• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Perusahaan

Coca Cola

Coca Cola Bottling Indonesia memproduksi dan mendistribusikan produk berlisensi dari The Coca Cola Company, diantaranya Coca Cola, Sprite, Fanta dan Frestea. Coca Cola Bottling Indonesia merupakan nama merek dagang yang terdiri dari perusahaan patungan (joint venture) antara perusahaan-perusahaan lokal yang dimiliki oleh pengusaha-pengusahan independen dan Coca Cola Amatil Limited, yang merupakan salah satu produsen dan distributor terbesar produk-produk Coca Cola di dunia.

Coca Cola Amatil pertama kali berinvestasi di Indonesia pada tahun 1992. Mitra usaha Coca Cola saat ini merupakan pengusaha Indonesia yang juga adalah mitra usaha saat perusahaan ini memulai kegiatan usahanya di Indonesia. Produksi merupakan merek minuman ringan terpopuler dan paling laris dalam sejarah hingga saat ini. Diciptakan pertama kalinya di Atlanta, Georgia oleh Dr. John S. Pemberton, pertama kali produk ini diperkenalkan sebagai minuman fountain dengan mencampurkan sirup rasa Cola dan air berkarbonasi. Coca Cola pertama kali terdaftar sebagai merek dagang tahun 1887 dan pada tahun 1895. Produk ini telah beredar di seluruh wilayah di AS dan kini Coca Cola telah tersedia di seluruh dunia. Salah satu produsen dan distributor minuman ringan ini di Indonesia adalah Coca Cola Bottling Indonesia (CCBI).

pertama kali Coca Cola di Indonesia dimulai pada tahun 1932 di satu pabrik yang berlokasi di Jakarta. Produksi tahunan Coca Cola pada saat itu hanya sekitar 10.000 krat.

Pada tahun 1932 tersebut perusahaan mempekerjakan 25 karyawan dan mengoperasikan tiga buah kenderaan truk distribusi. Sejak saat itu hingga tahun 1980-an, berdiri 11 perusahaan independen di seluruh Indonesia guna memproduksi dan mendistribusikan produk-produk The Coca Cola Company. Pada awal tahun 1990-an, beberapa diantara perusahaan-perusahaan tersebut mulai bergabung menjadi satu. Tepat pada tanggal 1 Januari 2000 sepuluh dari perusahaan-perusahaan tersebut tergabung dalam perusahaan yang kini dikenal sebagai Coca Cola Bottling Indonesia. Saat ini dengan jumlah karyawan sekitar 10.000 orang, jutaan krat produk Coca Cola didistribusikan dan dijual melalui lebih dari 400.000 gerai eceran yang tersebar di seluruh Indonesia.

4.1.2. Tujuan Perusahaan

Tujuan perusahaan PT. Coca Cola Bottling Indonesia adalah menciptakan outlet ideal di seluruh Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut, perusahaan merencanakan dengan matang dan meninjau ulang seluruh aspek dan peluang penjualan yang tersedia bagi setiap pelanggan. Kemudian menawarkan langkah-langkah korektif bagi para pelanggan dan secara bersama-sama menerapkan program-program perbaikan yang sesuai dengan standar perusahaan.

4.1.3. Struktur Organisasi Perusahaan.

Struktur organisasi perusahaan adalah suatu pola yang memperlihatkan hubungan antara fungsi jabatan dan aktivitas dalam suatu organisasi. Dengan

adanya struktur organisasi yang ada dalam perusahaan, maka dapat diperoleh suatu gambaran tentang pimpinan perusahaan baik secara vertikal maupun horizontal mengadakan suatu hubungan kerja di dalam pembagian tugas dan wewenang kepada bawahannya, serta tanggung jawab terhadap pelaksanaan tugas-tugas yang telah ditentukan dan diberikan sesuai dengan jabatan masing-masing.

Struktur organisasi PT. Coca Cola Bottling Indonesia berbentuk garis dan staff. Secara garis besar dibawah ini akan diuraikan mengenai tugas dan wewenang dari setiap bagan organisasi perusahaan:

1. General Manajer (GM)

a) Wewenang

Menetapkan kebijakan strategis perusahaan sebagaimana dituangkan dalam rencana jangka panjang, rencana kerja, anggaran perusahaan dan rencana operasional lainnya.

b) Tugas

1) Merencanakan, membina dan mengembangkan efektivitas dan efisiensi organisasi perusahaan sesuai dengan kebutuhan.

2) Memelihara dan mengelola kekayaan perusahaan berdasarkan prinsip, peraturan dan ketentuan yang berlaku.

2. Secretary (Sekretaris)

a) Wewenang

Bertanggung jawab atas penyusunan dan peraturan agenda kerja General Manager.

b) Tugas

Mencatat dan menyampaikan data-data perusahaan kepada General Manager, baik yang berhubungan dengan administrasi maupun surat-surat penting perusahaan.

3. Technical Operation Manager (TOM)

a) Wewenang

Membimbing dan mengawasi para kepala bagian yang menjadi bawahannya.

b) Tugas

1) Bertanggung jawab atas kegiatan produksi secara keseluruhan. 2) Mengatur keseimbangan antara investasi dan produksi.

3) Melaksanakan instruksi General Manager.

4. Human Resources Manager (HRM)

a) Wewenang

Bertanggung jawab atas barang-barang (inventaris) perusahaan. b) Tugas

1) Bertanggung jawab tentang penyediaan tenaga kerja, pengembangan karir dan kesejahteraan karyawan

2) Bertanggung jawab terhadap terlaksananya tertib administrasi yang menyangkut surat-surat atau dokumentasi perusahaan.

5. Finance Manager (FM)

a) Wewenang

b) Tugas

1) Mengkoordinir tugas-tugas karyawan

2) Melaksanakan tertib administrasi yang berhubungan dengan sistem dan prosedur akuntansi.

6. General Sales Manager (GSM)

a) Wewenang

Mengkoordinir serta bertanggung jawab atas seluruh kegiatan pemasaran, promosi dan pengelolaan pasar (baik ke pengecer maupun ke konsumen) dan warehouse yang ada.

b) Tugas

Merumuskan serta menetapkan kebijakan strategis dan operasional bagian pemasaran sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

7. Information System Manager (ISM)

a) Wewenang

Memastikan setiap informasi yang dibutuhkan perusahaan. b) Tugas

Menyediakan informasi kepada semua unit kerja.

8. Public Relation Manager (PRM)

a) Wewenang

Membela produk yang menghadapi masalah publik. b) Tugas

1) Membantu peluncuran produk baru.

3) Mempengaruhi kelompok sasaran tertentu. 4.1.4. Karakteristik Produk

Coca Cola Bottling Indonesia sangat mementingkan kualitas atas produknya. Kualitas menjadi sebuah keutamaan dalam setiap tindakan. Semua fungsi dan jajaran organisasi, mulai dari produksi, pemasaran, distribusi, keuangan, serta layanan pelanggan bekerja keras untuk mengembangkan praktek-praktek yang terbaik di industri minuman.

Salah satu yang dilakukan oleh Coca Cola Bottling Indonesia untuk menjaga agar mutu minuman yang dihasilkan sesuai dengan standar adalah dengan menerapkan pengawasan yang cukup ketat dalam hal proses produksi. Pemberian kode-kode pada setiap produk merupakan bagian terpenting dari keseluruhan proses. Dengan kode-kode itu perusahaan menjaga agar pelanggan mendapatkan minuman dalam rasa yang terbaik. Setiap kode menunjukkan keterangan-keterangan tertentu tentang produk tersebut. Ada kode yang menunjukkan keterangan tentang produk tersebut, ada juga kode yang lebih rumit, terdiri atas huruf dan angka yang menunjukkan hari, bulan, shift, dan pabrik tempat minuman tersebut diproduksi. Ada lagi yang tidak tampak pada kemasan karena tinta yang digunakan hanya dapat dibaca dengan teknologi khusus.

Coca Cola Bottling Indonesia juga memiliki The Coca Cola Quality System Consumer Response Teams. The Coca Cola Quality System merupakan landasan kebijakan perusahaan terhadap pengawasan mutu yang memotivasi untuk bertindak memenuhi dan bahkan melampaui berbagai standar kualitas, baik

itu merupakan standar internasional maupun standar yang ditetapkan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku di industri makanan dan minuman.

Consumer Response Teams merupakan sarana untuk menampung setiap masukan yang disampaikan oleh para konsumen dan pelanggan, yang kemudian meneruskan masukan tersebut kepada pihak-pihak yang tepat didalam perusahaan untuk menjamin bahwa standar kualitas tetap terjaga.

Berikut jenis dan ukuran kemasan dari produk Coca Cola.

1. Kemasan Botol 2. Kemasan Kaleng

193 ml 295 ml 1000 ml 250 ml 330 ml 3. Kemasan Botol Plastik

500 ml 1500 ml

Gambar 4.1 Kemasan Produk Coca Cola

Pada Tabel 4.1 dapat dilihat komposisi yang ada pada produk Coca Cola. Tabel 4.1

Komposisi Coca Cola Takaran Saji : 200 ml

Jumlah saji per kemasan : 1 Bottle

Jumlah per Saji :

Energi : 84 kkal

Lemak total : 0 g (% Daily Value*) Karbohidrat Total : 22 g (% Daily Value*)

Gula : 22 g

Protein : 0 g (% Daily Value*) Natrium : 10 mg (% Daily Value*)

Sumber :

Khusus untuk iklan TV, Coca Cola telah menyabet beberapa penghargaan. Pada tahun 2004 yang lalu iklan Coca Cola versi “Kabayan” dinobatkan sebagai iklan paling efektif menurut TV Ad Monitor MRI. Selain itu iklan Coca Cola versi “Mudik” yang juga dibintangi oleh Jamie Aditya, mantan Video Jockey (VJ) MTV, memperoleh penghargaan sebagai iklan paling efektif pada tahun 2005 menurut TV Ad Monitor MRI.

Berikut beberapa versi dari iklan Coca Cola yang tayang di televisi sampai dengan Oktober 2010.

Iklan TV Versi Iklan TV Versi Iklan TV Versi “Tahun Baru” “Happiness Factory” “ Semangat

Baru”

Iklan TV Versi Iklan TV Versi “Kulit Hitam” “Coke Ramadhan”

Gambar 4.2 Iklan Coca Cola di Televisi

Sumber : 4.1.5. Kepedulian Coca Cola Terhadap Lingkungan

Bisnis Coca Cola Bottling Indonesia tak lain adalah menghadirkan saat-saat menyegarkan yang unik dan memuaskan konsumen. Coca Cola Bottling Indonesia sangat terpacu untuk melahirkan semangat serupa terhadap usaha-usaha yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan, kesehatan dan kesempatan kerja. Ini berarti, usaha berkesinambungan untuk menggali cara-cara baru dan lebih baik untuk meningkatkan kinerja perusahaan khususnya pada bidang-bidang tersebut.

Coca Cola Bottling Indonesia sebelum membuang limbahnya ke sungai terlebih dahulu mengolah limbah tersebut sehingga tidak merusak biota sungai. Coca Cola Bottling Indonesia menyadari bahwa masalah yang berkaitan dengan lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja senantiasa mengalami perubahan sejalan dengan pengertian perusahaan terhadap masalah-masalah tersebut yang juga berkembang dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, Coca Cola Bottling Indonesia mengembangkan suatu sistem komprehensif yang mengacu pada standar internasional, termasuk di dalamnya ISO 14001, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Semua pabrik melaksanakan audit secara berkala dan menjalankan praktek-praktek terbaik di bidang perlindungan lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja mulai dari pengelolaan dan pemanfaatan kembali limbah produksi hingga berbagai program kesehatan dan keselamatan kerja. Tanggung jawab tersebut meliputi komitmen dalam menjalankan usaha dengan cara-cara yang menjaga

kelestarian lingkungan dan menunjang kesehatan dan keselamatan kerja karyawan-karyawan perusahaan di tempat kerja.

Dokumen terkait