• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

4.1. Gambaran Umum Perusahaan

PT. Socfindo didirikan pada tahun 1930 dengan nama Socfindo Medan SA (Societe Financiere Des Caoutchoucs Medan Societe Anonyme). Perusahaan ini didirikan berdasarkan Akte Notaris William Leo No. 45 tanggal 07 Desember 1930 dan merupakan perusahaan yang mengelola perusahaan perkebunan di daerah Sumatera Utara, Aceh Barat dan Aceh Timur.

Pada tahun 1965 berdasarkan penetapan Presiden No. 06 Tahun 1965, Keputusan Presiden Kabinet Dwikora No. A/d/50/1965, Instruksi Menteri Perkebunan No. 20/MPR/M.Perk/65 dan No. 29/Mtr/M.Perk/65. No. SK 100/M.Perk/1965 maka perkebunan yang dikelola perusahaan PT. Socfindo Medan SA berada dibawah pengawasan Pemerintah RI.

Pada tahun 1966 diadakan serah terima hak milik perusahaan oleh Pimpinan PT. Socfindo Medan SA kepada Pemerintah RI sesuai naskah serah terima pada tanggal 11 Januari 1960 No. 01/Dept/66 dan dasar penjualan perkebunan dan harta PT. Socfindo Medan SA tersebut.

Pada tanggal 29 April 1968 dicapai suatu persetujuan antara pemerintah RI (diwakili Menteri Perkebunan) dengan Plantation Nord Sumatera SA (pemilik saham PT. Socfindo SA) dengan tujuan mendirikan suatu perusahaan perkebunan Belgia dengan komposisi modal 40% dan 60%.

Pada tanggal 17 Juni 1968, Presiden (dengan Keputusan No. 68/Pres/6/1968 tanggal 13 Juni 1968) dan Menteri Pertanian (dengan Keputusan No. 94/Kpts/OP/6/1968 tanggal 13 Juni 1968) menyetujui terbentuknya perusahaan patungan antara Pemerintah RI dengan perusahaan Belgia.

Perusahaan patungan ini dinamai PT. Socfin Indonesia atau disingkat dengan PT. Socfindo. Pendirian perusahaan ini dikukuhkan dengan Akte Notaris Chairil Bahri di Jakarta pada tanggal 21 Juni 1968 dan Akte Perubahan tanggal 12 Mei 1968 No. 64 yang kemudian disahkan oleh Menteri Kehakiman RI dengan ketetapan No. J.A. 05/1202/1 tanggal 13 September 1969, lalu didaftarkan di Pengadilan Negeri Medan pada tanggal 17 September 1969 No. 68/69 Surat tanggal 31 Oktober 1969 diumumkan dalam tambahan Berita Negara RI No. 17.

Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami perubahan berdasarkan Akte No. 10 tanggal 03 September 2001 oleh Notaris Ny. R. Arie Soetardjo mengenai perubahan pemegang saham dengan komposisi modal menjadi 90% pengusaha Belgia dan 10% Pemerintah Indonesia.

Perkebunan PT. Socfin Indonesia yang berkantor di Jl. K.L. Yos Sudarso No. 106 Medan memiliki usaha perkebunan seluas lebih kurang 50.000 Ha yang berada di dua propinsi, yaitu :

1. Wilayah propinsi Sumatera Utara terdiri dari : Mata Pao, Bangun Bandar, Pusat Seleksi Bangun Bandar, Tanjung Maria, Tanah Besi, Lima Puluh, Tanah Gambus, Aek Loba, Padang Pulo, Aek Pamienke, Negeri Lama dan Halimbe.

2. Wilayah propinsi Aceh terdiri dari : Sei Liput/Medang Ara, Seunagan, Seumanyam dan Lae Butar.

4.1.2. Struktur Organisasi Perusahaan

PT. Socfin Indonesia merupakan sebuah perkebunan, dimana komoditi utamanya adalah kelapa sawit dan karet. Perusahaan ini dipimpin oleh seorang

Principal Director dan dibantu oleh General Manager.

Struktur organisasi perusahaan merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Struktur organisasi menggambarkan hubungan, wewenang dan tanggung jawab setiap tingkatan yang ada dalam organisasi tersebut untuk melaksanakan kegiatannya ke arah tercapainya tujuan perusahaan.

Struktur organisasi pada umumnya disusun dengan tujuan untuk mendapatkan sistem kerjasama yang baik antara pegawai perusahaan tersebut. Sedangkan manfaat yang dapat diperoleh dengan adanya struktur organisasi adalah :

1. Memperinci tugas masing-masing bagian sehingga tidak terjadi tumpang tindih dan penumpukan tugas di suatu bidang

2. Mempermudah pelaksanaan tugas atau pekerjaan 3. Mempermudah pengawasan oleh atasan

4. Mempermudah jalinan kerjasama untuk menyelesaikan pekerjaan seperti yang telah direncanakan.

PT. Socfindo terdiri dari beberapa departemen dan kebun-kebun yang tersebar di wilayah Sumatera Utara dan Aceh. Departemen-departemen tersebut adalah :

1. General Departement (Bahagian Umum) 2. Finance Departement (Bahagian Perbelanjaan) 3. Purchase Departement (Bahagian Pembelian)

4. Agriculture Departement (Bahagian Tanaman) 5. Technic/Technology Departement (Bahagian Tehnik) 6. Sales Departement (Bahagian Penjualan)

7. IT Departement (Bahagian Informasi Teknologi)

Untuk lebih jelasnya, kedudukan tugas dan fungsi dapat dilihat dari struktur organisasi PT. Socfindo Medan seperti yang terlampir pada bagian lampiran di halaman belakang. Adapun pembagian tugas dan tanggung jawab pada PT. Socfindo Medan adalah sebagai berikut :

1. Principal Director

a. Memimpin dan mengurus perusahaan

b. Mewakili perusahaan baik ke luar maupun ke dalam

c. Bertanggung jawab atas seluruh keputusan dan ketetapan-ketetapan dalam kebijakan perusahaan

2. General Manager

a. Mewakili Principal Director

b. Mengkoordinir seluruh kegiatan perusahaan 3. Estate Advisor

Memberikan pendapat, atau saran langsung kepada Principal Director

4. General Departement (Bahagian Umum)

Dipimpin oleh seorang Kepala Bahagian yang bertanggung jawab langsung kepada Direksi dengan kegiatan sebagai berikut :

a. Urusan Law dan Agrarian Affair

2. Mengurus masalah hukum, peraturan yang berhubungan dengan kegiatan PT. Socfindo

3. Menangani masalah keuangan yang timbul serta mengatur penjagaan asset perusahaan.

b. Urusan Personil dan General Accounting

1. Menangani masalah kepegawaian

2. Menghitung dan mengontrol biaya umum

3. Membuat daftar gaji dan budget

c. Urusan General Affair dan HRD 1. Menangani masalah umum

2. Membuat daftar dan perincian bangunan rumah staff dan karyawan kantor besar Medan

3. Menyusun anggaran perabot dan inventaris

4. Membuat daftar inventaris kebun dan kantor besar d. Urusan ISO

1. Menangani dokumentasi sistem manajemen mutu (ISO 9001), lingkungan (ISO 14001) dan K3 (OHSAS 18001)

2. Menangani aplikasi sistem manajemen mutu (ISO 9001), lingkungan (ISO 14001) dan K3 (OHSAS 18001).

e. Urusan Secretary Principal Director/General Manager/Advisor

1. Menyeleksi surat masuk/keluar termasuk Filling

2. Menyiapkan laporan kunjungan Principal Director/General Manager/Advisor

3. Menyiapkan data, laporan untuk komisaris

4. Menyiapkan data tender bahagian pembelian dan bahagian Teknik/Teknologi.

f. Urusan Liasion Office (Jakarta dan Banda Aceh)

1. Mengurus izin yang diperlukan perusahaan dari BPKM, Deptan, Deperindag dan Depkeu

2. Menyiapkan rapat komisaris

3. Mengurus seluruh keperluan dan kepentingan perusahaan di wilayah masing-masing

4. Mengantar dan menjemput tamu. 5. Agricultural Departement (Bahagian Tanaman)

Dipimpin oleh seorang Kepala Bahagian dan bertanggung jawab kepada Direksi dengan kegiatan sebagai berikut :

a. Urusan Agricultural

1. Membuat rekomendasi mengenai kultur teknis kelapa sawit dan karet 2. Mengecek dan mereview program pemupukan kelapa sawit dan karet yang

dibuat oleh staff urusan administrasi kelapa sawit dan karet

3. Mengecek dan mereview program sadap, stimulasi dan rencana klon serta panel deres yang dibuat oleh staff urusan administrasi karet

4. Mengambil contoh daun dan contoh LD

5. Mengecek dan mereview produksi karet dan kelapa sawit yang dibuat oleh staff produksi

b. Urusan Seed Marketing

1. Membuat budget produksi 2. Membuat laporan tahunan

3. Laporan statistik, komputerisasi perkebunan 4. Laporan produksi permintaan uang/tagihan 5. Pemakaian biaya bibit

6. Analisa biaya kapital.

c. Urusan Selection Oil Palm, Vegetatif, Propogation, Laboratorium (PSBB) 1. Memeriksa seluruh aspek panen kelapa sawit

2. Memeriksa seluruh aspek eksploitasi atau deresan, stimulasi semua kebun karet

3. Melaksanakan pengendalian hama penyakit kelapa sawit dan karet urusan CIRAD-CP PROJECT.

6. Technical/Technology Departement (Bahagian Teknik)

Dipimpin oleh seorang Kepala Bahagian yang bertanggung jawab langsung kepada Direksi dengan kegiatan sebagai berikut :

a. Urusan Plant, Building, Machinery and Processing Instalation Maintanance

1. Membuat desain, kalkulus dan mengawasi pekerjaan bangunan pabrik dan seluruh instansi

2. Memeriksa dan memberi petunjuk mengenai perawatan bangunan, instansi pabrik dan mesin pengolahan

3. Mengawasi jaringan listrik dan kapasitas listrik 4. Melakukan kunjungan rutin ke kebun-kebun

5. Mengawasi pesanan barang dan mengevaluasi biaya perawatan bangunan, instansi pabrik dan mesin

6. Memeriksa pengoperasian boiler, bejana uap dan mesin-mesin pengolahan 7. Memberikan petunjuk perawatan boiler, bejana uap dan mesin-mesin

pengolahan

8. Mengawasi perbaikan mesin-mesin dan instansi pabrik. b. Urusan Building dan Civil Work

1. Mempersiapkan gambar dan bestek pekerjaan bangunan dan mesin-mesin 2. Memeriksa dan mengawasi perbaikan/perawatan bangunan pabrik dan

perumahan

3. Mengevaluasi biaya pekerjaan sipil 4. Survey titi plat beton

5. Kunjungan rutin ke semua kebun. c. Urusan Administration

1. Menerima dan memeriksa surat masuk, faktur 2. Mempersiapkan surat tender, kontrak kerja

3. Membuat surat permintaan pembayaran serta memo dan lainnya

4. Memonitor biaya eksploitasi pengolahan pemeliharaan mesin dan alat transport

5. Mempersiapkan laporan tahunan

6. Mengkoordinir administrasi bahagian teknik dan teknologi. d. Urusan Processing FFB, Quality Control, 3RD Party

2. Mengawasi mutu TBS, MKS, IKS 3. Mengawasi air limbah

4. Membuat statistik pengolahan dan biaya pengolahan 5. Mengawasi kerugian semua proses produksi

6. Mengawasi ekstraksi.

e. Urusan Processing, Rubber Quality dan Influent Treatment

1. Mengawasi mutu produksi karet

2. Mengawasi serta menganalisa mutu air limbah pabrik karet

3. Memeriksa analisa pengolahan dan membuat statistik pengolahan karet 4. Memeriksa biaya pengolahan karet

5. Sertifikasi produksi karet 6. ISO 9001-2000.

f. Urusan Processing FRF, PKOF, Amdal, ISO, Transportasi Produksi 1. Mengawasi mutu produksi harian FRF, PKOF

2. Mengawasi pengangkutan semua produksi 3. Memonitor harga pembelian TBS pihak ketiga 4. Mengawasi, memeriksa mutu air limbah 5. Mengurus semua urusan amdal

6. ISO 9001-2000.

g. Urusan Transport dan Heavy Equipment Maintenance

1. Mengawasi pengangkutan semua produksi

3. Memberikan petunjuk perawatan pengoperasian alat transport dan alat-alat berat

4. Memeriksa biaya pengoperasian dan perbaikan alat transport dan alat-alat berat.

7. Sales Departement (Bahagian Penjualan)

Dipimpin oleh seorang Kepala Bahagian yang bertanggung jawab langsung kepada Direksi dengan kegiatan sebagai berikut :

a. Administration and Local Sales

1. Membuat anggaran dan realisasi penjualan dan penerimaan 2. Membuat dan memeriksa dokumen penjualan lokal

3. Membuat dan memeriksa laporan administrasi penjualan 4. Membuat faktur pajak penjualan lokal.

b. Export Oil

1. Membuat dan memeriksa dokumen export CPO dan turunannya 2. Pembayaran pajak export

3. Memeriksa rekening pengangkutan CPO dan turunannya 4. Memeriksa rekening PT. Socfindo.

c. Export Rubber/Seeds and Local Seeds

1. Membuat dan memeriksa dokumen export karet dan kecambah 2. Membuat dan memeriksa dokumen penjualan kecambah 3. Memeriksa rekening pengangkutan dan ekspedisi karet. d. Tank Instalasi Belawan

2. Membuat dan memeriksa laporan kegiatan TIB 3. Penyimpanan produksi karet di gudang TIB

4. Membuat dan memeriksa rekening penyimpanan produksi karet. 8. Finance Departement (Bahagian Perbelanjaan)

Dipimpin oleh seorang Kepala Bahagian yang bertanggung jawab langsung kepada Direksi dengan kegiatan sebagai berikut :

a. Urusan Head Office Accounting and Verification Accounting Section

1. Mempersiapkan slip jurnal untuk mutasi neraca dan laba rugi kebun-kebun

2. Mempersiapkan slip jurnal hutang-hutang staff, pegawai dan pensiunan 3. Memeriksa jurnal transaksi pembukuan kantor besar

4. Mempersiapkan financial result

5. Mempersiapkan daftar sisa hutang dan pemotongan hutang pegawai 6. Mempersiapkan laporan keuangan

7. Memeriksa laporan-laporan. b. Urusan Payment Verification Section

1. Koordinasi Payment Verification

2. Memeriksa kembali seluruh dokumen pengajuan pembayaran sesuai syarat-syarat pembayaran yang sah

3. Mempersiapkan pembayaran, baik gaji ataupun pembayaran kepada pihak ke-III melalui transfer Bank

c. Urusan Taxes/Jamsostek Section

1. Mempersiapkan SPT Masa PPh Pasal 21, 23, 24, PPN, PBDR, dan PBB 2. Memeriksa pencatatan pajak penghasilan (PPh) 21 pada general ledger

dan membandingkannya dengan jumlah yang telah disetor ke kantor pajak 3. Melaporkan semua pajak yang terhitung (PPh 21, 23, 25 dan 26)

4. Mempersiapkan SPOP PBB koordinasi dengan Bahagian Teknik dan Bahagian Tanaman

5. Memeriksa kebenaran pengkreditan faktur pajak masukan yang berasal dari Bahagian Pembelian dan Bahagian lainnya

6. Mempersiapkan rekonsiliasi PPN (bekerjasama dengan Bahagian Pembelian dan Bahagian Penjualan)

7. Memeriksa SPT Tahunan PPh 21 karyawan kebun-kebun sebelum Bahagian Penjualan dan Bahagian Pembelian

8. Membuat perincian Jamsostek terhutang untuk kantor besar. d. Urusan Estate Accounting Section

1. Memeriksa kembali seluruh nota-nota tata buku kebun-kebun yang dipersiapkan oleh Verificator

2. Memeriksa kembali statistik dan laporan sebagai berikut : a. Daftar Klasifikasi Biaya Ex-Factory

b. Realisasi pembelian TBS pihak ke-III c. Perincian biaya pengolahan MKS dan IKS d. Stock pupuk

3. Memeriksa kembali statistik dan laporan sebagai berikut : a. Permintaan uang bulanan

b. Produksi

c. Jurnal Cost Price

d. Estate Trial Balance

e. Perkiraan sementara kebun-kebun yang belum selesai f. Stock posisi

g. Persentase lembur

4. Membuat perbandingan realisasi biaya eksploitasi dengan anggaran biaya kebun-kebun sekaligus membuat analisanya (Cost Price Analysis)

5. Membuat daftar realisasi biaya dan anggaran per jenis produksi 6. Memeriksa tata buku kebun

7. Mempersiapkan dan memeriksa kembali pembukuan supplement

sebahagian kebun-kebun

8. Membuat analisa biaya anggaran kebun-kebun. 9. Purchase Departement (Bahagian Pembelian)

Dipimpin oleh seorang Kepala Bahagian yang bertanggung jawab langsung kepada Direksi dengan kegiatan sebagai berikut :

a. Urusan Import Purchase

1. Memeriksa seluruh proses import

2. Memeriksa permintaan uang dan pertanggungjawabannya 3. Melaksanakan proses import

5. Laporan bulanan import.

b. Urusan Local and Cash Purchasing

1. Memeriksa kontrak-kontrak pembelian barang lokal

2. Memeriksa pembayaran dan faktor-faktor pembelian lokal dan pembayaran kontan

3. Memeriksa jurnal-jurnal supplier 4. Membuat budget dan progress report

5. Rekonsiliasi stock gudang

6. Mengatur dan mengawasi pembelian dan pemakaian alat-alat kantor 7. Melakukan pembelian kontan

8. Membuat perbandingan harga

9. Rekonsiliasi purchase ledger dengan stock ledger.

c. Gudang Pusat (Central Godown) 1. Menerima barang dari supplier

2. Mengirim barang kebutuhan kebun

3. Menyimpan barang sebelum dikirim ke kebun 4. Membuat laporan stock

5. Mempersiapkan dokumen pembayaran supplier.

10. IT Departement

a. Mempersiapkan dan memelihara sistem komputerisasi yang terintegrasi (SAP Sistem untuk kantor besar dan Harvest IT Plus untuk kebun-kebun)

b. Mengadakan dan memelihara seluruh jaringan komputerisasi dan Hardwarenya

c. Memelihara dan menyimpan data-data perusahaan yang ada di server. 11. Internal Audit

Dipimpin oleh seorang Kepala Internal Audit dan bertanggung jawab langsung kepada Principal Director dengan kegiatan sebagai berikut :

a. Kepala Internal Audit

1. Menyusun Audit Plan dan anggaran 2. Membuat dan mereview program audit

3. Melakukan pemeriksaan di kantor besar Medan dan kebun 4. Membuat dan memeriksa Draft Audit Report

5. Memeriksa kertas kerja yang dibuat staff audit 6. Memonitor tindak lanjut

7. Mengkoordinir, mengevaluasi dan membina staff Internal Audit 8. Menentukan semua keputusan dari Internal Audit

b. Staff Internal Audit

1. Menyiapkan Draft pemeriksaan dan audit program 2. Melakukan pemeriksaan sesuai audit program 3. Menyusun kertas kerja pemeriksaan

4. Memonitor tindak lanjut hasil pemeriksaan. 4.1.3. Aktivitas Perusahaan

PT. Socfindo adalah perusahaan Joint Venture yang bergerak di bidang perkebunan dan sampai saat ini telah mengelola 17 perkebunan yang berlokasi di Sumatera Utara dan Aceh. Komoditi utama perusahaan ini adalah kelapa sawit dan karet, produk yang dihasilkan merupakan hasil produksi yang bersifat agraris dimana

sifatnya tidak bisa terlalu lama disimpan, jumlah produksinya tergantung pada alam, sifat permintaannya elastis, maka perusahaan selalu berusaha mencipatakan sistem penjualan yang efektif dan bersifat non spekulatif, dimana setiap produksi diusahakan dapat segera terjual agar diperoleh dana untuk keperluan operasional perusahaan ekspansi dan investasi.

Adapun produksi yang dihasilkan PT. Socfindo dari komoditinya dan lokasi perkebunannya adalah sebagai berikut :

1. Kelapa Sawit

Dari hasil pengolahan buah kelapa sawit akan diperoleh minyak sawit dalam bentuk :

a. CPO (Crude Palm Oil) atau disebut juga Minyak Kelapa Sawit (MKS)

CPO ini sebagian besar diolah sendiri dan 25% dijual secara lokal. CPO ini bila diproses di FRF (Fractination and Refining Factory) akan menjadi minyak yang siap pakai. Dari CPO ini dapat dihasilkan produksi turunan yaitu :

1. RBD Olein (Reffening Bleaching and Deodorized Olein)

RBD adalah minyak kelapa sawit kualitas tinggi yang diolah menjadi bahan baku minyak goreng. Dan saat ini produk tersebut terjual 100% secara lokal. 2. RBD Stearin

RBD Stearin juga diproses di FRF untuk menghasilkan bahan baku kosmetik dan lain-lain yang kualitasnya di bawah RBD Olein. 75% dari produk ini dijual secara ekspor dan sisanya dijual lokal.

3. Fatty Acid

Bahan ini diproses di FRF untuk menghasilkan bahan baku untuk pembuatan sabun mandi, sabun cuci dan kosmetik. Seluruh produk ini dijual secara lokal. b. Palm Kernel (Inti Kelapa Sawit)

Komoditi lainnya yang dapat dihasilkan dari buah kelapa sawit adalah inti kelapa sawit atau disebut juga palm kernel. Bila palm kernel diproses di PKOF (Palm Kernel Oil Factory) akan diperoleh turunannya yaitu :

1. PKO (Palm Kernel Oil)

PKO ini dijual secara lokal maupun ekspor. Dari PKO ini juga diperoleh produk turunan, yaitu :

a. CPKO, minyak goreng siap pakai b. RBD PKO, minyak mentah 2. Cake PKE (Palm Kernel Expeller)

Produk ini adalah ampas dari pemerasan. Palm kernel yang biasanya digunakan untuk makanan ternak dijual secara lokal.

Pengadaan minyak kelapa yang diusahakan perusahaan merupakan hasil dari perkebunan kelapa sawit yang diusahakan perusahaan yang tersebar di daerah Sumatera Utara dan Aceh.

2. Karet

Dari hasil pengolahan karet maka akan diperoleh komoditi : a. Ex Latex

Kedua komoditi ini diolah menjadi crumb rubber dengan berbagai mutu yang merupakan bahan baku untuk membuat ban dan lain-lain, dimana orientasi pasarnya adalah ke luar negeri.

4.1.4. PT. Socfindo Kebun Aek Pamienke

Perkebunan Aek Pamienke terletak di kecamatan Aek Natas, kabupaten Labuhan Batu Utara ± 235 Km dari Medan. Kegiatan kebun adalah Perkebunan Karet dan pabrik pengolahan karet di kebun Aek Pamienke yang merupakan satu unit perusahaan PT. Socfindo.

1. Detail Tata Ruang

Luas areal pemanfaatan lahan pada perkebunan Aek Pamienke adalah : a. Areal Karet : 3.984,40 Ha b. Emplasmen : 56,86 Ha c. Pembibitan : 1,09 Ha d. Reservasi : 152,89 Ha e. Rawa : - f. Dan lain-lain : 62,45 Ha 2. Tahap Pembangunan Fisik

a. Pembangunan Sarana Jalan

Untuk kemudahan dalam transportasi dan panen, maka pada areal kebun Aek Pamienke telah dibuat jalan kebun yang terdiri dari jalan utama, jalan produksi dan jalan kontrol.

b. Pembangunan Sarana Pendukung dan Pabrik

Pabrik crumb rubber dengan kapasitas 19 ton KK/hari. Sarana pendukung meliputi perumahan staff, kantor, perumahan karyawan, gudang, garasi dan bengkel. Sarana olah raga dan hiburan, sarana air bersih, bangunan sekolah, sarana pembangkit listrik, poliklinik dan rumah ibadah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.

c. Kebutuhan dan Mobilisasi Tenaga Kerja

Jumlah tenaga kerja yang terlibat pada kegiatan perkebunan dan pabrik pengolahan untuk kebun Aek Pamienke adalah sebanyak 970 orang laki-laki dan 250 orang perempuan.

3. Tahap Produksi a. Pembibitan

Pembibitan dilakukan di dalam kantong-kantong plastik yang berwarna hitam (polybag). Luas areal pembibitan 1 Ha. Biji dikecambahkan di persemaian, biji yang telah berkecambah dipindahkan ke polybag dengan jarak tanam 20x20 cm. Pemupukan dilakukan 1 bulan sekali dengan pupuk compound

yang diberikan di sekeliling batang dengan jarak 3-5 cm dari batang. Setelah bibit berumur 5 bulan, dilakukan okulasi. 4 minggu setelah okulasi dilakukan pemotongan dan setelah tumbuh ± 2 bulan bibit ditanam ke lapangan.

b. Penanaman

Setelah bibit polybag ± 2 bulan dipindahkan ke lapangan yang sebelumnya sudah ditanami dengan tanaman penutup tanah dari berbagai jenis

tanam 3x6,5m. Jenis klon yang digunakan adalah RRIC 100, PB 330, RRIM 921, PB 235, PB 260, PR 261 dan PB 217 yang dibibitkan di kebun PT. Socfindo.

c. Pemeliharaan Tanaman 1. Penyakit

Penyakit yang menyerang tanaman karet yang umum dijumpai adalah jamur akar putih (JAP).

2. Pemupukan

Pada tanaman yang menghasilkan, pupuk diberikan 1 kali setahun dengan cara menaburkan pupuk pada larikan berjarak kira-kira 1 m dari pangkal batang sepanjang barisan pohon. Pupuk yang diberikan adalah pupuk N (Urea), pupuk P (TSP), pupuk K (Kel) dan Kieserit.

d. Pemanenan

Penyadapan pohon karet dilakukan pada saat tanaman berumur ± 5 tahun. Lateks yang keluar dari kulit batang yang disadap ditampung pada mangkok plastik, kemudian setelah penuh dimasukkan ke dalam ember pengumpul dan dibawa ke tangki pengumpul.

e. Pengangkutan

Hasil penyadapan pohon karet yang telah dipanen diangkat ke pabrik dengan menggunakan truk dan whell tractor.

f. Proses Pengolahan Karet (Crumb rubber)

Crumb rubber dibuat dengan bahan baku lateks dan lump. Di dalam pabrik, lateks di encerkan dan seterusnya dikoagulasikan dengan larutan asam.

Koagulasi yang terbentuk dimasukkan ke dalam rotary cutter. Air limbah pabrik crumb rubber berasal dari sisa koagulasi lateks, air cucian pemotongan dan air cucian peralatan lainnya.

4. Kondisi Lingkungan Kerja

Pada umumnya bagian proses produksi memiliki risiko/potensi yang cukup tinggi dalam hal kecelakaan kerja. Kondisi lingkungan kerja bagian produksi PT. Socfindo Kebun Aek Pamienke dapat dikatakan sudah semaksimal mungkin melakukan perencanaan pembangunan gedung dengan mempertimbangkan perlunya berbagai sarana kebersihan yaitu secara sanitasi dan hygiene, mengingat bahwa tempat kerja megandung risiko terpapar penyakit.

Berdasarkan laporan kesehatan di poliklinik PT. Socfndo, banyak terdapat kasus kecelakaan kerja seperti tangan robek pada saat memotong lateks dimana penyebab kecelakaan tersebut dikarenakan faktor tidak memakai APD, terjepit Box Trolley Drier Lateks saat menarik box, hal ini karena faktor tidak hati-hati, terkena percikan amoniak yang terguncang dari botolnya, hal ini dikarenakan kelalaian pekerja, kemudian faktor alam dan posisi tubuh yang tidak ergonomis juga merupakan faktor penyebab terjadinya kecelakaan kerja di PT. Socfindo. Oleh karena itu diwajibkan bagi pekerja untuk mematuhi prosedur kerja dan kebijakan K3 yang di buat oleh PT. Socfindo berdasarkan OHSAS 18001:2007 dalam rangka mencegah dan mengurangi risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

4.2. Gambaran Hasil Penelitian di PT. Socfindo Kebun Aek Pamienke

Dokumen terkait