BAB I PENDAHULUAN
I.6. Sistematika Penulisan
2.3 Roda gigi kerucut
2.3.1 Frofil roda gigi kerucut
Sepasang roda gigi kerucut yang saling berkait dapat diwakili dua bidang kerucut dengan titik puncak yang berimpit dan saling menggelinding tanpa slip.
Kedua bidang kerucut ini disebut “kerucut jarak bagi”. Besarnya sudut puncak kerucut merupakan ukuran bagi putaran masing-masing porosnya. Gambar dibawah menunjukkan frofil dan nama bagian-bagian roda gigi kerucut.
Gbr 2.9 Profil roda gigi kerucut
Gbr 2.10 Kerucut belakang dan roda gigi lurus ekivalen
2.3.2 Perhitungan perbandingan final gear dan gaya tangensial
Roda gigi kerucut yang terdapat pada bagian diferensial terdiri dari pinion
putaran antara pinion gear dan ring gear (rasio final gear if) dapat dihtung
d = diameter roda gigi (mm) z = jumlah gigi
Diameter lingkaran jarak bagi :
2
Roda gigi diferensial juga dapat mengalami keruskan berupa gigi patah, aus atau berlubang-lubang permukannya. Dalam hal ini penulis akan menghitung gaya tangensial yang terjadi pada roda gigi. Gaya tangensial bisa dihitung dengan menghitung terlebih dahulu kecepatan keliling v (m/s). Jika diameter jarak bagik
d1 dan roda gigi mempunyai kecepatan putaran n1 (rpm), maka kecepatan keliling adalah :
Hubungan antara daya yang ditransmisikan P (kw), gaya tangensial F (kg) dant kecepatan keliling v (m/s) adalah :k
102
k t
v P F
2.3.3 Perhitungan Beban Permukaan Roda Gigi Kerucut
Perhitungan beban permukaan F (kg/mm), didasarkan pada ukuranH penampang rata-rata gigi, dilakukan menurut rumus berikut :
f
dimana : (c kg/ mm2) adalah tegangan kontak yang dijinkan, seperti diberikan dalam Tabel tegangan lentur yang dijinkan dan tegangan kotak seperti dibawah ini.
) / ( kg mm
Cp adalah koefisien elastis menurut tabel Koefisien elastis
C
y adalah faktor dinamisC
o merupakan faktor beban lebihC
m adalah faktor distribusi bebanC
f adalah faktor kondisi permukaan yang besarnya biasanya =1Adapun tabel yang berhubungan dengan perhitungan beban permukaan roda gigi kerucut adalah seperti dibawah ini :
Tabel 2.1 Tegangan lentur yang diizinkan dan tegangan kontak yang diizinkan (roda gigi kerucut)
Gbr 2.11 Faktor dinamis roda gigi kerucut
Tabel 2.2 Faktor beban lebih K ,o Co
Gbr 2.12 Koefisien geometri dari kekuatan lentur Roda gigi kerucut dengan sudut tekanan200 dan sudut poros900
Tabel 2.3 Faktor pembagian beban K ,m Cm
Tabel 2.4 Koefisien Elastis Cp( kg/mm)
Gbr 2.13Faktor geometri roda gigi kerucut lurus dengan sudut tekanan 200 dan sudut poros900
2.3.4 Perhitungan Laju Kendaraan
Dengan mengetahui rasio perbandingan ring gear dan pinion gear, rasio transmisi, putaran, dan diameter ban yang digunakan maka kita bisa menghitung laju (kecepatan) kendaraan pada setiap transmisi (gigi). Perhitungannya adalah dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
60 Im xIfx
D V nx
Dimana :
V = Laju kendaraan (m/s)
N = Putaran mesin saat torsi maksimum (rpm) Im = Rasio gigi transmisi
If = Rasio gigi diferensial D = Diameter ban (m)
(ENSIKLOPEDI OTOMOTIF , AMIN NUGROHO, HAL 86)
Pada mobil berpenggerak roda belakang, gigi akhir berada pada poros belakang atau diferensial. Sedangkan pada mobil berpenggerak depan berada pada transaksel atau disatukan dengan transmisi. Untuk mobil 4WD (4x4), tergantung pada poros yang paling banyak bekerja. Sedangkan Toyota kijang yang masih mengandalkan roda belakang perbandingan ini tergnatung pada gardan belakang.
Angka perbandingan ditulis 1 : 4,058 atau angka satu dihilangkan.
Angkan terakhir (4,058) menunjukkan, poross roda berputar satu sedangkan poros propeller atau as poros output transmisi berputar 4,058. Tepatnya poros roda atau roda berputar lebih lambat ketimbang poros transmisi. Cara itu mesti
BAB III
PERHITUNGAN DAN ANALISA DATA 3
.1 Data-dataData-data yang dikumpulkan adalah data yang diperoleh pada saat pengerjaan cut way dan data-data dari spec mesin mobil kijang seri 5K dan juga loetratur yang berhubungan dengan perhitungan roda gigi. Karena cut way merupakan modifikasi dari mesin mobil kijang seri 5K. Adapun data-data yang diperoleh adalah sebagai berikut :
P = daya yang ditransmisikan = 51.4 kw n = puataran yang ditransmisikan = 5000 rpm
z =1 jumlah gigi pinion = 9 z =2 jumlah gigi ring gear = 38 d =1 diameter gigi pinion = 50 mm
pinion gear menggunakan bahan SNC 21 Celup dingin dan temper HB300 ring gear menggunakan bahan S45 C baja celup dingin temper
= 151c kg/ mm2 dari tabel
2
Cp = 74,22= 5506 kg/ mm2 dari tabel
C
v= 0,7 dari tabelC
o = 1,25 dari tabelC
m = 1,3 dari tabelC
f = 1 dari tabelI = 0,077 dari tabel
rasio transmisi (Im) mobil kijang seri 5K : Im1= 3,652
Im2= 1,947 Im3= 1,379 Im4= 1,000 Im5= 0,795
Imr= 4,000 transmisi pembalik
D = 600 mm = 0.6 m --> diameter ban luar
3.2 Perhitungan rasio final gear dan gaya tangensial 3.2.1 Perhitungan rasio final gear
Dengan mengetahui jumlah gigi pinion gear dan ring gear kita bisa mendapatkan rasio final gear yaitu :
diketahui : z =1 9 z =2 38 maka,
1
3.2.2 Perhitungan Gaya Tangensial
Gaya tangensial yang dialami roda gigi adalah :
102
k t
v P F
Untuk menghitung gaya tangensial yang terjadi, terlebih dahulu kita mencari kcepatan keliling roda gigi pinion
Kecepatan keliling roda gigi pinion adalah :
1000
Setelah kita mendapat kecepatan keliling roda gigi, maka kita bisa menghitung
3.3 Perhitungan Beban Permukaan Roda Gigi Kerucut
Beban yang dialami permukaan roda gigi kerucut dalam hal ini beban yang dialami roda gigi pinion adalah :
f
C
m = 1,33.4 Perhitungan Laju Kendaraan
Berdasarkan data diatas maka kita bisa mencari laju (kecepatan) maksimum kendaraan pada setiap transmisi. Laju maksimum kendaraan pada setiap transmisi adalah sebagai berikut :
Laju maksimum mobil pada gigi 1
60
Laju maksimum mobil pada gigi 2
Laju maksimum mobil pada gigi 3 Diketahui : n = 5000 rpm
Laju maksimum mobil pada gigi 4
Laju maksimum mobil pada gigi 5 Diketahui : n = 5000 rpm
Laju maksimum mobil pada gigi pembalik (mundur)
BAB IV
ANALISA CARA KERJA,TROUBLESHOOT DAN SERVICE DIFERENSIAL
4.1 Cara Kerja Diferensial
Gbr 4.1 Bagian bagian utama dfferensial
Gambar diatas memperlihatkan bagian-bagian utama pada sebuah differensial. Pada saat mobil dalam keadaan berjalan lurus, level jalan dan kedua ban mendapatkan traksi yang sama, dalam hal ini ada perbedaan aksi. (Traksi
adalah perekat atau gesekan tarikan dari ban terhadap jalan). Roda gigi cincin, wadah diferensial, roda gigi pinion diferensial, dan roda gigi samping diferensial semuanya berputar dalam satu kesatuan. Roda gigi pinion tidak berputar pada poros pinionnya tetapi cukup berputar pada kedua sisi rodagigi dan poros gandar pada kecepatan yang sama
Gbr 4.2 Aksi diferensial pada saat membelok
lintasan yang pendek (seperti gambar diatas). Ban bagian luar harus melintas dengan jarak yang lebih besar. Rodagigi pinion diferensial mengenakan torsi yang sama terhadap setiap rodagigi samping. Namun demikian, beban yang tidak dari ban menyebabkan rodagigi pinion mulai berputar pada poros pinionnya.
Rodagigi pinion tersebut berjalan disekeliling rodagigi samping, sehingga roda bagian dalam akan berputar lebih lambat. Hal ini akan meningkatkan kecepatan rodagigi samping pada roda bagian luar dengan jumlah yamg sama.
Gambar diatas memperlihatkan aksi diferensial dalam keadaan berputar.
Kecepatan awal wadah diferensial adalah 10 persen. Perputaran rodagigi pinion membawa 90persen dari kecepatan ini menuju putaran yang lebih lambat pada rodagigi bagian dalam. Perputaran rodagigi pinion menjadi 110 persen dari kecepatan menuju putaran yang lebih cepat dari roda luar.
Diferensial yang diuraikan diatas merupakan diferensial terbuka atau standard. Diferensial tersebut membawa torsi yang sama ke setiap roda. Jika salah satu rodanya mulai selip dan berputar, diferensial terbuka membagi kecepatan putarnya dengan jumlah yang tidak sama. Ban yang memiliki traksi yang baik akan lambat dan behenti. Hal ini juga dapat menghentikan kendaraan atau mencegah terjadinya pergerakan.
Berdasarkan uraian diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa diferensial akan bekerja jika adanya perbedaan putaran antara roda kanan dengan roda kiri. Untuk lebih jelasnya adalah seperti uraian dibawah ini.
Kendaraan jalan lurus ( diferensial tidak bekerja )
Gigi rak A berhubungan dengan roda P1 dan gigi rak B berhubungan dengan roda P2
Gigi rak A dan gigi rak B dihubungkan oleh roda gigi antara / penyesuai
Lengan T berhubungan dengan poros roda penyesuai
Beban / koefisien gesek P1=P2 dan lengan ( T ) diberi gaya sebesar FT
Maka roda gigi penyesuai tidak berputar pada porosnya tetapi akan membawa gigi rak A dan B bergerak bersama-sama
Diferensial tidak bekerja : NP1 = NT = Np2 Kendaraan belok kanan
Beban koefisien gesek P1< P2 dan lengan (T) diberi gaya sebesar FT
Roda P1 digerakkkan oleh poros penyesuai ditambah putaran roda gigi penyesuai
Roda P2 digerakkan oleh poros penyesuai dikurangi putaran roda gigi penyesuai
nP belok = nP lurus
Diferensial bekerja :
Putaran roda korona “T” tetap berputarnya roda gigi penyesuai menyebabkan perbedaan putaran roda kiri dan kanan ( nP1 > nP2 )
Saat jalan belok jarak tempuh roda dalam dan roda luar berbeda ( Roda luar harus berputar lebih cepat )
Roda pada permukaan jalan yang kasar akan bergerak lebih jauh dari pada roda pada
Gbr 4.4 Roda gigi samping dan roda gigi pinion
Gigi antara ( gigi penyesuai ) dapat membuat perbedaan putaran roda kiri dan kanan sesuai dengan sifat jalan kendaraan
Gigi samping
Gigi penyusun
4.2 Diferensial Selip Terbatas
Pada jenis diferensial terbuka, sebagian dari gandar penggeraknya menggunakan diferensial selip terbatas (gambar 2.13). Di dalam wadahnya terdapat kopling atau kerucut. Saat roda kendaraan tersebut berputar, kopling atau kerucut mengunci wadah terhadap roda gigi samping diferensial. Hal ini akan mencegah aksi diferensial. Kedua gandarnya sekarang berputar dengan kecepatan yang sama.setiap kopling cakram ganda dibuat dari susunan bolak-balik pelat gesekan dan pelat baja.
Pada pelat gesekan terdapat poros bintang yang di satukan dengan roda gigi samping dan berputar dengannya. Sedangkan pada pelat bajanya terdapat tonjolan yang di sesuaikan ke dalam wadah diferensial. Ketika koplingnya terhubung, pelat mendapatkan gaya secara serentak. Hal ini akan mengunci wadah terhadap rodagigi samping, dan memindahkan torsi ke poros gandar dan roda kendaraan.
Pada umumnya diferensial selip terbatas menggunakan pegas kopling di antara rodagigi samping. Pegas tersebut memberikan gaya dorong keluar pada roda gigi samping untuk membantu menghasilkan aksi penguncian yang lebih cepat.
Gbr 4.5
Diferensial slip terbatas yang menggunakan dua kopling cakram ganda
Ketika mobil melintasi suatu belokan dalam pengemudi normal, ada cukup gaya yang dikeluarkan untuk menjadikan kopling tersebut menjadi selip.
Hal ini menjadikan roda bagian luar berputar lebih cepat dibandingkan dengan roda bagian dalam.
Gbr 4.6
Daya mengalir melalui diferensial slip terbatas pada saat melintasi belokan.
4.3 Analisa Throuble Shooting
4.3.1 Diagnosa Gangguan Gandar Penggerak Dan Diferensial
Pada saat kita mengemudikan sebuah kendaraan, kadang-kadang kita mendengar bunyi-bunyian (kegaduhan) yang tidak wajar dari enginee kendaraan. Adanya kegaduhan ini merupakan suatu tanda-tanda awal dari suatu gangguan pada gandar penggerak atau diferensial. Jenis gangguan yang kita
lurus atau hanya saat membelok. Perhatikan apakah kegaduhannya keras saat enginee sedang dikendarai atau saat kendaraan tersebut meluncur. Kegaduhan roda gigi pinion dan cincin biasanya akan berubah apabila bebannya berubah.
Kegaduhan bantalan pinion akan berubah apabila kecepatan kendaraan berubah dan biasanya tidak dipengaruhi oleh beban dan putaran.
Disini sulit untuk mendiagnosa kegaduhan gandar penggerak dan diferensial dengan hanya menghidupkan mobil didalam bengkel dan dalam keadaan roda-rodanya diam. Pengetesan kendaraan dijalan raya biasanya diperlukan untuk menentukan lokasi dan mengenal kegaduhan penggerak tenaga.
Kepastian kondisi pengoperasian diperlukan untuk menentukan terjadinya kegaduhan. Kadang-kadang kegaduhan dapat didengar apabila kendaraan tersebut dijalankan diatas dynamometer sasis. Berikut ada beberapa trobleshoot (gangguan) yang bisa didiagnosa pada gandar penggerak atau diferensial, antara lain :
a. Deruman
Kegaduhan deruman atau yang sering disebut dengan garden noise biasanya disebabkan oleh penyetelan rodagigi cincin dan pinion yang tidak tepat.
Hal ini terjadi karena kontak antar gigi yang telah aus dan kegagalan roda gigi.
Kegaduhan deruman (garden noise) menimbulkan suara geraman yang akan mempercepat keausan. Untuk mengatasi hal ini sebaiknya kendaraan dibawa kebengkel dan ikutilah prosedur penyetelan rodagigi cincin dan pinion sesuai dengan manual servis kendaraan.
b. Kegaduhan pada saat Akselerasi
Kegaduhan yang lebih keras terjadi saat kendaraan diakselerasi kemungkinan disebabkan oleh kontak yang berat pada ujung tumit gigi rodagigi
cincin. Kegaduhan yang lebih keras terjadi saat kendaraan meluncur kemungkinan penyebabnya adalah kontak kemiringan yang berat. Bunyi berdebam yang keras selama akselerasi atau deselerasi bisa diakibatkan oleh kelonggaran antara poros gandar dan rodagigi samping pada diferensial.
Kegaduhan tersebut juga bisa disebabkan oleh backlash roda gigi cincin dan kelonggaran antar rodagigi pinion dan rodagigi samping pada diferensial.
c. Kegaduhan pada saat membelok
Jika kegaduhan terdengar hanya saat kendaraan tersebut melewati suatu belokan, permasalahannya terjadi pada bantalan gandar yang jelek atau didalam diferensial. Bantalan gagandar yang jelek biasanya akan memperbanyak kegaduhan pada bagian luar ketika kendaraan tersebut membelok. Kemudian bantalan gandar luar akan berputar lebih cepat membawa beban yang lebih besar dibandingkan dengan gandar bagian dalam. Melakukan belokan kearah sebaliknya biasanya akan mengurangi atau menghilangkan kegaduhan akibat bantalan gandar yang jelek.
Diferensial bagian dalam, roda gigi pinion yang ketat pada poros pinion, rodagigi atau pinion yang rusak,terlalu banyak backlash antara rodagigi,atau bantalan wadah diferensial yang aus dapat menyebabkan kegaduhan saat membelok.
Bagian-bagian dalam tersebut pada diferensial bergerak relatif antara satu dengan yang lainnya selama membelok.
d. Kemudi Torsi
Terjadinya kemudi torsi adalah akibat dari ukuran ban yang berbeda di roda-roda gandar penggerak dan juga tekanan angin yang tidak sesuai dengan anjuran pembuat ban. Kendaraan akan tertarik kesalah satu sisi pada saat akselerasi.
Untuk mengatasi hal ini sebaiknya ukuran-ukuran ban disamakan dan tekanan angin disesuaikan dengan anjuran dari pembuat ban
e. Permasalahan pada Diferensial Selip terbatas
Diferensial selip terbatas memerlukan pelumas khusus. Pelumas yang salah dapat mengakibatkan permukaan kopling menyerobot. Hal ini akan menghasilkan suatu kegaduhan yang gemeretak saat membelok. Perbaiki keadaan ini dengan mengeluarkan pelumas dan kemudian mengisi pelumas yang tepat dalam jumlah tertentu.
Gunakan ban berjenis sama pada kedua roda gandar penggerak yang menggunakan diferensial selip terbatas. Kedua ban akan memiliki pola, tekanan udara dan keausan yang sama.
4.3.2 Diagnosa Kerusakan Pada Diferensial
Berikut ini ada beberapa kerusakan yang bisa diagnosis yang sering terjadi pada sistim diferensial, antara lain :
1. Suara ketukan pada rangkaian transmisi penggerak, suara mendengkang sewaktu kendaraan dioperasikan pada kecepatan konstan di bawah 15 km/jam dan dalam posisi gigi netral atau gigi tinggi.
Kerusakan Perbaikan
Join universal aus atau rusak
Lubang hub roda gigi samping diferensial mengalami keausan
Ganti join universal dengan yang baru
Ganti roda gigi samping dengan yang baru
2. Suara kasar, getaran dan suara nyaring pada body mobil saat berjalan pada berbagai kecepatan.
Kerusakan Perbaikan
Poros propeller rusak
Poros propeler tersangkut sesuatu
Ban tidak balans
Join-join universal terpasang terelalu ketat
Ganti poros propeller dengan yang baru
Bersihkan poros propeller agar tidak ada barang yang tersangkut
Balanskan ban/roda
Pukul lengan join (yoke) dengan palu sehingga terlepas, ganti join jika tidak dapat dilepaskan atau join
kasar karena aus/sentakan
Poros propeler atau flens poros tidak rata
Join translasi mengalami kelonggaran yang berlebihan
Ganti join universal dengan yang baru
Bubut permukaan flens poros propeler agar mempunyai permukaan yang seragam/halus kembali
Periksa berat penyeimbang yang terlepas dari poros propeller
Buka poros dan ganti, lalu putar 180º flens penyambung poros propeler dari posisi semula kemudian pasang kembali
Ganti bagian yang aus atau rusak dengan suku cadang yang baru
3. Suara gesekan logam
Kerusakan Perbaikan
Flens penyambung poros propeler atau lengan join bergesek dengan penggerak akhir
Perbaiki bagian yang bengkok dan ganti jika ada bagian yang rusak
4.4 Service Diferensial
4.4.1 Service Diferensial dan Gandar penggerak
Berbagai jenis gandar penggerak digunakan pada kendaraan berpenggerak roda belakang dan empat roda penggerak. Kontruksi,cara kerja,diagnosa dan servis biasanya sama saja.
Perbedaan hanya cara rakitan diferensial tersebut dilepas dari rumah gandarnya. Setelah melepaskan poros penggerak dan membongkar poros gandar, diferensial pembawa pembawa yang dapat di lepas di tarik ke arah depan dari rumah gandar belakang. Sedangkan diferensial pembawa integral dilepas dari arah belakang.(Gbr 4.1 )
Pekerjaan servis terdiri dari mengganti bantalan dengan sil poros gandar, dan mengganti sil pinion penggerak. Servis lainnya adalah mengganti dan menyetel roda gigi cincin dan pinion, dan overhaul rakitan diferensial.
Gbr 4.7 Gandar penggerak dengan pembawa integral yang dibongkar 4.4.2 Mengganti Bantalan dan Sil Gandar
Kegaduhan bantalan atau kebocoran pelumas bisa mengindikasikan perlunya penggantian bantalan dan sil gandar. Pada sebuah gandar belakang, setiap poros gandar dipasang pada tempatnya sebuah pengunci C pada ujung dalam(Gbr 4.2) atau sebuah penahan pada ujung luar. Pengunci atau penahan untuk mencegah poros gandar tersebut meluncur keluar dari rumah gandar saat berputar.
Gbr 4.8 Melepas atau memasang pengunci C pada alur yang terletak pada ujung dalam poros gandar, di dalam wadah diferensial
Umumnya, gandar belakang jenis pembawa integral menggunakan pengunci C.
untuk melepas pengunci C, bersihkan semua kotoran dari penutup rumah gandar belakang. Kuras pelumas dan lepaskan tutup belakangnya. Lepaskan baut pengunci poros pinion dan poros pinionnya. Dorong kedalam pada poros gandarnya. Lepaskan pengunci C dari alur ujung dalam poros gandar,di dalam wadah diferensial (Gbr 4.3), setelah itu, kemudian tariklah poros gandar keluar dari rumah gandarnya.
Gbr 4.9 Mengganti sil dan bantalan roda pada sebuah gandar penggerak belakang Gunakanlah sebuah palu luncur, lepaskan sil dan bantalan roda dari rumah gandar. Dengan sebuah palu dan obeng atau peranti pemasang yang tepat, pasanglah sil dan bantalan baru. Kemudian lumasilah bibir sil untuk mencegah kerusakan yang diakibatkan perputaran gandar.
4.4.3 Mengganti Sil Pinion
Sil pinion ditempatkan diujung pembawa diferensial, bagian atas bantalan pinion depan. Ketatkan mur peruntuh pinion secara parsial disebuah penjarak runtuh atau selongsong kompresi. Hal ini dilakukan untuk menentukan prabeban bantalan pinion. Ketika mengganti sil pinion, prabeban bantalan pinion jangan diubah.
Suatu prosedur khusus untuk mengganti sil pinion dimulai dengan cara mengangkat kendaraan tersebut. Lokasi atau membuat tanda indeks pada poros penggerak dan yok atau flens pinion. Lepaskan poros penggerak dari flens pinion,
tetapi jangan menarik yok selip dari poros output transmisi. Hal ini untuk mencegah pelumas transmisi tersebut tersebut agar tidak terjadi kebocoran.
Tumpulah bagian belakang poros penggerak dengan mengikat pada pipa pembuangan atau bagian bodi bawah lainnya. Tandailah posisi flens pinion, poros pinion, dan mur pinion.
Pasanglah kunci kunci torsi dan socket pada mur pinion . Putarlah pinion sampai beberapa putaran. Catatlah torsi yang dihasilkan. Kemudian lepaskan mur pinion, flens pinion dan sil. Periksalah permukaan sil pada flens pinion dengan yang baru. Lepaskan kotoran atau beram di dalam lubang pembawa. Lumasilah sil tersebut, selanjutnya lakukan pemasangan.
Luruskan tanda-tanda pada poros pinion dan flens pinion, kemudian pasanglah flens pinion. Lumasi cincin sisi pada mur yang baru dan ketatkan mur.
Putarlah pinion agar duduk pada bantannya. Ukurlah perbedaan bantalan pinion dengan menggunakan kunci torsi. Ketatkan mur pinion sampai perbedaan bantalan pinion kembali seperti semula
4.4.4 Penyervisan Rakitan Diferensial
Gbr 4.1 memperlihatkan sebuah gandar belakang yang dibongkar dengan sebuah pembawa integral dan diferensial terbuka. Untuk melakukan pembongkaran dan penyervisan diferensial, ikutilah prosedurnya sesuai dengan manual servis kendaraan.
Servis diferensial pada umumnya dilakukan dengan membongkar rakitan diferensial dari rumah gandarnya, yang tetap ada dalam kendaraan. Pemeriksaan utama diferensial ketika dibongkar biasanya akan mendapatkan informasi tentang keperluan yang harus dilakukan. Dari informasi yang didapat, keluhan pengguna dan test jalan raya semuanya akan membantu dalam menentukan banyaknya pembongkaran yang akan dilakukan.
Sebelum membonkar diferensial, ukurlah prabeban bantalan. Dan backlash roda gigi cincin. Demikian juga, periksa pola kontak gerigi roda gigi cincin. Hal ini dilakukan dengan mengelap pelumas dari pembawa dan membersihkan setiap gigi pada roda gigi cincin, lalu putarkan roda gigi cincin satu putaran kesetiap arah. Hal ini akan meninggalkan pola kontak kedua sisi gerigi dari roda gigi cincin tersebut.
Gambar 4.13 memperlihatkan bagaimana ganjal setelah kedalaman pinion dan bagaimana menyetel mur (atau ganjal) untuk mengatur posisi roda gigi cincin. Dengan memutarkan mur penyetel atau mengubah ganjal akan meningkatkan atau menurunkan kelonggaran roda gigi cincin.
Gbr 4.11Pengukuran backlash roda gigi cincin dengan menggunakan indikator dial.
Gbr 4.13
Prosedur penyetelan untuk membetulkan kontak gergi roda gigi dan kelonggaran (backlash) pada sebuah diferensial. Ganjal digunakan untuk menyetel kedalaman pinion.
Mur penyetel posisi roda gigi cincin untuk meningkatkan atau menurunkan kelonggaran.
Gbr 4.8
Diferensial selip terbatas yang dibongkar
4.4.5 Penyervisan Diferensial Selip Terbatas
Pengoperasian diferensial selip terbatas biasanya dapat diperiksa tanpa melakukan pembongkaran gardan penggerak belakang atau melepas diferensial, putarlah kunci kontak dalam posisi OFF dan tempatkan tuas perseneling dalam posisi PARK. Lepaskan rem parkir dan angkatlah kendaraan dengan menggunakan lift. Cobalah untuk memutarkan setiap roda belakang. Jika roda tidak dapat berputar atau jika roda tersebut sangat keras untuk berputar, maka diferensial selip terbatas beroperasi dengan benar. Jika kedua roda belakangnya berputar dengan mudah, maka diferensial selip terbatas dalam keadaan rusak.
Gambar 4.7 memperlihatkan sebuah diferensial selip terbatas yang
Gambar 4.7 memperlihatkan sebuah diferensial selip terbatas yang