• Tidak ada hasil yang ditemukan

Fokus Kesejahteraan Sosial .1 Pendidikan

Dalam dokumen PEMERINTAH KABUPATEN PASER (Halaman 30-42)

PEMERINTAH KABUPATEN PASER

2.1.2 Aspek Kesejahteraan Masyarakat

2.1.2.2 Fokus Kesejahteraan Sosial .1 Pendidikan

Dalam tujuan pembangunan berkelanjutan, pendidikan merupakan elemen penting perencanaan agar individu atau masyarakat mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta memperluas wawasannya. Dengan dasar pendidikan yang kuat, individu atau masyarakat diharapkan mampu meningkatkan partisipasinya dalam pembangunan dan mampu

Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Paser Tahun 2020 BAB. II - 45

PEMERINTAH KABUPATEN PASER

memberdayakan diri dalam berbagai aspek kehidupan, sehingga dapat hidup sejahtera.

Pembangunan kesejahteraan sosial Kabupaten Paser terkait dengan kualitas sumber daya manusia dan kesejateraan masyarakat yang tercermin dari beberapa indikator pada angka melek huruf, angka rata-rata lama sekolah, angka partisipasi kasar, angka partisipasi murni, angka kelulusan, angka kematian bayi, angka usia harapan hidup, dan rasio penduduk yang bekerja.

Gambar 2.6

Keberadaan Fasilitas Pendidikan Menurut Kecamatan di Kabupaten Paser Tahun 2018

Kemajuan dunia pendidikan pada suatu wilayah tidak lepas dari campur tangan pemerintah baik pemerintah pusat maupun daerah. Salah satu wujud peran serta pemerintah dalam kemajuan dunia pendidikan adalah peningkatan jumlah sekolah dari tahun ke tahun. Sampai dengan tahun 2018, jumlah sekolah yang ada di Kabupaten Paser berdasarkan tingkat pendidikan adalah sekolah dasar 225 unit, SMP 77 unit, SMA 28 unit, dan Perguruan Tinggi 4 unit.

15 9 7 13 26 37 29 40 18 31 4 2 6 8 8 17 8 9 4 11 2 2 2 2 3 16 3 4 2 4 4 Batu Sopang Muara Samu Tanjung Harapan Batu Engau Pasir Belengkong Tanah Grogot Kuaro Long Ikis Muara Komam Long Kali SD/ MI / SDLB SMP/ MTs/ SMPLB SMA/ SMK/MA PT

Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Paser Tahun 2020 BAB. II - 46

PEMERINTAH KABUPATEN PASER

a. Angka Melek Huruf

Spesifik pada elemen pengetahuan, tingkat melek huruf menjadi indikator kunci dasar. Selain menjadi gambaran kasar terhadap akses pendidikan, indikator angka melek huruf juga menjadi dasar bagi seseorang dalam meningkatkan kualitas hidupnya terkait pengembangan pembelajaran berkelanjutan dalam hal mendapatkan ilmu pengetahuan dan informasi, serta penggalian potensi. Berikut adalah perkembangan Angka Melek Huruf di Kabupaten Paser Tahun 2014-2018.

Gambar 2.7

Angka Melek Huruf Penduduk 15 Tahun Ke Atas di Kabupaten Paser Tahun 2014-2018

Sumber : BPS Kabupaten Paser 2018

Angka melek huruf di Kabupaten Paser selama kurun waktu 2014-2018 menunjukkan angka yang cenderung meningkat. Tahun 2014 capaian angka melek huruf Kabupaten Paser tercatat sebesar 98,23% kemudian berturut-turut meningkat menjadi 98,70% ditahun 2015, 98,41% di tahun 2016, 98,49% di tahun 2017 dan turun menjadi 99,13% di tahun 2018. 98,23 98,70 98,41 98,49 99,13 97,0 97,5 98,0 98,5 99,0 99,5 100,0 2014 2015 2016 2017 2018

Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Paser Tahun 2020 BAB. II - 47

PEMERINTAH KABUPATEN PASER

b. Angka rata-rata lama sekolah

Angka rata-rata lama sekolah adalah rata-rata jumlah tahun yang dihabiskan oleh penduduk untuk menempuh semua jenis pendidikan formal yang pernah dijalani dari masuk sekolah sekolah dasar sampai dengan tingkat pendidikan terakhir. Berdasarkan rata-rata lama sekolah penduduk di Kabupaten Paser, selama 2013-2017 terjadi peningkatan kualitas pendidikan yaitu dari 7,99 di tahun 2014 menjadi 8,20 di tahun 2017. Peningkatan rata-rata lama sekolah di Kabupaten Paser ini dapat dimaknai bahwa penduduk Kabupaten Paser semakin sadar akan pentingnya pendidikan dalam rangka peningkatan kualitas sumberdaya manusia. Berikut adalah perkembangan angka rata-rata lama sekolah Kabupaten Paser Tahun 2013-2017.

Tabel 2.18

Perkembangan Rata-Rata Lama Sekolah di Kabupaten Paser Tahun 2013 - 2017

Uraian 2013 2014 2015 2016 2017 Rata-rata Lama sekolah

Penduduk 15 Tahun ke

Atas 7,48 7,99 8,12 8.19 8.20

Sumber : Dinas Pendidikan Kabupaten Paser, 2018

c. Angka Partisipasi Kasar (APK)

Angka Partisipasi Kasar (APK) adalah perbandingan jumlah siswa pada tingkat pendidikan SD/SLTP/SLTA sederajat dibagi dengan jumlah penduduk berusia 7 hingga 18 tahun (7-12 untuk SD sederajat, 13-15 untuk SLTP sederajat dan 16-18 untuk SLTA sederajat), berapapun usianya yang sedang sekolah di tingkat pendidikan tertentu terhadap jumlah penduduk kelompok usia yang berkaitan dengan jenjang pendidikan tertentu. APK menunjukkan tingkat partisipasi penduduk secara umum di suatu tingkat pendidikan. APK merupakan indikator yang paling sederhana untuk mengukur daya serap penduduk usia

Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Paser Tahun 2020 BAB. II - 48

PEMERINTAH KABUPATEN PASER

sekolah di masing-masing jenjang pendidikan. Capaian APK Kabupaten Paser tahun 2014-2018 dapat dilihat dari tabel dibawah ini :

Tabel 2.19

Angka Partisipasi Kasar di Kabupaten Paser Tahun 2014 - 2018

No. Partisipasi Angka Kasar Tahun 2014 2015 2016 2017 2018 1. SD/MI 114,64 116,90 111,01 111,26 105,23 2. SMP/MTSn 88,43 83,82 99,25 89,42 93,04 3. SMA/SMK/MA 69,53 102,91 92,56 92,33 99,25 Rata-rata APK 90,87 101,21 100,94 97,67 99,17

Sumber : Dinas Pendidikan Kabupaten Paser 2018

Dari tabel di atas, Angka Partisipasi Kasar (APK) tingkat SD/MI pada tahun 2017 yakni 111,26% mengalami penurunan menjadi 105,23% pada tahun 2018, hal ini menunjukkan adanya penurunan sebesar 6,03%. Nilai APK masih lebih dari 100% hal tersebut terjadi dikarenakan terdapat murid yang berusia di luar usia resmi sekolah, terletak di daerah kota, atau terletak pada daerah perbatasan. APK tingkat SMP/MTSn pada tahun 2017 adalah 89,42% sedangkan pada tahun 2018 adalah 93,04%, hal ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar 4,62%. APK tingat SMA/SMK/MA pada tahun 2017 adalah 92,33% naik menjadi 99,25% pada tahun 2018. Sedangkan rata-rata APK selama 5 tahun terakhir (tahun 2014 sampai dengan tahun 2018) naik dari 90,87% menjadi 99,17% atau naik sebesar 8,30%, hal ini ini berarti adanya peningkatan partisipasi penduduk terhadap pendidikan. d. Angka Partisipasi Murni (APM)

Angka Partisipasi Murni (APM) adalah persentase siswa dengan usia yang berkaitan dengan jenjang pendidikannya dari jumlah penduduk di usia yang sama. APM menunjukkan partisipasi sekolah

Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Paser Tahun 2020 BAB. II - 49

PEMERINTAH KABUPATEN PASER

penduduk usia sekolah di tingkat pendidikan tertentu. APM di suatu jenjang pendidikan didapat dengan membagi jumlah siswa atau penduduk usia sekolah yang sedang bersekolah dengan jumlah penduduk kelompok usia yang berkaitan dengan jenjang pendidikan sekolah tersebut. Capaian Angka Partisipasi Murni (APM) Kabupaten Paser :

Tabel 2.20

Angka Partisipasi Murni di Kabupaten Paser Tahun 2014 - 2018

No. Partisipasi Angka Murni Tahun 2014 2015 2016 2017 2018 1. SD/MI 98,55 96,70 97,30 99,93 97,96 2. SMP/MTSn 79,22 67,19 81,91 78,48 78,53 3. SMA/SMK/MA 56,61 65,20 67,97 65,16 62,24 Rata-rata APM 78,13 76,36 82,39 81,19 79,58 Sumber : Dinas Pendidikan Kabupaten Paser 2018

Angka Partisipasi Murni (APM) tingkat SD/MI pada tahun 2018 sebesar 97,96%, mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2017, yaitu sebesar 99,93%. Sedangkan angka APM tingkat SMP/MTs pada tahun 2018 sebesar 78,53%, mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2017, yaitu sebesar 78,48%. APM tingkat SMA/SMK/MA pada tahun 2018 sebesar 62,24%, mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2017, yaitu sebesar 65,16%. Nilai APM paling tinggi terletak pada jenjang pendidikan SD/MI sedangkan nilai APM paling rendah ada pada jenjang SMA/SMK/MA.

e. Angka Kelulusan

Angka kelulusan menurut jenjang pendidikan di Kabupaten Paser selama kurun waktu 2013-2017 dapat dilihat pada tabel berikut:

Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Paser Tahun 2020 BAB. II - 50

PEMERINTAH KABUPATEN PASER

Tabel 2.21

Angka Kelulusan Menurut Jenjang di Kabupaten Paser Tahun 2013-2017

No. Kelulusan Angka Sekolah Tahun 2013 2014 2015 2016 2017 1. SD/MI 88,00 93,20 99,26 99,26 98,25 2. SMP/MTs 82,00 90,17 97,18 97,18 98,30 3. SMA/SMK/MA 99,00 98,07 98,62 99,20 90,83 Rata-rata 90,00 93,81 98,35 98,55 95,79

Sumber : Dinas pendidikan Kabupaten Paser, 2017

Tabel di atas menggambarkan tingkat kelulusan berdasarkan jenjang pendidikan selama 5 (lima) tahun terakhir, persentase kelulusan rata-rata di semua jenjang pendidikan mengalami penurunanyaitu dari 98,55% pada tahun 2016 menjadi 95,79% pada tahun 2017, atau turun sebesar 2,76%.

f. Angka Putus Sekolah

Angka Putus Sekolah menurut jenjang pendidikan di Kabupaten Paser selama kurun waktu 2014-2018 dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 2.22

Angka Putus Sekolah Menurut Jenjang di Kabupaten Paser Tahun 2014-2018 No Jenjang Sekolah 2014 2015 2016 2017 2018 1 SD/MI 0,14 0,2 0.010 0.1 0,20 2 SMP/MTs 0,45 0,07 0.072 0.2 1,50 3 SMA/SMK/MA 1,43 1,42 0.072 1.0 - Rata-rata 0,67 0,56 0,051 0.43 0,85

Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Paser Tahun 2020 BAB. II - 51

PEMERINTAH KABUPATEN PASER

Ditinjau dari keberlanjutan sekolah, rata-rata angka putus sekolah dalam lima tahun terakhir (dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2018) menunjukkan peningkatan, yaitu dari 0,43 menjadi 0,85.

2.1.2.2.2 Kesehatan

a. Angka Kematian Bayi (AKB)

Dalam kurun waktu lima tahun terakhir (tahun 2014-2018), capaian Angka Kematian Bayi (AKB) Kabupaten Paser memperlihatkan keadaan yang fluktuatif. Angka kematian bayi pada tahun 2014 sebesar 76 bayi, pada tahun 2015 terjadi peningkatan kasus kematian bayi sebesar 80 bayi sedangkan pada tahun 2016 mengalami penurunan menjadi 66 bayi, pada tahun 2017 angka kematian bayi menurun lagi menjadi 40 bayi dan pada tahun 2018 angka kematian bayi mengalami kenaikan menjadi 63 bayi. Adapun penyebab kematian bayi yang terjadi di Kabupaten Paser rata-rata disebabkan oleh gangguan pranatal, saluran napas, diare, gangguan sistem syaraf, tetanus dan infeksi lainnya.

Tabel 2.23

Jumlah Angka Kematian Bayi

Uraian 2014 2015 2016 2017 2018

Jumlah Kasus Kematian Bayi 76 80 66 40 63 Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Paser, 2019

b. Angka Kematian Balita (AKB)

Dalam kurun waktu lima tahun terakhir (tahun 2014-2018), capaian Angka Kematian Balita (AKB) Kabupaten Paser memperlihatkan keadaan yang fluktuatif. Angka kematian balita pada tahun 2014 sebanyak 88 balita, pada tahun 2015 terjadi penurunan kasus kematian balita menjadi11 balita, pada tahun 2016 kasus kematian balita sebanyak 11 balita, pada tahun 2017 angka kematian balitameningkat

Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Paser Tahun 2020 BAB. II - 52

PEMERINTAH KABUPATEN PASER

yaitu sebanyak 51 balita, sedangkan pada tahun 2018 terjadi peningkatan kembali kasus kematian balita sebesar 66 balita. Adapun penyebab utama kematian balita yang terjadi di Kabupaten Paser adalah ISPA dan Diare.

Tabel 2.24

Jumlah Angka Kematian Balita

Uraian 2014 2015 2016 2017 2018

Jumlah Kasus Kematian Balita 88 11 11 51 66

Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Paser, 2019 c. Angka Kematian Ibu (AKI)

Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan indikator yang sangat penting untuk melihat derajat kesehatan ibu. Jumlah kematian ibu di Kabupaten Paser dari tahun 2014 sampai dengan 2018 mengalami fluktuasi dari 8 orang pada tahun 2014 dan 2015, kemudian naik menjadi 9 orang pada tahun 2016, pada tahun 2017 naik lagi menjadi 12 orang, sedangkan pada tahun 2018turun menjadi 5 orang. Namun demikian angka ini dibawah standar yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan RI sebanyak 150 orang per 100.000 kelahiran hidup sehingga dapat dikatakan bahwa program Pemerintah Kabupaten Paser dalam menurunkan angka kematian Ibu sudah cukup berhasil.

Tabel 2.25

Jumlah Angka Kematian Ibu

Uraian 2014 2015 2016 2017 2018

Jumlah Kasus Kematian Ibu 8 8 9 12 5

Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Paser, 2019

Persoalan kematian ibu yang terjadi di Kabupaten Paser selama kurun waktu 2014-2018 umumnya disebabkan oleh karena tingkat

Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Paser Tahun 2020 BAB. II - 53

PEMERINTAH KABUPATEN PASER

pengetahuan dari masyarakat yang masih rendah mengenai masalah kesehatan reproduksi dan pemeriksaan kesehatan semasa kehamilan, pendarahan, eklamsi, lambat dirujuk, dan persalinan belum sepenuhnya ditangani oleh bidan atau tenaga kesehatan. Selain itu kondisi geografis yang sangat luas dan sulit serta topografi pegunungan menyebabkan kurang atau sulitnya masyarakat untuk mendapatkan akses terhadap pelayanan kesehatan.

d. Angka Usia Harapan Hidup

Angka Harapan Hidup adalah rata-rata lama hidup penduduk di suatu daerah. Angka Harapan Hidup merupakan salah satu indikator keberhasilan suatu daerah dalam pembangunan kesejahteraan rakyat di sektor kesehatan. Peningkatan derajat kesehatan angka harapan hidup dipengaruhi oleh beberapa faktor, dalam hal ini faktor kesehatan lebih berperan penting selain faktor ekonomi, budaya, dan pendidikan. Peran sektor kesehatan mempengaruhi masyarakat dalam menurunkan angka kesakitan, peningkatan gizi masyarakat, dan pelayanan kesehatan yang baik. Perkembangan Angka usia Harapan Hidup di Kabupaten Paser dalam kurun waktu 2014-2018 menunjukkan tren yang relatif meningkat. Dari 71,88 di tahun 2014 meningkat menjadi 72,05 di tahun 2018.

Tabel 2.26

Angka Harapan Hidup Penduduk Kabupaten PaserTahun 2014-2018

Indikator Derajat Kesehatan

Presentase Angka Harapan Hidup tahun

2014 2015 2016 2017 2018

Angka Harapan Hidup 71,88 71,98 72,02 72,05 72,05

Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Paser Tahun 2020 BAB. II - 54

PEMERINTAH KABUPATEN PASER

e. Status Gizi Balita

Salah satu indikator derajat kesehatan masyarakat adalah status gizi. Untuk kondisi status gizi balita secara sederhana dapat diketahui dengan membandingkan antara berat badan menurut umur maupun menurut panjang badannya sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Perkembangan prevalensi balita gizi buruk dalam kurun waktu 2014-2018 mengalami fluktuasi.

Tabel 2.27

Perkembangan Status Gizi Balita di Kabupaten Paser Tahun 2014-2018

No Uraian 2014 2015 2016 2017 2018

1 Persentase balita dengan

gizi buruk 5,6% 5,6% 4,1% 12,1% 0,08% 2 Persentase balita dengan

gizi kurang 12,8% 12% 17,5% 18,4% 2,40% 3 Persentase kecamatan

bebas rawan gizi 50% 40% 40% 40% 40%

Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Paser, 2019

Status gizi di Kabupaten Paser sudah berada di bawah angka yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan RI sebesar 1,5%, dimana pada tahun 2018 balita dengan gizi buruk hanya sebesar 0,08%, sedangkan Persentase balita dengan gizi kurang pada tahun 2018 sebesar 2,4%. 2.1.2.2.3 Pertanahan

Bidang pertanahan merupakan bagian penting dalam pembangunan daerah dan secara khusus berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Hal ini karena pertanahan terkait dengan aset masyarakat maupun pemerintah daerah yang dapat digunakan untuk berbagai hal dalam memenuhi kebutuhan hidup, yaitu antara lain sebagai tempat pemukiman, sebagai sarana produktivitas masyarakat, hingga sarana bagi pemerintah daerah untuk menjalankan pembangunan dan melaksanakan aktivitasnya sehari-hari.

Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Paser Tahun 2020 BAB. II - 55

PEMERINTAH KABUPATEN PASER

Pada bagian ini menyajikan data mengenai berbagai hal terkait pertanahan, sebagaimana dapat dijelaskan dalam tabel 2.28 berikut ini :

Tabel 2.28

Banyaknya Permohonan dan Penyelesaian Tentang Pertanahan di Kabupaten Paser Tahun 2017-2018

Uraian

Tahun 2017 Tahun 2018

Permohonan Diselesaikan Sisa Permohonan Diselesaikan Sisa

Pengukuran 3.232 2.832 400 5.272 5.137 135 Peta bidang 3.309 2.900 409 127 84 43 Kutipan 0 0 0 0 0 0 SKPT 88 86 2 67 57 10 Sertifikat pemberian hak atas tanah 77 17 60 5.127 5.083 44 Sertifikat peralihan

hak atas tanah 257 178 79 467 449 18

Sertifikat

tanggungan kredit verban dan hipotik

419 395 24 827 740 87

Sumber : Kantor BPN-ATR Kabupaten Paser, 2018

2.1.2.2.4 Indeks Pembangunan Manusia

Untuk mengukur tingkat perkembangan pembangunan manusia suatu daerah digunakan indikator komposit yaitu Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IPM disusun atas 3 (tiga) dimensi dasar yang meliputi dimensi umur panjang dan hidup sehat, dimensi pengetahuan dan dimensi standar hidup layak.

Dimensi umur panjang dan hidup sehat diukur dengan indikator Angka Harapan Hidup (AHH), dimensi pengetahuan diukur dengan indikator Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) serta indikator standar hidup layak diukur dengan pengeluaran perkapita yang disesuaikan. Berdasarkan angka yang dikeluarkan oleh BPS Kabupaten Paser, IPM Kabupaten Paser tahun 2018 sebesar 71,61 poin, meningkat sebesar 0,45 point dibandingkan dengan tahun 2017. Peningkatan nilai IPM

Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Paser Tahun 2020 BAB. II - 56

PEMERINTAH KABUPATEN PASER

seiring dengan peningkatan yang terjadi pada AHH, AHS dan RLS, serta pengeluaran perkapita yang disesuaikan.

Gambar 2.8

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur dan Nasional Tahun 2014 - 2018

Dalam dokumen PEMERINTAH KABUPATEN PASER (Halaman 30-42)

Dokumen terkait