• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAHAN DAN METODE

GAMBARAN UMUM DAERAH SURVEY

Data-data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer dan data sekunder. Pengambilan data-data primer dilakukan melalui survey lapangan pada tahun 2009 yang dilakukan pada wilayah administrasi Provinsi Jambi. Survey dilakukan pada 8 (delapan) kabupaten yang ada di Provinsi Jambi. Posisi dan orientasi masing-masing wilayah penelitian disajikan pada Gambar 5.

Gambar 5. Lokasi Penelitian di Wilayah Propinsi Jambi

Pemerintah Provinsi Jambi

TANAH

Berdasarkan laporan Badan Pertanahan Nasional Provinsi Jambi (2010), sebagian besar wilayah Provinsi Jambi didominasi oleh ordo tanah Ultisol. beberapa ordo tanah yang dijumpai dalam wilayah penelitian ini antara lain adalah Ultisol, Inceptisol, Entisol dan Oxisol. Deskripsi ordo-ordo tanah tersebut diuraikan secara singkat di bawah ini.

Ultisols

Ultisols adalah tanah yang mengalami tingkat perkembangan cukup sampai kuat yang dicirikan oleh adanya horizon diaknostik (horizon penciri perkembangan) argilik (pelindian liat ke lapisan bawah) dan kejenuhan basa <40%. Penyebarannya dijumpai pada fisiografi dataran tektonik agak datar hingga bergelombang. Tanah umumnya berdrainase baik dengan rezim kelembaban tanah Udik. Pada tingkat Great Group tanah di wilayah penelitian termasuk ke dalam Hapludults, Kandiudults, dan Plinthudults (Podsolik).

Hapludults – penyebarannya terdapat di daerah dataran tektonik agak datar hingga

bergelombang. Kedalaman tanah sedang sampai dalam, reaksi tanah masam, dan drainase baik. Pada tingkat sub group diklasifikasikan sebagai Typic Hapludults atau disebut juga tanah Podsolik Haplik.

Kandiudults – penyebarannya meliputi daerah dataran tektonik berombak hingga

bergelombang. Sifat yang membedakan dengan Hapludults adalah bahwa tanah ini mempunyai daya sangga hara yang lebih rendah, dan umumnya lebih tua. Pada tingkat sub group diklasifikasikan sebagai Typic Kandiudults atau disebut juga tanah Podsolik Kandik.

Plinthudults – penyebarannya meliputi bagian rendah dari dataran tektonik. Sifat yang

membedakan dengan kedua tanah tersebut adalah bahwa tanah ini mempunyai lapisan plintit di lapisan bawah, yaitu hasil proses reduksi oksidasi tanah yang mengandung kadar besi tinggi. Pada tingkat sub group diklasifikasikan sebagai Typic Plinthudults atau disebut juga tanah Podsolik Plintik.

Inceptisols

Inceptisols adalah tanah dengan tingkat perkembangan lemah yang dicirikan oleh adanya horizon penciri kambik (berkembang). Penyebarannya dijumpai baik pada lahan basah yang berdrainase terhambat maupun pada lahan kering yang berdrainase baik. Pada lahan basah, Inceptisols berkembang dari bahan aluvium - koluvium dan dicirikan oleh sifat hidromorfik (adanya pengaruh

air) yang ditunjukkan oleh warna tanah kelabu dengan atau tanpa karatan yang menunjukkan adanya proses basah dan kering secara bergantian. Tanah ini diklasifikasikan pada tingkat sub ordo sebagai Aquepts. Pada tingkat grup diklasifikasikan sebagai Endoaquepts (Gleisol). Pada lahan kering, berkembang bahan sedimen (batuliat). Tanah umumnya berdrainase baik dengan rejim kelembaban tanah udik. Pada kategori grup, tanah ini dibedakan menjadi Dystrudepts dan Eutrudepts (Kambisol).

Endoaquepts – dicirikan oleh kondisi basah dengan tipe penjenuhan endosaturation yaitu tanah jenuh air mulai dari lapisan bawah (dari dalam) di sebagian besar penampang tanah. Penyebarannya dijumpai di jalur aliran sungai dan bagian rawa belakang sungai. Pada tingkat subgrup tanah yang lebih basah termasuk dalam Typic Endoaquepts atau disebut tanah Gleisol Distrik, sedangkan tanah yang bagian atasnya kadang-kadang mengalami kekeringan sesaat termasuk dalam Aeric Endoaquepts atau disebut juga tanah Gleisol Aerik. Tanah yang penciri utamannya berlapis-lapis termasuk Fluvaquentis Endoaquepts atau disebut tanah Gleisol Fluvik. Sedangkan tanah yang penciri utamannya lapisan atas mengandung bahan organik tinggi, gelap disebut Humic Endoaquepts atau disebut juga Gleisol Humik.

Dystrudpets – Penyebarannya berada pada daerah dataran tektonik datar hingga bergelombang. Tanah ini dicirikan oleh rejim kelembaban tanah udik, dengan kejenuhan basa kurang dari 60%. Pada tingkat subgrup tanah ini diklasifikasikan sebagai Typic Dystrudepts atau disebut tanah Kambisol Distrik.

Eutrudpets – Penyebarannya berada pada daerah dataran tektonik agak datar. Bedanya dengan Dystrudepts, bahwa tanah ini mempunyai kejenuhan basa lebih dari 60%. Pada tingkat subgrup tanah ini diklasifikasikan sebagai Fluventic Eutrudepts atau disebut tanah Kambisol Fluvik.

Entisol

Entisol merupakan tanah-tanah yang masih muda yang ditandai dengan belum terdapatnya perkembangan struktur tanahnya. Penampang profilnya umumnya mempunyai susunan horison AC atau AR dan bersolum tipis. Pada grup volkan, tanah ini berkembang dari bahan tuf intermedier serta lava intermedier dan basis. Pada daerah koluvial tanah berkembang dari bahan endapan halus dan kasar,

sedangkan pada perbukitan tektonik tanah berkembang dari bahan batugamping dan sedimen kasar masam.

Dalam tingkat grup, Entisol yang dijumpai tergolong dalam Usthorthent dan Ustipsamment. Rejim kelembaban tanahnya tergolong ustik. Usthorthent tidak mempunyai sifat penciri yang khusus, sedangkan Ustipsamment dicirikan dengan tekstur yang kasar (pasir berlempung atau lebih kasar). Tanah-tanah ini menyebar dari daerah datar sampai bergunung, dan berasosiasi dengan ordo-ordo tanah lainnya.

Oxisols

Oxisol adalah tanah-tanah yang sudah mengalami pelapukan sangat lanjut, sehingga sifat-sifat kimia tanah buruk atau sangat buruk, atau tingkat kesuburan tanahnya rendah. Oxisol sangat umum dijumpai pada permukaan geomorfologik yang agak datar dan secara geologi cukup tua di daerah tropik atau sub tropik atau pada bahan sedimen yang diturunkan daripadanya, walaupun mereka juga terbentuk dari bahan yang dapat melapuk dengan cepat. Profil mereka cukup berbeda karena tidak adanya horizon yang nyata. Horison permukaan normalnya agak gelap daripada horizon bawah, akan tetapi tansisinya bersifat gradual (Rachim, 2007). Soil Survey Staff (1999) menyatakan bahwa Oxisol terdiri terutama dari kuarsa, kaolinit, oksida dan bahan organik. Kedua struktur dan rasa oxisol adalah kabur. Dalam pengamatan pertama tanah tampak seperti tidak punya struktur, dan terasa seperti bertekstur berlempung. Sementara Oxisol yang lain bertekstur berlempung atau bahkan lebih kasar, dan banyak yang berkelas ukuran butir halus dan sangat halus, tapi liat teragregasi membentuk struktur granular halus dan sangat halus dengan tingkat perkembangan kuat.

Order Oxisol dibagi kedalam lima sub order yang didasarkan atas pembeda regim kelembaban tanah sepanjang tahun yaitu Aquox, Torrox, Ustox, Perox dan Udox. Aquox adalah Oxisol yang terbentuk dibawah regim kelembaban aquik, Torrox adalah terbentuk dibawah regim kelembaban aridik, Ustox adalah terbentuk dibawah regim kelembaban ustik, Perox adalah Oxisol yang terbentuk dibawah regim kelembaban perudik dan Udox adalah Oxisol yang terbentuk dibawah regim kelembaban udik. (Rachim, 2007).

Dokumen terkait