TINJAUAN PUSTAKA
A. Teori yang berkenaan dengan variabel yang diambil
8 FURIYA NDI
(2011) PENGARUH KOMUNIKASI ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT MARGA TIRTA KENCANA BANDUNG Regresi linier berganda 1. Komunikasi organisasi 2. Kinerja karyawan
Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara komunikasi organisasi dengan kinerja karyawan
41 C. Kerangka berpikir
Kerangka berpikir merupakan gambaran sistematis dari kinerja teori dalam memberikan solusi atau alternatif solusi dari serangkaian masalah yang ditetapkan. Kerangka pemikiran dapat disajikan dalam bentuk bagan, deskripsi kualitatif, dan atau gabungan keduanya, (Abdul Hamid, 2010:15). Kerangka berfikir pada penelitian ini dapat dilihat dari bagan dibawah ini:
Gambar 2.3 kerangka berpikir ε 1 ε 2 Komunikasi organisasi (X1) Kinerja pegawai (Z) Gaya kepemimpinan (X2) Budaya organisasi (Y) Pzx1 Pyx1 Pyx2 Pzy Pzx2 rx1x2
42 D. Hubungan antar variabel
1) Komunikasi organisasi (X1) terhadap budaya organisasi (Y)
Menurut Auxley dalam (Flock, 2006). Kepemimpinan, pemberdahayaan, pembentukan budaya organisasi, pembentukan tim yang efektif dan mengelola perubahan semua bergantung kepada aktivitas komunikasi. selain itu komunikasi dan budaya memiliki hubungan simbiosis, mengubah yang satu akan memfasilitasi perubahan lainnya (Sriamesh et al dalam Rivera, 2011). Dari kedua pendapat diatas dapat di ambil kesimpulan bahwa komunikasi yang terjadi di dalam organisasi berperan dalam pembentukan budaya organisasi.
2) Komunikasi organisasi (X1) terhadap kinerja karyawan (X2)
Rajhans (2012) dalam jurnalnya menyatakan bahwa praktek komunikasi organisasi yang efektif berkontribusi banyak untuk memotivasi karyawan dan meningkatkan kinerja dan loyalitas mereka terhadap organisasi.
Neves (2012) Komunikasi yang terbuka antara manajemen dan karyawan adalah cara yang efektif dalam meningkatkan kinerja karyawan baik pada pekerjaan standar meraka dan peran ekstra dalam pekerjaan karena komunikasi merupaka sinyal bahwa bahwa organisasi peduli dengan kesejahteraan dan nilai kontribusi karyawan.
Komunikasi adalah merupakan bagian yang penting dalam kehidupan kerja suatu organisasi. Hal ini dapat dipahami, sebab komunikasi yang tidak baik mempunyai dampak yang luas terhadap
43 kehidupan organisasi, seperti konflik antar karyawan, dan sebaliknya komunikasi yang efektif dapat meningkatkan saling pengertian, kerjasama, kepuasan kerja dan kinerja (Haryani, 2010) . Dari ketiga pendapat diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa komunikasi organisasi dan kinerja karyawan memiliki keterhubungan.
3) Gaya kepemimpinan (X2) terhadap budaya organisasi (Y)
Schein dalam (Nurjanah, 2010) mengatakan bahwa bahwa para pemimpin organisasi memiliki potensi paling besar untuk menanamkan dan memperkuat aspek-aspek budaya organisasional dengan lima mekanise utama, yaitu :
a) Perhatian
Pemimpin berperan dalam hal mengkomunikasikan prioritasprioritas nilai-nilai, dan perhatian-perhatian mereka melalui pilihan-pilihan untuk menanyakan, mengukur, mengomentari, memuji, dan mengkritik.
b) Reaksi terhadap krisis
Keputusan-keputusan yang diambil para pimpinan sebagai reaksi mereka atas krisis yang dialami organisasi berkaitan erat dengan emosionalitas mereka, oleh para anggota organisasi dapat digunakan untuk meningkatkan potensi mereka dalam rangka mempelajari nilai-nilai dan asumsi-asumsi yang ada disekitar mereka.
44 c) Pemodelan peran.
Pemimpin organisasi dapat mengkomunikasikan nilai-nilai dan harapan-harapan melalui tindakan-tindakan mereka sendiri, khususnya tindakan-tindakan yang memperlihatkan kesetiaan istimewa, pengorbanan diri, dan perilaku-perilaku di luar tugas mereka sehari-hari, seperti organization citizenship behavior,
whistleblowing, taking change, role innovation, task revision, dan
lain-lain.
d) Alokasi imbalan.
Kriteri-kriteria yang digunakan untuk mengalokasikan imbalan formal seperti upah, promosi, atau penghargaan informal dapat mengkomunikasikan sesuatu yang dianggap bernilai oleh pimpinan maupun oleh organisasi.
e) Kriteria seleksi dan pemecatan.
Pimpinan organisasi dapat juga mempengaruhi budaya organisasi dengan merekrut orang-oarang yang memiliki nilai-nilai, keterampilan, atau kompetensi tertentu, dan mempromosikan mereka ke posisi-posisi strategis. Kriteria-kriteria pemutusan hubungan kerja (pemecatan) juga merefleksikan nilai-nilai serta perhatian organisasi.
4) Gaya kepemimpinan terhadap kinerja
Waridin dan bambang guritno dalam ( Reza, 2010), menyatakan bahwa Gaya kepemimpinan pada dasarnya menekankan untuk menghargai
45 tujuan individu sehingga nantinya para individu akan memiliki keyakinan bahwa kinerja aktual akan melampaui harapan kinerja mereka. Seorang pemimpin harus menerapkan gaya kepemimpinan untuk mengelola bawahannya, karena seorang pemimpin akan sangat mempengaruhi keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuannya. Dalam penlitian yang dilakukan oleh Sudarmadi (2007) dan Arif Sefudin (2011) juga didapatkan hasil bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh Tehadap kinerja karyawan. 5) Budaya organisasi terhadap kinerja karyawan
O’Reilly, Chatman dan Cadwell dalam (Sudarmadi, 2010), berpendapat bahwa bahwa budaya perusahaan mempunyai pengaruh terhadap efektifitas perusahaan, terutama pada perusahaan yang mempunyai budaya yang sesuai dengan strategi dan dapat meningkatkan komitmen karyawan terhadap perusahaan. Kesesuaian antara budaya organisasi terhadap partisipasi yang mendukungnya akan menimbulkan kepuasan kerja yang mendorong individu untuk kreatif dalam arti dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Selain itu Menurut Kotter dan Hesket Budaya organisasi/korporasi memberikan pengaruh yang kuat terhadap kinerja (Wibowo,2010:354).
46 E. Hipotesis
Hipotesis merupakan dugaan sementara atas suatu hubungan, sebab akibat dari kinerja variabel yang perlu dibuktikan kebenarannya. Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah hipotesis statistika atau hipotesis nol yang bertujuan untuk memeriksa ketidakbenaran sebuah dalil atau teori yang selanjutnya akan ditolak melalui bukti-bukti yang sah, (Abdul Hamid, 2010:16).
Dari uraian dan kerangka berpikir diatas dapat ditarik hipotesis atau dugaan sementara sebagai sebagai berikut :
a. Persamaan struktural ke 1 Y= pyx1X1+pyx2X2+ε1 : 1) Pengaruh X1 terhadap Y :
H01 : tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara komunikasi organisasi terhadap budaya organisasi
Ha1 : terdapat pengaruh yang signifikan antara komunikasi organisasi terhadap budaya organisasi
2) Pengaruh X2 terhadap Y :
H02: tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara gaya kepemimpinan dengan budaya organisasi.
Ha2 : terdapat pengaruh yang signifikan antara gaya kepemimpinan dengan budaya organisasi.
47 Ho3 : tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama atau simultan diantara gaya kepemimpinan dan komunikasi organisasi terhadap budaya organisasi.
Ha3 : terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama atau simultan diantara gaya kepemimpinan dan komunikasi organisasi terhadap budaya organisasi.
b. Persamaan struktural ke 2 Z=pzx1X1+pzxX2+pzyY+ε2 = 4) Pengaruh X1 terhadap Z :
H04 : tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara komunikasi organisasi terhadap kinerja karyawan
Ha4 : terdapat pengaruh yang signifikan antara komunikasi organisasi terhadap kinerja karyawan
5) Pengaruh X2 terhadap Z
H05 : tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara gaya kepemimpinan terhadap kinerja
Ha5 : terdapat pengaruh yang signifikan antara gaya kepemimpinan terhadap kinerja
6) Pengaruh Y terhadap Z
H06 : tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara budaya organisasi terhadap kinerja
Ha6 : terdapat pengaruh yang signifikan antara budaya organisasi terhadap kinerja
48 H07 : tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama atau simultan diantara gaya kepemimpinan, komunikasi organisasi dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan.
Ha7 : terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama atau simultan diantara gaya kepemimpinan, komunikasi organisasi dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan.
49 BAB III