IPM Kab Probolinggo Prov Jawa Timur
2.3 ASPEK PELAYANAN UMUM
2.3.2 Fokus Pelayanan Pilihan
a. Produktivitas padi dan bahan pangan utama
Data mengenai produktivitas padi dan bahan pangan utama di Kabupaten Probolinggo tahun 2008 sampai dengan 2012 dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 2.21
Produktivitas Padi dan Bahan Pangan Utama di Kabupaten Probolinggo
Tahun 2008 - 2012
No Uraian 2008 2009 2010 2011 2012
1.1. Padi 5,7 ton/ha 5,7 ton/ha 5,7 ton/ha 5,1 ton/ha 5,5 ton/ha
1.2. Jagung 4,0 ton/ha 3,9 ton/ha 3,3 ton/ha 3,5 ton/ha 4,5 ton/ha
1.3. Bawang Merah 12,8 ton/ha 10,5 ton/ha 9,0 ton/ha 9,6 ton/ha 10,9 ton/ha
1.4 Kentang 12,4 ton/ha 11,3 ton/ha 9,2 ton/ha 6,4 ton/ha 12,1 ton/ha
1.5 Kubis 14,6 ton/ha 13,8 ton/ha 9,7 ton/ha 6,6 ton/ha 19,6 ton/ha
1.6 Ubi Kayu 11,4 ton/ha 15,6 ton/ha 14,8 ton/ha 15,2 ton/ha 14,6 ton/ha
Sumber : Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo
b. Kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB
Sektor pertanian merupakan sektor yang strategis bagi Kabupaten Probolinggo. Sektor pertanian memegang peranan penting yaitu sebagai sumber penyediaan bahan pangan, penyediaan lapangan kerja, dan juga pemberi input bagi sektor industri. Sektor pertanian merupakan sektor yang memberikan kontribusi besar dalam perekonomian. Hal ini dapat dilihat dari kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB Kabupaten Probolinggo sebagaimana tabel dibawah ini :
BAB II
II-40Tabel 2.22
Kontribusi Sektor Pertanian Terhadap PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2008 – 2012
No Uraian 2008 2009 2010 2011 2012**
1 Tanaman Bahan Makanan 18,10 % 18,33 % 17,64 % 17,19 % 16,80 %
2 Tanaman Perkebunan 4,18 % 4,15 % 4,08 % 4,06 % 4,07 %
3 Peternakan dan Hasil-hasilnya 3,76% 3,77% 3,83% 3,81% 3,81%
4 Kehutanan 1,17 % 1,16 % 1,12 % 1,11 % 1,11 %
5 Perikanan 3,95% 3,84% 3,75% 3,76% 3,79%
Sumber : BPS Kabupaten Probolinggo Ket : ** Angka Sementara
c. Kontribusi sektor industri dan perdagangan terhadap PDRB
Sektor perdagangan merupakan sektor strategis bagi Kabupaten Probolinggo yaitu sebagai penyumbang terbesar kedua dalam pembentukan PDRB setelah sektor pertanian. Sebagai sektor strategis, sektor perdagangan memegang peranan yang penting dalam pertumbuhan ekonomi karena sangat terkait dengan sektor-sektor lain seperti sektor pertanian, pariwisata dan lainnya. Adapun kontribusi sektor industri dan perdagangan terhadap PDRB Kabupaten Probolinggo sebagaimana tabel dibawah ini :
Tabel 2.23
Kontribusi Sektor Industri dan Perdagangan Terhadap PDRB Tahun 2008 - 2012
No Uraian 2008 2009 2010 2011 2012**
1 Makanan, minuman & tembakau 12,32 % 12,21 % 12,46 % 12,56 % 12,76 %
2 Tekstil, brg kulit & alas kaki 0,27 % 0,27 % 0,26 % 0,26 % 0,27 %
3 Brg kayu & hasil hutan lainnya 0,26 % 0,27 % 0,26 % 0,27 % 0,27 %
4 Kertas dan barang cetakan 5,94 % 5,93 % 5,78 % 5,82 % 5,82 %
5 Pupuk kimia & barang dari karet 0,0044 % 0,0044 % 0,0041 % 0,0041 % 0,0041 %
6 Semen & Barang Galian bukan
Logam 0,05% 0,05% 0,05% 0,05% 0,05%
7 Barang Lainnya 0,01% 0,01% 0,01% 0,01% 0,01%
8 Perdagangan besar dan eceran 25,89 % 25,71 % 26,51 % 26,81 % 26,97 %
Sumber : BPS Kabupaten Probolinggo Ket : ** Angka Sementara
BAB II
II-41d. Cakupan bina kelompok
Tabel 2.24
Cakupan Bina Kelompok Pengrajin dan Pedagang/Usaha Informal Di Kabupaten Probolinggo
Tahun 2008 - 2012
No Uraian 2008 2009 2010 2011 2012
1 Cakupan Bina Kelompok
Pengrajin 0,8 % 0,8 % 1,0 % 1,2 % 1,3 %
2 Cakupan Bina Kelompok
Pedagang/Usaha Informal 0,6 % 0,8 % 0,9 % 0,9 % 1,0 %
Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Probolinggo
e. Kontribusi sektor pertambangan terhadap PDRB
Komoditi yang dicakup dalam sektor ini adalah minyak mentah dan gas bumi, yodium, biji mangan, belerang, serta segala jenis hasil penggalian. Sektor pertambangan bukan merupakan penyumbang kontribusi besar di Kabupaten Probolinggo yaitu hanya sebesar rata-rata dibawah 1 % selama tahun 2008 sampai dengan 2012. Data mengenai kontribusi sektor pertambangan dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 2.25
Kontribusi Sektor Pertambangan terhadap PDRB dan Pertambangan Tanpa Ijin
Di Kabupaten Probolinggo Tahun 2008 - 2012
No Uraian 2008 2009 2010 2011 2012
1 Kontribusi sektor pertambangan
terhadap PDRB-ADHB 0,93 % 0,91 % 0,88 % 0,84 % 0,81%**
2 Pertambangan tanpa ijin - 15 % 45 % 38 % 55 %
Sumber : BPS Provinsi Jawa Timur, Dinas PU Pengairan Kabupaten Probolinggo
f. Jumlah investasi berskala nasional (PMDN/PMA)
Penyelenggaraan Urusan Pilihan Perindustrian, dilaksanakan untuk meningkatkan unit usaha, dan jumlah produksi rata-rata 2% per-tahun. Meningkatkan persebaran Industri Kecil dan Menengah, meningkatkan kemampuan industri dalam mengembangan kompetensi inti Kabupaten Probolinggo, mencitrakan kawasan potensial industri melalui pengembangan klaster industri, pengembangan dan penerapan teknologi proses produk dan desain, dan meningkatkan promosi dan pameran produk
BAB II
II-42unggulan di dalam dan luar negeri dilaksanakan untuk meningkatkan ketrampilan masyarakat hingga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat dan kesejahteraan masyarakat serta konsumen terlindungi sesuai dasar peraturan perundang-undangan. Satuan Kerja Perangkat Daerah yang melaksanakan Urusan Pilihan Perindustrian adalah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Probolinggo.
Adapun program-program pengembangan industri adalah Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah; Program Peningkatan Kemampuan Teknologi Industri; Program Pengembangan Sentra-sentra Industri Potensial; Program Peningkatan Kemampuan SDM Industri;
Program Pengembangan Kemitraan; dan Program Peningkatan
Standarisasi Produk Industri.
Perkembangan PMDN/PMA tahun 2008-2012 di Kabupaten Probolinggo dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 2. 26
Perkembangan PMA/PMDN Tahun 2008 - 2012
Tahun PMA PMDN JUMLAH INVESTASI
2008 $ 5,504,000,000 Rp. 317,150,000,000 Rp. 52,605,150,000,000 2009 $ 5,506,000,000 Rp. 533,109,000,000 Rp. 52,840,109,000,000 2010 $ 5,509,800,000 Rp. 578,677,000,000 Rp. 52,921,777,000,000 2011 $ 5,511,300,000 Rp. 578,677,000,000 Rp. 52,936,027,000,000 2012 $ 5,512,800,000 Rp. 624,245,000,000 Rp. 54,256,027,000,000
Sumber : Kantor Penanaman Modal dan Perijinan Kabupaten Probolinggo
Berdasarkan tabel 2.26 menunjukkan jumlah investasi berskala Nasional (PMDN/PMA) meningkat dari tahun 2008 hingga 2012. Melalui program-program investasi seperti program perijinan satu atap; program peningkatan iklim investasi dan realisasi investasi; program pameran investasi, dan program lainnya, Pendapatan Asli Daerah juga berhasil meningkat.
Selain adanya para investor baik PMA maupun PMDN, setiap daerah tentunya memiliki rasio daya serap tenaga kerja. Berikut ini data rasio daya serap tenaga kerja di Kabupaten Probolinggo tahun 2010-2011:
BAB II
II-43Tabel 2. 27
Rasio Daya Serap Tenaga Kerja Tahun 2010-2011
Uraian 2010 2011
Jumlah tenaga kerja yang bekerja pada perusahaan 8.795 8.708
Jumlah seluruh PMA/PMD 58 55
Rasio daya serap tenaga kerja 1:151 1:158
Sumber: BPS Kabupaten Probolinggo
Berdasarkan tabel 2.27 diatas menunjukkan bahwa rasio daya serap tenaga kerja untuk PMA 1:151 dan untuk PMD 1:158. Data tersebut menunjukkan bahwa banyak daya serap PMD lebih kecil dari pada PMA. Hal ini disebabkan karena masyarakat Kabupaten Probolinggo lebih banyak memilih untuk bekerja di perusahaan asing dari pada perusahaan lokal. Salah satunya adalah karena gaji yang lebih besar dari perusahaan lokal atau kesejahteraan lebih terjamin di perusahaan asing.
Dari beberapa data yang telah dijabarkan dalam fokus pelayanan pilihan berikut ini adalah beberapa masalah yang di hadapi oleh pemerintah Kabupaten Probolinggo :
Permasalahan yang dihadapi antara lain :
- Masih rendahnya tingkat kesadaran pengusaha dan pelaku ekonomi lainnya dalam mengurus perijinan.
- Minimnya sarana pelayanan publik dan informasi tentang proses perijinan.
- Terbatasnya SDM yang memiliki kemampuan dan wawasan mengenai prosedur pelayanan publik dan penanaman modal.
Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut antara lain :
- Diadakan sosialisasi mengenai tatacara dan pelayanan perijinan di Kabupaten Probolinggo.
- Peningkatan kualitas pelayanan publik serta memperbaiki dan merehabilitasi fasilitas dan sarana yang telah ada.
- Meningkatkan kemampuan personil melalui pelatihan-pelatihan dan workshop tentang perijinan dan penanaman modal.