• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI: KESIMPULAN, SARAN, DAN KETERBATASAN

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

A. Sejarah Singkat Perusahaan

Beberapa kali mengalami kegagalan dalam membuka usaha tidak membuat pak Budi Utomo patah semangat. Lulusan SMU di salah satu kota Solo ini, sebelumnya berkarier sebagai distributor cat di salah satu perusahaan cat terkenal sejak tahun 1993 sampai saat ini. Beliau juga pernah membuka usaha restauran, namun harapan untuk menarik konsumen tidak berjalan dengan baik. Akhirnya beliau terpaksa menutup restaurannya yang baru seumur jagung.

Dua kali mengalami kegagalan membuka usaha restauran, pak Budi Utomo mencoba membuka usaha baru, yaitu memasukkan bunga hidup kedalam botol yang bisa dipajang hingga 1 tahun tidak layu. Tetapi usahanya gagal lagi. Hal ini terjadi karena harga yang ditawarkan terlalu tinggi dan kurangnya minat dari konsumen. Setelah tiga kali gagal membuka usaha, kemudian pak Budi berfikir keras untuk menemukan ide baru berwirausaha. Solo dikenal sebagai kota pelajar, beberapa diantaranya seperti Universitas Muhammadiyah Solo, Universitas Negeri Solo, Universitas Selamet Riyadi, Universitas Tunas Pembangunan, Universitas Surakarta, Universitas Islam Negeri. Melihat adanya peluang yang cukup bagus, pak Budi memberanikan diri untuk membuka usaha restauran steak.

Keputusan pak Budi Utomo untuk membuka restauran ini bisa di katakan sukses. Restauran steak ini di beri nama Steak Moen-Moen yang berdiri pada tanggal 31 Desember 2004 di kota Surakarta, Solo, Jawa Tengah. Lokasi pertama kali dibuka di Jalan Sultan Syahrir dan tempat bejualannyapun masih sewa. Restauran ini hanya mengandalkan hidangan steak sebagai sajian utamanya, namun pengunjungnya sangat ramai. Nama Steak Moen Moen itu sendiri di ambil dari nama kecil istri bapak Budi Utomo, yaitu Menik. Tetapi neneknya memanggil dengan nama Mun Mun. Supaya terlihat nyentrik, pak Budi mengubah nama Mun Mun menjadi Moen Moen yang sampai sekarang menjadi nama restaurannya.

Setelah usaha restauran steaknya di Solo berjalan lancar dan memiliki beberapa cabang, kini pak Budi membuka cabang di kota Yogyakarta. Yogyakarta yang dikenal sebagai kota gudeg dan kota pelajar, membuat beliau melihat peluang yang cukup besar. Pak Budi membuka cabang outletnya di sebuah mall yang berlokasi di Subha Food Fest Galleria Mall yang dibuka pada tanggal 17 Mei 2008. Sejak berdiri sampai sekarang usaha ini sudah ada 20 outlet yang dibuka dan tersebar di beberapa kota besar seperti Solo, Malang, Yogyakarta, Magelang, Bogor dan Bandung.

Sekarang, pak Budi mengaku puas dengan usahanya karena dapat berkembang cepat. Namun demikian, pak Budi mempunyai keinginan untuk membuka cabang baru di luar pulau Jawa, seperti Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Bali, dan pulau lainnya. Pertama kali usaha ini dibuka, pak Budi hanya memiliki 12 orang karyawan, sekarang dengan 20 outlet usaha ini

memiliki karyawan 211 orang. Jumlah karyawan untuk setiap outlet Steak Moen Moen di setiap tempat berbeda-beda, seperti outlet dengan jumlah omzet besar mempunyai karyawan ± 20 orang, outlet dengan jumlah omzet sedang mempunyai karyawan ± 12orang, dan untuk outlet dengan jumlah omzet kecil/baru buka mempunyai karyawan ± 8orang. Dengan demikian secara tidak langsung beliau telah memberikan lapangan kerja bagi orang lain.

B. Nama-nama cabang usaha

Berikut adalah nama dan tempat cabang usaha yang sudah di buka: 1. Steak Moen Moen Jl. Juanda 42 Sorogenen, Solo (pusat)

2. Food Court Solo Grand Mall lantai 3 Jl. Slamet Riyadi, Solo 3. Food Court Solo Square lantai 2 Jl. Slamet Riyadi, Solo

4. Steak Moen Moen Ruko Panasan Jl. Adi Sucipto no.11 (depan PG Colomadu) Solo

5. Steak Moen Moen Ruko An-Nur Jl.Duwet (kampus UMS) Solo 6. Steak Moen Moen Jl. Sukowati no.114, Sragen

7. Steak Moen Moen Jl. Adi Sucipto no.88 (depan SMU Ursulin) Solo 8. Subha Food Fest Galleria Mall lantai 4 Jl. Jendral Sudirman no.99 DIY. 9. Food Court Armada Town Square Magelang

10. Food Court Depok Town Square Depok 11. Food Court ITC Depok

13. Food Court Jatinangor Town Square Bandung 14. Food Court WTC Matahari Serpong

15. Food Court Royal Plaza Surabaya 16. Food Court Tunjungan Plaza Surabaya 17. Food Court Jembatan Merah Plaza Surabaya 18. Food Court Pusat Grosir Surabaya

19. Food Court Bandung Indah Plaza Bandung 20. Food Court Malang Town Square

C. Menu steak Moen Moen

Restauran Steak Moen Moen memiliki beberapa produk makanan dan minuman yang ditawarkan kepada konsumennya, adapun produk makanan dan minuman yang ditawarkan tersebut sebagai berikut:

Tabel IV.1: Tabel Makanan dan Minuman

Makanan Minuman

Chicken Hot Plate

Chicken Paprika Hot Plate

Tenderloin Hot Plate

Mixed Hot Plate

Double Chicken Hot Plate

Double Tenderloin Hot Plate

Double Mix Hot Plate

Spagheti Hot Plate

Cumi Hot Plate

Ikan Hot Plate

Udang Hot Plate

Marina Hot Plate

Nasi Putih Ice tea Lemon tea Juice Jambu Juice Manggo Juice Strawberry Juice Melon Juice Sirsak Juice Orange Juice Apel Juice Tomato

D. Struktur Organisasi

Dalam struktur organisasi Restauran Steak Moen Moen terdapat posisi-posisi jabatan penting sebagai inti para staff karyawan dari restauran Steak Moen Moen itu sediri. Adapun Struktur Organisasi Restauran Steak Moe Moen tersebut sebagai berikut;

Gambar IV.1: Bagan Struktur Organisasi

E. Tugas dan Tanggung Jawab

Berikut adalah penjelasan mengenai tugas dan tanggung jawab masing-masing jabatan dari bagan struktur organisasi Restauran Steak Moen Moen:

1. Owner (Pemilik)

Tugas dan tanggung jawab pemilik adalah memberi arahan serta informasi penting berkaitan dengan perusahaan. Selain itu juga pemilik bertugas mengambil keputusan penting untuk kemajuan perusahaaan.

Owner Kepala HRD Kepala Pengawas Lapangan Manager Area Kepala Bagian Keuangan Kepala Bagian Pembukaan Outlet Baru Manager Area Jawa Barat dan Jabodetabek Manager Area Jawa Tengah dan Yogyakarta Manager Area Jawa Timur

2. Kepala HRD

Kepala HRD secara umum mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam perekrutan SDM dan kualitas SDM yang dimiliki perusahaan, contohnya tes masuk perusahaan dan pelatihan atau training karyawan/ SDM. Selain itu kepala HRD juga memiliki tugas dan tanggung jawab dalam peraturan-peraturan dan tata tertib SDM baik itu kedisiplinan maupun prosedur-prosedur yang berkaitan dengan ketenagakerjaan. 3. Manager area

Manager area kebanyakan bertugas dan bertanggung jawab melakukan pengawasan atau supervisi para karyawan dan memastikan strategi, kebijakan dan keputusan yang telah diambil telah dijalankan dengan baik. Manajer area juga memiliki andil dan turut serta dalam proses pengimplementasian strategi yang telah ditetapkan.

4. Kepala pengawas lapangan

Kepala pengawas lapangan pada umumnya melakukan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut;

a. Memberi petunjuk dan mengarahkan bawahan sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan dan ketaatan waktu.

b. Mengadakan pengawasan dan pengendalian terhadap karyawan tentang pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

c. Mengetahui dan memahami isi dari tiap-tiap pekerjaan sebagai pedoman kerja di lapangan.

5. Kepala bagian keuangan

Bagian keuangan disini bertugas untuk mengelola keuangan perusahaan, setiap hal terkait keuangan baik itu dalam hal produksi atau pengeluaran serta pendapatan. Hal ini di lakukan untuk menjamin kelancaran, keakuratan dan ketertiban administrasi keuangan perusahaan.

6. Kepala bagian pembukaan outlet baru

Kepala bagian pembukaan outlet baru bertugas dan bertanggung jawab dalam pengoperasian outlet yang baru saja dibuka, adapun contohnya; melakukan perekrutan karyawan, melengkapi kelengkapan kerja outlet dan karyawan, menjaga agar outlet baru yang dipimpinnya bisa berkembang.

F. Peraturan jam Kerja

Jam buka gerai steak moen moen mengikuti jam operasional mall di wilayah tersebut, biasanya antara pukul 10.00 atau 11.00. Jam kerja karyawan sekitar 8-10 jam/hari. Jika ada karyawan yang bekerja melebihi ketentuan tersebut, maka kelebihannya akan diganti dengan uang lembur atau libur. Jam kerja antara supervisor sama dengan karyawan dan akan bergantian dengan wakilnya. Keserasian seragam kerja karyawan semua di dapat dari pusat, tetapi jika stok seragam habis maka karyawan masing-masing outlet mengenakan pakaian dari sponsor. Khusus manager atau supervisor tidak mengenakan seragam/pakaian sponsor tetapi mengenakan pakaian sendiri

yang rapih. Hal ini dilakukan untuk membedakan antara atasan dan bawahan. Karyawan yang bekerja di setiap outlet kebanyakan laki-laki, hal ini dikarenakan secara fisik menyangkut pekerjaan yang berat. Karyawan perempuan biasanya di tempatkan sebagai kasir/staf.

G. Sistem Pemasaran

Awal mula untuk mempromosikan usaha ini adalah dengan

menggunakan promo “harga yang terjangkau” yang disosialisasikan melalui

media promo didalam mall seperti banner, stiker lift, selebaran dll. Walaupun usaha ini sudah berkembang dan memiliki banyak cabang di berbagai kota, nyatanya sampai saat ini belum memiliki web, blog, facebook, twitter atau media sosial lain yang memuat informasi mengenai harga dan menu yang di tawarkan. Restauran Steak Moen Moen tidak pernah mengikuti lomba kuliner. Namun demikian usaha ini pernah mendapat penghargaan sebagai rumah makan lokal terpopuler di Solo dalam ajang Solo Best Satification Index oleh SoloPos. SBSI adalah ajang tahunan yang diselenggarakan Solo pos dan berlangsung sampai saat ini. Hal ini membuat banyak kalangan ingin berkunjung dan mencoba menikmati berbagai sajian menu kuliner dari Restauran Steak Moen Moen.

BAB V

Dokumen terkait