TINJAUAN PUSTAKA
A. GAMBARAN OBJEK PENELITIAN
1. Sejarah
Badan Kredit Kecamatan merupakan badan usaha milik daerah yang dikelola secara mandiri. Munculnya PD.BPR BKK Tasikmadu cabang Karangpandan juga tidak lepas dari meningkatnya pertumbuhan ekonomi di Kecamatan Karangpandan. BKK Tasikmadu pertama kali didirikan pada tanggal 31 Maret 1972 dengan modal awal sebesar Rp. 1.000.000,- yang merupakan pinjaman dari APBD pemerintah Jawa Tengah. Perusahaan daerah ini resmi menjadi satu dengan nama PD BPR BKK Tasikmadu yang mempunyai 10 kantor cabang disetiap kecamatan dengan ijin merger SK Gubernur No. 503/32/2006 tanggal 06 Juni 2006 dan SK Deputi Gubernur Bank Indonesia No. 8/6/KEP.DPG/2006 tanggal 06 Mei 2006.
Pada awal berdirinya BPR BKK se Kabupaten Karanganyar masih menjadi satu atap dengan Kantor Kecamatan dengan prioritas pelayanan kepada pedagang kecil dan tradisional.
Dalam perkembangannya PD.BPR BKK Cabang Karangpandan telah memiliki Pos induk yang digunakan dalam transaksi utama yang berada di komplek perkantoran Kecamatan Karangpandan serta untuk memperlancar pendapatan modal yang berasal dari tabungan, bagian dana melakukan
commit to user
29
sistem on the spot atau jemput bola di Pasar Karangpandan, daerah Karang (berjarak 5 km), serta mendatangi dari rumah ke rumah.
2. Dasar Hukum
a. PD BPR BKK Tasikmadu pada tanggal 31 Maret 1972 yang semula
merupakan proyek bernama Badan Kredit Kecamatan (BKK)
b. SK Gubernur Jawa Tengah No. Dsa G.226/69 jis 8/2/4 tanggal 4 September 1969, dan No. Dsa G.323/1970 jis 12/19/24 tanggal 19 Nopember 1970
c. PERDA No.11 tahun 1981 tanggal 17 Desember 1981 meningkat statusnya menjadi BUMD
d. Kemudian statusnya ditingkatkan dengan SK Gubernur Bank
Indonesia No. 32/208/kep/Dir, tanggal 04 Mei 1999 dari BKK Karangpandan menjadi PD BPR BKK Karangpandan
e. Dan tanggal 06 Juni 2006 turunlah ijin merger dengan SK Gubernur No. 503/32/2006 serta,
f. SK Deputi Gubernur Bank Indonesia No. 8/6/Kep.DpG/2006 tanggal
10 Mei 2006 maka PD BPR BKK se Kabupaten Karanganyar resmi menjadi satu dengan nama PD. BPR BKK Tasikmadu dengan 10 kantor cabang yang terletak di setiap kecamatan.
3. Asas, Visi dan Misi PD.BPR BKK Tasikmadu Cabang Karangpandan
Asas
PD BPR BKK Tasikmadu Cabang Karangpandan dalam melakukan usahanya berasaskan Demokrasi Ekonomi dengan prinsip
commit to user
30
profesionalisme dan kehati-hatian. Visi
“ Menjadi PD.BPR yang sehat dan terpercaya”
Misi
1) Menjadi penggerak roda perekonomian masyarakat
2) Meningkatkan kesejahteraan masyarakat
3) Salah satu penyumbang pendapatan asli daerah.
4. Tugas PD.BPR BKK Tasikmadu Cabang Karangpandan
a. Membantu menyediakan modal usaha bagi masyarakat golongan ekonomi lemah di pedesaan
b. Memberikan pelayanan modal dengan cara mudah, murah dan
mengarah dalam rangka mengembangkan kesempatan berusaha c. Meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat diwilayah
pedesaan
d. Menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah.
5. Fungsi PD.BPR BKK Tasikmadu Cabang Karangpandan
Sebagai salah satu lembaga intermediasi dibidang keuangan dengan
tugas menjalankan usaha sebagai Bank Perkreditan Rakyat yaitu menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk tabungan maupun deposito dan menyalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
commit to user
31
6. Produk PD.BPR BKK Tasikmadu Cabang Karangpandan
a. Tabungan
1)Tabungan Masyarakat Desa (Tamades)
Tabungan masyarakat desa dalah dana yang dihimpun dari masyarakat yang dapat di ambil sewaktu-waktu dengan bunga yang telah ditentukan serta dalam pembukaan rekening untuk masyarakat umum Rp. 10.000,- dan pelajar Rp. 5.000,-. Besarnya bunga tiap tahunnya 6%. Tabungan ini disertai undian berhadiah setiap akhir tahun.
2)Tabungan Wajib
Tabungan wajib merupakan simpanan yang diperuntukkan bagi masyarakat yang memanfaatkan jasa kredit dan dibayar bersamaan dengan pembayaran angsuran pinjaman dengan ketentuan tabungan tidak dapat diambil sebelum kredit dilunasi. Bunga tabungan wajib sebesar 3% per tahun.
3)Deposito
Deposito merupakan tabungan yang dapat diambil menurut perjanjian antara pemilik dana dengan pihak bank. Dalam perjanjian tetulis jangka waktu dan bunga yang telah disepakati, dan apabila setelah jatuh tempo tidak dicairkan secara otomatis dapat diperpanjang tergantung si pemilik.
b. Kredit
commit to user
32
Kredit umum merupakan kredit yang diberikan kepada khalayak umum yang kebanyakan di gunakan untuk modal usaha atau konsumsi.
2) Kredit Usaha Kecil
Kredit usaha kecil merupakan kredit yang diberikan kepada pengusaha kecil untuk tambahan modal usaha.
3) Kredit Pegawai
Kredit pegawai merupakan kredit yang diberikan kepada pegawai yang digunakan untuk modal kerja atau digunakan untuk konsumsi. Angsuran dengan potong gaji dan bunga dibawah kredit umum (bagi pegawai PD.BPR BKK Tasikmadu Cabang Karangpandan).
c. Lainya
1) Pembayaran PBB
Salah satu produk BKK yang memfasilitasi masyarakat untuk mempermudah pembayaran pajak bumi dan bangunan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pendapatan bank selain dari kredit.
commit to user
33
7. Struktur Organisasi PD.BPR BKK Tasikmadu Cabang Karangpandan
Gambar 3.1
Struktur Organisasi PD. BPR BKK Tasikmadu Cabang Karangpandan PIMPINAN CABANG
Harnanto, S.E
KASI PELAYANAN Endang Sri R, S.E
KASIR Wanitya Dwi A,Si
PENJAGA Totok SIE KREDIT Agung Tamtomo Damar Widyawan Panji Artyasta SIE DANA Lestari Bern.Dania KN KASI PEMASARAN Suryanto, S.E PEMBUKU Andriani Kurniawati
commit to user
34 DISKRIPSI JABATAN
a. Pimpinan Cabang
1) Memberikan keputusan terhadap permohonan kredit dan keputusan yang
berkaitan dengan kegiatan operasional cabang
2) Menganalisis hasil survey yang dilakukan oleh bagian kredit
3) Bertanggung jawab terhadap kredit yang diberikan kepada masyarakat
4) Bertugas mengawasi dan mengotorisasi dokumen-dokumen yang
digunakan dalam kegiatan operasional
5) Bertugas mengotorisasi dalam pencairan kredityang diajukan debitur
b. Kasi Pemasaran
1) Bertugas menawarkan produk-produk bank kepada calon debitur
2) Mengawasi pemasaran kredit dan penghimpunan dana
3) Penelitian syarat-syarat pengajuan kredit dan tabungan
4) Memberikan rekomendasi atas pencairan kredit kepada pimpinan
5) Menyelenggarakan promise baik penyaluran kredit maupun
penghimpunan dana
6) Pendekatan dan pembinaan kepada masyarakat baik nasabah maupun calon nasabah
7) Penanganan kredit bermasalah
c. Kasi Pelayanan
1) Penelitian kebenaran laporan kas harian
2) Pengecekan penyetoran/penarikan uang antar bank
commit to user
35
4) Melayani nasabah kredit, tabungan, maupun deposito
5) Pembuatan laporan keuangan
6) Mengkoordinasi pelaksanaan tugas seksi kredit dan seksi pembukuan d. Staff Dana
1) Menerima dan melakukan pengecekan data yang diterima
2) Mengelola sumber-sumber dana yang diterima sesuai dengan ketentuan yang berlaku
3) Membuat dan memberikan laporan tabungan maupun deposito
4) Entri data nasabah baru ke kartu tabungan
5) Melakukan pengambilan tabungan nasabah ke pos-pos (jemput bola). e. Staf Kredit
1) Melakukan penawaran kepada calon debitur yang akan mengajukan permohonan kredit
2) Menerima dan memberi penjelasan kepada calon debitur mengenai persyaratan yang harus dipenuhi dalam pengajuan kredit
3) Menerima pengajuan kredit dari debitur
4) Menyeleksi persyaratan yang diajukan calon debitur
5) Menyiapkan formulir permohonan pinjaman dan diotorisasi oleh
pimpinan BPR BKK
6) Melakukan analisis kredit terhadap agunan yang dijaminkan
7) Memberikan laporan kepada direksi atas hasil analisis yang telah dilakukan
commit to user
36 f. Account Officer
1) Bertanggung jawab terhadap bagian kredit, tabungan dan bagian pemasaran
2) Bertugas sebagai petugas pemasaran kredit
3) Menerima pengajuan kredit, menganalisa, mencari data, dan
mengkonfirmasi kepada seksi kredit
4) Mengadakan rencana penagihan dengan bagian kredit atau pemasaran 5) Menerima setoran dan menyerahkan ke bagian kredit
g. Kasir
1) Melakukan fungsi transaksi setoran tunai (simpanan maupun setoran pinjaman)
2) Bertanggung jawab terhadap keamanan kas dan memastikan dana yang diterima maupun dana yang dicairkan untuk realisasi pinjaman
3) Membuat bukti pengeluaran umum dan buku mutasi kas harian untuk mencatat seluruh pengeluaran kas dan membuat bukti setoran pinjaman untuk mencatat setoran angsuran pinjaman
4) Membuat bukti penerimaan umum dan mencatat seluruh penerimaan kas.
h. Pembukuan
1) Bertanggung jawab atas seluruh transaksi yang ada di BPR BKK
2) Bertugas membuat rekapitulasi pengeluaran kas maupun penerimaan kas dan melaukan pengarsipan dokumen
3) Membuat catatan akuntansi dan menyiapkan laporan keuangan secara harian, mingguan, bulanan, dan tahunan.
commit to user
37 B. PERUMUSAN MASALAH
Ditolak maka selesai
Diterima
Gambar 3.2
Prosedur Pengajuan Kredit Pengajuan Kredit
Penelitian Berkas Permohonan Kredit
Survey Lapangan dan Analisis Kredit
Persetujuan Kredit oleh Pimpinan Cabang
Perjanjian Kredit
Pencairan Kredit
commit to user
38 1. Pengajuan Kredit
a. Calon debitur datang langsung ke bank dan meminta informasi syarat pengajuan kredit kepada bagian kredit.
b. Bagian kredit memberikan penjelasan tentang pengajuan kredit dan syarat-syarat yang harus dipenuhi.
Syarat-syarat pengajuan kredit antara lain :
1) Kredit Umum
a) Fotocopy KTP suami istri
b) Fotocopy Kartu Keluarga
c) Fotocopy Surat Nikah
d) Ijin usaha
e) Jika agunan berupa Sertifikat Hak Asasi Tanah syaratnya SPPT terbaru, jika menggunakan BPKB syaratnya fotocopy STNK dan BPKB asli.
2) Kredit Karyawan (Pegawai Negeri Sipil) a) Fotocopy KTP suami isteri
b) Fotocopy Kartu Keluarga
c) Fotocopy surat nikah
d) Fotocopy TASPEN dan SK Capeg
e) Fotocopy Surat Keputusan pegawai terakhir
f) Surat kuasa potong gaji yang dapat direkomendasikan kepala dinas/instansi/bagian dari masing-masing bagian unit kerja dan bendahara gaji.
commit to user
39
g) Agunan yang dapat berupa BPKB maupun sertifikat
c. Calon nasabah mengisi formulir permohonan pinjaman
d. Seksi kredit memerima formulir permohonan kredit yang telah diisi calon nasabah mengisi formulir permohonan pinjaman
2. Penelitian Berkas Permohonan Calon Debitur
Petugas dari bagian kredit akan memeriksa permohonan kredit calon debitur beserta lampiran/syarat-syarat yang harus dipenuhi antara lain foto copy KTP suami-isteri, fotocopy KK, slip gaji, fotocopy agunan yang akan dijadikan jaminan, serta legalisasi dari kepala desa atau kelurahan tempat tinggal calon debitur.
3. Survey Lapangan dan Analisis Kredit
Petugas bank bagian kredit melakukan analisa kredit apabila semua berkas telah dipenuhi. Bagian kredit akan melakukan survei untuk mengecek tentang kebenaran data-data yang diberikan oleh calon debitur melakukan penilaian dengan prinsip 5C, dan melakukan pengecekan legalitas jaminan yang akan diberikan. Setelah itu bagian kredit membuat analisa berdasarkan survey lapangan dan jaminan.
4. Persetujuan Kredit oleh Pimpinan Cabang
Data-data yang diperoleh dari hasil survey tersebut akan diteliti oleh bagian kredit. Setelah itu, akan diserahkan kepada pimpinan untuk dievaluasi. Apabila disetujui pimpinan akan memberikan tanda tangan pada kolom yang telah disediakan.
commit to user
40
Cabang Karangpandan, persetujuan kredit harus dimintakan persetujuan menurut besarnya kredit yang diberikan. Berikut ketentuannya :
1) Sampai dengan Rp. 30.000.000,- : Kasub kredit dan
Pimpinan Cabang
2) Rp. 30.000.000,- – Rp. 50.000.000,- : Pimpinan Cabang
dan Direktur Operasional
3) Rp. 50.000.000,- – Rp. 75.000.000,- : Pimpinan Cabang, Direktur Operasional, Direktur Utama
4) Diatas Rp. 75.000.000,- : Pimpinan Cabang,
Direktur Operasional, Direktur Utama, Dewan Pengawas
Account officer kemudian menyerahkan kembali aplikasi permohonan kredit kepada bagian kredit untuk direalisasikan. Bagian kredit akan mengisi dokumen-dokumen antara lain :
(1) Kartu pinjaman (2) Kitir pinjaman
(3) Bukti Penerimaan Umum (BPU)
(4) Slip Pengeluaran Umum (5) Polis asuransi kredit (6) Kwitansi pencairan kredit 5. Perjanjian Kredit
Setelah mendapatkan persetujuan, maka bagian kredit akan membuat Surat Perjanjian Kredit (SPK) antara bank dengan debitur yang berisi tentang ketentuan-ketentuan pembayaran angsuran yang harus dibayar,
commit to user
41
besarnya suku bunga, serta tanggal jatuh tempo yang harus dipenuhi. 6. Pencairan Kredit
Penandatanganan semua berkas kredit dan penyerahan jaminan. Bagian kasir menerima Bukti Penerimaan Umum (BPU) dan SPU dari bagian kredit. Kasir melakukan pengeluaran kas untuk pencairan kredit.
7. Penyimpanan Dokumen
Setelah proses pencairan kredit selesai, staf kredit menyimpan dokumen nasabah yang terdiri dari kertu pengawasan kredit dan berkas-berkas kredit ke dalam khasanah kredit.
Dokumen-dokumen yang digunakan dalam pemberian kredit pada PD.BPR
BKK Tasikmadu Cabang Karangpandan :
a. Formulir Permohonan Pinjaman
Dokumen ini berisi tentang identitas calon debitur dan pernyataan tentang jaminan. Formulir ini di isi oleh calon debitur dan mendapatkan pengesahan dari kepala desa dimana calon debitur berdomisili.
b. Formulir Analisa Permohonan Pinjaman
Formulir ini di isi oleh bagian kredit form analisa secara computeris. Formulir tersebut digunakan untuk mengetahui besarnya pinjaman. Di dalam form analisa terdapat tiga otoritas yaitu Pimpinan/Direksi, Bagian Kredit dan Pembuku.
c. Surat Perjanjian Kredit
commit to user
42
ditempel materai Rp. 6.000,-. Dokumen ini digunakan untuk memperkuat posisi PD.BPR BKK Tasikmadu Cabang Karangpandan apabila terjadi kredit macet. Apabila pelaksanaan angsuran debitur macet, pihak bank mempunyai wewenang untuk melelang agunan yang dijaminkan tersebut.
d. Kartu Pinjaman dan Kitir Pinjaman
Kartu ini berisi tentang nama peminjam, besarnya angsuran pokok, bunga yang harus di bayar serta total angsuran setiap bulannya.
e. Kwitansi Pencairan Kredit
Kwitansi digunakan sebagai tanda bukti pencairan kredit/realisasi kredit. Dalam pemberian kredit kwitansi-kwitansi tersebut sebagai tanda terima uang dari bank.
f. Slip Pengeluaran Umum
Bukti ini berisi jumlah uang yang akan diterima oleh debitur, apabila debitur tersebut telah disetujui sebagai penerima kredit.
g. Bukti Penerimaan Umum
Bukti ini berisi tentang jumlah uang yang akan diterima oleh pihak bank dari debitur, yang berisi tentang pembayaran administrasi/provisi setelah debitur tersebut disetujui oleh penerima kredit.
h. Bukti Penerimaan Polis Asuransi Kredit
Bukti penerimaan polis asuransi kredit digunakan sebagai bukti bank kepada pihak asuransi bahwa bank telah melakukan pencairan kredit kepada debitur.
commit to user
43
Penerapan prinsip 5C di PD.BPR BKK Tasikmadu Cabang Karangpandan :
1. Character (Karakter)
Manfaat penilaian character adalah untuk mendapatkan gambaran tentang kemauan membayar calon debitur, mengetahui sejauh mana tingkat kejujuran dan integritas serta tekad untuk memenuhi kewajiban-kewajiban dari calon debitur. Aspek penilaian ini sangat penting, karena bisa saja calon debitur sebenarnya mampu membayar kewajibannya tapi tidak mempunyai etiket baik, maka dapat menimbulkan masalah dikemudian hari atau tidak membayar kewajiban. Character dapat dilihat dari dua aspek, yaitu :
a. Aspek internal, yaitu menilai tentang hal-hal yang langsung berkaitan dengan diri calon debitur seperti latar belakang pendidikan, riwayat hidup calon debitur, dan faktor keluarga.
b. Faktor eksternal, yaitu tentang faktor lingkungan baik itu lingkungan kehidupan sosial, lingkungan pekerjaan maupun lingkungan pergaulan.
PD.BPR BKK Tasikmadu Cabang Karangpandan dalam melakukan penilaian character dengan wawancara tanya jawab langsung kepada calon debitur, melakukan survei lapangan atau bertanya dengan tetangga sekitar ataupun rekan kerjanya. Melihat bagaimana riwayat angsuran kredit yang sebelumya diajukan (apabila sebelumnya telah mengajukan kredit di PD.BPR BKK Tasikmadu Cabang Karangpandan). Selain itu PD.BPR BKK Tasikmadu Cabang Karangpandan juga melihat SID
commit to user
44
(Sistem Informasi Debitur) dari Bank Indonesia apakah calon debitur ada dalam catatan hitam (black list) maupun masih mempunyai tanggungan bank atau pihak lain.
Melakukan wawancara dengan calon debitur
Dari hasil wawancara dapat dengan mudah mengetahui karakter calon debitur yang diproyeksikan dari :
a. Ketulusan
Hal tersebut terlihat dari jawaban calon debitur yang tidak mengada-ada, tidak berpura-pura, tidak mencari alasan, dan tidak memutar balikkan fakta.
b. Kerendahan Hati
Kerendahan hati tercermin dalam pemberian penjelasan yang sebenarnya mengenai tujuan penggunaan kredit.
c. Bertanggung Jawab
Rasa tanggung jawab akan tercermin dari bagaimana calon debitur menjawab pertanyaan apabila dikemudian hari terjadi tunggakan kredit.
d. Empati
Calon debitur turut merasakan apa yang petugas bank rasakan yang berkaitan dengan pengembalian kredit.
Bertanya masyarakat sekitar
Adat tiap daerah berbeda apakah calon debitur masuk kedalam daftar
commit to user
45
yang besar atau sebaliknya memiliki reputasi yang buruk. Dan juga menanyakan mengenai profesi calon debitur apakah termasuk dalam
“profesi yang dihindari” dalam pemberian kredit.
Melakukan check on the spot
Dilakukan dengan meninjau langsung dimana tempat tinggal calon debitur, letak lokasi usaha ataupun letak lokasi agunan. Hal ini dilakukan untuk memperoleh kebenaran dari apa yang dikatakan calon debitur sebelumnya pada saat wawancara.
Melakukan BI checking
BI checking dilakukan untuk melihat reputasi pinjaman calon debitur yang pernah ada apakah dalam keadaan lancar atau bermasalah. BI checking dapat dilihat dengan menanyakan langsung ke cabang/capem yang terdekat dengan lokasi domosili calon debitur dan dari data SID (Sistem Informasi Debitur) yang diperoleh dari Bank Indonesia.
2.Capital (Modal)
Pihak bank menganalisis besarnya modal yang dimiliki calon debitur. Semakin banyak modal yang ditanamkan, calon debitur akan dinilai
semakin serius menjalankan bidang usahanya sehingga
kesempatancalon debitur mendapatkan kredit semakin besar. Dalam menganalisis capital calon debitur, PD.BPR BKK Tasikmadu Cabang Karangpandan melihat aspek apakah sumber modal yang akan digunakan untuk membayar kewajibannya berasal dari modal sendiri atau tidak. Apabila berasal dari modal sendiri, maka akan diyakini
commit to user
46
kemampuan membayar kewajiban sesuai dengan kesepakatan.
Kondisi kekayaan dapat dilihat dari neraca, laporan laba rugi, struktur modal, rasio keuntungan yang diperoleh seperti return of enquity dan return of investment. Dari kondisi diatas dapat dinilai apakah calon debitur layak untuk diberikan kredit dan berapa besar plafond yang diberikan.
3. Capacity (Kapasitas)
Pihak bank menganalisis kemampuan calon debitur untuk membayar kewajibannya. Kemampuan, kepandaian, dan keterampilan dalam menjalankan kredit yang diterima sehingga memperoleh kemajuan, keuntungan serta mampu melunasi kewajiban dan utangnya.
Untuk mengukurnya PD.BPR BKK Tasikmadu Cabang
Karangpandan melihat usaha yang dilakukan calon debitur dengan menilai tingkat pendidikan calon debitur, pengalaman menjalankan usahanya (business record), sejarah usaha yang pernah dikelola (pernah mengalami masa sulit atau tidak, bagaimana mengatasi kesulitan), sudah berapa lama debitur menjalankan usahanya, apakah usaha debitur tersebut menguasai pasar. Prinsip ini menggambarkan ukuran dari kemampuan dalam membayarnya (ability to pay).
4. Collateral (Jaminan)
Collateral yaitu barang jaminan yang diberikan calon debitur kepada pihak bank untuk dijadikan jaminan atas kreditnya. Penilaian ini dimaksudkan apabila suatu saat terjadi kredit macet atau calon debitur
commit to user
47
tidak mampu membayar kewajibannya maka jaminan akan digunakan untuk mengganti pembayaran kredit. Penilaian jaminan ini dilaksanakan pada saat survey analisis kredit dengan melakukan pengecekan jaminan dan memeriksa legalitas jaminan yang akan diberikan. Legalitas jaminan berupa tanah/bangunan juga bisa didapat dari surat keterangan dari kepala desa setempat. Untuk kendaraan bermotor dilakukan dengan pengecekan pada nomor BPKB kendaraannya. Pengukuran nilai dari aspek collateral biasanya menggunakan metode pendekatan harga pasar. Metode pendekatan harga pasar adalah melakukan penilaian terhadap barang agunan dengan cara menafsir nilai barang agunan tersebut. Untuk sertifikat tanah/bangunan penilaian jaminan menggunakan perhitungan :
Hal-hal yang menjadi perhatian PD.BPR BKK Tasikmadu Cabang Karangpandan dalam analisis jaminan yang berupa sertifikat tanah/bangunan, antara lain :
Kelengkapan dokumen jaminan, dokumen jaminan yang diperlukan seperti sertifikat, IMB (Ijin Mendirikan Bangunan), PBB/STTS. Dokumen tersebut diperlukan untuk menilai keabsahan kepemilikan jaminan, kelengkapan ijin-ijinnya dan telah terpenuhinya kewajiban atas aset tersebut misanya pajak.
Marketability, berkaitan dengan kemudahan menjual jaminan, atau dengan kata lain jaminan laku dijual. Faktor yang mempengaruhi nilai jual diantaranya : kemudahan akses transportasi, lokasi yang strategis,
commit to user
48
jarak dengan obyek vital di masyarakat.
Collateral coverage, merupakan perbandingan antara nilai jaminan dengan besarnya fasilitas kredit yang diberikan (nilai jaminan lebih besar dari nilai kredit yang diberikan). Hal ini dimaksudkan atas antisipasi biaya-biaya yang mungkin muncul pada saat likuidasi, jadi bank tidak akan rugi.
5. Condition of Economic ( Keadaan Ekonomi )
Keadaan perekonomian disekitar tempat tinggal calon debitur harus diperhatikan untuk menilai kondisi ekonomi di masa mendatang dan untuk menilai kelangsungan usaha yang dijalankan debitur. PD.BPR BKK Tasikmadu Cabang Karangpandan memperhatikan daya beli masyarakat, persaingan, bahan baku, nilai jual, modal yang dimiliki.
Mempertimbangkan keadaan ekonomi calon debitur maka bank dapat menilai apakah usaha yang dijalankan calon debitur dapat berkembang atau tidak yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap pembayaran dan kelancaran angsuran.
commit to user
49
Selain prinsip 5C, PD.BPR BKK Tasikmadu Cabang
Karangpandan juga menerapkan prinsip 7P serta 3R (Wahyudianto, 2011:13) :
Prinsip 7P meliputi antara lain : Party ( Saling Mengenal )
Pihak bank dan calon debitur harus saling mengenal satu sama lain, dengan cara mengklasifikasikan nasabah kedalam klasifikasi tertentu atau golongan tertentu berdasarkan modal, loyalitas serta karakternya. Sehingga nasabah akan mendapatkan fasilitas yang berbeda dari bank. Purpose ( Tujuan Kredit )
Mengetahui tujuan nasabah dalam pengambilan kredit, termasuk kredit yang diinginkan nasabah. Sebagai contoh apakah untuk modal kerja atau investasi, konsumsi atau produksi dan lain sebagainya.
Payment ( Pembayaran )
Menilai sumber dana calon debitur yang nantinya dapat dipergunakan untuk pembayaran kembali kredit. Semakin banyak sumber penghasilan debitur maka akan semakin baik sehingga jika salah satu usahanya merugi akan dapat ditutupi oleh sektor lainnya.
Profitability ( Keuntungan )
Menilai keuntungan bank yang disesuaikan dengan kondisi nasabah. Profitability diukur dari periode ke periode apakah akan tetap sama atau akan semakin meningkat, apalagi dengan tambahan kredit yang akan diperolehnya.
commit to user
50 Protection ( Perlindungan )
Tujuannya adalah bagaimana menjaga agar usaha dan jaminannya mendapatkan perlindungan. Perlindungan dapat berupa jaminan barang atau jaminan asuransi.
Personality ( Kepribadian )
Menilai nasabah dari segi kepribadiannya atau tingkah lakunya sehari-hari dan masa lalunya. Juga termasuk menilai kepribadian, perilaku,