• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum Objek Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar yang terletak di Jalan Sultan Alauddin No. 259 Makassar. Universitas ini merupakan salah satu universitas swasta yang berada di kota Makassar.

Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2016 sampai Januari 2017.

Unit populasi adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar Jumlah responden sebanyak 57 mahasiswa.

B. Analisis

Data primer yang diperoleh diolah dan disajikan dalam bentuk tabel dan disertai dengan penjelasan. Hasil penelitian beserta penjelasannya disajikan sebagai berikut :

1.Analisis Univariat

Berdasarkan hasil pengolahan data yang telah dilakukan, maka hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut :

Tabel 5.1 Data karakteristik menurut umur responden

Umur Jumlah (n) Persentase (%)

32 Berdasarkan tabel 5.1 diketahui bahwa frekuensi umur pada responden didapatkan sebanyak 2 orang (2 %) yang berumur 19 tahun, 10 orang (17,5%) yang berumur 20 tahun, 31 orang (54,4%) yang berumur 21 tahun. 12 orang (21,1%) yang berumur 22 tahun serta 2 orang (3,5%) yang berumur 23 tahun.

Tabel 5.2 Data karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin Jenis Kelamin Jumlah (n) Persentase (%)

Laki-laki 17 29,8

Perempuan 40 70,2

Total 57 100,0

Berdasarkan tabel 5.2 diketahui bahwa frekuensi laki-laki pada responden didapatkan sebanyak 17 orang (29,8 %) dan frekuensi perempuan yaitu 40 orang (70,2%).

Tabel 5.3 Data karakteristik menurut lama penggunaan laptop Lama penggunaan laptop Jumlah (n) Persentase (%)

> 4 Jam 30 52,6

2-4 Jam 16 28,1

< 2 Jam 11 19,3

Total 57 100,0

Berdasarkan tabel 5.3 diketahui bahwa frekuensi lama penggunaan laptop pada responden didapatkan sebanyak 30 orang (52,6 %) yang menggunakan laptop diatas 4 jam, 16 orang (28,1%) yang menggunakan laptop antara 2 sampai 4 jam, 11 orang (19,3%) yang menggunakan laptop dibawah 2 jam.

33 Tabel 5.4 Data Karakteristik berdasarkan keluhan CVS

No Keluhan Subyektif keluhan yang paling sedikit yaitu responden yang selalu mengeluhkan nyeri mata yaitu 7 (12,3%) responden.

2. Analisis Bivariat

Analisis Bivariat dimaksudkan untuk melihat adanya pengaruh lama penggunaan laptop terhadap timbulnya keluhan subyektif CVS. Berdasarkan hasil pengolahan data yang telah dilakukan, berupa analisis Chi-Square, maka hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut :

34 Tabel 5.5 Data Karakteristik berdasarkan Pengaruh lama penggunaan laptop dengan Mata lelah

Lama dengan penggunaan laptop diatas 4 Jam dan kadang-kadang merasakan mata lelah yaitu 11 (19,2%) responden selanjutnya disusul dengan responden dengan penggunaan laptop 2 sampai 4 jam dan selalu merasakan mata lelah yaitu 9 (15,7%) responden dan responden dengan penggunaan laptop dibawah 2 jam dan kadang-kadang merasakan mata lelah sebanyak 6 (10,5%) responden dan responden dengan penggunaan laptop 2 sampai 4 jam dan kadang-kadang merasakan mata lelah sebanyak 5 (8,7%) responden disusul responden dengan penggunaan laptop dibawah 2 jam dan selalu merasakan mata lelah sebanyak 3 (5,3%) responden selanjutnya responden dengan penggunaan laptop diatas 4 jam dan tidak pernah merasakan mata lelah sebanyak 3 (5,3%) responden dan responden dengan penggunaan laptop 2 sampai 4 jam dan kadang-kadang merasakan mata lelah sebanyak 2 (3,5%)

35 responden serta responden dengan penggunaan laptop dibawah 2 jam dan tidak pernah merasakan mata lelah sebanyak 2 (3,5%) responden.

Hasil analisa menggunakan uji korelasi Chi-Square didapatkan nilai signifikan 0.038 yang menunjukkan bahwa ada pengaruh lama penggunaan laptop terhadap timbulnya keluhan mata lelah pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar.

Tabel 5.6 Data Karakteristik berdasarkan Pengaruh lama penggunaan laptop dengan Nyeri mata

Lama kadang-kadang merasakan nyeri mata mata sebanyak 19 (33,3%) responden dan responden dengan penggunaan laptop 2 sampai 4 Jam dan kadang-kadang merasakan nyeri mata yaitu 8 (14%) responden selanjutnya disusul dengan responden dengan penggunaan laptop 2 sampai 4 jam dan tidak pernah merasakan nyeri mata yaitu 7 (12,3%) responden dan responden dengan penggunaan laptop dibawah 2 jam tidak pernah merasakan nyeri mata sebanyak 7 (12,3%) responden dan responden dengan penggunaan laptop diatas 4 jam dan tidak pernah merasakan nyeri mata sebanyak 6 (10,5%)

36 responden disusul responden dengan penggunaan laptop diatas 4 jam dan selalu merasakan nyeri mata sebanyak 5 (8,7%) responden selanjutnya responden dengan penggunaan laptop dibawah 2 jam dan kadang-kadang merasakan nyeri mata sebanyak 3 (5,2%) responden dan responden dengan penggunaan laptop 2 sampai 4 jam dan selalau merasakan nyeri mata yaitu 1 (1,7%) responden serta responden dengan penggunaan laptop dibawah 2 jam dan selalu merasakan nyeri mata yaitu 1 (1,7%) responden.

Hasil analisa menggunakan uji korelasi Chi-Square didapatkan nilai signifikan 0.045 yang menunjukkan bahwa ada pengaruh lama penggunaan laptop terhadap timbulnya keluhan nyeri mata pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar.

Tabel 5.7 Data Karakteristik berdasarkan Pengaruh lama penggunaan laptop dengan Mata berair

Lama selalu merasakan mata berair sebanyak 17 (29,8%) responden dan responden dengan penggunaan laptop diatas 4 Jam dan tidak pernah merasakan mata berair yaitu 7 (12,3%) responden selanjutnya disusul dengan responden

37 dengan penggunaan laptop diatas 4 jam dan kadang-kadang merasakan nyeri mata yaitu 6 (10,5%) responden dan responden dengan penggunaan laptop 2 sampai 4 jam dan selalu merasakan mata berair sebanyak 6 (10,5%) responden dan responden dengan penggunaan laptop 2 sampai 4 jam dan tidak pernah merasakan mata berair sebanyak 6 (10,5%) responden disusul responden dengan penggunaan laptop dibawah 2 jam dan kadang-kadang merasakan mata berair sebanyak 5 (8,7%) responden selanjutnya responden dengan penggunaan laptop dibwah 2 jam dan tidak pernah merasakan mata berair sebanyak 5 (8,7%) responden dan responden dengan penggunaan laptop 2 sampai 4 jam dan kadang-kadang merasakan mata berair sebanyak 4 (7%) responden serta responden dengan penggunaan laptop dibawah 2 jam dan selalu merasakan mata berair sebanyak 1 (1,8%) responden.

Hasil analisa menggunakan uji korelasi Chi-Square didapatkan nilai signifikan 0.032 yang menunjukkan bahwa ada pengaruh lama penggunaan laptop terhadap timbulnya keluhan mata berair pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar.

Tabel 5.8 Data Karakteristik berdasarkan Pengaruh lama penggunaan laptop dengan Mata kabur

Lama

38 Hasil yang diperoleh dari table 5.14, dapat dilihat bahwa responden terbanyak adalah responden dengan penggunaan laptop diatas 4 Jam dan selalu merasakan mata kabur sebanyak 18 (31,6%) responden dan responden dengan penggunaan laptop diatas 4 Jam dan tidak pernah merasakan mata kabur yaitu 8 (14%) responden selanjutnya disusul dengan responden dengan penggunaan laptop 2 sampai 4 jam dan tidak pernah merasakan mata kabur yaitu 8 (14%) responden dan responden dengan penggunaan laptop 2 sampai 4 jam dan kadang-kadang merasakan mata kabur sebanyak 6 (10,5%) responden dan responden dengan penggunaan laptop dibawah 2 jam dan kadang-kadang merasakan mata kabur sebanyak 5 (8,7%) responden disusul responden dengan penggunaan laptop dibawah 2 jam dan tidak merasakan mata kabur sebanyak 5 (8,7%) responden selanjutnya responden dengan penggunaan laptop diatas 4 jam dan kadang-kadang merasakan mata kabur sebanyak 4 (7%) responden dan responden dengan penggunaan laptop 2 sampai 4 jam dan selalu merasakan mata kabur sebanyak 2 (3,5%) responden serta responden dengan penggunaan laptop dibawah 2 jam dan selalu merasakan mata kabur yaitu 1 (1,7%) responden.

Hasil analisa menggunakan uji korelasi Chi-Square didapatkan nilai signifikan 0.004 yang menunjukkan bahwa ada pengaruh lama penggunaan laptop terhadap timbulnya keluhan mata kabur pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar.

39 Tabel 5.9 Data Karakteristik berdasarkan Pengaruh lama penggunaan laptop dengan Penglihatan Ganda terbanyak adalah responden dengan penggunaan laptop diatas 4 Jam dan tidak pernah merasakan penglihatan ganda sebanyak 20 (35,1%) responden dan responden dengan penggunaan laptop 2 sampai 4 Jam dan tidak pernah merasakan penglihatan ganda yaitu 11 (19,3%) responden selanjutnya disusul dengan responden dengan penggunaan laptop dibawah 2 jam dan tidak pernah merasakan penglihatan ganda yaitu 10 (17,5%) responden dan responden dengan penggunaan laptop diatas 4 jam dan kadang-kadang merasakan penglihatan ganda sebanyak 6 (10,5%) responden dan responden dengan penggunaan laptop diatas 4 jam dan kadang-kadang merasakan penglihatan ganda sebanyak 4 (7%) responden disusul responden dengan penggunaan laptop dibawah 2 sampai 4 jam kadang-kadang merasakan penglihatan ganda sebanyak 4 (7%) responden selanjutnya responden dengan penggunaan laptop 2 sampai 4 jam dan selalu merasakan penglihatan ganda sebanyak 1 (1,7%) responden dan responden dengan penggunaan laptop dibawah 2 jam dan selalu merasakan penglihatan ganda sebanyak 1 (1,7%) responden serta responden

40 dengan penggunaan laptop dibawah 2 jam dan kadang-kadang tidak ada responden yang mengeluhkan penglihatan ganda.

Hasil analisa menggunakan uji korelasi Chi-Square didapatkan nilai signifikan 0.004 yang menunjukkan bahwa ada pengaruh lama penggunaan laptop terhadap timbulnya keluhan penglihatan ganda pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar.

Tabel 5.10 Data Karakteristik berdasarkan Pengaruh lama penggunaan laptop dengan Nyeri leher

Lama dengan penggunaan laptop diatas 4 Jam dan kadang-kadang merasakan nyeri leher yaitu 10 (17,5%) responden selanjutnya disusul dengan responden dengan penggunaan laptop 2 sampai 4 jam dan kadang-kadang merasakan nyeri leher yaitu 8 (14%) responden dan responden dengan penggunaan laptop dibawah 2 sampai 4 jam dan selalu merasakan nyeri leher sebanyak 6 (10,5%) responden dan responden dengan penggunaan laptop dibawah 2 jam dan kadang-kadang merasakan nyeri leher sebanyak 5 (8,8%) responden disusul responden dengan penggunaan laptop dibawah 2 jam dan selalu merasakan

41 nyeri leher sebanyak 3 (5,3%) responden selanjutnya responden dengan penggunaan laptop dibawah 2 jam dan tidak pernah merasakan nyeri leher sebanyak 3 (5,3%) responden dan responden dengan penggunaan laptop diatas 4 jam dan tidak pernah merasakan nyeri leher sebanyak 2 (3,5%) responden serta responden dengan penggunaan laptop dibawah 2 sampai 4 jam dan tidak pernah merasakan nyeri leher sebanyak 2 (3,5%) responden.

Hasil analisa menggunakan uji korelasi Chi-Square didapatkan nilai signifikan 0.020 yang menunjukkan bahwa ada pengaruh lama penggunaan laptop terhadap timbulnya keluhan nyeri leher pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar.

Tabel 5.11 Data Karakteristik berdasarkan Pengaruh lama penggunaan laptop dengan Nyeri punggung

Lama responden dengan penggunaan laptop diatas 4 Jam dan kadang-kadang merasakan nyeri punggung yaitu 11 (19,3%) responden selanjutnya disusul dengan responden dengan penggunaan laptop 2 sampai 4 jam dan selalu

42 merasakan nyeri punggung yaitu 8 (14%) responden dan responden dengan penggunaan laptop 2 sampai 4 jam dan kadang-kadang merasakan mata nyeripunggung sebanyak 5 (8,8%) responden dan responden dengan penggunaan laptop dibawah 2 jam dan tidak pernah merasakan nyeri punggung sebanyak 5 (8,8%) responden disusul responden dengan penggunaan laptop dibawah 2 jam dan kadang-kadang merasakan nyeri punggung sebanyak 4 (7%) responden selanjutnya responden dengan penggunaan laptop diatas 4 jam dan tidak pernah merasakan nyeri punggung sebanyak 3 (5,3%) responden dan responden dengan penggunaan laptop 2 sampai 4 jam dan tidak pernah merasakan nyeri punggung sebanyak 3 (5,3%) responden serta responden dengan penggunaan laptop dibawah 2 jam dan selalu merasakan nyeri punggung sebanyak 2 (3,5%) responden.

Hasil analisa menggunakan uji korelasi Chi-Square didapatkan nilai signifikan 0.010 yang menunjukkan bahwa ada pengaruh lama penggunaan laptop terhadap timbulnya keluhan nyeri punggung pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar.

43 BAB VI

PEMBAHASAN

A.Analisis Univariat 1.Usia

Daya akomodasi menurun pada usia 45-50 tahun. Pertambahan usia menyebabkan lensa mata kehilangan elastisitasnya secara perlahan yang mengakibatkan ketidaknyamanan penglihatan ketika mengerjakan sesuatu pada jarak dekat, demikian pula penglihatan jauh. Hal tersebut merupakan proses penuaan yang menimbulkan penurunan fungsi tubuh, dalam hal ini adalah fungsi penglihatan.Dalam penelitian kontribusi usia yang berpastispasi pada penelitian ini adalah usia 19 sampai 23 tahun dimana responden terbanyak yaitu usia 21 tahun sebanyak 31 (54,4%) dan yang paling sedikit yaitu yang berumur 19 tahun dan 23 tahun yaitu masing-masing 2 (3,5%) responden,Jadi,menurut saya kontribusi usia tidak memberikan pengaruh untuk timbulnya keluhan subyektif CVS karena yang saya teliti adalah responden dengan usia remaja akhir.Hal ini sesuai dengan study yang dilakukan Azkadina pada tahun 2012 bahwa usia tidak mempengaruhi timbulnya keluhan subyektif CVS.

2.Jenis kelamin

Perempuan lebih berisiko terhadap kejadian CVS. Secara fisiologis, pada perempuan seiring dengan meningkatnya usia lapisan air mata (tear film) cenderung lebih cepat menipis dibandingkan laki-laki. Penipisan tear film

44 men.Perbedaan fisiologis lainnya adalah penurunan sekresi air mata, perbedaan ukuran atau massa tubuh, dan fungsi hormon.Hal ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan Grace P. Kurmacela,dkk pada tahun 2013 menunjukkan bahwa jenis kelamin tidak berpengaruh terhadap timbulnya keluhan subyektif CVS dan pada penelitian ini tidak dilakukan uji statistik pengaruh antara jenis kelamin terhadap timbulnya keluhan subyektif CVS sehingga saya tidak dapat menyimpulkan pengaruh jenis kelamin terhadap keluhan subyektif CVS Dalam penelitian ini kontribusi jenis kelamin yang berparstisipasi pada penelitian ini perempuan sebanyak 40 (70,2%) responden dan laki-laki berjumlah 17 (29,8%) responden,Jadi,menurut saya kontribusi jenis kelamin memberikan pengaruh untuk timbulnya keluhan subyektif CVS . 3.Lama Penggunaan Laptop

Peningkatan jam kerja di depan laptop tanpa diselingi oleh aktivitas lain dapat menurunkan kemampuan akomodasi sehingga akan memperberat gejala CVS pada pekerja pengguna laptop.study yang dilakukan oleh American Optometric Association bahwa CVS sebagai kombinasi dari masalah mata yang terkait dengan penggunaan komputer. Gejala-gejala ini merupakan akibat dari seseorang yang menggunakan komputer dalam waktu yang cukup lama.Berat-ringannya keluhan yang dilaporkan sebanding dengan banyaknya waktu yang digunakan di depan komputer. Seseorang yang menghabiskan waktu didepan komputer lebih dari dua jam setiap harinya maka 90 % dapat mengalami CVS. Dalam penelitian ini lama penggunaan laptop yang paling banyak adalah responden yang menggunakan laptop diatas

45 4 jam yaitu 30 (52,6%) responden dan yang paling sedikit yaitu responden yang menghabiskan waktu dibawah 2 jam yaitu 11 (19,3%) responden . 4.Keluhan Subyektif CVS

American Optometric Association(AOA) mendefinisikan Computer Vision Syndrome (CVS) sebagai Masalah kompleks penglihatan dan mata yang berhubungan dengan pekerjaan jarak dekat, yang dialami selama atauberhubungan dengan penggunaan komputer.Gejala dapat bervariasi tetapi sebagian besar termasuk kelelahan mata, sakit kepala, penglihatan kabur (jarak atau dekat), mata kering dan teriritasi, membuat fokus lambat,sakit punggung dan leher, sensitivitas cahaya, penglihatan ganda, dan distorsi warna.Definisi medis dari sindroma dalah tanda-tanda dan gejala agregat karakteristik dari penyakit, lesi, sesuatu yang tidak normal, jenis klasifikasi."

Meskipun tidak secara teknis menjadi sindrom yang benar dalam arti medis, CVS adalah serangkaian gejala yang umum untuk orang-orang yang mengalami ketidaknyamanan mata yang berkaitan dengan komputer.2

Dalam penelitian ini keluhan subyektif yang paling banyak adalah responden yang mengeluhkan mata lelah yang selalu dirasakan pada saat bekerja didepan laptop yaitu 28 (49,1%) responden dan keluhan yang paling sedikit yaitu responden yang selalu mengeluhkan nyeri mata yaitu 7 (12,3%) responden.

46 B.Analisis Bivariat

1.Pengaruh Lama Penggunaan Laptop terhadap Timbulnya Keluhan Subyektif CVS

Hasil uji chi square didapat nilai Asymp. Sig. (2-sided) setiap keluhan subyektif < 0,05 artinya ada pengaruh lama penggunaan laptop terhadap timbulnya keluhan mata lelah (Asymp. Sig. (2-sided) = 0,038 < 0,05), Nyeri mata (Asymp. Sig. (2-sided) = 0,045 < 0,05), mata berair (Asymp. Sig. (2-sided)

= 0,032 < 0,05), mata kabur (Asymp. Sig. (2-sided) = 0,004 < 0,05), penglihatan ganda (Asymp. Sig. (2-sided) = 0,046 < 0,05) , nyeri leher (Asymp.

Sig. (2-sided) = 0,020 < 0,05) serta nyeri punggung (Asymp. Sig. (2-sided) = 0,010 < 0,05).Dalam penelitian ini dapat dilihat bahwa responden yang menggunakan laptop diatas 4 jam cenderung selalu merasakan gejala CVS dengan keluhan mata lelah sebanyak 16 (28,1%) responden,mata berair sebanyak 17 (29,8%) responden,mata kabur sebanyak 18 (31,6%) responden dan nyeri leher sebanyak 18 (31,6%) responden serta nyeri punggung sebanyak 16 (28,1%) responden.Selain itu terdapat juga responden dengan penggunaan laptop dibawah 2 jam memberikan gejala CVS tetapi tidak sebanyak responden yang menggunakan laptop diatas 4 jam seperti keluhan mata berair dan mata kabur masng-masing 5 (8,7%) responden dan nyeri punggung yaitu 4 (7%) responden.

Peningkatan jam kerja di depan laptop tanpa diselingi oleh aktivitas lain dapat menurunkan kemampuan akomodasi sehingga akan memperberat gejala CVS pada pekerja pengguna laptop. Hasil ini sesuai dengan study yang

47 dilakukan oleh American Optometric Association bahwa CVS sebagai kombinasi dari masalah mata yang terkait dengan penggunaan komputer.

Gejala-gejala ini merupakan akibat dari seseorang yang menggunakan komputer dalam waktu yang cukup lama.Berat-ringannya keluhan yang dilaporkan sebanding dengan banyaknya waktu yang digunakan di depan komputer. Seseorang yang menghabiskan waktu didepan komputer lebih dari dua jam setiap harinya maka 90 % dapat mengalami CVS.

Studi oleh Edema et al. mendapatkan bahwa 53,15% responden menggunakan komputer secara terus-menerus selama empat jam menyebabkan mereka lebih berisiko mengalami stress akibat penggunaan komputer.Studi sebelumnya oleh Sanchez-Roman et al. melaporkan bahwa bekerja secara terus-menerus selama empat jam di depan komputer tanpa diselingi istirahat berasosiasi secara signifikan dengan kejadian astenopia .

Dokumen terkait