BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
4.6 Gambaran Pekerjaan Marketing Communication
Marketing Communication memproduksi bahan untuk berkomunikasi dengan pasar tentang organisasi, produk atau ide. Deskripsi ini mencakup berbagai spesialis dalam hubungan masyarakat, periklanan, merk, pemasaran langsung, pemasaran, promosi, penjualan dan industry pemasaran online. Hal ini sering disebut integrated marketing communication (IMC), dimana semua departemen bekerja sama untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi.
Beberapa tugas pokok dari marketing communication antara lain :
a. Menyajikan strategi komunikasi utama yang akan dilaksanakan kepada pimpinan perusahaan.
STIKOM
b. Mengatur strategi pemasaran jangka pendek dan jangka panjang yang menjangkau seluruh konstituen eksternal kunci dan berkomunikasi secara efektif dan memperkuat strategi.
c. Memimpin dan mengelola upaya membangun reputasi, pemasaran, komunikasi di semua platform komunikasi.
d. Mengidentifikasi khalayak sasaran, menentukan pesan kunci dan mengembangkan dan menerapkan manajemen reputasi yang sesuai.
e. Mengarahkan dan bekerja dengan agen iklan dalam mengembangkan dan melaksanakan kampanye pengembangan merk.
f. Menetapkan tujuan strategis dan operasional tahunan, sasaran, kebijakan dan rencana untuk memantau kemajuan.
g. Mengembangkan dan mengelola anggaran divisi.
h. Menyiapkan laporan tentang reputasi, pertumbuhan dan pendapatan bagi pimpinan.
i. Desain integrated communication secara online dan strategi media social untuk mendukung pemasaran.
j. Mengembangkan, merancang dan mengimplementasikan pemasaran, periklanan, komunikasi dan rencana penjualan.
k. Memberikan rekomendasi kepada divisi lainnya.
l. Memastikan konsistensi dan kualitas produk perusahaan.
m. Bekerja dan mengawasi perencanaan dan pelaksanaan semua materi promosi dan periklanan dan komunikasi.
STIKOM
n. Mengembangkan, memelihara dan mengembangkan kemitraan dan kolaborasi dengan masyarakat local, regional dan Negara, perusahaan, kelembagaan dan mitra terkait untuk meningkatkan visibilitas dan meningkatkan upaya reputasi dan pemasaran.
o. Memanfaatkan penelitian dan evaluasi dalam proses pengambilan keputusan.
Marketing Communication merupakan sebuah langkah strategis dan taktikal yang paling menentukan dalam kesuksesan penjualan. Begitu banyak aspek yang perlu dipersiapkan dan diimplementasikan dari pembuatan budget yang terukur dengan pasti, dan langkah demi langkah implementasi untuk memastikan keberhasilan penjualan produk.
Tidak terlepas juga keterkaitan dengan pihak media dan afiliasi. Ada 3 stakeholder hal utama yang harus dijembatani oleh Marketing Komunikasi & Promotion Departement, yaitu kualitas komunikasi antara perusahaan dengan customernya, perusahaan dengan komunitasnya dan perusahaan dengan internalnya.Tujuan akhirnya adalah membuat perusahaan menjadi lebih baik dan lebih efektif dalam aspek komunikasi dan khususnya persuasi atau promosi.
STIKOM
50 5.1 Hasil Karya
Selama proses kerja praktek dengan kurun waktu satu bulan, memperoleh hasil sebagai berikut:
1. Area Parkir H
Gambar 5.1 Sign System Area Parkir H.a
Desain sign system ini diletakkan pada parkir H tepatnya di depan wahana 4D. Sign ini berfungsi untuk menunjukkan arah kepada pengunjung yang berada di parkir H turun dari kendaraan, atau dari arah baby zoo menuju ke parkir H ataupun dari arah Panggung satwa yang melewati wahana 4D menuju parkir H. Sign ini dirancang dengan tanda panah yang timbul dari huruf ‘TAMAN’ yang
STIKOM
nantinya akan diletakkan berdampingan dengan sign yang bertuliskan ‘SAFARI’. Kenapa terdapat tulisan‘TAMAN’ karena desainer berupaya untuk memberikan kesan khusus bahwa sign dengan model seperti ini hanya terdapat di Taman Safari Indonesia II Prigen agar sign ini menjadi media informasi yang optimal serta tak lepas dari konsep alam dengan penggunaan warna coklat dan tekstur kayu.
2. Area Parkir H
Gambar 5.2 Sign System Area Parkir H.b
Desain sign system ini diletakkan pada parkir H menghadap jalan dari arah arah Dolphin Bay(pertunjukan Dolphin) ke arah parkir H. Sign ini dipasang tepat didepan kantin Ulat bulu agar mudah dilihat oleh pengunjung apabila mereka dari
STIKOM
arah Dolphin Bay maupun yang berada di area Parkir H. Sign ini dirancang dengan tanda panah yang timbul dari huruf ‘SAFARI’. Kenapa ‘SAFARI’ karena desainer berupaya untuk memberikan kesan khusus bahwa sign dengan model seperti ini hanya terdapat di Taman Safari Indonesia II Prigen agar sign ini menjadi media informasi yang optimal serta tak lepas dari konsep alam dengan penggunaan warna coklat dan tekstur kayu.
3. Area Parkir H
Gambar 5.3 Sign System area Parkir H.c
Desain sign system ini diletakkan pada parkir H tepat menghadap ke ulat bulu di depan area Safari World. Sign ini diletakkan pada area tersebut bertujuan untuk menunjukkan arah bagi pengunjung yang berada dan keluar dari arah Safari
STIKOM
World serta pengunjung yang berada di parkir H. Sign ini dirancang dengan tanda panah yang timbul dari huruf ‘SAFARI’. Kenapa ‘SAFARI’ karena desainer berupaya untuk memberikan kesan khusus bahwa sign dengan model seperti ini hanya terdapat di Taman Safari Indonesia II Prigen agar sign ini menjadi media informasi yang optimal serta tak lepas dari konsep alam dengan penggunaan warna coklat dan tekstur kayu.
4. Baby Zoo 1
Gambar 5.4 Baby zoo sign 1
Sign ini diletakkan pada area indoor yaitu terminal bus safari. Diletakkan pada area Indoor karena Sign ini berukuran besar dan bertuliskan welcome yang berarti selamat datang yang ditujukan bagi pengunjung yang baru saja datang ke
STIKOM
Taman Safari Indonesia 2 yang ingin mengendarai bus safari. Sign ini bertuliskan tata cara untuk berfoto bersama satwa di area Baby Zoo yang ditulis dengan 3 bahasa. Sign ini berfungsi untuk menjelaskan mengenai tata cara berfoto dengan binatang di area baby Zoo, diharapkan dengan adanya sign ini pengunjung semakin siap menyiapkan peralatan untuk berfoto seperti kamera sebelum sampai ke area Baby Zoo di mana foto bersama binatang berada serta berupaya untuk menyampaikan informasi agar lebih optimal.
5. Baby Zoo 2
Gambar 5.5 Baby Zoo sign 2
STIKOM
Baby Zoo sign 2 ini diletakkan pada area Baby Zoo tepatnya berada didepan jalan simpang tiga di dekat papan keterangan mengenai Harimau Putih. Sign ini diletakkan pada area tersebut untuk memudahkan pengunjung menuju kearah yang mereka inginkan ketika pengunjung berada di area parkir H yang menuju ke area baby Zoo. Sign ini menggunakan gambar binatang Harimau putih yang lucu sebagai upaya mengoptimalkan media informasi dan tidak lepas dari konsep alam dan anak-anak yang ditampilkan dalam sign.
6. Baby Zoo 3
Gambar 5.6 Baby Zoo sign 3
STIKOM
Sign system ini diletakkan pada persimpangan 3 arah didekat panggung Aneka satwa di depan kereta layang. Sign ini di tulis dengan menggunakan 3 bahasa Indonesia, Inggris dan Mandarin. Sign ini menggunakan objek gambar kera yang lucu karena panggung aneka satwa ini identik dengan ketrampilan seorang kera dengan pertunjukannya yang sangat menghibur dengan desain yang tidak lepas dari konsep alam dan anak-anak. Hal ini sebagai upaya mengoptimalkan media informasi bagi pengunjung.
7. Baby Zoo 4
Gambar 5.7 Harimau Benggala
Sign ini diletakkan didekat jembatan setelah pintu masuk kearah Baby Zoo. Sign ini diletakkan ditempat tersebut agar pengunjung tertarik untuk melihat kandang harimau Benggala dari dekat ditempat khusus yang disediakan oleh TSI
STIKOM
II. Didalam tempat khusus tersebut juga diperlihatkan bagaimana cara melindungi diri ketika berada didekat harimau ketika berada dialam bebas agar tidak diterkam. Sign ini menggunakan objek gambar harimau yang mnejadi salah satu maskot dari Taman Safari Indonesia yang lucu karena area yang ditunjukkan berhubungan dengan Harimau. Penggunaan material alam juga tidak lepas pada desain sign system ini dan tidak lepas pula dari konsep alam dan anak-anak.
8. Baby Zoo 5
Gambar 5.8 Animals exhibit sign
Sign ini diletakkan pada persimpangan 2 arah yang berada di area foto Baby Zoo. Sign ini diletakkan ditempat tersebut agar pengunjung tertarik mengunjungi exhibit yang lain seperti Pondok Tarsius, Cheetah, dan Binturong
STIKOM
selain area foto satwa, pertunjukan satwa maupun restoran. Sign ini menggunakan objek gambar bermacam-macam satwa yang lucu dan tidak lepas dari konsep alam dan anak-anak. Dengan desain seperti ini desainer berupaya agar sign ini dapat menjadi media informasi yang optimal.
9. Peta 1
Gambar 6.9 Peta
Sign sebelah kiri diletakkan pada area rekreasi tepatnya berada di depan Antique Car dan berada di persimpangan 3 arah sedangkan untuk yang sebelah kanan diletakkan di area parkir H. Kegunaan dari kedua sign system ini adalah untuk menyampaikan kepada pengunjung di mana mereka berada pada saat mereka melihat sign ini dan mempermudah pengunjung untuk menemukan arah yang ingin mereka tuju ingin kemana dan dari mana mereka mulai melangkah. Sign dengan jenis peta seperti ini diharapkan dapat menjadi media informasi yang lebih optimal serta tidak lepas dari unsur alam dan anak-anak .
STIKOM
10. Souvenir
Gambar 5.10 Souvenir Shop Sign System
Sign ini diletakkan pada setiap spot souvenir shop berada seperti diarea pertunjukan Temple Of Terror dan pada area Plasa Gajah. Sign ini menggunakan 3 bahasa yang berfungsi untuk mempermudah para wisatawan asing yang datang ke Taman Safari. Menurut hasil observasi pengunjung di Taman Safari kebanyakan wisatawan yang menggunakan bahasa Inggris dam mandarin tetapi tetap mengutamakan Bahasa Indonesia sebagai fokus utama karena Taman Safari Indonesia II ini berada di Indonesia. Penggunaan model paper bag berwarna merah mewakili dari goddie bag yang selalu didapat oleh pengunjung apabila
STIKOM
mereka membeli merchadise, dan penggunaan warna merah diharapkan menjadi point of Interest diantara unsur hijau disekitar area souvenir shop ini. Tetap menggunakan unsur daun, warna coklat kayu, dan motif loreng sebagai ciri khas dari Taman Safari Indonesia II. Desain sign system ini tak lepas dengan unsur alam dan anak-anak serta sebagai upaya mengoptimalkan media informasi bagi pengunjung.
STIKOM
61 6.1 Simpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari Redesain Sign System Taman Safari Indonesia II Prigen Sebagai Upaya Optimalisasi Media Informasi adalah sebagai berikut :
1. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan pihak perusahaan membutuhkan desain sign system yang lebih menarik dan tidak meninggalkan karakter dari Taman Safari sebagai tempat wisata dan edukasi konservasi alam sehingga mampu membuat pengunjung merasakan kenyamanan yang lebih dari sebelumnya. 2. Desain harus lebih menarik dari desain yang sebelumnya, unik, lucu,
bertemakan Alam dan anak-anak, desain yang friendly karena mengikuti karakter TamanSafari dimana pengunjungnya yang mayoritas adalah keluarga dengan membawa anak-anak.
3. Redesain dilakukan sebagai upaya optimalisasi media informasi di Taman Safari Indonesia II Prigen.
4. Menggunakan warna-warna yang sesuai dengan alam dan gambar yang lucu serta text dan komunikatif yang telah ditetapkan di awal. 5. Seluruh desain dibuat dengan mengutamakan konsep yang diinginkan oleh pihak Taman Safari Indonesia II Prigen sebagai sarana edukasi dan konservasi alam terbesar di Asia.
STIKOM
6.2 Saran
Berdasarkan penjelasan perancangan diatas maka dapat diberikan saran untuk pengembangan sistem ini yakni sebagai berikut :
1. Redesain sangat mungkin sekali untuk dilakukan yang diterapkan pada seluruh area di Taman Safari Indonesia II Prigen dan Taman Safari yang lain.
2. Desain harus berkonsep dan tetap konsisten dengan menekannkan unsur Alam dan anak-anak dimana menyesuaikan dengan karakter Taman Safari dan pengunjung.
3. Lebih disempurnakan lagi dalam penulisan laporan dan penetapan beberapa point dalam desain agar tidak menyimpang dari karakter perusahaan, komunikatif, dan simple baik yang dilakukan oleh pihak perusahaan maupun desainer.
STIKOM
63 Buku :
Barthes, Roland. 1974. S/Z. Penerjemah Richard Miller. New York: Hill and Wang, buku asli diterbitkan tahun 1970.
Fiske, John. 2012. Pengantar Ilmu komunikasi/John Fiske; penerjemah Hapsari Dwiningtyas.- Ed. 3-1.-Jakarta: Rajawali Pers.
Fiske, J. and Hartley, J. 1978. Reading Television, London: Methuen.
Piliang, Yasraf Amir. 1998. Sebuah Dunia yang dilipat, Realitas Kebudayaan menjelang Milenium ketiga dn Matinya Posmoderinsme. Bandung: Penerbit Mizan.
Zoest, Aart van. 1993. Semiotika tentang tanda, Cara kerjanya dan Apa yang Kita Lakukan dengannya. Penerjemah Ani Soekowati. Jakarta: Yayasan Sumber Agung, buku asli diterbitkan tahun 1978.
Website:
http://dgi-indonesia.com/wp-content/uploads/2009/06/dkv02040207 , diakses 27 Oktober 2012
http://en.wiktionary.org/wiki/redesign , diakses 10 oktober 2012
http://file.upi.edu/Direktori/FPTK/JUR._PEND._KESEJAHTERAAN_KELUAR GA/196310161990012-PIPIN_TRESNA_PRIHATIN/BU_211_
Desain_Hiasan_(PIpin)/BAGIAN__III_Desain_Hiasan , diakses 27 oktober 2012
http://id.wikipedia.org/wiki/Desain , diakses 10 oktober 2012 http://id.wikipedia.org/wiki/Kode , diakses 14 Oktober 2012 http://id.wikipedia.org/wiki/Simbol , diakses 14 Oktober 2012 http://id.wikipedia.org/wiki/optimalisasi , diakses 14 Oktober 2012
http://mbokmenik.wordpress.com/2011/11/12/tentang-semiotika-roland-barthes/ , diakses 10 oktober 2012
http://www.gamawisata.com/index.php/component/content/article/39-tempat- wisata/88-taman-safari-indonesia-ii-prigen , diakses 27 Oktober 2012 http://en.wikipedia.org/wiki/ Sign system , diakses 29 oktober 2012