BAB IV HASIL PENELITIAN
C. Pembahasan
7. Prinsip Partisipasi (Good Governance)
Meningkatnya partisipasi masyarakat di Desa Bulu Tellue dapat mendukung pemerintah untuk segera memenuhi kebutuhan masyarakat setempat, serta program-program yang sudah direncanakan akan dikembangkan sesuai dengan tingkat aspirasi masyarakat Desa Bulu Tellue.
Untuk mewujudkan prinsip partisipasi dalam tahap perencanaan dan pelaksanaan ADD, maka pemerintah Desa Bulu Tellue melakukan kegiatan musrembangdes dengan mengundang masyarakat desa agar dapat menyampaikan usulannya, sehingga dapat tercipta good governance, jadi adanya kerja sama yang baik antara pemerintah desa
dengan masyarakatnya dalam menyelesaikan permasalahannya, dengan kata lain bahwa Pemerintah Desa Bulu Tellue masih menerapkan sistem gotong royong dalam menyelesaikan pelaksanaan kegiatan ADD. Hal itu terjadi karena dilihat dari tingkat partisipasi serta antusiasnya masyarakat Desa Bulu Tellue dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan desa demi mewujudkan pemerintahan yang baik di Desa Bulu Tellue.
67
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Dari hasil penelitian di Desa Bulu Tellue Kecamatan Tondong Tallasa Kabupaten Pangkep mengenai Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pertanggungjawaban dalam pembangunan desa telah sesuai dengan peraturan yang berlaku (Permendagri No. 113 Tahun 2014), adapun prinsip good governance yang digunakan pemerintah Desa Bulu Tellue adalah prinsip transparansi dan partisipasi. Berdasarkan hasil penelitian yang tertuang dalam pembahasan maka dapat ditarik kesimpulan dalam penelitian akuntabilitas pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Bulu Tellue Kecamatan Tondong Tallasa Kabupaten Pangkep, yaitu sebagai berikut:
1. Tahap Perencanaan, diawali dengan melakukan musyawarah. Aparatur desa melibatkan Dusun, RT, RK dan masyarakat lainnya untuk melakukan musyawarah desa di Desa Bulu Tellue dan berpartisipasi dalam mengambil keputusan perencanaan penggunaan ADD, adapun tujuan lain dari perencanaan program ADD adalah membimbing masyarakat desa untuk berpartisipasi secara aktif. Namun ada beberapa dari lembaga-lembaga masyarakat yang kurang antusias dalam proses kegiatan ADD pada saat melakukan Musrembangdes. Hasil dari Musrembangdes yang telah diatur oleh tim khusus akan ditempel di papan pengumuman.
2. Tahap pelaksanaan pengelolaan ADD dikerjakan oleh kelompok pelaksana yang dipercaya dan melibatkan sebagian masyarakat setempat untuk mengelola kegiatan sekaligus bertanggung jawab
mengenai pembangunan yang akan dilaksanakan demi mensejahterakan masyarakat Desa Bulu Tellue. Kemudian anggaran yang digunakan diumumkan dengan memasang papan informasi.
Namun untuk mewujudkan Good Governance staf desa maupun yang bertanggung jawab dalam mengurus pembangunan desa sulit mencari pekerja serta takut akan menghadapi resiko dari berbagai masyarakat yang melakukan protes.
3. Tahap pertanggungjawaban pengelolaan ADD di Desa Bulu Tellue menggunakan beberapa jenis laporan. Adapun tingkat kesulitan yang dialami terkait segala urusan mempertanggungjawabkan proses pengelolaan ADD di Desa Bulu Tellue adalah sistem yang mudah berubah – ubah. Namun hal tersebut tidak terlalu menyulitkan karena menjadikan tantangan baru yang dapat dijadikan sebagai dasar pembelajaran untuk meningkatkan kualitas produktivitas maupun kualitas kinerja dalam pengelolaan ADD demi mewujudkan Good Governance.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, maka saran dari penelitian ini yaitu :
1. Peneliti selanjutnya disarankan untuk menambah informan dari kalangan masyarakat Desa Bulu Tellue sehingga dalam pengumpulan data yang melalui wawancara dilakukan bukan hanya kepada Staf Desa Bulu Tellue akan tetapi juga dari masyarakat, agar dapat menilai sendiri bagaimana pertanggungjawaban Pemerintah Desa Bulu Tellue Kecamatan Tondong Tallasa terhadap pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) untuk mewujudkan Good Governance.
2. Peneliti selanjutnya sebaiknya mengkoordinasikan terlebih dahulu kepada informan mengenai waktu yang akan digunakan saat akan melakukan wawancara, karena jam kerja di Desa Bulu Tellue masih kurang efektif. Sehingga peneliti mengalami kesulitan saat akan melakukan wawancara terhadap pihak informan.
70
Buku Pedoman Penulisan Skripsi Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Farida, V., Jati, A. W., & Harventy, R. (2018). Analisis Akuntabilitas Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) di Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang. Jurnal Akademi Akuntansi (JAA), 1(1).
Kurniawan, H., Made, A., & Yogivaria, D. W. (2016). Akuntabilitas Pengelolaan Alokasi Dana Desa (Studi Kasus di Desa Sukowilangun Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang Tahun 2014). Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi, 4(1).
Lestari, S., & Waluyo, L. (2017). Analisis Akuntabilitas Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD)(Studi Kasus di Wilayah Kecamatan Banyudono) (Doctoral dissertation, IAIN Surakarta).
Mardiasmo. (2002). Otonomi daerah dan manajemen keuangan daerah.
Yogyakarta: Andi.
Moleong, L. (2012) .Metodologi penelitian kualitatif edisi revisi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Mutia, D. R., & Handayani, N. (2018). Akuntabilitas Pengelolaan Alokasi Dana Desa di Desa Mojopilang Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi (JIRA), 7(8).
Nurman, (2015). Strategi Pembangunan Daerah. PT Rajagrafindo Persada.
Jakarta.
on, s. (2015, 11 10). Pengertian Pengelolaan. Retrieved 05 27, 2020, from swdinside.blogspot.com: https://swdinside.blogspot.com/2015/11 /pengertian-pengelolaan.html#
Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 113 Tentang Pengelolaan Keuangan Desa. Jakarta.
Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa.
Jakarta.
Republik Indonesia. (2007). Permendagri No. 37 Tahun 2007 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa.
Ri’a, N. I., & Handayani, N. (2019). AKUNTABILITAS PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA (ADD) DI DESA BHERAMARI KECAMATAN NANGAPANDA KABUPATEN ENDE. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi (JIRA), 8(1).
Romantis, P. A. (2015). Akuntabilitas Pengelolaan Alokasi Dana Desa Di Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo Tahun 2014.
Sanusi, A. (2014). Metodologi penelitian bisnis. Jakarta: Salemba Empat.
Setiawan, A., Haboddin, M., & Wilujeng, N. F. (2017). Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa di Desa Budugsidorejo Kabupaten Jombang Tahun 2015.
Politik Indonesia: Indonesian Political Science Review, 2(1), 1-16.
Sholihat, W., Sari, R. N., & Ratnawati, V. (2018). ANALISIS PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA DI KECAMATAN SEBERIDA KABUPATEN INDRAGIRI HULU. Jurnal Ekonomi, 25(4), 15.
Subroto, A. 2009. Akuntabilitas pengelolaan alokasi dana desa (studi kasus pengelolaan alokasi dana desa di desa – desa dalam wilayah Kecamatan Tlogomulyo Kabupaten Temanggung tahun 2008). Dipublikasikan. Tesis.
Program Studi Magister Sains Akuntansi. Universitas Diponegoro Semarang.
Sugiyono. (2010). “Metode penelitian bisnis (pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan r&d)”. Bandung: Alfabeta.
Syahadatina, R. (2017). Akuntabilitas Pengelolaan Alokasi Dana Desa di DEsa Rapa Laok Kecamatan Omben Kabupaten Sampang. Jurnal Akuntansi dan Investasi, 2(1), 1-18.
Waluyo. (2009). Manajemen publik (konsep, aplikasi, dan implementasinya dalam pelaksanaan otonomi daerah). Bandung: CV. Mandar Maju.
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerah http://eprints.umpo.ac.id/2660/2/2%20BAB%201.pdf
Lampiran 1 Izin Surat Penelitian
Lampiran 2 Surat Penelitian
Lampiran 3 Pedoman Wawancara
A. Tahap Perencanaan
1. Bagaimana mekanisme perencanaan dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) yang dilakukan Pemerintah Desa Bulu Tellue?
2. Bagaimana tingkat partisipasi masyarakat dalam hal perencanaan pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) dalam mewujudkan Good Governance?
3. Apa saja program pembangunan Pemerintah Desa dalam hal mensejahterakan kehidupan masyarakat Desa?
4. Bagaimana Pemerintah Desa Bulu Tellue dalam proses perencanaan pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) untuk mewujudkan Good Governance?
5. Siapa saja yang hadir pada saat melakukan musyawarah dalam pembangunan desa dalam rangka perencanaan dan pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD)?
B. Tahap Perencanaan
1. Apakah pelaksanaan pembangunan desa sudah berjalan sesuai dengan peraturan yang telah ditentukan?
2. Bagaimana tanggapan masyarakat Desa Bulu Tellue terhadap bangunan yang akan dilaksanakan?
3. Apakah Pemerintah Desa Bulu Tellue terbuka atas anggaran yang digunakan dan waktu pelaksanaannya?
4. Bagaimana peran Pemerintah Desa Bulu Tellue dalam pembangunan terhadap pengalokasian dana desa?
5. Apakah ada tingkat kesulitan pemerintah Desa Bulu Tellue terhadap proses pelaksanaan dan penatausahaan dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) untuk mewujudkan Good Governance?
C. Tahap Pertanggungjawaban
1. Bagaimana sistem pertanggungjawaban dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Bulu Tellue?
2. Apa sajakah jenis pelaporan yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Bulu Tellue dalam sistem pertanggungjawaban dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) ?
3. Apakah Pemerintah Desa memberikan tanggungjawab pelaksanaannya ke masyarakat atau aparat desa itu sendiri yang bertanggung jawab ? 4. Apakah ada tingkat kesulitan dari Pemerintah Desa Bulu Tellue dalam
membuat pertanggungjawaban yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku ?
5. Bagaimana Pemerintah Desa Bulu Tellue mempertanggungjawabkan pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) dalam mewujudkan Good Governance ?
Lampiran 4 Hasil Wawancara Desa Bulu Tellue
Pertanyaan Hasil Wawancara Informan
I. Perencanaan
1.Bagaimana mekanisme perencanaan dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) yang dilakukan Pemerintah Desa Bulu Tellue?
2.Bagaimana tingkat partisipasi masyarakat dalam hal perencanaan pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) dalam mewujudkan Good Governance?
3.Apa saja program pembangunan Pemerintah Desa dalam hal mensejahterakan kehidupan masyarakat Desa?
4.Bagaimana Pemerintah Desa Bulu Tellue dalam proses perencanaan pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) untuk mewujudkan Good Governance?
5.Siapa saja yang hadir pada saat melakukan musyawarah dalam pembangunan desa dalam rangka perencanaan dan pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD)?
1. Dilakukan secara bertahap, mana yang lebih dibutuhkan itulah yang diprioritaskan terlebih dahulu.
2. Pemerintah Desa Bulu Tellue selalu mengundang masyarakat, baik dari dusun, masyarakat ketua RT, RK dalam melakukan kegiatan yang melalui musyawarah desa terkait dengan Alokasi Dana Desa (ADD).
Mengenai tingkat partisipasi masyarakat, sangat antusias dalam kegiatan pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD).
3. Program Alokasi Dana Desa (ADD) bisa mencakup bidang pendidikan. Kesehatan dan sosial, sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Serta melaksanakan pekerjaan pembangunan yang sudah cair dananya.
4. Dengan mengadakan Musrembangdes.
5. Yang hadir adalah seluruh ketua RT, RK, Dusun, BPD, tokoh masyarakat dan kelompok pemudah.
Sekdes, 08 Desember
2020
II. Pelaksanaan 1.Apakah pelaksanaan
pembangunan desa sudah berjalan dalam UU karena setiap tahun menggunakan sistem aplikasi yang telah dikelola oleh BPK Negara.
2. Yang pasti semua mau terlaksana, namun dalam persi anggaran bisa saja dirubah karena ada intreperensi dari kabupaten
Kaur Keuangan,
04 Desember
2020
Pertanyaan Hasil Wawancara Informan dilaksanakan?
3.Apakah Pemerintah Desa Bulu Tellue terbuka atas anggaran yang
digunakan dan waktu
pelaksanaannya?
4.Bagaimana peran Pemerintah Desa Bulu Tellue dalam
pembangunan terhadap
pengalokasian dana desa?
5.Apakah ada tingkat kesulitan pemerintah Desa Bulu Tellue terhadap proses pelaksanaan dan penatausahaan dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) untuk mewujudkan Good Governance?
sehingga anggaran menjadi kecil dan kadang-kadang pembangunan yang sudah direncanakan dan dimasukkan pada RKP tidak bisa terkaper anggarannya.
3. Baik dari segi anggaran, waktu dan informasi yang akan digunakan dalam melaksanakan pembangunan desa sudah dikatakan terbuka, karena setiap tahun setelah melakukan APBDes rincian pembelanjaan tersebut sudah dibagikan kepada RT,RK, BPD dan juga memasang papan informasi serta telah dibuatkan spanduk yang bisa dilihat oleh kelompok pelaksana maupun masyarakat setempat.
4. Pemerintah disini sebagai selaku pengelolaan keuangan desa serta kuasa pengguna anggaran desa, dalam hal ini dijadikan sebagai pengambil kebijakan dalam musyawarah desa yang akan memutuskan program-program yang akan dilaksanakan dalam tahun anggaran. Kemudian dalam pembangunan terhadap pengalokasian dana desa pemerintah meninjau secara langsung.
5. Tingkat kesulitan sangat tinggi karena berhadapan langsung oleh masyarakat yang artinya protes-protes dari para masyarakat menjadi resiko dan juga kesulitan dalam hal (ADD) di Desa Bulu Tellue?
2. Apa sajakah jenis pelaporan yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Bulu Tellue dalam sistem pertanggungjawaban dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) ?
1. menggunakan sistem informasi keuangan desa yang dibuat oleh BPKP.
2. Ada banyak jenis pelaporan yang dilakukan, seperti laporan penatausahaan dan perencanaan pembukuan yang terdiri dari laporan realisasi, kas umum, buku kas pembantu pajak, buku kas pembantu panjar, buku kas pengeluaran dan penerimaan, dll.
Kades, 08 Desember
2020
Pertanyaan Hasil Wawancara Informan 3. Apakah Pemerintah Desa
memberikan tanggungjawab pelaksanaannya ke masyarakat atau aparat desa itu sendiri yang bertanggung jawab ?
4. Apakah ada tingkat kesulitan dari Pemerintah Desa Bulu Tellue dalam membuat
pertanggungjawaban yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku ?
5. Bagaimana Pemerintah Desa Bulu Tellue mempertanggungjawabkan pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) dalam mewujudkan Good Governance ?
3. Kades dan Bendahara (Kaur Keuangan).
4. Tingkat kesulitannya yaitu setiap tahun aturan akan mengalami perubahan atau diperbaharui sehingga apa yang sudah dipahami tahun sebelumnya berbeda dengan tahun yang akan datang, sehingga hal tersebut butuh penyesuaian.
5. Mempertanggungjawabkan dengan cara menginput baik dari dana insentif maupun dana pembangunannya secara terbuka
Lampiran 5 Foto Wawancara
Foto Wawancara Bersama Kepala Desa Bulu Tellue
Lampiran 6 Daftar Hadir Musrembangdes
Lampiran 7 Foto Rencana Kerja Tidak Lanjut (RKTL) RKPDESA dan APBDESA 2021
Lampiran 7 Realisasi Anggaran
Lampiran 8 Kegiatan Fisik
RIWAYAT HIDUP
Rahmawati, lahir di Daya pada tanggal 19 Maret 1997.