II.3. Aspek Pelayanan Umum
II.3.1. Fokus Layanan Urusan Wajib
Fokus kinerja atas layanan urusan wajib dilihat pada indikator-indikator kinerja penyelenggaraan urusan wajib pemerintahan daerah, yaitu bidang urusan pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan, penataan ruang, perencanaan pembangunan, perhubungan, lingkungan hidup, pertanahan, kependudukan dan catatan sipil, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, keluarga berencana dan keluarga sejahtera, sosial, ketenagakerjaan, koperasi dan usaha kecil menengah, penanaman modal, kebudayaan, kepemudaan dan olahraga, kesatuan bangsa dan politik dalam negeri, otonomi daerah, pemerintahan umum, administrasi keuangan daerah, perangkat daerah, kepegawaian dan persandian, ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat dan desa, statistik, kearsipan, komunikasi dan informatika dan perpustakaan. Berikut ini disajikan beberapa indikator kinerja pada fokus layanan urusan wajib pemerintah daerah, sebagai berikut :
RPJPD Prov. Sultra Tahun 2005-2025 II- 29 Angka Partisispasi Sekolah (APS) digunakan untuk mengetahui seberapa jauh partisipasi penduduk dalam bidang pendidikan sesuai dengan kelompok umur. APS merupakan salah satu cermin pemerataan akses pendidikan. Angka Partisipasi Sekolah Provinsi Sulawesi Tenggara untuk pendidikan dasar dan menengah tahun 2004-2010 dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel.20.Perkembangan Angka Partisipasi Sekolah (APS) Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2004-2010
No. Pendidikan 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 Jenjang 1 SD/MI 1.1 Rata-Rata Murid Usia 7–12 Thn 96.77 97.14 97.39 97.6 97.83 - - 1.2 APS SD/MI 94.82 96.87 97.04 97.31 97.66 97.69 97.81 2 SMP/MTs 2.1 Rata-Rata Murid usia 13-15 Thn 83.49 84.02 84.08 84.26 84.41 - - 2.2 APS SMP/MTs 80.80 86.53 85.22 85.48 85.62 87.20 88.17 Sumber : Sultra Dalam Angka, 2011
Dari tabel 20, secara umum mengalami peningkatan dimana pada tahun 2004 Angka Partisipasi Sekolah SD/MI Provinsi Sulawesi Tenggara sebesar 94,82. pada tahun 2005 Angka Partisipasi SD/MI Sekolah Provinsi Sulawesi Tenggara meningkat sebesar 96.87 dan pada tahun 2006 Angka Partisipasi Sekolah SD/MI Provinsi Sulawesi Tenggara juga mengalami peningkatan sebesar 97,04 dan pada tahun 2010 Angka Partisipasi Sekolah Provinsi Sulawesi Tenggara sebesar SD/MI 97,81.
Angka Partisipasi Sekolah pada SMP/MTs juga mengalami peningkatan seperti halnya SD/MI. Jika tahun 2004 angkanya hanya 80,80, peningkatan terlihat di tahun 2009 sebesar 87,20 dan 88,17 di tahun 2010.
b. Ketersediaan Gedung Sekolah
Penyediaan gedung sekolah dimaksudkan untuk menampung murid yang ingin melanjutkan pendidikan. Ketersediaan gedung sekolah se provinsi dapat disajikan dalam tabel.21 berikut.
RPJPD Prov. Sultra Tahun 2005-2025 II- 30 Tabel.21.Ketersediaan Sekolah Provinsi Sulawesi Tenggara
Tahun 2004-2009
No. Pendidikan Jenjang 2004 2005 2006 2007 2008 2009 1. SD/MI 1.1 Jumlah Gedung Sekolah 2.021 2.034 2.088 2.163 2.173 2.197 2 SMP/MTs 2.1 Jumlah Gedung Sekolah 304 309 342 528 543 614 3 SMA/MA 3.1 Jumlah Gedung Sekolah 176 169 176 277 294 303
Sumber : Sultra Dalam Angka, 2009
Berdasarkan data pada tabel.21 tersebut menunjukkan peningkatan ketersediaan sekolah cukup tinggi. Pada tahun 2004 Ketersediaan Sekolah untuk tingkat SD/MI berjumlah 2.021 dan gedung sekolah untuk tingkat SMP/MTs berjumlah 304 sedangkan untuk tingkat SMA/MA berjumlah 176. Pada tahun 2005 Ketersediaan Sekolah mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya dimana jumlah gedung sekolah untuk tingkat SD/MI berjumlah 2.034 dan untuk tingkat SMP/MTs berjumlah 309 sedangkan untuk tingkat SMA/MA mengalami penurunan jumlah sebesar 169. Pada tahun 2006 Ketersediaan Sekolah untuk tingkat SD/MI berjumlah 2.088 dan tingkat SMP/MTs berjumlah 342 sedangkan untuk tingkat SMA/MA berjumlah 176. Pada tahun 2009 Ketersediaan Sekolah untuk tingkat SD/MI berjumlah 2.197 dan untuk tingkat SMP/MTs berjumlah 614, sedangkan untuk tingkat SMA/MA berjumlah 303.
Peningkatan jumlah gedung sekolah untuk tingkat pendidikan di Provinsi Sulawesi Tenggara yang mana setiap tahunnya mengalami peningkatan. Dengan adanya peningkatan jumlah gedung sekolah ini menunjukan bahwa penduduk yang bersekolah juga mengalami peningkatan untuk setiap jenjang tingkat pendidikan.
RPJPD Prov. Sultra Tahun 2005-2025 II- 31 c. Rasio Guru/Murid
Rasio guru per murid didefinisikan sebagai perbandingan antara jumlah guru dengan jumlah murid pada jenjang pendidikan tertentu. Untuk mengetahui rata-rata jumlah guru yang dapat melayani murid di suatu sekolah atau daerah tertentu. Rasio jumlah guru/murid se provinsi dapat disajikan dalam tabel 22.
Tabel.22.Jumlah Guru dan Murid Jenjang Pendidikan Dasar Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2004-2009
No. Pendidikan Jenjang 2004 2005 2006 2007 2008 2009
1 SD/MI 1.1 Jumlah Guru 12.465 16.853 17.010 24.743 25.175 26.089 1.2 Jumlah Murid 316.631 313.390 326.177 335.526 336.737 345.678 1.3 Rasio 25.40 18.60 19.18 13.56 13.38 13.25 2 SMP/MTs 2.1 Jumlah Guru 6.431 6.871 6.839 9.117 9.904 10.133 2.2 Jumlah Murid 94.244 95.368 97.948 116.992 112.549 114.724 2.3 Rasio 14.58 13.88 14.32 12.83 11.36 11.32 Sumber : Sultra Dalam Angka, 2010
Rasio ketersediaan siswa dan guru jenjang pendidikan SD/MI pada Tahun 2004 sebesar 25,40 dan terus menurun nilainya pada tahun-tahun berikutnya. Penurunan ini bermakna positif karena jumlah guru semakin banyak tersedia. Seperti Rasio ketersediaan siswa dan guru SD/MI pada Tahun 2005 menurun menjadi 18,60 dan menurun lagi pada tahun 2006 juga 19,18 tahun 2007 13,56 begitu juga pada tahun 2008 rasio sebesar 13.38 dan tahun 2009 sebesar 13.25.
Ketersediaan guru untuk mengajarkan pendidikan kepada siswa di Provinsi Sulawesi Tenggara berkisar 1 : 20. atau 1 guru mengajarkan pendidikan kepada 20 siswa. Rasio ini cukup baik untuk efektifitas pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.
Seperti halnya pada jenjang SD/MI yang bermakna positif pada penurunan jumlah rasio, di tingkat pendidikan sekolah menengah pertama SMP/MTs, rasio ketersediaan siswa/guru pada tahun 2004 sebesar 14,58 dan mengalami penurunan pada tahun 2005 menjadi sebesar 13.88 dan Pada tahun 2006 rasio ketersediaan murid/sekolah mengalami peningkatan rasio
RPJPD Prov. Sultra Tahun 2005-2025 II- 32 menjadi 14,32 dan pada tahun 2007 kembali mengalami penurunan rasio sebesar 12.38 begitu juga pada tahun 2008 yaitu sebesar 11.36 dan untuk tahun 2009 juga mengalami hal yang sama yaitu mengalami penurunan menjadi 11.32.
d. Rasio Posyandu Per Satuan Balita
Pos Pelayanan Terpadu disediakan untuk dapat memantau kesehatan anak agar terhindar dari gizi buruk dan gejala penyakit. Ketersediaan Posyandu juga dimaksudkan untuk meningkatkan taraf kesehatan generasi penerus. Rasio Posyandu persatuan balita Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2004-2008 dapat dilihat pada tabel.23 berikut.
Tabel.23.Rasio Posyandu Per 1000 Balita Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2004-2008
Tahun Posyandu Balita Rasio
2004 2.397 229.226 7,57
2005 2.436 231.554 10,52
2006 2.479 225.762 10,98
2007 2.479 250.612 9,89
2008 2.618 242.552 10,79
Sumber : Sultra Dalam Angka, 2009
Pada tabel 23 dapat kita lihat rasio posyandu per 1000 balita pada tahun 2004 sebesar 7,57 sedangkan pada Tahun 2005 rasio posyandu per satuan balita naik menjadi 10,52 begitu juga pada tahun 2006 rasio posyandu per 1000 balita mengalami peningkatan sebesar 10,98 dan untuk tahun 2007 rasio posyandu per 1000 balita turun sebesar 9,89. Pada tahun 2008 rasio posyandu per 1000 balita kembali mengalami peningkatan menjadi 10,79.
Rasio ketersediaan posyandu untuk per 1000 balita di Provinsi Sulawesi Tenggara secara umum mengalami peningkatan dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2008. Jumlah posyandu mengalami pertumbuhan dan pertumbuhan posyandu ini penting untuk menyeimbangi pertumbuhan jumlah balita. Hal tersebut dapat dilihat pada tahun 2008, dimana 242.552 balita telah tersedia 2.618 posyandu.
RPJPD Prov. Sultra Tahun 2005-2025 II- 33 Sarana dan prasarana kesehatan perlu tersedia dan tersebar di masing-masing daerah agar dapat menjangkau masyarakat yang memerlukan pelayanan kesehatan secara keseluruhan. Untuk rasio Puskesmas, Poliknik, Pustu per satuan penduduk Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2004-2010 dapat dilihat pada tabel 24 berikut.
Tabel.24.Rasio Puskesmas Induk, Puskesmas Plus, Puskesmas Keliling dan
Pustu Per 1000 Penduduk Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2004-2010
Tahun PI,PP,PK,Pustu Jumlah Penduduk Jumlah Rasio
2004 610 1.911.103 0,032 2005 787 1.960.697 0,040 2006 798 2.001.818 0,040 2007 781 2.031.532 0,038 2008 897 2.074.974 0,043 2009 992 2.118.300 0,047 2010 899 2.232.586 0,040
Sumber : Sultra Dalam Angka, 2011
Berdasarkan tabel 23, bahwa rasio Puskesmas Induk, Puskesmas Plus, Puskesmas Keliling dan Puskesmas Pembantu di Provinsi Sulawesi Tenggara pada tahun 2004 mencapai 0,032 dan pada tahun 2008 mencapai 0,043. Rasio ketersediaan Puskesmas, Puskesmas Plus, Puskesmas Keliling dan Puskesmas Pembantu per 1000 penduduk mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
Pada tahun 2008 rasio ketersediaan Puskesmas, Puskesmas plus, Puskesmas keliling dan Puskesmas pembantu mencapai 0,43. Artinya untuk melayani 1000 penduduk tersedia 0,43 Puskesmas, Puskesmas plus, Puskesmas keliling dan Puskesmas pembantu atau tersedia 1 unit Puskesmas atau Puskesmas plus, atau Puskesmas keliling atau Puskesmas pembantu untuk melayani 2.074.974 jiwa penduduk, jika kita membandingkan dengan tahun 2004 dimana 1 unit Puskesmas atau Puskesmas plus, atau Puskesmas keliling atau Puskesmas pembantu untuk melayani 1.911.103 jiwa penduduk, dan untuk tahun 2010 rasio jumlah Puskesmas atau Puskesmas plus, atau Puskesmas keliling atau Puskesmas pembantu mengalami penurunan jumlah yaitu menjadi 0,040 dengan jumlah penduduk sebesar 2.232.586 jiwa.
RPJPD Prov. Sultra Tahun 2005-2025 II- 34 Meskipun secara keseluruhan rasio ini masih cukup tinggi, dengan adanya pembangunan fasilitas kesehatan, rasio ini diharapkan agar semakin meningkat sehingga keterjangkauan fasilitas kesehatan oleh penduduk akan semakin mudah.
f. Rasio Rumah Sakit Per Satuan Penduduk
Rumah sakit adalah suatu organisasi yang melalui tenaga medis profesional yang terorganisir serta sarana kedokteran yang berwenang menyelenggarakan pelayanan kesehatan, keperawatan yang berkesinambungan, diagnosis serta pengobatan penyakit yang diderita oleh pasien. Rumah sakit merupakan pusat layanan kesehatan di Provinsi. Rasio
Rumah sakit per satuan penduduk Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2004-2010 dapat dilihat pada tabel 25 berikut.
Tabel.25.Rasio Rumah Sakit Per 10.000 Penduduk Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2004-2010
Tahun Jumlah RS Penduduk Jumlah Rasio
2004 22 1.911.103 0,12 2005 22 1.960.697 0,11 2006 21 2.001.818 0,10 2007 21 2.031.532 0,10 2008 26 2.074.974 0,13 2009 26 2.118.300 0,12 2010 26 2.232.586 0,12
Sumber : Sultra Dalam Angka, 2011
Berdasarkan tabel 24 dapat kita lihat rasio rumah sakit per satuan penduduk di Provinsi Sulawesi Tenggara hanya mencapai 0,12 pada tahun 2004 dan pada tahun 2005 rasio rumah sakit mengalami penurunan sebesar 0,11 dengan jumlah penduduk 1.960.697 jiwa, hal ini juga terjadi pada tahun 2006 yang mana rasio rumah sakit per 10.000 penduduk juga mengalami penurunan sebesar 0,10 dan pada tahun 2008 meningkat mencapai 0,13, sedangkan untuk tahun 2010 kembali mengalami penurunan yaitu sebesar 0,12 dengan jumlah penduduk sebesar 2.232.586 jiwa. Dengan adanya penurunan dan peningkatan rasio jumlah rumah sakit untuk melayani per 10.000 penduduk ini tidak mempunyai pengaruh yang sangat berarti, hal ini tentunya di dukung dengan bertambahnya jumlah rumah sakit di Sulawesi
RPJPD Prov. Sultra Tahun 2005-2025 II- 35 Tenggara, sehingga untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat secara keseluruhan dapat terpenuhi.
g. Rasio Dokter Per Satuan Penduduk
Rasio dokter per satuan penduduk menunjukkan tingkat pelayanan yang dapat diberikan oleh dokter dibandingkan dengan jumlah penduduk yang ada.
Rasio dokter per 10.000 penduduk Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2004-2010 dapat dilihat pada tabel 26 berikut.
Tabel.26.Rasio Dokter Per 10.000 Penduduk Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2004-2010
Tahun (Spesialis, Gigi & Umum) Jumlah Dokter Penduduk Jumlah Rasio
2004 304 1.911.103 1.59 2005 284 1.960.697 1.45 2006 282 2.001.818 1.41 2007 309 2.031.532 1.52 2008 332 2.074.974 1.60 2009 424 2.118.300 2.00 2010 472 2.232.586 2.11
Sumber : Sultra Dalam Angka, 2011
Berdasarkan tabel 25 bahwa rasio dokter (spesialis, gigi dan umum) per satuan penduduk di Provinsi Sulawesi Tenggara mencapai 1,59 pada tahun 2004 dan pada tahun 2005 mengalami penurunan sebesar 1.45 dengan jumlah penduduk sebesar 1.960.697 jiwa, dan pada tahun 2006 kembali mengalami penurunan rasio sebesar 1.41 dengan pertambahan jumlah penduduk sebesar 2.001.818 jiwa, sementara untuk tahun 2007 rasio dokter (spesialis, gigi dan umum) per satuan penduduk mengalami peningkatan sebesar 1.52 dengan pertumbuhan jumlah penduduk sebesar 2.031.532 jiwa dan untuk tahun 2010 rasio dokter (spesialis, gigi dan umum) per satuan penduduk mengalami peningkatan jumlah yang signifikan yaitu sebesar 2.00 dengan jumlah penduduk sebesar 2.118.300 jiwa. Dengan adanya peningkatan jumlah rasio ketersediaan dokter baik dokter umum, gigi dan spesial secara umum menunjukkan pertambahan setiap tahunnya walaupun jumlahnya tidak terlalu besar. Adanya peningkatan jumlah tenaga dokter ini diharapkan agar pelayanan kesehatan untuk masyarakat secara keseluruhan
RPJPD Prov. Sultra Tahun 2005-2025 II- 36 dapat terpenuhi sehingga atau dapat tertangani oleh tenaga dokter yang ahli pada bidang spesialisnya.
h. Rasio Tenaga Medis Per Satuan Penduduk
Rasio tenaga medis per jumlah penduduk menunjukkan seberapa besar ketersediaan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada penduduk. Rasio tenaga medis per satuan penduduk Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2004-2010 dapat dilihat pada tabel 27 berikut.
Tabel.27.Rasio Tenaga Medis Per 1.000 Penduduk Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2004-2010
Tahun
Tenaga Medis (Perawat, anastesi, analis lab,
fisioterapi, bidan, sanitarian, gizi) Jumlah Penduduk Rasio 2004 2.126 1.911.103 1,11 2005 3.286 1.960.697 1,68 2006 3.482 2.001.818 1,74 2007 3.392 2.031.532 1,67 2008 5.246 2.074.974 2,53 2009 5.410 2.118.300 2,55 2010 5.494 2.232.586 2,46
Sumber : Sultra Dalam Angka, 2011
Berdasarkan Tabel tersebut di atas menunjukan rasio tenaga medis (bidan, perawat dan tenaga medis lainnya) per 1.000 penduduk di Provinsi Sulawesi Tenggara mencapai 1,11 pada tahun 2004 dengan jumlah penduduk 1.911.103 jiwa dan pada tahun 2006 mengalami peningkatan rasio sebesar 1.74 dengan jumlah penduduk 2.032.532 jiwa, dan pada tahun 2009 juga mengalami peningkatan rasio mencapai 2,55 dengan jumlah penduduk sebesar 2.118.300 dengan jumlah tenaga medis (bidan, perawat dan tenaga medis lainnya). Tetapi jika kita lihat pada tahun 2010 rasio tenaga medis (bidan, perawat dan tenaga medis lainnya) mengalami penurunan sebesar 2.46 dengan jumlah penduduk 2.232.586 jiwa, walaupun pada tahun ini mengalami penurunan rasio tetapi untuk secara garis besarnya dapat dikatakan terjadi peningkatan pada setiap tahunnya dan ini dapat juga dilihat dengan adanya penanbahan tenaga medis (bidan, perawat dan tenaga medis lainnya), dengan adanya peningkatan jumlah tenaga medis (bidan, perawat
RPJPD Prov. Sultra Tahun 2005-2025 II- 37 dan tenaga medis lainnya) diharapkan masyarakat sudah mendapatkan pelayanan kesehatan dengan mudah.
i. Persentase Penduduk Berakses Air Minum
Persentase penduduk berakses air bersih adalah proporsi jumlah penduduk yang mendapatkan akses air minum terhadap jumlah penduduk secara keseluruhan. Yang dimaksud akses air bersih meliputi air minum yang berasal dari air mineral, air leding/PAM, pompa air, sumur, atau mata air yang terlindung dalam jumlah yang cukup sesuai standar kebutuhan minimal. Persentase rumah tangga yang menggunakan sumber air minum bersih di Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2004-2010 dapat dilihat pada tabel 28 berikut.
Tabel.28.Persentase Rumah Tangga Menggunakan Sumber Air Minum Bersih Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2004-2010
Tahun Jumlah Pelanggan Air Minum Kategori Rumah Tangga Jumlah Pelanggan Persentase Jumlah Rumah Tangga Yang Menggunakan Air Bersih 2004 42.315 44.131 95,88 2005 32.749 38.876 84,24 2006 37.747 45.625 82,73 2007 38.956 46.604 83,59 2008 34.581 49.101 70,43 2009 43.161 55.696 77,49 2010 53.322 58.446 91,23
Sumber : Sultra Dalam Angka, 2011
Berdasarkan tabel 28, bahwa persentase rumah tangga yang menggunakan sumber air minum bersih di Provinsi Sulawesi Tenggara cukup meningkat dari tahun ke tahun, di mana pada tahun 2005 mencapai 84,24 persen dan meningkat pada tahun 2007 mencapai 83,59 persen, dan pada tahun 2010 mengalami peningkatan sebesar 91,23 persen. Dengan melihat persentase jumlah rumah tangga yang menggunakan air bersih dapat dikatakan bahwa sudah sebagian besar masyarakat menggunakan air bersih dan ini dapat terlihat jelas pada jumlah pelanggan air minum yang mana pada tiap tahunnya mengalami peningkatan.
RPJPD Prov. Sultra Tahun 2005-2025 II- 38 Jaringan jalan merupakan salah satu infrastruktur penting dalam menopang pembangunan wilayah. Kondisi jalan yang baik tentunya akan mengakselerasi pembangunan lebih cepat. Proporsi jaringan jalan baik di Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2004-2010 dapat dilihat pada Tabel.29 berikut.
Tabel.29.Proporsi Jaringan Jalan Provinsi Dalam Kondisi Baik Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2004-2009
Tahun Panjang Jalan (Km) Proporsi Jalan Baik (Km)
2004 488,8 74,70 2005 488,8 114,22 2006 488,8 76,70 2007 489 76,90 2008 1.187,63 74,40 2009 488,8 76,70
Sumber : Sultra Dalam Angka, 2010
Proporsi jalan provinsi dalam kondisi baik di Provinsi Sulawesi Tenggara terus mengalami penurunan dari tahun 2004 sampai tahun 2008. Pada tahun 2004 proporsi jalan baik mencapai 74,70 Km dari total panjang jalan Provinsi yang panjangnya mencapai 488,8 Km. Tahun 2005 proporsi jalan baik meningkat mencapai 114,22 Km dari total panjang jalan provinsi 488,8 Km. Tahun 2006 proporsi jalan baik menurun mencapai 76,70 Km dari total panjang jalan provinsi. Dan pada tahun 2007 proporsi jalan baik meningkat menjadi 76,90 Km dari total panjang jalan Provinsi. Tahun 2008 proporsi jalan baik menurun tajam mencapai 74,40 Km dari total panjang jalan Provinsi 1.187,63 Km. Dan pada tahun 2009 kembali mengalami peningkatan sepanjang 76,70 Km dari total panjang jalan provinsi 488,8 Km.
Kondisi jalan selaras dengan besarnya anggaran yang dialokasikan untuk memperbaiki atau merehabilitas jalan tersebut yang selama ini belum mencukupi alokasi anggarannya. Rendahnya persentase jalan baik juga ditunjang karena adanya pemekaran kabupaten baru sehingga menambah panjang jalan provinsi, dan hal ini juga dimaksudkan untuk mempermudah akses mobilisasi antara daerah satu dengan lainnya terutama dalam hal kegiatan perekonomian.
RPJPD Prov. Sultra Tahun 2005-2025 II- 39 Jaringan irigasi diperlukan untuk mengairi lahan/sawah. Rasio jaringan irigasi Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2004-2010 diproyeksikan dengan luas tanah beririgasi yang dapat dilihat pada tabel 30 berikut.
Tabel.30.Persentase Luas Tanah Berigasi Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2004-2010
Tahun Luas Tanah Ber Irigasi Luas Lahan Pertanian (Ha) %
2004 70.786 91.240 75,88 2005 70.786 90.891 77,88 2006 82.394 93.113 88,49 2007 82.394 106.822 77,13 2008 72.961 96.935 75.27 2009 73,116 96.991 75,38 2010 82,299 106.021 77,63
Sumber : Sultra Dalam Angka, 2011
Proporsi luas tanah berigasi yang tinggi merupakan cerminan luasnya jangkauan saluran irigasi. Pada tahun 2004 dari total luas lahan pertanian, hanya 75,88 persen dengan luas lahan pertanian 91.240 Ha yang teraliri air dari saluran irigasi. Pada tahun 2006 luas lahan sawah yang beririgasi mencapai 88,49% dan tahun 2008, jumlah persentase lahan pertanian yang beririgasi menurun menjadi hanya 75,27% dari total luas lahan pertanian 96.935 Ha. Saat ini jumlah lahan pertanian yang beririgasi sudah mencapai persentase yang cukup tinggi. Dan pada tahun 2010 persentase lahan pertanian sebesar 77,63 dengan luas lahan pertanian 106.021 Ha. Adanya peningkatan luas lahan pertanian dimaksudkan agar persedian bahan pangan terutama beras dapat terpenuhi bahkan diupayakan adanya swasembada pangan.
l. Rasio Tempat Ibadah Per Satuan Penduduk
Mayoritas masyarakat Provinsi Sulawesi Tenggara memeluk agama islam, kemudian Kristen, Hindu dan Budha. Para pemeluk agama tersebut beribadat ditempat ibadah masing-masing. Rasio tempat ibadah per satuan penduduk Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2004-2010 dapat dilihat pada tabel 31 berikut.
RPJPD Prov. Sultra Tahun 2005-2025 II- 40 Tabel.31.Rasio Tempat Ibadah Persatuan Penduduk Provinsi Sulawesi
Tenggara Tahun 2004-2010
Tahun Tempat Ibadah Jumlah Penduduk Jumlah Rasio Tempat Ibadah Per satuan Penduduk 2004 2942 1.911.103 1.54 2005 2796 1.960.697 1.43 2006 3274 2.001.818 1.64 2007 3499 2.031.532 1.72 2008 3587 2.074.974 1.73 2009 2686 2.118.300 1.35 2010 2843 2.232.586 1.27
Sumber : Sultra Dalam Angka, 2011
Berdasarkan tabel 31, bahwa rasio tempat ibadah persatuan 1000 peduduk di Provinsi Sulawesi Tenggara terlihat naik pada tahun 2004 – 2008 yakni 1,54 dan 1,73, namun tren ini menjadi menurun pada tahun 2010 dengan adanya peningkatan jumlah penduduk mencapai 2.232.586 jiwa, sehingga tempat ibadah sebesar 2843 dengan rasio hanya sebesar 1.27 atau bisa dikatakan bahwa per 1000 jiwa penduduk hanya di layani oleh 1,27 tempat ibadah.