BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
1. Gambaran Capaian Hasil Kematangan Karier pada Mahasiswa
sangat tinggi, tingi, dan sedang. Hal ini menunjukan bahwa sebagian besar mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogakarta matang kariernya.
B. Pembahasan
1. Gambaran Capaian Hasil Kematangan Karier Pada Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
Capaian hasil kematangan karier pada mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dahrma Yogyakarta tidak ada mahasiswa yang masuk dalam kategori rendah dan sangat rendah. Terdapat 44 mahasiswa dari 163 mahasiswa yang masuk dalam kategori sangat tinggi, 107 mahasiswa dari 163 mahasiswa yang masuk dalam kategori tinggi. Dan terdapat 12 mahasiswa dari 163 mahasiswa yang masuk dalam kategori sedang.
Dari capaian hasil terdapat rincian hasil dari angakatan 2016-2019 sebagai berikut: Angkatan 2016 terdapat 30 subjek. Terdapat 9 mahasiswa dengan kategori sangat tinggi dengan presentase 6%. Terdapat 18 mahasiswa dengan kategori tinggi dengan presentase 11%. Terdapat 3 mahasiswa dengan kategori sedang dengan presentase 2%.
Angkatan 2017 terdapat 18 subjek. Terdapat 5 mahasiswa dengan kategori sangat tinggi dengan presentase 3%. Terdapat 12 mahasiswa
dengan kategori tinggi dengan presentase 7%. Terdapat 1 mahasiswa dengan kategori rendah dengan presentase 1%.
Angkatan 2018 terdapat 73 subjek. Terdapat 19 mahasiswa dengan kategori sangat tinggi dengan presentase 12%. Terdapat 50 mahasiswa dengan kategori tinggi dengan presentase 31%. Terdapat 4 mahasiswa dengan kategori sedang dengan presentase 2%.
Angkatan 2019 terdapat 42 subjek. Terdapat 14 mahasiswa dengan kategori sangat tinggi dengan presentase 9%. Terdapat 24 mahasiswa dengan kategori tinggi dengan presentase 15%. Terdapat 4 mahasiswa dengan ketegori sedang dengan presentase 2%.
Dari capaian hasil kematangan karier tersebut dapat disimpulkan bahwa secara umum Kematangan Karier Pada Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta tinggi.
Faktor yang mempengaruhi matangnya karier mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yaitu dari faktor internal dan external. Dilihat dari faktor internal seperti: Memiliki dan menghidupi nilai kehidupan. Kebanyakan mahasiswa bimbingan konseling Universitas Sanata Dharma memiliki nilai hidup dan menghidupinya. Karena nilai hidup dipelajari dalam salah satu mata kuliah. Teman saya seorang ketua himpunan mahasiswa program studi tahun 2017 memberi tahu bahwa dalam ia mempunyai nilai hidup yaitu kedisiplinan dan ia menghidupinya dimanapun ia berada. Di dalam organisasi, tempat ia bekerja sekarang dan dimanapun ia berada.
Tingginya intelegensi. Ketika saya masuk di BK, saya melihat saya mempunyai teman teman yang rata-rata cerdas, berpikir kritis dan ini membantu saya juga dalam belajar. Dulu saya ketika di SMA tidak terlalu tertarik dengan pelajaran dan cencerung malas mendengarkan guru, tetapi setelah saya sering berdiskusi dengan teman-teman membuat saya semakin penasaran dan sering tertarik mendengarkan dosen terlebih lagi jika ada sesi tanya jawab.
Mempunyai bakat khusus. Saya melihat beberapa teman saya, adik tingkat dan kakak tingkat mengasah bakat mereka. Seperti ada yang bisa membuat kue dan menjualnya, ada yang mempunyai bakat menggambar dan mengasahnya dengan cara membuat banner atau design untuk membuat baju. Ada yang mempunyai bakat menari dan tampil di berbagai event bahkan mempunyai konten sendiri seperti cover dance. Bakat fotografi dan membuat konten youtube.
Minat khusus. Beberapa mahasiswa yang saya kenal mempunyai minat terhadap guru dan ingin mengabdi. Karena mempunyai pengalaman berurusan dengan guru BK seperti terkena kasus ataupun ada yang mempunyai relasi yang baik dengan guru dan terinspirasi untuk menjadi guru BK sehingga memilih masuk dalam program studi BK.
Sifat kepribadian yang baik. Mahasiswa BK dikenal mempunyai kepribadian yang baik di kalangan Universitas, sangat diandalkan dalam menyelesaikan masalah dan penengah dalam masalah. Hal ini saya dan teman – teman rasakan sendiri ketika kami mengikuti kuliah kerja nyata
pada tahun lalu. Dimana 1 kelompok terdapat 1 mahasiswa BK. Mahasiswa lain menganggap bahwa ketika mereka mempunyai teman dari BK maka itu akan meminimalisir adanya pertikaian atau dapat membantu permasalahan dalam kelompok atau luar kelompok. Bahkan teman saya belajar kepada saya bagaimana caranya berelasi dan berkomunikasi.
Mempunyai pengetahuan diri sendiri dan pekerjaan. Mahasiswa yang saya tanya alasannya masuk Bimbingan Konseling dan jawabannya karena ingin membantu orang-orang dengan permasalahannya dan melayani murid-murid di sekolah. Sebelum masuk BK mahasiswa sudah paham memiliki nilai hidup apa dan ingin menghidupi di kariernya kelak. Sama seperti saya yang masuk BK dikarena ingin mengambil ilmu tentang psikologi terapan dan bisa saya terapkan dalam pekerjaan saya kelak, karena dimanapun saya berada akan selalu berinteraksi dengan manusia dan itu bisa mempermudah saya dalam menjalin relasi.
Sehat jasmani. Kebanyakan semua mahasiswa BK mempunyai jasmani yang sehat bisa dilihat dari aktifnya setiap angkatan untuk mengikuti kegiatan classmeet yang diadakan setiap tahunnya.
Jika dilihat dari faktor external seperti: pandangan masyaratakat
tentang luhurnya jenis pekerjaan. Saya dan beberapa teman saya yang rata-rata orangtuanya bekerja sebagai guru akan menginginkan anaknya sebagai seorang guru juga karena pekerjaan itu dianggap mulia. Mengajari anak yang tidak bisa apa-apa menjadi bisa melakukan sesuatu yang hebat.
Tidak hanya orangtua yang sebagai guru, orangtua yang bekerja sebagai karyawan pun menganggap bahwa menjadi guru adalah pekerjaan yang hebat.
Pertumbuhan ekonomi yang cepat mempengaruhi mahasiswa BK dalam merencanakan kariernya. Ketika sedang berdiskusi dengan teman tentang rencana pekerjaan melihat dari situasi yang sekarang, perbandingan pada zaman dahulu dan masa yang akan seperti apa.
Tingginya status sosial ekonomi keluarga. Menurut salah satu dosen prodi BK menjelaskan bahwa di sanata dharma ini rata-rata mahasiswanya berada di kalangan ekonomi yang sedang.
Tingginya pandangan keluarga tentang pendidikan. Perbincangan saya dengan teman-teman saya tentang pentingnya pendidikan memberikan saya mendapatkan pernyataan dari masing-masing keluarga teman saya bahwa pendidikan itu no 1. Orang tua akan bekerja keras meskipun dalam keadaan susah agar dapat menyekolahkan anaknya hingga sarjana. Karena pendidikan dianggap sebagai kekuatan untuk merubah ekonomi, status sosial dan lain-lain.
Tingginya pandangan sekolah tentang pekerjaan tertentu. Di tempat saya magang di SMK Leonardo Klaten guru BK dianggap mempunyai peran yang penting bagi perkembangan mahasiswanya. Guru dianggap sebagai pekerjaan yang sangat dihormati dilihat dari anak anaknya yang sangat hormat kepada guru dan mempunayi relasi yang baik dengan guru.
Sehingga tidak heran jika beberapa murid dari SMK Leonardo masuk ke BK.
Teman memberikan pandangan tentang masa depan. Di prodi BK saat memasuki tahun ajaran baru, ada salah satu kegiatan bernama self
transformation yang membawa kakak tingkat atau alumni dari prodi BK
yang sudah bekerja. Pada saat itu kakak tingkat akan mensharingkan pekerjaan yang digelutinya sekarang dan memberikan gambaran tentang ranah pekerjaan BK di masa depan. Hal ini membantu teman-teman akan paham tentang karier di BK ini seperti apa.
Ada tuntutan pada jabatan. himpunan program studi bimbingan dan konseling (HMPS) mempunyai beberapa jobdesk tahunan yang dibantu oleh kelas secara bergantian. Dimana setiap mahasiswa/mahasiswi di kelas tersebut masuk kedalam divisi tidak terkecuali. Sehingga setiap mahasiswa merasakan sedang berada pada jabatan tertentu dan mempunyai tuntutan pada jabatan yang akan membantu mahasiswa tersebut dalam proses belajar seperti mengkoordinasi, menyiapkan rencana dan segala sesuatu yang dibutuhkan acara tersebut. Dalam event-event yang lain pun sering melibatkan kelas-kelas, tidak hanya HMPS saja.
Adapun hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang di lakukan oleh Anselmus A. Abi (2019) yang menyatakan bahwa tingkat kematangan karier pada mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma memiliki kematangan karier tinggi.
Tingginya kematangan karier dari mahasiswa semester VII prodi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma dapat diduga mereka telah siap membuat keputusan karier untuk masa depan. Selain itu dugaan peneliti berdasarkan observasi, tingginya kematangan karier mahasiswa disebabkan oleh inisiatif mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi dibidang keahlian mereka (sebagai konselor) dengan cara terlibat aktif dalam organisasi dan unit kegiatan mahasiswa yang berada di prodi maupun di tingkat Universitas (seminar dan program pengembangan kepribadian yang diadakan prodi maupun Universitas). Hal ini sejalan dengan pendapat Santrock (2012) yang mengatakan bahwa dengan mengaplikasi pengetahuan berarti individu tersebut berusaha meraih jangka panjang dan berusaha meraih sukses dalam pekerjaanya. Maka bisa dikatakan kematangan karier mahasiswa tinggi seperti hasil dalam penelitian ini.
2. Gambaran Capaian Skor Item Kematangan Karier pada Mahasiwa