• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambaran Umum Objek Penelitian

Dalam dokumen SKRIPSI OLEH GITA SEPTIPERTIWI (Halaman 70-84)

TINJAUAN PUSTAKA

4. Matriks Klasifikasi

4.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 31 perusahaan. Adapun profil masing-masing perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Akasha Wira Internasional Tbk (ADES)

PT Akasha Wira International Tbk didirikan dengan nama PT Alfindo Putrasetia pada tahun 1985. Nama Perusahaan telah diubah beberapa kali, terakhir pada tahun 2010, ketika nama Perusahaan diubah menjadi PT Akasha Wira International Tbk. Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah industri air minum dalam kemasan, industri roti dan kue, kembang gula, makaroni, kosmetik, dan perdagangan besar. Pemegang saham mayoritas Akasha Wira International Tbk adalah Water Partners Bottling S.A. (91,52%), merupakan perusahaan joint venture antara The Coca Cola Company dan Nestle S.A.

2. Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG)

PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) didirikan pada tanggal 7 Oktober 1971.

Operasi komersial Perseroan dimulai pada bulan April 1973. Perseroan bergerak dalam bidang industri kaca, ekspor dan impor, dan jasa sertifikasi mutu berbagai jenis produk kaca serta kegiatan lain yang berkaitan dengan usaha tersebut. Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham

57

(pengendali) (43,86%) dan PT Rodamas, Indonesia (pengendali) (40,96%).

3. Astra Internasional Tbk (ASII)

PT Astra International Tbk (ASII) didirikan pada tanggal 20 Februari 1957 dengan nama PT Astra International Incorporated. Berdasarkan anggaran dasar perusahaan ASII bergerak dalam bidang perdagangan umum, perindustrian, jasa pertambangan, pengangkutan, pertanian, pembangunan, dan jasa konsultasi. Ruang lingkup kegiatan utama entitas anak meliputi perakitan dan penyaluran mobil, sepeda motor berikut suku cadangannya, penjualan dan penyewaan alat berat, pertambangan dan jasa terkait, pengembangan perkebunan, jasa keuangan, infrastruktur dan teknologi informasi. Pemegang saham terbesar Astra International Tbk adalah Jardine Cycle & Carriage Ltd (50,11%), perusahaan yang didirikan di Singapura.

4. Astra Otoparts Tbk (AUTO)

PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) didirikan pada tanggal 20 September 1991.

Perusahaan memulai usaha komersialnya pada tahun 1991. Berdasarkan anggaran dasar perseroan, ruang lingkup kegiatan Perseroan terutama bergerak dalam perdagangan suku cadang otomotif, baik lokal maupun ekspor dan manufaktur dalam bidang industry logam, plastik dan suku cadang otomotif. Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Astra Otoparts Tbk adalah Astra International Tbk (ASII) (80,00%).

5. Sepatu Bata Tbk (BATA)

PT Sepatu Bata Tbk. (“Perusahaan”) didirikan di Indonesia pada tanggal 15 Oktober 1931. Perusahaan bergerak di bidang usaha memproduksi sepatu

kulit, sepatu dari kain, sepatu santai dan olah raga, sandal serta sepatu khusus untuk industri, dan impor dan distribusi sepatu. Perusahaan juga aktif melakukan ekspor sepatu. Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Sepatu Bata Tbk, antara lain: Bafin (Nederland) B.V. (Induk usaha) (82,01%) dan BP2S Singapore (5,09%).

6. Indo Kordsa Tbk (BRAM)

Indo Kordsa Tbk (BRAM) didirikan pada tanggal 8 Juli 1981 dengan nama PT Branta Mulia sebagai perusahaan pemasok utama bahan penguat ban premium di kawasan Asia Tenggara. Perusahaan bergerak dibidang usaha memproduksi kain ban, benang nylon dan polyester, benang serat industri/benang filament buatan.

7. Delta Djakarta Tbk (DLTA)

Pabrik “Anker Bir” didirikan pada tahun 1932 dibawah nama Archipel Brouwerij. Perusahaan berganti nama NV De Oranje Brouwerij ketika dibawah perusahaan Belanda. Perusahaan memakai nama PT Delta Djakarta pada tahun 1970. Perusahaan memulai operasi komersial pada tahun 1933.

Berdasarkan anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan yaitu terutama untuk memproduksi dan menjual bir pilsener dan bir hitam dengan merek Anker, Carlsberg, San Miguel, San Mig Light, Cerveza Negra dan Kuda Putih. Beberapa produk Perusahaan dan merek label khusus lainnya diekspor ke beberapa Negara lain. Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Delta Djakarta Tbk, antara lain: San Miguel Malaysia (L) Pte.

Ltd (pengendali) (58,33%) dan Pemda DKI Jakarta (23,34%).

59

8. Darya-Varia Labotaria Tbk (DVLA)

PT Darya-Varia Laboratoria Tbk adalah perusahaan farmasi yang telah lama berdiri di Indonesia, beroperasi sejak tahun 1976. Setelah menjadi perusahaan terbuka pada tahun 1994, Perseroan mengakuisisi PT Pradja Pharin (Prafa) di tahun 1995, dan terus mengembangkan berbagai produk Obat Resep dan Consumer Health. Pada Juli 2014, Darya-Varia bergabung (merger) dengan Prafa. Berdasarkan anggaran dasar Perusahaan bergerak dalam bidang:

industri dan perdagangan obat-obatan, obat tradisional, bahan baku untuk obat-obatan, alat kesehatan, kosmetika dan produk perawatan kesehatan; serta jasa laboratorium, validasi fasilitas, klinik dan rumah sakit. Saat ini, perusahaan aktif menjalankan bidang usaha manufaktur dan perdagangan produk-produk farmasi dan kosmetik. 92,13% saham Darya-Varia dimiliki oleh Blue Sphere Singapore Pte. Ltd. (BSSPL), afiliasi dari United Laboratories, Inc. (Unilab).

9. HM Sampoerna Tbk (HMSP)

PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (”Perusahaan”) didirikan di Indonesia pada tanggal 19 Oktober 1963. Kegiatan produksi rokok secara komersial telah dimulai pada tahun 1913 di Surabaya sebagai industri rumah tangga.

Pada tahun 1930, industri rumah tangga ini diresmikan dengan dibentuknya NVBM Handel Maatschapij Sampoerna. Berdasarkan anggaran dasar Perusahaan ruang lingkup kegiatan perusahaan meliputi manufaktur dan perdagangan rokok serta investasi saham pada perusahaan-perusahaan lain.

Induk usaha HM Sampoerna adalah PT Philip Morris Indonesia (menguasai

92,50% saham HMSP).

10. Sumi Indo Kabel Tbk (IKBI)

Sumi Indo Kabel Tbk (dahulu PT IKI Indah Kabel Indonesia) (IKBI) didirikan tanggal 23 Juli 1981 dengan nama PT Industri Kawat Indonesia dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1981. Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan IKBI adalah memproduksi konduktor, kabel listrik, kabel kontrol dan kabel telekomunikasi konduktor tembaga & kabel serat optik. Hasil produksi IKBI dipasarkan di pasar lokal dan ekspor, dengan proporsi antara penjualan lokal dan ekspor masing-masing sebesar 33% dan 67%. Induk usaha dan induk usaha terakhir Sumi Indo Kabel Tbk adalah Sumitomo Electric Industries Ltd.

(menguasai 93,06% saham IKBI), Jepang.

11. Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (Perusahaan) didirikan di Republik Indonesia pada tanggal 2 September 2009. Perusahaan merupakan hasil pengalihan kegiatan usaha Divisi Mi Instan dan Divisi Bumbu Penyedap PT Indofood Sukses Makmur Tbk (ISM), pemegang saham pengendali Perusahaan, dan mulai melakukan kegiatan usahanya sejak tanggal 1 Oktober 2009. Berdasarkan anggaran dasar perusahaan, ruang lingkup kegiatan perusahaan terdiri dari produksi mi dan bumbu penyedap, produk makanan kuliner, biskuit, makanan ringan, nutrisi dan makanan khusus, minuman nonalkohol, kemasan, perdagangan, transportasi, pergudangan dan pendinginan, jasa manajemen serta penelitian dan pengembangan. Induk

61

usaha dari Indofood Sukses Makmur Tbk adalah CA Holding Limited (memiliki 50,07% saham INDF), Seychelles, sedangkan induk usaha terakhir dari Indofood Sukses Makmur Tbk adalah First Pacific Company Limited (FP), Hong Kong.

12. Indorama Synthetics Tbk (INDR)

Indo-Rama Synthetics Tbk (INDR) didirikan tanggal 03 April 1974 dalam rangka Penanaman Modal Asing ‘PMA” dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1976.PT. Indo-Rama Synthetics Tbk (INDR) bergerak dalam bidang pembuatan benang pintal dan campuran, benang filamen poliester (termasuk benang mikrofilamen), serat stapel poliester, pet resin, textile grade chips dan kain poliester (abu-abu dan finished), memperoleh investasi barang tertentu, dan pembangkit listrik untuk penggunaan tawanan. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1976.

13. Indocement Tunggal Prakas Tbk (INTP)

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) didirikan tanggal 16 Januari 1985 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1985.

Berdasarkan anggaran dasar perusahaan, ruang lingkup kegiatan INTP antara lain pabrikasi semen dan bahan-bahan bangunan, pertambangan, konstruksi dan perdagangan. Saat ini, kelompok usaha INTP bergerak dalam beberapa bidang usaha yang meliputi pabrikasi dan penjualan semen (sebagai usaha inti) dan beton siap pakai, serta tambang agregat dan trass. Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, yaitu:

Brichwood Omnia Limited, Inggris (induk usaha) (51,00%).

14. Indopoly Swakarsa Industry Tbk (IPOL)

Indopoly Swakarsa Industry Tbk (IPOL) mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1996. PT. Indopoly Swakarsa Industry Tbk (IPOL) bergerak dalam industri lembaran plastik dan perdagangan dan impor. Produk perusahaan didistribusikan untuk keperluan lokal dan ekspor. PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk. merupakan perusahaan yang bergerakdalam dalam industri flexible-packaging. Perusahaan ini memiliki dua perusahaan anak di Cina: Yunnan Kunlene Film Industries Co. Ltd.(YKFI), yang berlokasi di Kunming dan Suzhou Kunlene Film Industries Co. Ltd. (SKFI), yang berlokasi di Suzhou. Pemegang saham yang memilik 5% atau lebih saham Indopoly Swakarsa Industry Tbk, yaitu: Jefflyne Golden Holdings Pte Ltd (54%). PT Supernova Flexible Packaging (28,34%), Noble Ox International (23,15%), Public (18,97 %)

15. Jembo Cable Company Tbk (JECC)

PT Jembo Cable Company Tbk (Perusahaan) didirikan pada tanggal 17 April 1973. Kegiatan usaha komersial Perusahaan dimulai sejak tahun 1974.

Berdasarkan anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan perusahaan adalah bergerak dalam bidang usaha industri kabel listrik dan telekomunikasi. Pemegang saham yang memilik 5% atau lebih saham Jembo Cable Company Tbk, yaitu: PT Monaspermata Persada (pengendali) (52,57%), PT Indolife Pensiontama (17,58%), Fujikura Ltd (13,51%) dan Fujikura Asia Limited (6,49%).

63

16. Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) didirikan pada tanggal 18 Januari 1971. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada bulan Januari 1971.

Berdasarkan anggaran dasar perusahaan ruang lingkup kegiatan perusahaan meliputi bidang Pengolahan segala macam bahan untuk pembuatan/produksi bahan makanan hewan, kopra dan bahan lain yang mengandung minyak nabati, gaplek dan lain-lain; Mengusahakan pembibitan, peternakan ayam dan usaha peternakan lainnya, meliputi budi daya seluruh jenis peternakan, perunggasan, perikanan dan usaha lain yang terkait, dan menjalankan perdagangan dalam negeri dan internasional dari bahan tersebut serta hasil produksi tersebut di atas. Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Japfa Comfeed Indonesia Tbk, yaitu: Japfa Holding Pte. Ltd. (dahulu Malvolia Pte. Ltd.) (induk usaha) (51,00%), perusahaan yang berkedudukan di Singapura dan KKR Jade Investments Pte. Ltd. (11,98%).

17. KMI Wire & Cable Tbk (KBLI)

PT KMI Wire and Cable Tbk (KBLI) didirikan pada tanggal 19 Januari 1972.

Perusahaan mulai berproduksi secara komersial pada tahun 1974.

Berdasarkan anggaran dasar perusahaan, ruang lingkup kegiatan perusahaan terutama meliputi bidang pembuatan kabel dan kawat aluminium dan tembaga serta bahan baku lainnya untuk listrik, elektronika, telekomunikasi, baik yang terbungkus maupun tidak terbungkus, beserta seluruh komponen, suku cadang, aksesori yang terkait dan perlengkapan-perlengkapannya, termasuk teknik rekayasa dan instalasi kabel. Pemegang saham yang

memiliki 5% atau lebih saham KMI Wire and Cable Tbk, antara lain:

Denham Pte. Ltd (48,83%) dan BP2S SG S/A BNP Paribas Singapore Branch (dahulu BNP Paribas Wealth Management Singapore) (8,69%).

18. Lion Metal Works Tbk (LION)

PT Lion Metal Works (LION) didirikan pada tanggal 16 Agustus 1972.

Berdasarkan anggaran dasar perseroan, lingkup kegiatan Perseroan meliputi industri peralatan kantor dan pabrikasi lainnya dari logam. Saat ini, kegiatan utama Perseroan adalah memproduksi peralatan kantor, peralatan gudang, bahan bangunan dan konstruksi dan pabrikasi lainnya dari logam seperti lemari arsip (filing cabinet), lemari penyimpan; pintu besi; perlengkapan gudang, seperti rak tingkat dan pallet; penyangga kabel (cable ladder) dan lainnya. Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Lion Metal Works Tbk, yaitu: Lion Holdings Pte. Ltd., Singapura (28,85%) dan Lion Holdings Sdn. Bhd., Kuala Lumpur (28,85%).

19. Lionmesh Prima Tbk (LMSH)

PT. Lionmesh Prima Tbk (LMSH) mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1984. PT. Lionmesh Prima Tbk (LMSH) bergerak di bidang manufaktur weld mesh, kabel baja, batang kawat baja, fabrikasi baja dan produk terkait lainnya. Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Public (41,14%), Lion Holdings Pte. Ltd., Singapura (25,55%), Trinidad Investment Pte. Ltd., Singapura (6,67 %).

20. Merck Tbk (MERK)

PT Merck Tbk (MERK) didirikan pada tanggal 14 Oktober 1970. Produksi

65

komersial dimulai pada tahun 1974. Perseroan bergerak dalam bidang industri farmasi dan perdagangan. Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Merck Tbk, antara lain: Merck Holding GmbH, Jerman (pengendali) (73,99%) dan Emedia Export company mbH, Jerman (12,66%).

21. Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI)

Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) perseroan didirikan pada tanggal 3 Juni 1929. Berdasarkan anggaran dasar, Perseroan beroperasi dalam industri bir dan minuman lainnya. Untuk mencapai tujuan usahanya, Perseroan dapat melakukan aktivitas-aktivitas sebagai berikut: Produksi bir dan minuman lainnya dan produk-produk lain yang relevan, Pemasaran produk-produk tersebut di atas, pada pasar lokal dan internasional, Impor atas bahan-bahan promosi yang relevan dengan produk-produk di atas. Pemegang saham yang memiliki 5 % atau lebih saham Multi Bintang Indonesia Tbk adalah Heineken International BV (pengendali) (81,78%).

22. Pelangi Indah Caninda Tbk (PICO)

Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO) mulai mengembangkan usahanya di Indonesia pada tahun 1983 sebagai produsen pail can dan general can dalam berabagai ukuran. Tahun 1990 Pelangi Indah Canindo mengembangkan produk steel drum untuk kebutuhan industri. Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO) bergerak dalam bidang produsen kemasan logam di Indonesia dengan berbagai macam produk mulai dari drum baja, tangki LPG, pail can, kaleng makanan dan kaleng umum meliputi industri dan pasar konsumen. Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Pelangi Indah Caninda Tbk

(PICO) adalah Hammond Holdings Limited (48,01%), PT Citrajaya Perkasa mulia (40,30%), dan PT Saranamulia Mahardika (5,07%).

23. Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY)

PT Ricky Putra Globalindo Tbk (Entitas) didirikan pada tanggal 22 Desember 1987. Entitas mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 1988.

Berdasarkan anggaran dasar perusahaan, ruang lingkup kegiatan bergerak dalam bidang industri pembuatan pakaian dalam dan pakaian jadi (fashion wear ).Hasil produksi Entitas dipasarkan di dalam dan di luar negeri.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Ricky Putra Globalindo Tbk, antara lain: Spanola Holding Ltd (pengendali) (19,48%), PT Ricky Utama Raya (15,46%) dan Denzin International Ltd (13,10%).

24. Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI)

PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) didirikan pada tanggal 8 Maret 1995. Berdasarkan anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup usaha utama Perusahaan yang sedang dijalankan adalah di bidang pabrikasi, penjualan dan distribusi roti. Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Nippon Indosari Corpindo Tbk, antara lain: Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) (31,50%), Bonlight Investments., Ltd (25,03%) dan Pasco Shikishima Corporation (8,50%).

25. Sekar Bumi Tbk (SKBM)

PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) didirikan pada tanggal 12 April 1973. PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) mulai melakukan kegiatan usaha secara komersial pada tahun 1974. Berdasarkan anggaran dasar Entitas, maksud dan tujuan kegiatan

67

Entitas adalah dalam bidang industry perdagangan, perikanan, perkebunan, pembangunan, usaha pengolahan hasil perikanan laut dan darat, hasil bumi dan peternakan. Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Sekar Bumi Tbk, yaitu: TAEL Two Partners Ltd. (32,14%), PT Multi Karya Sejati (pengendali) (9,84%), Berlutti Finance Limited (9,60%), Sapphira Corporation Ltd (9,39%), Arrowman Ltd. (8,47%), Malvina Investment (6,89%) dan BNI Divisi Penyelamatan & Penyelesaian Kredit Korporasi (6,14%).

26. Sekar Laut Tbk (SKLT)

PT Sekar Laut Tbk (SKLT) didirikan pada tanggal 19 Juli 1976. PT Sekar Laut Tbk (SKLT) bergerak dalam bidang industry pembuatan kerupuk, saostomat, sambal dan bumbu masak serta menjual produknya di dalam negeri maupun diluar negeri. Entitas dikontrol oleh Sekar Group. Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Sekar Laut Tbk, antara lain:

Omnistar Investment Holding Limited (26,78%), PT Alamiah Sari (pengendali) (26,16%), Malvina Investment Limited (17,22%), Shadforth Agents Limited (13,39%) dan Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) QQ KP2LN Jakarta III (12,54%).

27. Mandom Indonesia Tbk (TCID)

PT. Mandom Indonesia Tbk (TCID) didirikan pada tanggal 5 November 1969. Berdasarkan anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan usaha utama Perusahaan meliputi produksi dan perdagangan kosmetika, wangi-wangian, bahan pembersih dan kemasan plastik termasuk bahan baku, mesin dan alat produksi untuk produksi dan kegiatan usaha penunjang adalah

perdagangan impor produk kosmetika, wangi-wangian, bahan pembersih.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Mandom Indonesia Tbk, antara lain: Mandon Corporation, Jepang (60,84%) dan PT Asia Jaya Paramita (11,32%).

28. Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO)

PT Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO) didirikan tanggal 11 Juli 1977.

Perusahaan memulai kegiatan komersialnya sejak Februari 1979. Berdasarkan anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan perusahaan meliputi kegiatan untuk memproduksi dan menjual produk saniter, fitting dan peralatan sistem dapur serta kegiatan-kegiatan lain yang berkaitan dengan produk tersebut. Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Surya Toto Indonesia Tbk, yaitu: Toto Limited, Jepang (37,90%), PT Multifortuna Asindo (29,46%) (induk usaha, adapun induk usaha terakhir adalah PT Marindo Inticor) dan PT Suryaparamitra Abadi (25,00%).

29. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA)

PT. Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) didirikan pada tahun 1984. PT.

Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) adalah pemasok produk petrokimia ke berbagai industri manufaktur Indonesia. Perusahaan memproduksi produk dan resin termasuk Monomer, Polyethylene, dan Polypropylene. Chandra Asri termasuk dalam kelompok perusahaan yang dimiliki oleh Barito Pacific.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk adalah: PT. Barito Pacific Tbk - BRPT (41,51%) dan SCG Chemicals Co Ltd (30,57%).

69

30. Nusantara Inti Corpora Tbk (UNIT)

Nusantara Inti Corpora Tbk (dahulu bernama United Capital Indonesia Tbk) (UNIT) didirikan tanggal 30 Mei 1988 dengan nama PT Aneka Keloladana dan mulai beroperasi komersial pada tahun 1992. Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan usaha UNIT adalah menjalankan usaha dalam bidang perdagangan dan investasi. Kegiatan usaha yang dijalankan UNIT saat ini adalah melakukan kegiatan usaha dibidang perdagangan komoditas tekstil, dan juga melakukan investasi melalui anak usaha, yaitu PT Delta Nusantara dengan kegiatan usaha perdagangan tekstil dan industri pemintalan benang. Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Nusantara Inti Corpora Tbk, antara lain: Lenovo Worldwide Corporation (35,90%) dan Bloom International LTD (18,89%).

31. Unilever Indonesia Tbk (UNVR)

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) didirikan pada tanggal 05 Desember 1933 dengan nama Lever’s Zeepfabrieken N.V dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1933. Berdasarkan anggaran dasar perusahaan ruang lingkup kegiatan usaha UNVR meliputi bidang produksi, pemasaran, dan distribusi barang-barang konsumsi yang meliputi sabun, deterjen, margarine, makanan berinti susu, es krim, produk-produk kosmetik, minuman dengan bahan pokok the dan minuman sari buah. Induk usaha Unilever Indonesia adalah Unilever Indonesia Holding B.V. dengan persentase kepemilikan sebesar 84,99%, sedangkan induk usaha utama adalah Unilever N.V, Belanda.

Dalam dokumen SKRIPSI OLEH GITA SEPTIPERTIWI (Halaman 70-84)

Dokumen terkait