TINJAUAN UMUM TERHADAP PENGANGKUTAN MELALUI KERETA API
G. Gambaran Umum PT. Kereta Api Indonesia (Persero)
i. Status Badan Hukum PT. KAI (Persero)
PT. KAI merupakan salah satu badan usaha milik Negara yang sifat usahanya menyediakan barang/jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat serta memupuk keuntungan guna meningkatkan nilai perusahaan.
PT. KAI bergerak di bidang pelayanan jasa pengangkutan, adapun pelayanan jasa pengangkutan yang diselenggarakan oleh PT. KAI adalah pelayanan jasa pengangkutan penumpang, pengangkutan barang dan usaha pendukung yaitu misalnya, sewa-menyewa kios/ruang stasiun, sewa menyewa lahan.
PT. KAI adalah Perusahaan pengangkutan dengan kereta api yang dilakukan oleh sebuah perusahaan berbadan hukum, berada dibawah Departemen Perhubungan. Dalam perjalanannya, perusahaan ini telah beberapa kali mengalami perubahan status. Yakni :
a) Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKARI), sejak 28 September 1945. Dimana karyawan kereta api yang tergabung dalam
Emi Fitriya Harahap : Tanggung Jawab PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Terhadap Penumpang Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 (Studi Pada PT. Kereta Api (PERSERO) Divisi Regional I Sumatera Utara), 2009.
USU Repository © 2009
Angkatan Moeda Kereta Api (AMKA) berhasil mengambil alih kekuasaan perkeretaapian dari pihak Jepang.
b) Djawatan Kereta Api (DKA), merupakan gabungan dari DKARI dan Staat-Spoorwegen en Verenigde Spoorweg Bedrijf (SS/VS). Berlaku sejak 1 Januari 1950, berdasarkan pengumuman Menteri Perhubungan, Tenaga dan Pekerjaan Umum Nomor 2 Tanggal 6 Januari 1950.
c) Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA), Tanggal 25 Mei 1963. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 1960 dan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1963.
d) Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA), Tanggal 15 September 1971. berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 1971.
e) Perusahaan Umum Kereta Api (PERUMKA), Tanggal 2 Januari 1991. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 1990.
f) PT. Kereta Api (Persero). Tanggal 3 Februari 1998, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 1998. Namun, secara de fakto perubahan status perusahaan dari Perum menjadi Persero dilakukan tanggal 1 Juni 1999, saat Menhub Giri S. Hadiharjono mengukuhkan susunan Direksi PT. Kereta Api (Persero) di Bandung.
Emi Fitriya Harahap : Tanggung Jawab PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Terhadap Penumpang Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 (Studi Pada PT. Kereta Api (PERSERO) Divisi Regional I Sumatera Utara), 2009.
USU Repository © 2009
Dalam perusahaan yang baik, memerlukan organisasi yang baik pula. Karena organisasi bagi suatu perusahaan mempunyai peranan yang sangat penting dan menentukan bagi maju mundurnya suatu perusahaan.40
PT. KAI (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara memiliki struktur organisasi sebagai berikut :
40
Emi Fitriya Harahap : Tanggung Jawab PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Terhadap Penumpang Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 (Studi Pada PT. Kereta Api (PERSERO) Divisi Regional I Sumatera Utara), 2009.
USU Repository © 2009
Keterangan :41
41
Data berdasarkan wawancara dengan Imam Santoso, Pegawai Subseksi Sarbinpel, PT. KAI Divre I SU, Hari Rabu Tanggal 4 Maret 2009.
Kasubsi : Kepala Sub Seksi.
Wass : Pengawas
UPT : Unit Pelaksana Teknis
Emi Fitriya Harahap : Tanggung Jawab PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Terhadap Penumpang Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 (Studi Pada PT. Kereta Api (PERSERO) Divisi Regional I Sumatera Utara), 2009.
USU Repository © 2009
PMKS : Pemeriksa Kas Stasiun
UPK : Unit Pelayanan Kesehatan
PT. KAI (Persero) Divre I SU memiliki 2 (dua) cabang yaitu UPT Aceh dan UPT Gudang Persediaan Pulu Brayan. Serta memiliki 2 (dua) Kepala Urusan (Kaur) yaitu PMKD; yang terdiri dari PMKS & Subseksi Tata Usaha, dan Urusan Humas yang masing-masing bertanggung jawab dan berada di bawah naungan kantor pusat.
PT. KAI (Persero) Divre I SU terdiri dari 7 (tujuh) seksi yaitu :
1. Seksi Administrasi; yang terdiri dari Kasubsi SDM, Kasubsi Pendayagunaan Keuangan, Kasubsi Anggaran dan Akuntansi, Kasubsi KRT/Umum dan Huku m, Kasubsi Kas Besar.
2. Seksi Hiperkes dan Kesalamatan Kerja; terdiri dari Kasubsi Hiperkes, Kasubsi Keselamatan Kerja, dan UPK.
3. Seksi Jalan Rel dan Jembatan (Kasi JR dan Jemb); terdiri dari Subseksi Program, Subseksi Jalan Rel, Subseksi Jembatan, Pengawas, dan UPT yang berada di tiap-tiap stasiun.
4. Seksi Sarana (Kasi Sar); terdiri dari Unit Rencana, Unit Produksi, Unit Quality Control, Unit Pendayagunaan Sarana, Pengawas, dan UPT yang berada di setiap stasiun.
5. Seksi Operasi dan Pemasaran (Kasi Opsar); terdiri dari Subseksi Program Perjalanan Kereta Api (Kss. Perka), Subseksi Pengendalian Perjalanan Kereta Api (Kss. Opka), Subseksi Pemasaran dan Bina Pelanggan (Kss. Sarbinpel), Subseksi Keamanan dan Ketertiban (Kss. Kamtib), Pengawas, dan UPT yang berada di setiap stasiun.
Emi Fitriya Harahap : Tanggung Jawab PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Terhadap Penumpang Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 (Studi Pada PT. Kereta Api (PERSERO) Divisi Regional I Sumatera Utara), 2009.
USU Repository © 2009
6. Seksi Sinyal Telekomunikasi dan Listrik (Kasi Sintelis); terdiri dari Subseksi Program, Subseksi Sinyal, Subseksi Telekomunikasi dan Listrik, Pengawas, dan UPT yang berada di setiap stasiun.
7. Seksi Tanah dan Bangunan (Kasi Tnb); terdiri dari Subseksi Program, Subseksi Tanah, Subseksi Bangunan, dan UPT yang berada di setiap stasiun.
iii. Tujuan Penyelenggaraan Perkeretaapian
Seperti halnya pada perusahaan negara lainnya yang mempunyai tujuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, yaitu untuk ikut serta membangun ekonomi nasional dengan mengutamakan kebutuhan rakyat menuju masyarakat adil makmur materiil dan spiritual.42
PT. KAI Divre I SU sebagai perusahaan negara yang berhubungan dengan bidang angkutan, memiliki tujuan antara lain :43
a) Mewujudkan penyelenggaraan jasa angkutan penumpang dan barang guna memberikan manfaat utama bagi kepentingan :
Industri yang terkait Publik
Pemerintah / perekonomian daerah Lingkungan setempat
b) Menunjang upaya pengurangan kongesti di jalan raya.
42
Sution Usman Adji, Op. Cit, hal 144 43
Data dari PT. Kereta Api (Persero) Divre I SU, Urusan Humas, Tujuan Perkeretaapian. Hari kamis tanggal 5 Meret 2009.
Emi Fitriya Harahap : Tanggung Jawab PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Terhadap Penumpang Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 (Studi Pada PT. Kereta Api (PERSERO) Divisi Regional I Sumatera Utara), 2009.
USU Repository © 2009
c) Mendukung kelancaran suplai hasil perkebunan / CPO di Sumatera Utara, sebagai penghasil CPO terkemuka di Indonesia.
d) Mengajak Pemda setempat untuk berpartisipasi dalam investasi pembangunan perkeretaapian / khususnya di Sumatera Utara.
iv. Visi dan Misi PT. Kereta Api Indonesia (Persero)44
Adapun yang menjadi visi dari PT. KAI Divre I SU ialah terwujudnya kereta api sebagai pilihan utama jasa transportasi dengan fokus keselamatan dan pelayanan. Sedangkan yang menjadi misi PT. KAI Divre I SU ialah menyelenggarakan jasa transportasi sesuai keinginan stake holders dengan meningkatkan keselamatan dan pelayanan serta penyelenggaraan yang semakin efisien.
v. Tarif Angkutan Kereta Api
Di Indonesia berlaku beberapa jenis tarif angkutan berbeda untuk tiap alat angkutan. Tarif angkutan itu diatur dan ditetapkan oleh Pemerintah. Ketentuan dan pedoman tarif yang berlaku terdiri dari tarif angkutan barang dan tarif angkutan penumpang untuk angkutan laut, angkutan jalan raya, angkutan kereta api, angkutan sungai, danau, dan penyeberangan serta angkutan udara.45
Bagi angkutan penumpang berlaku tarif tetap (fixed rate) dengan jalur atau trayek yang dilayani oleh bis, kereta api, kapal laut, dan pesawat udara. Tarif
44 Ibid. 45
Abbas Salim, Manajemen Transportasi, (Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada), 1998, hal. 71.
Emi Fitriya Harahap : Tanggung Jawab PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Terhadap Penumpang Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 (Studi Pada PT. Kereta Api (PERSERO) Divisi Regional I Sumatera Utara), 2009.
USU Repository © 2009
angkutan barang merupakan tarif maksimum, sehingga tarif yang berlaku akan lebih rendah, tergantung pada permintaan dan penawaran di pasar jasa angkutan.46
PT. KAI Divre I SU membagi 3 (tiga) kelas dalam pengangkutan orang, yakni kelas ekonomi, bisnis, dan eksekutif. Terhadap ketiga kelas tersebut, PT. KAI telah menentukan tarif. Namun untuk kelas ekonomi tarif yang ditetapkan adalah tarif pemerintah, sebagai bentuk kewajiban terhadap pelayanan publik.
Mengenai tarif angkutan kereta api, diatur dalam Pasal 151 sampai dengan 156 UUKA, yang menyatakan bahwa tarif angkutan kereta api terdiri dari tarif angkutan orang dan tarif angkutan barang yang ditetapkan oleh pemerintah berdasarkan perhitungan modal, biaya operasi, biaya perawatan, dan keuntungan. Tarif angkutan orang ditetapkan oleh penyelenggara sarana perkeretaapian. Namun, dapat ditetapkan oleh pemerintah atau pemerintah daerah untuk angkutan pelayanan kelas ekonomi dan angkutan perintis. Untuk kedua jenis angkutan ini, pemerintah menetapkan tarif yang lebih rendah daripada tarif yang ditentukan oleh penyelenggara sarana perkeretaapian. Selisihnya, menjadi tanggung jawab pemerintah atau pemerintah daerah dalam bentuk kewajiban pelayanan publik untuk kelas ekonomi dan merupakan subsidi untuk angkutan perintis.
47