima Kihei. Lawannya itu dirobohkan dan dipukulinya dengan tongkat hingga tewas. Kemudian pada usia 16 tahun, Takezo bertarung dengan seorang samurai tangguh dan kembali muncul sebagai pemenang. Mulai saat itu, Takezo memutuskan pergi bertualang mengikuti “Jalan Pedang”.
Pertarungan puncak bagi Musashi adalah saat menghadapi Sasaki Kojiro, saingan terberatnya yang masih muda dan sangat tangguh. Kojiro pada zaman itu sosok pemain pedang yang ideal: garis keturunannya tidak ada aib dan guru-gurunya ternama; dan dengan pelatihan yang penuh disiplin, ia berhasil menciptakan teknik permainan pedang yang mengagumkan. Tapi pada akhirnya kepala Kojiro pecah oleh tebasan pedang Musashi pada pertarungan di Pulau Ganryu, 13 April 1612.
Pertarungan Musashi melawan Sasaki Kojiro merupakan titik balik baginya. Sebelum itu, dia menyakini bahwa kemampuan seni berperang adalah kunci kemenangan dalam setiap pertarungan. Tetapi setelah mengalahkan Kojiro, Musashi menyadari bahwa kekuatan dan ketrampilan bukan satu-satunya yang bisa diandalkan untuk menentukan kemenangan;
“Ketika umurku sudah lewat tiga puluh tahun dan merenungkan kembali hidupku, aku sadar bahwa aku menjadi pemenang bukan karena kemampuan luar biasa dalam seni bela diri. Mungkin saja aku mempunyai bakat alami atau tidak menyimpang dari prinsip alami. Atau, bisa jadikah seni bela diri lawan itu yang memang mengandung suatu cacat? Setelah itu, dengan tekad jauh lebih besar untuk mencapai pemahaman yang lebih jelas mengenai prinsip-prinsip yang dalam, aku berlatih siang malam”.
Lalu, apa yang memungkinkan Musashi mengalahkan Kojiro jika bukan karena penguasan ketrampilan bertarung? Bagi Musashi, kemenangan sebuah pertarungan terletak pada prinsip atau semangat, bukan tipuan dan
ketidakjujuran. Di dalam Kitab Lima Lingkaran, Musashi menulis:
“Jalan seni adalah langsung dan benar, jadi kau harus dengan tegas berusaha mengejar orang-orang lain dan menundukkan mereka dengan prinsip-prinsip sejati”.
Setelah pertarungan itu Musashi memutuskan mundur dari pertarungan, karena rasa bersalahnya sampai membawa kematian lawannya. Musashi kemudian menetap di pulau Kyushu dan tidak pernah meninggalkannya lagi, untuk menyepi dan mencari pemahaman sejati. Dalam penyepian sebelum kematiannya itu Musashi berhasil
menyelesaikan bukunya yang berjudul Kitab Lima Cincin (Go Rin no Sho) yang menunjukkan semua pencarian dan pencapaian spiritual serta jawabannya tentang bagaimana menemukan dan mengamalkan jalan.
Ada sembilan poin yang diajarkan Musashi untuk kita semua :
1. Berpikirlah dengan membuang semua ketidakjujuran. 2. Bentuklah dirimu sendiri di jalan (yang benar). 3. Pelajarilah semua seni.
4. Pahamilah jalan semua pekerjaan.
5. Pahamilah keunggulan dan kelemahan dari segala sesuatu. 6. Kembangkan mata yang tajam dalam segala hal.
7. Pahamilah apa yang tidak terlihat oleh mata.
8. Berikan perhatian bahkan pada hal-hal terkecil sekalipun. 9. Jangan melibatkan diri dalam hal-hal yang tidak realistis.
Kesimpulan Kitab Lima Cincin (Go Rin no Sho) : 1.Menemukan dan Menciptakan Jalan
”Jalan” dalam bahasa Cina disebut dengan “Tao” dan dalam bahasa Jepang disebut “Do”. Seperti halnya akhiran –do yang biasa ada di aliran-aliran bela diri seperti kendo, aikido, karate-do, dan lainnya. Itu menandakan bahwa bela diri tersebut bukan sekadar bela diri saja, tapi juga disiplin dan jalan hidup. Makanya rata-rata beladiri tersebut
filosofinya sangat dalam. Akhiran –do banyak dipakai di bela diri yang juga menunjukkan cara hidup. Sering disebut hidup sesuai jalannya, akan mengantar pada kebahagiaan dan sebuah petunjuk untuk hidup yang benar.
Bagaimana caranya menemukan jalan? Jalan dapat ditemukan dengan meniru, mencari, dan menemukan. Tetapi jika memodifikasi dan mencampurnya dengan elemen diri, dan jadilah jalan kreasi kita. Musashi, yang tak punya guru dan tak pernah belajar secara khusus pada seorang guru pun, menempuh jalannya sendiri, juga ternyata
terpengaruh oleh Sun Tzu, biksu Zen Takuan Soho, samurai hebat Yagyu Munenori, dan kitab hsinhsinming. Jadi, yang ditemukan Musashi (the book of five rings) sepertinya adalah campuran ajaran Zen dari Takuan dan kitab Hsinhsinming, seni perang Sun Tzu dan keahlian Yagyu, ditambah, diaduk-aduk, dieksperimenkan dengan keseluruhan pengalaman pribadinya.
Musashi sebenarnya lebih layak untuk disebut sebagai seorang otodidak. Musashi membimbing dirinya sendiri untuk mendalami berbagai macam ilmu. Salah satu sumber yang banyak ditimbanya niscaya adalah buah pikiran Sun Tzu.Dikenal sebagai ahli strategi besar-kalau bukan yang terbesar-Sun Tzu hidup hampir 2000 tahun mendahului Musashi (400-320 tahun sebelum Masehi); “Saya suka berpikir betapa hebatnya orang-orang kuno seperti Lao Tse, Konfusius, Socrates, Sun Tzu, sementara kebanyakan dari kita yang hidup pada milenium ketiga ini cuma segini-gini saja.”
Kalau Musashi mendekati strategi melalui contoh-contoh dari tarung-tanding (duel), Sun Tzu lebih membahasnya lewat skenario peperangan. Ada beberapa kalimat dari kitab Seni Berperang (The Art of War) Sun Tzu yang amat membekas di hati Musashi. Selama tiga tahun dalam masa penempaan, Musashi kerap membacanya secara lantang
berulang-ulang dengan alunan bagaikan nyanyian;
• “Barangsiapa mengenal seni perang, tak akan serampangan ia dalam gerakannya. Ia kaya karsa dalam membatasi kemungkinan.”
• “Barangsiapa mengenal dirinya sendiri dan mengenal musuhnya, ia senantiasa menang dengan mudah. Barangsiapa mengenal langit dan bumi, ia menang atas segalanya.”
• “Kenali musuhmu, kenali dirimu sendiri dan kemenanganmu tak akan terancam. Kenali medan, kenali iklim, maka kemenanganmu akan lengkap.”
Yang lebih menarik lagi, dalam kemampuannya untuk membaca waktu. Setelah mencapai usia 29 tahun, ia memutuskan untuk berhenti menjadi petarung. Kemudian Musashi mentransformasikan dirinya menjadi seniman dan pada usia yang lebih lanjut Musashi kembali memutuskan untuk menjadi pemikir mengenai Jalan Strategi. Keputusannya untuk pindah jalur dan beralih profesi pada saat yang tepat itu memang memerlukan ketajaman intuisi yang luar biasa. Agaknya, ini juga yang membuat Musashi menjadi petarung kehidupan yang tak terkalahkan. Musashi mengatur dan bukannya diatur oleh waktu kehidupan.
2.Keteguhan Hati Mengamalkan dan Menjaga Jalan
Memang lebih mudah untuk menjadi peka, menjadi arif dan penuh perenungan ketika kita dalam posisi yang penuh kesusahan dimana sendi-sendi harga diri kita dibenamkan dan segala kesombongan diruntuhkan. Mudah untuk memahami bentuk-bentuk pemikiran, perasaan, benda-benda dan penghargaan kita akan arti hidup itu sendiri. Mudah pula untuk menyadari akan kebeningan cita-cita.
Yang tidak mudah adalah untuk tetap konsisten pada pencapaian nurani tersebut. Tidak mudah untuk terus menjaga visi kita yang paling menggebu-gebu sekalipun. Perubahan lingkungan, kemudahan-kemudahan, orang-orang yang berbeda lambat laun dapat melunturkan pencapaian nurani. Pada prosesnya, akan muncul riak-riak yang
mengganggu yang mengurangi kadar pemikiran dan tindakan kita.
Musashi pun mengalami naik turunnya semangat dalam mewujudkan jalan pedangnya. Cita-cita yang menjadi visi hidupnya. Musashi sempat terjebak dalam kesombongan sesaat ketika bertemu orang-orang yang terlihat lebih lemah. Jalan pedang seolah-olah menjadi jalan paling berarti dan dalam perjalanannya Musashi banyak mengabaikan unsur-unsur lain di luar dirinya. Musashi kemudian sadar dan berusaha membentuk jalan pedang dengan lurus-lurus pada keyakinan dirinya, menekan segala perasaan lembutnya dan satu hal yang menyelamatkannya dari bahaya keangkuhan adalah keinginannya untuk membuka pintu-pintu ilmu dan belajar dari segala macam orang, segala macam bentuk dan alam semesta.
Dalam kehidupan ini, bukan sekali kita merasakan naik turunnya iman, naik turunnya semangat baik dalam bekerja, menjaga hubungan, dan meraih mimpi-mimpi kita. Bukan sekali dua kali pula kita terjatuh dan kembali pada kebeningan pencapaian nurani. Terlalu dini untuk menyimpulkan jalan pencapain nurani, ada banyak visi dan lebih banyak konsistensi yang akan diperlukan.
Walaupun begitu, ada hal-hal menarik yang agaknya dapat dipelajari dari Musashi. Musashi adalah seorang yang sederhana, rendah hati yang bermain bersih tanpa kecurangan. Musashi keras hati dalam melatih diri dan dalam menimba ilmu berbagai aliran, karena Musashi menyadari bukannya tak mungkin terkalahkan. Musashi selalu menekankan pentingnya timing (ketepatan waktu) dan ritme dalam segala hal. Masuk terlalu cepat atau terlalu lambat dalam pertarungan dipandangnya dapat mengundang persoalan tersendiri. Kemudian perubahan yang terjadi di “langit” dan “bumi” bukan saja harus dicermati melainkan mesti pula diadaptasi untuk keselamatan diri. Juga baginya ilmu pengetahuan itu adalah sebuah “lingkaran bulat”. Artinya, kalau kita bermula dari titik A, setelah melingkar penuh kita akan kembali ke titik A semula. Apa yang dianggap paling elementer adalah juga pelajaran yang paling penting.
Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh...
Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya, kita meminta pertolongan kepada-Nya, kita meminta ampunan kepada-Nya dan bertaubat kepada-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejelekan diri kita dan dari keburukan amal-amal kita. Barang siapa yang diberi petunjuk Allah maka tidak ada yang dapat
menyesatkannya. Dan barang siapa yang disesatkan maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada beliau, keluarganya, para sahabatnya, dan seluruh pengikut mereka yang setia hingga akhir
masa. Amma ba’du.
Internet adalah media yang memiliki jangkauan yang sangat luas, yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Setiap orang di seluruh dunia yang memiliki akses internet dapat menikmati dakwah QUANTUM
TRANCEFORMATION NAQS DNA yang disajikan melalui website dan blog NAQS. WEBSITE & BLOG NAQS DNA :
1. http://www.reikinaqs.co.cc/ 2. http://avatar.zonet.us/ 3. http://sief.zonet.us/ 4. http://www.blogsief.co.cc/ 5. http://sedayu.blogdetik.com/ 6. http://www.kompasiana.com/majelisnaqs 7. http://majelisnaqs.blogspot.com/ 8. http://reikinaqs.blogspot.com/ 9. http://energikultivasi.wordpress.com/ 10. http://hongkongnaqs.wordpress.com/ 11. http://naqsmalaysia.wordpress.com/ 12. http://ruqyahtraining.wordpress.com/ 13. http://keajaibansyukur.wordpress.com/ 14. http://naqsdna.wordpress.com/ 15. http://sabdashakti.wordpress.com/ 16. http://reikinaqs.wapsite.me/ 17. http://quantumtranceformasi.blogspot.com/ 18. http://majelisnaqs.multiply.com/ 19. http://reikinaqs.wordpress.com/ 20. http://cahayasirrullah.wordpress.com/ 21. http://kuantumbaitullah.wordpress.com/
22. dan masih banyak lagi yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu semuanya.
Menurut data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2009, pengguna internet Indonesia mencapai 30 juta orang, dan akan terus bertambah seiring dengan semakin mudahnya akses pelayanan internet.
Media Internet dapat dijadikan sebagai Sistem Informasi Pendidikan Keruhanian Islam dan pengembangan sumber daya manusia secara online dan terstruktur melalui program NAQS DNA e-Learning, dll, yang semuanya dapat diakses dari semua belahan dunia yang terhubung ke internet.
DONASI DAKWAH
Untuk merealisasikan program-program di atas, kami mengajak partisipasi dari seluruh kaum muslimin untuk memberikan dukungan berupa dana donasi.
Donasi yang ada akan dialokasikan untuk pembayaran operasional website dan mukafaah bagi pengurus dan penulis khusus website.
Rincian kebutuhan:
1. Perpanjangan domain
2. Sewa Hosting (Tempat penyimpanan dan transfer data)
3. Mukafaah pengurus mencakup koordinator web, webmaster, editor, approve dan jawab komentar, informasi, administrasi dan konsultasi.
4. Biaya Internet. 5. Mukafaah penulis.
6. Mukafaah Ustadz pengoreksi artikel dan penjawab pertanyaan. 7. Peralatan (tinta, kertas dan lainnya).
8. Transportasi dan komunikasi.
Untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut tentunya dibutuhkan dana yang tidak sedikit, sehubungan dengan hal tersebut, kami mengajak saudara sekalian untuk ikut berpartisipasi untuk membantu
terlaksananya program tersebut.
Sahabat, Pelatihan NAQS DNA dengan sistem online ini bersifat Gratis dan sama sekali tidak dipungut biaya. Namun kami membuka peluang untuk siswa dan simpatisan yang ingin berpartisipasi dan
memberikan donasi kepada Majelis untuk meringankan biaya operasional dan untuk perkembangan Majelis. Untuk itu Donasi dapat disalurkan ke :
1. Bank BCA
No. Rekening : 7900330582 Atas Nama : Edi Sugianto
2. Bank BRI
No. Rekening : 7005-01-000078-50-3 Atas Nama : Edi Sugianto
3. Dalam bentuk Pulsa Simpati ke HP Pengasuh : 081231649477
HP Pengasuh adalah sarana untuk berdakwah, menanamkan bibit Ketauhidan dan ketakwaan di dalam hati umat manusia. Saya berikan kesempatan bagi anda yang berminat untuk turut serta menyemarakkan dakwah versinya pak Eddi ini melalui pulsa.
BENTUK PARTISIPASI
Bentuk donasi yang diberikan dapat berupa donatur tetap dan donatur insidental. 1. Donatur tetap
Donatur memberikan donasinya setiap bulan, kami menerima berapapun jumlah donasi yang masuk. Bagi donatur yang ingin mendonasikan hartanya untuk kegiatan ini secara berkala dapat menghubungi kami melalui HP kontak +6281231649477 atau email ; [email protected]
2. Donatur insidental
Donatur memberikan donasinya tidak tetap, setelah mentransfer donasi, kami harapkan dapat memberikan konfirmasi melalui nomor administrasi: +6281231649477 atau email ; [email protected]
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (QS. Al Maaidah: 2)
'Barangsiapa yang memberikan syafa'at yang baik, niscaya ia akan memperoleh bahagian (pahala) dari padanya. Dan barangsiapa memberi syafa'at yang buruk,
niscaya ia akan memikul bahagian (dosa) dari padanya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.' ( QS. An Nisaa 4:85 ) Adapun orang-orang yang beriman dan berbuat amal saleh, maka Allah akan menyempurnakan pahala mereka dan
menambah untuk mereka sebagian dari karunia-Nya. ( QS. An Nisaa 4:173 )
Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)".( QS. Ali Imran 3:27 )
Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka
mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.( QS. An Nisaa 4:100 )
Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezki (ni'mat) yang mulia.( QS. Al Anfaal 8:4 )
TERIMA KASIH.
SEMOGA TUHAN SELALU BESERTA KITA.
ILAHI ANTA MAQSUDI WA RIDLOKA MATHLUBI.. AMIN...
Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh...
Mas Eddy Sugianto, C.