• Tidak ada hasil yang ditemukan

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT karena hanya dengan rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang

8.1 Hubungan Antara Faktor Individu dengan Persepsi Masyarakat

8.1 Hubungan Antara Faktor Individu dengan Persepsi Masyarakat

Sekitar terhadap Aktivitas PT. IKPP Mills Tangerang ... 95

8.1.1 H

ubungan Antara Tingkat Kesejahteraan dengan Persepsi Masyarakat Sekitar terhadap Aktivitas PT. IKPP Mills

Tangerang ... 95

8.1.2 H

ubungan Antara Karakteristik Sosial Ekonomi dengan Persepsi Masyarakat Sekitar terhadap PT. IKPP Mills

Tangerang ... 96

8.1.3 H

ubungan Antara Karakteristik Komunikasi dengan Persepsi Responden terhadap Aktivitas PT. IKPP Mills

Tangerang ... 103

8.1.4 Hub

ungan Antara Ekspektasi Responden terhadap

PT. IKPP Mills Tangerang dengan Persepsi Responden ... 114

8.2 Hub

ungan Antara Faktor Lingkungan dengan Persepsi Masyarakat Sekitar terhadap Aktivitas PT. IKPP Mills

Tangerang ... 115 8.2.1 Hubungan Antara Keterlibatan dalam Kelompok

dengan Persepsi Masyarakat Sekitar terhadap Aktivitas

PT. IKPP Mills Tangerang ... 115

8.2.2 Hub

ungan Antara Dampak Aktivitas PT. IKPP Mills Tangerang yang Dirasakan dengan Persepsi

Masyarakat Sekitar terhadap PT. IKPP Mills Tangerang ... 116

8.2.3 Hub

ungan Antara Jarak Tempat Tinggal terhadap

PT. IKPP Mills Tangerang dengan Persepsi Masyarakat

Sekitar terhadap Aktivitas PT. IKPP Mills Tangerang ... 118

< ( (

0 9.1 Karakteristik Komunikasi PT. IKPP Mills Tangerang ... 120 9.2 Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan PT. IKPP Mills

9.3 Pengaruh Upaya Perusahaan dalam Memperbaiki Persepsi

Masyarakat Sekitar terhadap Persepsi Masyarakat Sekitar... 124 9.3.1 Pengaruh Upaya Komunikasi Perusahaan terhadap

Persepsi Masyarakat Sekitar ... 124 9.3.2 Pengaruh Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

terhadap Persepsi Masyarakat Sekitar ... 127

< ( 0+

10.1 Kesimpulan ... 130 10.2 Saran ... 131

/ ( 0++

/

# Tabel 1. Pola Tahap-tahap Kedermawanan Sosial ... 18 Tabel 2. Data yang Diperlukan dalam Penelitian dan Metode

Pengumpulan Data ... 34 Tabel 3. Luas dan Persentase Lahan Kelurahan Pakulonan

Berdasarkan Penggunaannya ... 38 Tabel 4. Luas dan Persentase Lahan Berdasarkan Jenis Tanah ... 38 Tabel 5. Jumlah dan Persentase Penduduk Berdasarkan

Kelompok Umur ... 39 Tabel 6. Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin dan Status

Kewarganegaraan ... 39 Tabel 7. Jumlah dan Persentase Penduduk Kelurahan Pakulonan

Berdasarkan Jenis Pekerjaan ... 40 Tabel 8. Jumlah dan Persentase Penduduk Berdasarkan

Pendidikan ... 41 Tabel 9. Jumlah dan Persentase Pemeluk Agama Kelurahan

Pakulonan ... 42 Tabel 10. Jumlah Sarana Pendidikan Umum ... 43 Tabel 11. Jumlah Sarana Pendidikan Nonformal ... 43 Tabel 12. Jumlah Fasilitator Kesehatan Keluarga ... 44 Tabel 13. Jumlah Anggota Kelompok Kepemudaan ... 45 Tabel 14. Jumlah Sarana Peribadatan ... 45 Tabel 15. Jumlah Niaga di Kelurahan Pakulonan Berdasarkan

Jenisnya ... 46 Tabel 16. Tujuan dan Sasaran PT. IKPP Tangerang ... 56 Tabel 17. Jumlah, Persentase, dan Kategori Responden Berdasarkan

Prioritas Kebutuhannya ... 59 Tabel 18. Jumlah, Persentase, dan Kategori Responden Berdasarkan

Karakteristik Sosial Ekonomi ... 59 Tabel 19. Persentase Keterdedahan Responden Berdasarkan

Jenis Aktivitas Penerimaan Informasi Mengenai

PT. IKPP Mills Tangerang ... 65 Tabel 20. Jumlah dan Persentase Aspek Penerimaan Informasi

Responden Berdasarkan Sumber Penerimaan Informasinya ... 67 Tabel 21. Jumlah dan Persentase Responden Berdasarkan

Tabel 22. Jumlah dan Persentase Responden Menurut Jenis Kebutuhan

Informasi ... 71 Tabel 23. Jumlah dan Persentase Responden Berdasarkan Sumber

Pencarian Informasi Tentang PT. IKPP Mills Tangerang ... 72 Tabel 24. Jumlah dan Persentase Responden Berdasarkan Jenis

Aktivitas Penyampaian Umpan-Balik ... 73 Tabel 25. Jumlah dan Persentase Responden Menurut Proses

Penyampaian Umpan-Balik Kepada PT. IKPP Mills

Tangerang ... 74 Tabel 26. Persentase Karakteristik Komunikasi PT. IKPP Mills

Tangerang Menurut Responden... 76 Tabel 27. Jumlah dan Persentase Responden Berdasarkan

Ekspektasinya terhadap PT. IKPP Mills Tangerang ... 77 Tabel 28. Jumlah dan Persentase Responden Berdasarkan

Pemenuhan Ekspektasinya oleh PT. IKPP Mills Tangerang ... 79 Tabel 29. Jumlah dan Persentase Responden Berdasarkan

Pengetahuan dan Penerimaan Responden terhadap Kegiatan

Sosial Perusahaan ... 80 Tabel 30. Jumlah dan Persentase Responden Berdasarkan

Keanggotaan, Keaktifan, dan Pengaruh Kelompok

Masyarakat Sekitar ... 84 Tabel 31. Jumlah dan Persentase Responden Berdasarkan Dampak

Aktivitas PT. IKPP Mills Tangerang yang Dirasakannya ... 86 Tabel 32. Jumlah dan Persentase Responden Berdasarkan Jarak

Tempat Tinggal Responden terhadap Perusahaan ... 87 Tabel 33. Jumlah dan Persentase Responden Menurut Persepsinya

terhadap Bahan Baku, Mesin, dan Peralatan yang

Digunakan PT. IKPP Mills Tangerang ... 89 Tabel 34. Jumlah dan Persentase Reaponden Menurut Persepsinya

terhadap Situasi Tenaga Kerja PT. IKPP Mills Tangerang ... 90 Tabel 35. Jumlah dan Persentase Responden Menurut Persepsinya

terhadap Proses Produksi PT. IKPP Mills Tangerang ... 90 Tabel 36. Jumlah dan Persentase Responden Menurut Persepsinya

terhadap Limbah yang Dihasilkan PT. IKPP Mills

Tangerang ... 91 Tabel 37. Jumlah dan Persentase Responden Menurut Persepsinya

terhadap Dampak Sosial Keberadaan PT. IKPP Mills

Tabel 38. Jumlah dan Persentase Responden Menurut Persepsinya terhadap Dampak Ekonomi Keberadaan PT. IKPP Mills

Tangerang ... 93 Tabel 39. Jumlah dan Persentase Responden Menurut Persepsinya

terhadap Dampak Lingkungan Keberadaan PT. IKPP Mills

Tangerang ... 93 Tabel 40. Nilai Koefisien Korelasi (r) dan P ) Antara Aspek

Persepsi dan Tingkat Kesejahteraan ... 95 Tabel 41. Nilai X² Hitung, X² Tabel, dan Koefisien Kontingensi

Antara Aspek Persepsi dan Jenis Kelamin ... 97 Tabel 42. Nilai X² Hitung, X² Tabel, dan Koefisien Kontingensi

Antara Aspek Persepsi dan Status Sosial ... 98 Tabel 43. Nilai Koefisien Korelasi (r) dan P ) Antara Aspek

Persepsi dan Tingkat Pendidikan ... 100 Tabel 44. Nilai X² Hitung, X² Tabel, dan Koefisien Kontingensi

Antara Aspek Persepsi dan Jenis Pekerjaan ... 101 Tabel 45. Nilai Koefisien Korelasi (r) dan P ) Antara Aspek

Persepsi dan Tingkat Pendapatan Individu ... 102 Tabel 46. Nilai Koefisien Korelasi (r) dan P ) Antara Aspek

Persepsi dan Tingkat Pendapatan Keluarga... 103 Tabel 47. Nilai Koefisien Korelasi (r) dan P ) Antara Aspek

Persepsi dan Penerimaan Informasi Mengenai Kegiatan

Produksi PT. IKPP Mills Tangerang ... 104 Tabel 48. Nilai Koefisien Korelasi (r) dan P ) Antara Aspek

Persepsi dan Penerimaan Informasi Mengenai

Lowongan Pekerjaan PT. IKPP Mills Tangerang ... 105 Tabel 49. Nilai Koefisien Korelasi (r) dan P ) Antara Aspek

Persepsi dan Penerimaan Informasi Mengenai Kegiatan

Sosial PT. IKPP Mills Tangerang ... 106 Tabel 50. Nilai Koefisien Korelasi (r) dan P ) Antara Aspek

Persepsi dan Pencarian Informasi Mengenai

PT. IKPP Mills Tangerang ... 108 Tabel 51. Nilai Koefisien Korelasi (r) dan P ) Antara Aspek

Persepsi dan Keinginan Mengetahui Informasi

Terbaru Mengenai PT. IKPP Mills Tangerang ... 109 Tabel 52. Nilai Koefisien Korelasi (r) dan P ) Antara Aspek

Persepsi dan Pencarian Kebenaran Informasi

Mengenai PT. IKPP Mills Tangerang ... 110 Tabel 53. Nilai Koefisien Korelasi (r) dan P ) Antara Aspek

Persepsi dan Kebutuhan Informasi Mengenai

Tabel 54. Nilai Koefisien Korelasi (r) dan P ) Antara Aspek Persepsi dan Penyampaian Keluhan Responden

terhadap PT. IKPP Mills Tangerang ... 113 Tabel 55. Nilai Koefisien Korelasi (r) dan P ) Antara Aspek

Persepsi dan Keterbukaan PT. IKPP Mills Tangerang

dalam Menanyakan Pendapat Responden ... 114 Tabel 56. Nilai Koefisien Korelasi (r) dan P ) Antara Aspek

Persepsi dan Ekspektasi Responden

terhadap PT. IKPP Mills Tangerang ... 115 Tabel 57. Nilai X² Hitung, X² Tabel, dan Koefisien Kontingensi

Antara Aspek Persepsi dan Keanggotaan

Responden dalam Kelompok ... 116 Tabel 58. Nilai Koefisien Korelasi (r) dan P ) Antara Aspek

Persepsi dan Dampak Aktivitas PT. IKPP Mills

Tangerang yang Dirasakan Responden ... 118 Tabel 59. Nilai Koefisien Korelasi (r) dan P ) Antara Aspek

Persepsi dan Jarak Tempat Tinggal Responden

/

# Gambar 1. Skema Sistem Output Input dalam Proses Industri ... 13 Gambar 2. Bagan Kerangka Pemikiran ... 22 Gambar 3. Peta Kampung Baru Selatan ... 48 Gambar 4. Ekspektasi Responden terhadap Perusahaan ... 78 Gambar 5. Penerima Sumbangan Sosial Perusahaan Menurut

Masyarakat Sekitar ... 82 Gambar 6. Dampak Kehadiran Perusahaan terhadap Responden ... 85

( (

0 0 $ ! "# =

Perusahaan dan masyarakat yang bermukim di sekitarnya merupakan dua komponen yang saling mempengaruhi. Aktivitas produksi yang dilakukan oleh perusahaan memiliki dampak terhadap masyarakat di sekitarnya, baik positif maupun negatif. Begitupun sebaliknya, pandangan atau tindakan masyarakat sekitar perusahaan dapat mempengaruhi keberlanjutan keberadaan sebuah perusahaan di wilayah tertentu. Interaksi di antara keduanya merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindarkan karena mereka berada dalam lingkungan yang sama. Aktivitas perusahaan memiliki dampak terhadap masyarakat sekitarnya. Dampak tersebut dapat berupa dampak positif seperti antara lain penciptaan lapangan pekerjaan dan peningkatan ekonomi, maupun dampak negatif seperti antara lain penurunan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Namun, bagian mana yang lebih menonjol dari kedua dampak tersebut tergantung dari sudut mana masyarakat memandangnya. Apabila dampak positif lebih menonjol dibandingkan dampak negatif di mata masyarakat sekitar, maka hal tersebut tentu akan menguntungkan bagi perusahaan. Hal yang tidak diinginkan adalah apabila yang terjadi merupakan hal yang sebaliknya. Akibatnya, kegiatan perusahaan dan proses produksinya dapat terhambat sebagaimana yang dialami oleh PT. Freeport Indonesia pada tahun 20061.

Cara masyarakat sekitar memandang perusahaan disebut sebagai persepsi. Leavitt (1978) menyatakan bahwa persepsi ( ) adalah pandangan atau pengertian, yaitu bagaimana seseorang memandang atau mengartikan sesuatu. Persepsi masyarakat ini dibentuk oleh faktor individu dan faktor lingkungan. Rakhmat (2005) menyebutnya sebagai faktor personal dan situasional, sedangkan

1

PT. Freeport Indonesia menghentikan sementara kegiatan di kantor dan produksinya pada tanggal 22 Februari 2006 akibat adanya penutupan ruas jalan dan pemukiman karyawan PT. Freeport Indonesia ke lokasi pengolahan dan penambangan Grasberg oleh sekitar 500 warga Kampung Kali Kabur dan Banti, Distrik Tembagapura (Ambadar, 2008).

Krech dan Cruthfield (1997:235) dalam Rakhmat (2005) menyebutnya faktor fungsional dan faktor struktural.

Kebutuhan merupakan salah satu contoh faktor personal yang membentuk persepsi. Ambadar (2008) menyatakan bahwa sebuah pabrik atau bentuk usaha lain di lingkungan yang tertinggal dari segi ekonomi diharapkan dapat menjadi penolong bagi masyarakat di sekitarnya, sebagai pengaruh dari kehadirannya tersebut. Apabila hal tersebut tidak terjadi, maka masyarakat akan mudah dipengaruhi oleh pihak lain yang memiliki kepentingan buruk terhadap perusahaan. Hal tersebut mengartikan juga bahwa apabila kebutuhan masyarakat terpenuhi oleh kehadiran perusahaan, maka masyarakat cenderung memiliki persepsi positif terhadap perusahaan sehingga tidak mudah untuk dipengaruhi oleh pihak lain.

Menurut Ambadar (2008), paradigma perusahaan yang hanya berorientasi memperoleh laba ( ) sebesar-besarnya sudah mulai bergeser dan mulai berupaya memberikan dampak positif keberadaannya bagi kesejahteraan masyarakat sekitar. Lebih lanjut Ambadar (2008) memaparkan bahwa komunitas bisnis di berbagai negara telah semakin menyadari bahwa pembangunan berkelanjutan suatu perusahaan hanya dapat dipertahankan apabila terdapat keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup yang mendukungnya. Aktivitas kepedulian perusahaan ini salah satunya diwujudkan

dalam tanggung jawab sosial perusahaan ( /CSR).

Tanggung jawab sosial perusahaan merupakan salah satu upaya perusahaan untuk memperbaiki persepsi masyarakat sekitar. Salah satu praktik tanggung jawab sosial perusahaan yang menonjol di Indonesia menurut Ambadar (2008) adalah penekanan pada aspek pemberdayaan masyarakat (

), meskipun tanggung jawab sosial tidak hanya merupakan . Hal ini sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat yang berdasarkan data pemerintah masih berada dalam kemiskinan2. Beberapa manfaat yang dapat dirasakan oleh perusahaan melalui kegiatan tanggung jawab

2

Data pemerintah menyebutkan jumlah kemiskinan di Indonesia lebih dari 30% populasi, sedangkan pengangguran sudah mencapai 40 juta orang penduduk (Ambadar, 2008).

perusahaan sebagai upaya pengembangan masyarakat berdasarkan hasil penelitian Herlin (2008) adalah untuk mempublikasikan keberadaannya sehingga hubungan yang baik dengan * (dalam hal ini masyarakat) dapat terwujud dan membina hubungan baik dengan masyarakat sehingga tidak terjadi konflik.

Upaya perusahaan untuk memperbaiki persepsi masyarakat sekitar lainnya adalah melalui penerapan komunikasi perusahaan. Menurut Hadi (2001) hubungan perusahaan dengan komunitas merupakan suatu tindakan yang harus dilakukan perusahaan untuk memelihara dan membina hubungan dengan lingkungannya melalui komunikasi yang saling menguntungkan. Oleh karena itu, komunikasi perusahaan diharapkan dapat menjangkau semua lapisan masyarakat.

PT. Indah Kiat Pulp and Paper Mills (PT. IKPP) Tangerang merupakan salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia yang berdiri di tengah masyarakat. Laporan keberlanjutan lingkungan dan sosial Asia Pulp and Paper (APP) untuk Indonesia tahun 2005-2006 menyebutkan bahwa PT. IKPP Mills Tangerang merupakan pabrik kertas pertama di Indonesia yang mendapatkan sertifikat ISO 14001 pada tahun 1996. PT. IKPP Mills Tangerang telah mendapatkan peringkat ”hijau” dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) pada periode 2006-2007 yang dikembangkan oleh Kementrian Negara Lingkungan Hidup (www.menlh.go.id, 20/10/2009, 19:00). Peringkat tersebut menandakan bahwa perusahaan telah melakukan pengelolaan lingkungan lebih dari yang dipersyaratkan, telah mempunyai sistem pengelolaan lingkungan, dan mempunyai hubungan yang baik dengan masyarakat, termasuk melakukan upaya 3R (" , " dan

" ). Selain itu, atas komitmennya untuk melestarikan lingkungan, PT. IKPP Mills Tangerang juga menerima penghargaan lingkungan dari Bupati Tangerang H. Ismet Iskandar dan OHSAS 18001 Awards pada tahun 2007.

Beberapa prestasi yang telah dicapai oleh PT. IKPP Mills Tangerang tersebut sejalan dengan komitmennya yaitu untuk menjalankan usahanya secara berkelanjutan, dimana perusahaan menggunakan definisi usaha berkelanjutan Bank Dunia (jms dan brn, 2007). Definisi usaha berkelanjutan tersebut terdiri atas tiga pilar, yaitu lingkungan, sosial dan ekonomi. Adapun kegiatan sosial yang

telah dilakukan PT. IKPP Mills Tangerang secara rutin antara lain sunatan massal, program beasiswa, bantuan sarana dan prasarana komunitas sekitar pabrik, dan lainnya.

Sejauhmana upaya perusahaan tersebut dapat memperbaiki persepsi masyarakat sekitar terhadap aktivitas perusahaan merupakan hal yang menarik peneliti untuk melaksanakan penelitian ini. Peneliti juga tertarik untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat sekitar terhadap aktivitas perusahaan. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat di sekitar perusahaan dan bagaimana upaya perusahaan untuk memperbaiki persepsi masyarakat sekitar guna menjamin

perusahaan di wilayah tersebut.

0 # >

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan tersebut, maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah:

1. Bagaimana persepsi masyarakat sekitar terhadap aktivitas PT. IKPP Mills Tangerang berdasarkan faktor individu dan faktor lingkungan?

2. Bagaimana upaya PT. IKPP Mills Tangerang untuk memperbaiki persepsi masyarakat sekitar?

0 + ? " "#5$5

Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi:

1. Persepsi masyarakat sekitar terhadap aktivitas PT. IKPP Mills Tangerang berdasarkan faktor individu dan faktor lingkungan.

2. Upaya yang dilakukan PT. IKPP Mills Tangerang untuk memperbaiki persepsi masyarakat sekitar.

0 , 4 $ " "#5$5

Penelitian diharapkan dapat bermanfaat bagi kalangan akademisi, perusahaan, dan masyarakat serta instansi terkait. Manfaat tersebut antara lain sebagai berikut:

0 , 0 5 " #5 @ # = @" 5 5

Tulisan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan pemahaman penulis dan kalangan akademisi mengenai persepsi masyarakat sekitar terhadap aktivitas perusahaan. Selain itu, penulis dapat menerapkan teori-teori yang telah didapatkan di bangku perkuliahan.

0 , 5 "! >

Tulisan ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada perusahaan mengenai persepsi masyarakat sekitar terhadap aktivitas perusahaan dan juga hubungannya dengan upaya perusahaan untuk memperbaiki persepsi masyarakat sekitarnya. Hal ini diharapkan dapat berguna bagi perusahaan untuk menjalin hubungan baik dengan masyarakat demi keberlangsungan perusahaan di wilayah tersebut.

0 , + 5 A ! = $ @ $ 5 "!= 5$

Masyarakat dapat menambah pengetahuan mengenai aktivitas perusahaan. Sedangkan bagi instansi terkait, penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam mengeluarkan kebijakan yang terkait dengan keberadaan perusahaan.

8 ( (

0 "! " 5

Berikut ini akan dikemukakan beberapa hal mengenai persepsi, yaitu pengertian persepsi dan faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi.

0 0 " "!$5 "! " 5

Persepsi adalah pengalaman tentang obyek, peristiwa, atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan (Rakhmat, 2005). Lebih lanjut Rakhmat (2005) menyatakan bahwa persepsi ialah memberikan makna pada stimuli inderawi ( ). Leavitt (1978) menyatakan pengertian persepsi ( ) dalam arti sempit ialah penglihatan, bagaimana cara seseorang melihat sesuatu, sedangkan dalam arti luas ialah pandangan atau pengertian, yaitu bagaimana seseorang memandang atau mengartikan sesuatu. Hal tersebut juga berarti bahwa setiap orang menggunakan kacamata sendiri-sendiri dalam memandang dunianya.

Atkinson dan Hilgard (1991) sebagaimana dikutip oleh Hadi (2001) menyatakan bahwa sebagai suatu cara pandang atau penilaian, persepsi termasuk proses komunikasi yang timbul karena adanya respon terhadap stimulus. Stimulus yang diterima seseorang sangat kompleks, stimulus itu masuk ke dalam otak, di sini stimulus diartikan, ditafsirkan dan diberi makna melalui proses yang rumit baru kemudian dihasilkan persepsi. Sejalan dengan hal tersebut, Harihanto (2001) sebagaimana dikutip oleh Pandeangan (2005) menyatakan bahwa persepsi pada hakikatnya adalah pandangan, interpretasi, penilaian, harapan atau aspirasi seseorang terhadap obyek. Persepsi dibentuk melalui serangkaian proses yang diawali dengan menerima rangsangan atau stimulus dari obyek oleh indera dan dipahami dengan interpretasi atau penafsiran tentang obyek yang dimaksud.

Menurut Atkinson dan Hilgard (1983), teori yang berkenaan dengan persepsi adalah teori Gestalt, dimana teori tersebut memiliki prinsip bahwa persepsi bertindak untuk menarik data sensorik menjadi suatu pola keseluruhan ( ). Oleh sebab itu, keseluruhan lain dengan jumlah/penjumlahan

bagian. Prinsip Gestalt tersebut digambarkan melalui fenomena-fenomena persepsi yang dapat digolongkan menjasi 3 kelas/tingkatan, yaitu:

1. Organisasi persepsi ( + )

Organisasi persepsi berkaitan dengan ketergantungan apa yang dihayati dengan hubungan antara bagian konfigurasi stimulus. Contoh asumsinya adalah hukum kesederhanaan (, $ ) yaitu penghayatan berkaitan dengan penafsiran stimulus yang termudah dan termungkin. Fenomena yang termasuk dalam pengorganisasian persepsi adalah dampak gambar dan latar (

) serta pengelompokkan persepsi ( ). Salah satu faktor penyebab terjadinya dampak gambar dan latar adalah perhatian selektif

( ).

2. Konstansi persepsi ( )

Konstansi persepsi berkaitan dengan tendensi agar setiap obyek tampak sama walaupun terdapat perubahan pada stimulus yang mencapai reseptor.

3. Ilusi persepsi ( )

Ilusi adalah penghayatan yang salah sehingga keadaannya berbeda dengan keadaan yang digambarkan oleh ilmu pengetahuan alam dengan bantuan instrumen pengukurannya. Terdapat ilusi fisik ( ) dan ilusi persepsi ( ). Ilusi fisik disebabkan oleh faktor eksternal yaitu semua bayangan yang disababkan oleh adanyan penyimpangan stimulus yang mencapai reseptor kita, dan ilusi persepsi adalah ilusi yang timbul dalam sistem persepsi. Terdapat pula ilusi geometrik yang merupakan bagian dari ilusi persepsi yaitu penggambaran garis-garis yang beberapa aspeknya berubah menurut persepsinya. Berkaitan dengan pengertian persepsi, terdapat konsep mengenai persepsi selektif. Konsep persepsi selektif mengemukakan bahwa proses pemberian makna pada stimuli sangat ditentukan oleh karakteristik individu, termasuk harapan. Individu memilih stimuli tertentu dan mengabaikan stimuli lainnya. Salah satu contohnya adalah individu yang memandang perusahaan memberikan dampak positif terhadap dirinya karena perusahaan tersebut melakukan kegiatan tanggung jawab sosial kepada masyarakat di sekitarnya, dengan mengabaikan dampak

negatif kehadiran perusahaan tersebut bagi lingkungannya. Individu tersebut telah melakukan persepsi selektif terhadap perusahaan.

Persepsi selektif merupakan suatu jenis kebutuhan psikologis karena membantu orang untuk memelihara keseimbangannya dalam proses untuk mencapai tujuan-tujuannya, meskipun bersifat menipu diri sendiri. Menurut Leavitt (1978) persepsi selektif adalah salah satu cara pertahanan yang digunakan oleh individu untuk menghindari sesuatu hal yang tidak mengenakkan, yaitu pertahanan terhadap masuknya hal-hal yang dapat belum diseleksi yang agak mengganggu keseimbangan ( - ) seseorang. Kaidah keseluruhan tentang persepsi yang selektif adalah: (1) orang melihat kepada hal-hal yang mereka anggap akan membantu memuaskan kebutuhan-kebutuhan, (2) mengabaikan hal-hal yang mengganggu, dan kemudian (3) melihat kepada gangguan-gangguan yang berlangsung lama dan yang meningkat.

Berdasarkan pengertian persepsi di atas, maka dapat diketahui bahwa proses pembentukkan persepsi merupakan proses yang terjadi pada diri individu. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa persepsi masyarakat merupakan suatu hal yang tidak ada. Menurut Mayo (1998:162) sebagaimana dikutip oleh Suharto (2005), masyarakat dapat diartikan dua konsep, yaitu: (1) masyarakat sebagai sebuah “tempat bersama”, yakni sebuah wilayah geografi yang sama dan (2) masyarakat sebagai “kepentingan bersama”, yakni kesamaan kepentingan berdasarkan kebudayaan dan identitas. Persepsi masyarakat yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah persepsi beberapa individu yang dianggap dapat mewakili masyarakat lainnya dalam wilayah yang sama.

0 / =$'!B4 =$'! A " " ! >5 "! " 5

Persepsi ditentukan oleh faktor personal dan faktor situasional (Rakhmat, 2005). Krech dan Cruthfield (1997:235) sebagaimana dikutip oleh Rakhmat (2005) menyebutnya faktor fungsional dan faktor struktural. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut:

a. Faktor Fungsional

Faktor fungsional berasal dari kebutuhan, pengalaman masa lalu dan hal-hal lain yang termasuk dalam faktor-faktor personal. Persepsi tidak ditentukan

oleh jenis atau bentuk stimuli, tetapi karakteristik orang yang memberikan respon pada stimuli tersebut. Selain itu, percobaan yang dilakukan oleh Bruner dan Goodman menunjukkan bahwa nilai sosial suatu obyek bergantung pada kelompok sosial orang yang menilai.

Berawal dari hal tersebut, Krech dan Crutchfield (1997) dalam Rakhmat (2005) merumuskan dalil persepsi yang pertama: *

. Artinya, obyek-obyek yang mendapat tekanan dalam persepsi individu biasanya obyek-obyek yang memenuhi tujuan individu yang melakukan persepsi. Contohnya adalah pengaruh kebutuhan, kesiapan mental, suasana emosional, dan latar belakang budaya terhadap persepsi.

b. Faktor Struktural

Faktor struktural berasal dari sifat stimuli fisik dan efek-efek saraf yang ditimbulkannya pada sistem saraf individu. Teori Gestalt merupakan prinsip-prinsip persepsi yang bersifat struktural yang dirumuskan oleh para psikolog Gestalt, seperti Kohler, Warthmeimer (1959), dan Kofka. Teori ini menyatakan bahwa apabila individu mempersepsi sesuatu, maka individu tersebut mempersepsinya sebagai suatu keseluruhan. Indvidu tidak melihat bagian-bagiannya, lalu menghimpunnya. Berdasarkan prinsip tersebut, Krech dan Crutchchfield (1997) sebagaimana dikutip oleh Rakhmat (2005) menyatakan dalil

persepsi yang kedua: * *

, yang memiliki makna bahwa individu mengorganisasikan stimuli dengan melihat konteksnya. Walaupun stimuli yang diterima tidak lengkap, individu akan mengisinya dengan interpretasi yang konsisten dengan rangkaian stimuli yang dipersepsinya.

Berdasarkan hubungannya dengan konteks, Krech dan Crutchchfield (1997) sebagaimana yang dikutip oleh Rakhmat (2005) menyebutkan dalil

persepsi yang ketiga: . * *

* . * * .

Menurut dalil ini, jika individu dianggap sebagai anggota kelompok, semua sifat individu yang berkaitan dengan sifat kelompok akan dipengaruhi oleh keanggotaan kelompoknya, dengan efek yang berupa atau*

Selain beberapa faktor tersebut, persepsi juga dipengaruhi oleh faktor perhatian (Rakhmat, 2005). Andersen (1972:46) dalam Rakhmat (2005) menyatakan bahwa perhatian adalah proses mental ketika stimuli atau rangkaian stimuli menjadi menonjol dalam kesadaran pada saat stimuli lainnya melemah. Adapun perhatian ini dipengaruhi oleh faktor eksternal dan faktor internal.

Berdasarkan Rakhmat (2005) faktor eksternal atau faktor situasional terdiri dari stimuli yang diperhatikan karena mempunyai sifat-sifat menonjol, antara lain: gerakan, intensitas stimuli, kebaruan, dan perulangan. Sedangkan faktor internal penarik perhatian antara lain dipengaruhi oleh faktor biologis dan faktor-faktor sosiopsikologis. Lebih lanjut Rakhmat (2005) menyatakan bahwa motif sosiogenis, sikap, kebiasaan, dan kemauan, mempengaruhi apa yang individu perhatikan.

Menurut Leavitt (1978) persepsi individu ditentukan oleh kebutuhan-kebutuhan mereka. Individu melihat apa yang penting bagi kebutuhan-kebutuhan-kebutuhan-kebutuhan

Dokumen terkait