PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di sektor pertambangan batu bara. Selain mengemban misi ekonomi, PTBA juga mengemban misi sosial dengan kepedulian dan kepekaan untuk bersama-sama membantu masyarakat khususnya di sekitar lingkungan perusahaan guna turut membantu dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Dalam melaksanakan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), PTBA mengacu kepada Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-05/MBU/2007 tanggal 27 April 2007 yang telah dilakukan perubahan ke empat sesuai PERMEN BUMN Nomor PER-08/MBU/2013 tanggal 10 September 2013, tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan yang menjadi landasan hukum pelaksanaan PKBL di Perseroan. Perubahan kebijakan yang terjadi intinya meniadakan alokasi laba untuk Program kemitraan pada tahun 2013 dan dana Program Bina Lingkungan dibebankan menjadi biaya perusahaan.
PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) is one of the State-Owned Enterprises in coal mining sector. In addition to its economic mission, PTBA also has a social mission to take care and be sensitive to jointly help people, especially the community in the Company’s surrounding area in order to help them improve their life.
In implementing the Partnership and Community Development (PKBL), PTBA refers to regulation of the Minister of SOEs No. PER-05 / MBU / 2007 dated April 27, 2007 that have been amended four times in line with PERMEN BUMN No. PER-08 / MBU / 2013 dated 10 September 2013 on the Partnership Program of State Owned Enterprise with Small Business and Community Development Program which have been legal basis of the Company’s PKBL implementation. The change in the policy is basically to eliminate the Company’s net income allocation for PKBL program to be allocated as the Company’s cost.
Program Kemitraan dan Bina Lingkungan juga dilandasi kepada tanggung jawab sosial, artinya perusahaan selain dituntut dapat berkembang menghasilkan profit juga harus dapat membantu dan mengembangkan masyarakat sekitar. Diharapkan melalui kegiatan ini akan dapat tercipta sinergi yang harmonis antara perusahaan dengan masyarakat sekitar.
Program Kemitraan dan Bina Lingkungan yang dilaksanakan oleh PTBA merupakan salah satu implementasi dari visi dan misi Corporate Social Responsibility (CSR) Perusahaan, yaitu:
Visi :
Mewujudkan masyarakat yang sejahtera mandiri dan berwawasan lingkungan
Misi :
w Mendukung program pemerintah untuk meningkatkan taraf ekonomi, sosial, pendidikan masyarakat serta pelestarian lingkungan.
w Memberdayakan potensi lokal dan memperluas pasar untuk perluasan kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar Perusahaan
w Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendukung rencana jangka panjang Perusahaan dan pengembangan pasca tambang.
Dana Program Kemitraan Tahun 2014, bersumber dari sisa dana tahun buku 2013 dan penerimaan dari angsuran pinjaman pokok, jasa administrasi serta jasa giro dan atau bunga deposito tahun berjalan, sedangkan dana program Bina Lingkungan bersumber dari anggaran Perusahaan yang diperhitungkan sebagai biaya, maksimal 2% dari laba bersih tahun 2013.
Penyaluran kepada Usaha Kecil dan Koperasi diberikan dalam bentuk pinjaman lunak dengan jasa administrasi 6% per tahun dengan jangka waktu pengembalian selama 36
PKBL Program is also based on social responsibility, meaning that the Company is not only required to grow and generate profit, but should also assist and develop the surrounding community. Through this activites, it is expected that a harmonious synergy between the Company and the surrounding community will be developed.
PKBL implemented by PTBA is one of the implementation of the Company’s CSR vision and mission, namely:
Vission:
To embody a prosperous, self relianct and environmentally friendly community.
Mission:
w to support government program in improving
economy, social, public education of the community and preserve environment.
w To empower local potential and expand market to provide more employment opportunities for the company’s surrounding community.
w To encourage public particpation in supporting the Company’s long-term plan and post mining development.
Partnership Program Fund in 2014 was derived from the remaining fund of the financial year 2013 and the receipt of principal installments, administrative service fee, current account service fee and tie deposit interest, while the Community Development program funds came from the Company’s budget counted as expense, at the maximum of 2% of the net income in 2013.
The Funds for the Small Business and Cooperative are disbursed in the form of soft loans with administrative services fee of 6% per year with a payback period for
pelatihan, dan pemagangan, serta promosi penjualan atau bantuan pemasaran dengan mengikutsertakan usaha kecil yang telah menjadi mitra binaan pada ajang pameran.
Penggunaan dana Program Kemitraan terdiri dari dana pinjaman dan dana pembinaan yang disalurkan kepada usaha kecil yang meliputi sektor- sektor sebagai berikut :
1. Sektor Industri 2. Sektor Perdagangan 3. Sektor Pertanian 4. Sektor Peternakan 5. Sektor Perkebunan 6. Sektor Perikanan 7. Sektor Jasa 8. Sektor lainya
9. Kerjasama Lembaga lain.
Penggunaan dana Program Bina Lingkungan yang disalurkan untuk program-program bantuan sebagai berikut :
1. Korban Bencana Alam
2. Pendidikan dan/atau pelatihan
3. Peningkatan Kesehatan Masyarakat
4. Pengembangan Prasarana dan/atau sarana umum
5. Sarana Ibadah
6. Pelestarian Alam
7. Sosial kemasyarakatan dalam rangka pengentasan kemiskinan
training, and apprenticeship, as well as sales promotion or marketing assistance to include small businesses that have become the partners in exhibition
Use of Partnership Program fund consists of loan funds and coaching funds distributed to small businesses covering the following sectors:
1. Industrial Sector 2. Trade Sector 3. Agriculture Sector 4. Farming Sector 5. Plantation Sector 6. Fishery Sector 7. Service Sector 8. Other Sectors
9. Cooperation with other institution
The Community Development Program funds are distributed for assistance programs as follows:
1. Victims of Natural Disaster 2. Education and/or Training
3. Development of Community Health 4. Development of Public Infrastructure 5. Worship Facilities
6. Nature Reservation
Program Bina Lingkungan terutama difokuskan pada peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat yang berada di Ring 1 yang tersebar di 5 wilayah kerja Perusahaan yaitu Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPTE), Unit Pertambangan Ombilin (UPO), Unit Pelabuhan Tarahan (Peltar), Unit Dermaga Kertapati (Derti) dan Proyek Penambangan di Peranap.
Komitmen Perusahaan untuk dapat tumbuh dan berkembang harmonis bersama masyarakat merupakan salah satu bentuk kepekaan dan kepedulian untuk bersama-sama membangun masyarakat di sekitar Perusahaan. Pasalnya, sebagai salah satu Perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batubara tidak terlepas dari perlunya dukungan dan peran masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan Perusahaan sehingga terjadi sinergi yang dapat membantu kelancaran operasional Perusahaan secara keseluruhan.
Secara umum pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan dapat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang digariskan oleh Pemerintah. Kendati dalam pelaksanaannya terdapat beberapa kendala, namun Program Kemitraan dan Bina Lingkungan yang dijalankan oleh Perusahaan selama ini dirasakan mampu membangkitkan perekonomian baik langsung maupun tidak langsung. Salah satu implikasinya adalah dapat mengurangi kesenjangan sosial, serta dapat membantu pemerintah didalam mengentaskan kemiskinan khususnya bagi masyarakat di lingkungan Perusahaan.
Community Development Program is primarily focused on improving the social welfare of society who live in Ring 1 spreading across 5 areas of our work, namely Tanjung Enim Mining Unit (UPTE), Ombilin Mining Unit (UPO), Tarahan Port Unit (Peltar), Kertapati Jetty Unit (Derti) and Mining Projects in Peranap.
The Company’s commitment to grow and thrive in harmony with the community is one of sensibility and concern to jointly build a community around the Company. The consideration is that, as one of the companies engaging in coal mining, the support and role from the communities is needed in the implementation of its activities so there will be a synergy that can assist the smooth operation of the Company as a whole.
In general, the implementation of the Partnership and Community Development Program can be implemented in accordance with the provisions set out by the Government. Although in practice there were some obstacles, but the Partnership and Community Development Program operated by the Company so far has been viewed able to revive the economy either directly or indirectly. One implication was that it can reduce social inequalities, and can help the government in alleviating poverty, especially for the community living around the Company.
Sejak Tahun 2010, Perseroan bersama Pemerintah Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Lahat bersinergi dalam pola yang disebut Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk bersama-sama merancang dan mengimplementasikan program-program kemasyarakatan secara tepat guna dan tepat sasaran.
Dengan pola Musrenbang, Perseroan bersama Bappeda Kabupaten Muara Enim dan Kabupatan Lahat merencanakan pengelolaan dana CSR yang melibatkan masyarakat dan pemerintah daerah mulai dari tingkat terendah. Pola Musrenbang memungkinkan terpenuhinya kebutuhan masyarakat mulai dari tingkat desa yang tidak mendapatkan pembiayaan dari pemerintah melalui RAPBD. Dengan pola ini, kegiatan CSR Perseroan berjalan secara sinergis dengan para pemangku kepentingan, terutama masyarakat dan pemerintah karena pelaksanaannya dilakukan bersama-sama melibatkan secara aktif seluruh pihak terkait sejak dari perencanaan, pelaksanaan hingga tahap evaluasi dan pelaporan.
Program-program yang dirancang dalam pola Musrenbang terutama adalah pembangunan sarana dan prasarana seperti pembangunan/perbaikan sarana umum, sarana pendidikan, sarana kesehatan, sarana ibadah dan pelestarian alam. Pola Musrenbang mengadopsi sistem perencanaan pembangunan nasional dengan modifikasi sesuai kebutuhan di lapangan. Keunggulan pola ini adalah sifatnya yang aspiratif dan partisipatif karena bersifat bottom up planning dan melibatkan langsung para pihak yang berkepentingan. Pola ini juga bersifat akuntabel karena terukur dan dipantau oleh semua pihak.
Dalam pelaksanaannya pola Musrenbang mendapatkan dukungan dan melibatkan Forum CSR Muara Enim di semua tahapannya. Forum CSR berperan sebagai mediator mencari solusi masalah yang mungkin timbul antara perusahaan dengan masyarakat ataupun pemangku kepentingan lainnya. Koordinasi dengan Bappeda dan Forum CSR menjadikan pengelolaan dana CSR lebih efisien dan terhindar dari tumpang tindih dengan program yang dibiayai anggaran negara, atau sumber dana lainnya. Diagram berikut memperlihatkan contoh kegiatan