PENDEKATAN LAPANGAN
GAMBARAN LOKASI PENELITIAN
Bab ini memuat profil lengkap Desa Sumberejo sebagai lokasi penelitian dengan dibagi ke dalam 2 sub bab yaitu kondisi sosial dan geografis serta karakteristik responden yang terdiri dari anggota kelembagaan pemerintah desa dan majelis taklim.
Kondisi Sosial dan Geografis
Desa Sumberejo merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang dengan luas 346 090 Ha. Berikut adalah batas Desa Sumberejo:
Utara : Desa Selok Gondang Timur : Desa Uranggantung Selatan : Sungai Asem
Barat : Kelurahan Tompokersan
Penduduk Desa Sumberejo berjumlah 6 755 orang yang tersebar di 10 Rukun Warga (RW) yang terdiri dari 5 dusun yaitu Dusun Sekarputih, Dusun Blimbing, Dusun Klingsi, Dusun Bubur, dan Dusun Rejosari. Adapun dari total 6 755 orang penduduk, 3 353 orang berjenis kelamin laki-laki dan 3 402 lainnya berjenis kelamin perempuan.
Tabel 2 Jumlah dan persentase penduduk Desa Sumberejo berdasarkan agama yang dianut
No Kategori Jumlah Persentase
(%) 1 Islam 6 444 99.02 2 Kristen 21 0.32 3 Katholik 42 0.64 4 Hindu 1 0.01 5 Budha 0 0 Total 6 508 100.00
Sumber: Data monografi Desa Sumberejo 2014 (diolah)
Penduduk Desa Sumberejo adalah penduduk dengan mayoritas pemeluk agama Islam. Persentase jumlah penduduk Desa Sumberejo penganut agama Islam sangat tinggi yaitu mencapai 99.02 persen. Penduduk lainnya yaitu sebesar 21 persen beragama Kristen, 4 persen beragama Katholik, dan 0.01 persen beragama Hindu. Tidak ada satu pun penduduk beragama Budha di Desa Sumberejo. Tingginya angka pemeluk agama Islam di Desa Sumberejo dapat disebabkan oleh banyaknya penduduk „Madura‟ di desa ini. Seperti diketahui, Kabupaten Lumajang, termasuk Desa Sumberejo, merupakan daerah-daerah yang banyak dihuni oleh keturunan Madura. Suku Madura diketahui sangat kental dengan ajaran agama Islam. Hal ini pula yang kemudian menyebabkan banyaknya institusi pendidikan berbasis Islam di Desa Sumberejo (dijelaskan berikutnya).
Tabel 3 Jumlah dan persentase penduduk Desa Sumberejo berdasarkan lulusan pendidikan
No Kategori Jumlah Persentase (%)
1 TK 85 1.92 2 SD/MI 911 20.67 3 SMP/MTs 1 592 36.12 4 SMA/MA 1 747 39.63 5 Akademi/D1-D3 11 0.25 6 Sarjana (S1-S3) 62 1.41 Total 4 408 100.00
Sumber: Data monografi Desa Sumberejo 2014 (diolah)
Seperti terlihat pada tabel 3, penduduk Desa Sumberejo adalah penduduk dengan lulusan pendidikan mayoritas SMA/MA, dan SMP/Mts dengan persentase sebesar 39.63 persen pada lulusan SMA/MA dan 36.12 persen pada lulusan SMP/MTs. Data monografi yang ada memperlihatkan bahwa penduduk Desa Sumberejo sebagian besar sudah memiliki tingkat pendidikan yang baik. Terlebih angka sarjana sudah mencapai lebih dari 50 orang. Hal ini merupakan dampak positif dari banyaknya institusi pendidikan yang dibangun di Desa Sumberejo mulai dari TK hingga perguruan tinggi. Namun demikian, penduduk Desa Sumberejo masih memiliki perjalanan yang panjang dalam hal memperbaiki kualitas pendidikan penduduknya dengan melihat masih tingginya angka lulusan SD/MI (20.67 persen).
Desa Sumberejo secara geografis terletak tidak jauh dari pusat kota. Tercatat dalam data monografi desa, orbitasi dengan ibukota kabupaten sejauh kurang lebih 5 km. Dekatnya orbitasi dengan ibukota kabupaten membuat Desa Sumberejo menjadi salah satu desa yang sebagian daerahnya memiliki karakteristik mirip dengan kehidupan di perkotaan. Banyak dijumpai bangunan- bangunan sekretariat dari berbagai institusi baik institusi pendidikan (dari TK hingga Perguruan Tinggi), pemerintahan, dan lainnya. Berikut data jumlah institusi pendidikan di Desa Sumberejo:
Tabel 4 Jumlah institusi pendidikan di Desa Sumberejo
No Jenis Negeri Swasta
1 PAUD 1 - 2 TK 4 - 3 SD/MI 2 2 4 SMP/MTs - 2 5 SMA/MA - 1 6 Perguruan Tinggi - 1 7 Pondok pesantren - 1 8 Madrasah - 4 Total 7 11
Sumber: Data monografi Desa Sumberejo 2014 (diolah)
Selain memiliki banyak institusi pendidikan, desa ini juga tercatat memiliki 2 kompleks perumahan, yaitu perumahan Bumi Rejo (191 Kepala Keluarga) dan
Perumahan Taman (47 Kepala Keluarga). Perumahan ini banyak ditempati oleh pendatang yang bekerja baik sebagai tenaga pendidik di desa setempat, pegawai pemerintah kabupaten, dan tenaga kerja lainnya di Kabupaten Lumajang.
Adapun dalam hal pengelolaan dan sumber pendapatan desa, Desa Sumberejo tiap tahunnya memiliki dana kurang lebih Rp 220 286 000,00 yang digunakan untuk kepentingan desa. Dana tersebut bersumber dari Pendapatan Asli Desa (PAD) dan bantuan pemerintah kabupaten. Berikut adalah tabel sumber pendapatan Desa Sumberejo:
Tabel 5 Sumber pemasukan desa
No Pemasukan Desa Jumlah
1 Sumber pendapatan asli desa:
- Hasil kekayaan desa Rp 57 000 000,00
- Hasil swadaya dan partisipasi Rp 21 453 000,00
- Hasil gotong royong Rp 8 998 000,00
- Lain-lain Rp 2 135 000,00
2 Penerimaan bantuan pemerintah kabupaten Rp 130 700 000,00
Total Rp 220 286 000,00
Sumber: Data monografi Desa Sumberejo 2014 (diolah)
Tabel 5 menunjukkan sumber-sumber pendapatan Desa Sumberejo. Dana yang ada tersebut dikelola dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat di Desa Sumberejo, di antaranya untuk pembangunan infrastruktur desa, biaya operasional pelayanan, dan lain-lain.
Penduduk Desa Sumberejo tergolong memiliki afiliasi politik yang unik. Seperti yang digambarkan dan diidentikkan pada desa-desa pedesaan Jawa yang kuat dengan afiliasi Nahdhatul Ulama (NU), penduduk Desa Sumberejo mayoritas berpreferensi politik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam pemilihan umum tahun 2009. Berikut uraian detil preferensi politiknya:
Tabel 6 Preferensi politik warga Desa Sumberejo pada Pemilihan Legislatif 2009
No Partai Politik Jumlah
Pemilih
Persentase (%) 1 Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) 65 1.97
2 Partai Buruh Nasional (PBN) 64 1.94
3 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 76 2.30
4 Partai Amanat Nasional (PAN) 55 1.67
5 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 1958 59.31
6 Partai Golongan Karya (GOLKAR) 55 1.67
7 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) 114 3.45
8 Partai Demokrat (PD) 176 5.33
9 Partai Indonesia Sejahtera (PIS) 51 1.54 10 Partai Kebangkitan Nasiona Ulama (PKNU) 687 20.82
Total 3301 100.00
Sumber: Data monografi Desa Sumberejo 2014 (diolah)
Desa Sumberejo bila merunut letak geografisnya, terbagi menjadi dua daerah (blok) terpisah karena adanya Jalur Lintas Timur (JLT) Lumajang. Pusat
pemerintahan dan keramaian (termasuk perumahan dan institusi pendidikan) berada pada daerah sebelah barat JLT. Penduduk di daerah ini kebanyakan berbicara dengan Bahasa Jawa dan sebagian kecil lainnya berbahasa Madura. Sebaliknya, daerah sebelah timur JLT kebanyakan merupakan penduduk dengan Bahasa Madura sebagai bahasa sehari-hari. Penduduk di daerah ini terkenal kental dengan nilai-nilai agama. Penduduk usia muda di daerah ini kebanyakan disekolahkan di madrasah atau pondok pesantren. Hal ini terbilang cukup berbeda dengan masyarakat di daerah sebelah barat JLT. Penduduk di sebelah barat JLT lebih terlihat sebagai daerah dengan gaya hidup yang lebih modern. Segregasi ini banyak disinggung mengingat cukup bedanya karakteristik penduduk dan cara hidupnya hingga muncul istilah “orang timur dam (JLT)” dan orang barat dam (JLT)”.
Karakteristik Responden
Responden dalam penelitian ini dibagi menjadi dua golongan yaitu responden dari kelembagaan formal (pemerintah desa) dan kelembagaan informal (majelis taklim). Berikut penjelasan tentang profil masing-masing kelembagaan beserta karakteristik anggotanya:
Pemerintah Desa
Pemerintah Desa Sumberejo tahun 2014 merupakan personil baru yang dilantik pada Januari 2014 setelah dilaksanakan Pemilihan Kepala Desa pada 18 Desember 2013. Anggota dari kelembagaan ini yaitu Kepala Desa dan perangkatnya serta ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) dengan jumlah total 64 orang. Sekretariat pemerintah Desa Sumberejo terletak di Jalan Musi No.75 Desa Sumberejo (Dusun Sekarputih). Seperti pegawai negeri sipil pada umumnya, sekretariat Desa Sumberejo membuka pelayanan untuk masyarakat pada pukul 07.00-15.00 WIB setiap hari Senin hingga Jumat. Menurut informasi yang didapatkan dari keterangan perangkat desa, anggota pemerintah desa terdiri dari kurang lebih 75 persen personil baru dan 25 persen personil lama. Seperti yang diungkapkan salah satu responden:
“...Disini baru semua orangnya. Ada sekitar 75 persen itu baru.
Sisanya masih lama. Terutama RT-RW yang baru. Kalau perangkat
masih yang lama...” (Suh, anggota kelembagaan formal)
Hal ini wajar mengingat Kepala Desa sebelumnya menjabat selama 2 periode (14 tahun) sehingga pada pemerintahan baru banyak dilakukan pergantian. Adapun dalam penelitian ini, responden yang diambil memiliki komposisi 50 persen anggota lama dan 50 persen anggota baru. Berikut struktur kepengurusan inti pemerintah Desa Sumberejo:
Tabel 7 Daftar nama pegawai pemerintah Desa Sumberejo
No Nama Jabatan
1 At Kepala Desa
2 Mochtar Kaur Keuangan
3 Suhartatik Kaur Umum
4 Sholihin Kaur Kesra
5 Ponidi Kepala Dusun Sekarputih
6 Guntoro Kepala Dusun Blimbing
7 Hari Siswanto Kepala Dusun Rejosari
8 Umar Hasim Kepala Dusun Bubur
9 Moh. Jalal Kepala Dusun Klingsi
10 Bambang Pinayungan Ketua Paguyuban RT-RW
11 Dihan Pro Fita Pendamping Desa
Sumber: Data monografi Desa Sumberejo 2014 (diolah)
Anggota pemerintah desa di Desa Sumberejo memiliki riwayat pendidikan yang kebanyakan adalah lulusan SD. Dari 30 responden yang dipilih, terdapat 3.3 persen (1 orang) tidak tamat SD, 50 persen (15 orang) tamat SD/MI, 36 persen (11 orang) tamat SMP/MTs, 6.7 persen (2 orang) lulus SMA/MA, dan 3.3 persen (1 orang) lulus perguruan tinggi. Adapun 1 orang yang mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi (D3) adalah ketua paguyuban RW yang merupakan penduduk pendatang berprofesi sebagai guru SD di Desa Sumberejo. Tingginya angka lulusan SD/MI pada anggota pemerintah desa terutama pada anggota RT- RW disebabkan karena di pedesaan umumnya tidak menimbang pendidikan sebagai salah satu syarat untuk menjadi anggota dari pemerintah desa. Anggota pemerintah desa dipilih lebih karena pengabdian, ketokohan, atau keaktifan individu dalam kehidupan di pedesaan. Berikut diagram persentase pendidikan responden dari pemerintah desa:
Gambar 3 Karakteristik responden berdasarkan tingkat pendidikan pada kelembagaan formal
Anggota kelembagaan pemerintah desa umumnya memiliki aktivitas lain di samping profesinya sebagai pelayan masyarakat. Berikut adalah diagram frekuensi jenis pekerjaan yang ditekuni anggota kelembagaan pemerintah desa:
0 10 20 30 40 50 60 Pemerintah Desa P erse n tas e re sp o n d
en Tidak Tamat SD/MI
Tamat SD/MI Tamat SMP/MTs Tamat SMA/MA Perguruan Tinggi
Gambar 4 Karakteristik responden berdasarkan jenis pekerjaan pada kelembagaan formal
Anggota kelembagaan formal pemerintah desa paling banyak berprofesi sebagai petani (26.7 persen). Adapun sebanyak 23.3 persen anggota berprofesi sebagai buruh bangunan dan pada angka yang sama juga berprofesi sebagai pedagang. Adapun sebanyak 6.7 persen tidak memiliki pekerjaan selain sebagai pegawai di pemerintah desa. Sisanya sebanyak 20 persen berprofesi lain-lain seperti tukang becak, pekerja serabutan, dan lain-lain. Sebanyak 6.7 persen responden yang tidak memiliki profesi lain selain di kepegawaian pemerintah desa adalah responden yang memiliki kesibukan dan tuntutan untuk datang setiap hari ke kantor desa. Responden tersebut meliputi perangkat desa yang terdiri dari Kepala Urusan dan Kepala Dusun. Mereka dituntut untuk ada di kantor desa setiap hari pada jam kerja.
Majelis Taklim
Majelis Taklim “Pengajian Muslimat” merupakan majelis taklim khusus perempuan yang sudah sangat lama berdiri di Desa Sumberejo. Tidak diketahui pasti kapan pengajian ini berdiri namun salah satu responden berusia 70 tahun menuturkan pengajian ini sudah ada sejak beliau berusia remaja. Dalam perjalanannya, pengajian ini megalami pasang surut jumlah anggota. Masih menurut keterangan salah satu responden penelitian, pengajian muslimat tahun ini merupakan pengajian dengan jumlah anggota paling sedikit bila dibandingkan dengan jumlah sebelumnya. Tercatat terdapat 36 peserta pengajian muslimat, namun setelah ditelusuri, dari 36 nama yang tercatat di buku arisan pengajian, dijumpai sebanyak 6 nama yang ternyata merujuk pada orang-orang yang sudah terdaftar namanya di arisan. Artinya, terdapat 6 orang yang mendaftarkan 2 hingga 3 nama dalam arisannya, sehingga total jumlah anggota pengajian muslimat ini adalah 30 orang.
Pengajian ini memiliki kegiatan rutin mengaji tahlil dan diba‟ setiap hari Minggu pukul 13.00-15.00 WIB dengan tempat yang berpindah-pindah di rumah anggota yang mendapatkan arisan pengajian. Dua periode sebelumnya, pengajian ini selalu diisi dengan ceramah oleh seorang ustadz, namun karena satu dan lain
0 5 10 15 20 25 30 Pekerjaan Petani Buruh bangunan Pedagang Pegawai Lainnya
hal, pengajian ini tidak lagi diselingi dengan ceramah agama oleh ustadz desa. Kegiatan pengajian hanya sekedar membaca tahlil dan diba‟. Selain pengajian rutin, pengajian muslimat juga mengadakan kegiatan tahunan yaitu ziarah ke makam wali. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang paling ditunggu oleh jamaah pegajian muslimat.
Tabel 8 Pengurus pengajian muslimat Desa Sumberejo
No Nama Jabatan
1 Nur Hasanah Ketua
2 Sahla Pengurus
3 Suhartatik Pengurus
Sumber: Pengurus pengajian muslimat (diolah)
Secara struktur, pengajian muslimat Desa Sumberejo tidak memiliki hierarki yang jelas. Hal ini wajar karena kegiatan anggotanya hanya terbatas pada kegiatan pengajian rutin setiap minggu. Namun demikian, terdapat beberapa nama yang dianggap oleh anggota lainnya sebagai pengurus pengajian,. Seperti disajikan pada tabel 8 di atas terdapat setidaknya 3 pengurus inti yang dianggap bertanggungjawab terhadap pelaksanaan pengajian msulimat.
Gambar 5 Karakteristik responden berdasarkan tingkat pendidikan pada kelembagaan informal
Gambar 5 memperlihatkan tingkat pendidikan responden dari kelembagaan informal majelis taklim. Anggota pengajian muslimat kebanyakan merupakan masyarakat dengan pendidikan terakhir SD/MI. Diketahui persentase pendidikan terakhir dari anggota pengajian ini yaitu 10 persen (3 orang) tidak tamat SD/MI, 56.7 persen (17 orang) tamat SD/MI, 30 persen (9 orang) lulus SMP/MTs, 3.3 persen (1 orang) tamat SMA/MA, dan tidak ada satu pun anggota pengajian yang mengenyam pendidikan di bangku perguruan tinggi. Jika dibandingkan dengan kelembagaan formal, tingkat pendidikan pada kelembagaan infromal relatif lebih rendah. Hal ini dimungkinkan terjadi karena sebagian besar anggota kelembagaan informal tidak dituntut untuk memiliki pendidikan tinggi dalam hidupnya. Fakta ini dapat terlihat dari mayoritas pekerjaan responden yang meliputi petani, pedagang, dan buruh kerupuk.
0 10 20 30 40 50 60 Pendidikan
Tidak Tamat SD/MI Tamat SD/MI Tamat SMP/MTs Tamat SMA/MA Perguruan Tinggi
Gambar 6 Karakteristik responden berdasarkan jenis pekerjaan pada kelembagaan informal
Grafik 6 menunjukkan bahwa sebagian besar responden pengajian muslimat berprofesi sebagai pegawai industri rumahan produksi kerupuk. Profesi sebagai pegawai kerupuk di Desa Sumberejo memang merupakan profesi yang populer di kalangan perempuan sejak beberapa tahun silam. Profesi ini memberi warna tersendiri bagi perempuan-perempuan Desa Sumberejo. Sebelum ada industri rumahan produksi kerupuk, perempuan-perempuan di Desa Sumberejo kebanyakan menganggur dan mengerjakan pekerjaan dapur. Sejak industri rumahan produksi kerupuk muncul, perempuan-perempuan di Desa Sumberejo kemudian disibukkan dengan pekerjaan ini. Hal ini pula yang menurut keterangan beberapa responden menjadi pemicu mulai berkurangnya jamaah pengajian muslimat.
Ikhtisar
Desa Sumberejo merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang dengan luas 346 090 Ha. Penduduk Desa Sumberejo berjumlah 6 755 orang yang tersebar di 10 RW di 5 Dusunnya yaitu Dusun Sekarputih, Dusun Blimbing, Dusun Klingsi, Dusun Bubur, dan Dusun Rejosari. Desa Sumberejo secara geografis terletak tidak jauh dari pusat kota. Hal ini membuat Desa Sumberejo menjadi salah satu desa yang sebagian daerahnya memiliki karakteristik yang mendekati kehidupan di perkotaan. Banyak dijumpai bangunan-bangunan sekretariat dari berbagai institusi baik itu institusi pendidikan (dari TK hingga Perguruan Tinggi), pemerintahan, dan lainnya.
Adapun dua kelembagaan yang menjadi unit analisis yaitu pemerintah desa dan pengajian muslimat memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain. Pemerintah desa merupakan orang-orang yang setiap harinya bekerja mendedikasikan diri untuk pelayanan masyarakat dan pemerintahan. Pemerintah desa memiliki hierarki dan pembagian kerja yang jelas sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang telah ditetapkan. Sebaliknya pengajian muslimat merupakan organisasi yang relatif lebih luwes. Tidak ada pembagian wewenang dan kerja yang jelas dalam pengajian muslimat. Secara umum, anggota kedua kelembagaan yang diteliti (pemerintah desa dan pengajian muslimat) memiliki riwayat pendidikan yang sama yaitu lulus SD.
0 10 20 30 40 50 Pekerjaan Petani Pedagang Pegawai Lainnya
PROFIL KANDIDAT DAN DINAMIKA KONDISI SOSIAL POLITIK