Reproduksi
“Indonesia dan global memang sedang dilanda pandemi COVID-19, akan tetapi jangan pernah lupa bahwa saat ini juga ada virus-virus lain yang memang sudah ada sejak dulu, salah satunya HIV (Hu-man Immunodeficiency Virus)”, ungkap pembawa acara dr. Qashmal Mafazi Syahril, yang juga merupakan Alumni FK-KMK UGM Angkatan 2013, pada aca-ra puncak peringatan Hari AIDS Sedunia Jumat (11/12).
Berdasarkan data dari UNAIDS, Indone-sia merupakan negara dengan kasus HIV
terbanyak dan menempati urutan ke-3 se-Asia Pasifik. Juga pertumbuhan HIV yang terjadi di Indonesia berkembang hingga 46,000 kasus per tahun, sehing-ga membuat Indonesia mencapai posisi 20 teratas di dunia.
Dr. dr. Niken Trisnowati, M.Sc., Sp.KK., Ketua PERDOSKI Cabang Yogyakarta, saat membuka acara puncak Peringatan Hari AIDS Sedunia pada Jumat (11/12), menerangkan adapun rangkaian keg-iatan Peringatan Hari AIDS Sedunia ini yang pertama yaitu, Talkshow Live On Instagram yang mengusung tema “Bin-cang Bareng ODHA (Orang dengan HIV & AIDS)”. Kegiatan ini digelar pada Se-lasa (1/12) lalu dengan menghadirkan narasumber dr. Listya Paramita, Sp.KK., dermatologist sekaligus influencer. Juga menghadirkan Ragiel Setya, Orang den-gan HIV/AIDS. Topik talkshow tersebut memiliki banyak peminatnya sehingga kegiatan ini sukses dilaksanakan dengan jumlah viewer lebih dari 1,500 orang. Kedua, Gerakan Pakai Masker dan Twibbon untuk Media Sosial bersama PERDOSKI Cabang Yogyakarta dan De-partemen DV FK-KMK UGM/ RSUP Dr. Sardjito secara serentak pada tanggal 1 Desember 2020. Hal ini dilakukan seba-gai bentuk promosi kesehatan kepada
(Penulis: Vania Elysia. Editor: Yayuk Hartriyanti)
orang-orang disekitar.
Ketiga, Lomba Videografi dan Poster Digital untuk Siswa SMA/Sederajat yang diikuti banyak peserta, yaitu 8 peserta Videografi dan 47 peserta Poster Digi-tal. Dalam acara puncak peringatan Hari AIDS Sedunia Jumat (11/12), juga diu-mumkan pemenang Lomba Videografi dan Poster Digital. Juga pemenang fa-vorit yang merupakan peserta dengan karya yang memiliki jumlah like terban-yak pada karya yang diunggah dalam la-man Instagram (@hasperdoskijogja). Keempat, sebagai acara puncak digelar webinar untuk umum yang mengusung tema “Generasi Z Pelopor Kesehatan Re-produksi”. “Sekarang sudah tidak zaman lagi untuk membeda-bedakan orang berdasarkan dari statusnya, termasuk orang dengan HIV atau tidak. Kuno seka-li apabila kita masih memberikan stigma kepada penderita HIV. Harapannya para peserta yang mengikuti webinar, men-jadi paham dan juga turut menyebarkan informasi yang benar dan menyeluruh, sehingga kita semua dapat hidup bersa-ma tanpa membeda-bedakan,” ungkap
moderator webinar yang merupakan Residen DV, dr. Danar Wicaksono. Webinar ini digelar pada Jumat (11/12) dengan menghadirkan narasumber dr. Devi Artami S., M.Sc., Sp.KK(K)., FINS-DV., FAAFINS-DV., Konsultan di bidang Infeksi Menular Seksual Tahun 2020 yang telah menimba ilmu tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Bangkok, Thailand serta Sidney, Australia. Dalam kesempatan ini, dr. Devi memaparkan materi men-genai “Infeksi Menular Seksual” kepada para peserta yang sebagian besar be-rasal dari kalangan umum. dr. Devi juga menjelaskan beberapa contoh IMS yang terjadi pada laki-laki maupun peremp-uan.
Meskipun dalam kondisi pandemi, ternyata menurut laporan Grafik Kasus Infeksi Menular Seksual (IMS) Berdasar-kan Pendekatan Sindrom dan Laborato-rium per Kelompok Risiko Tahun 2016 hingga Juni 2020, kasus IMS masuk dalam 10 besar penyakit paling banyak jumlahnya di Poliklinik Kulit dan Kel-amin.
Sedangkan HIV sendiri merupakan virus
yang menyerang sistem kekebalan tu-buh manusia. Virus ini menyerang CD4 Sel Th, sel makrofag, dan sel dendritik, sehingga menyebabkan menurunnya sistem kekebalan tubuh. Apabila HIV tidak diobati dan mendapatkan terapi yang tepat, maka dapat menyebabkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syn-drome), kumpulan berbagai penyakit akibat daya tahan tubuh menurun. Pada kesempatan ini dr. Devi juga me-nerangkan beberapa faktor risiko terin-feksi HIV. Harapannya dengan pemaha-man tersebut, maka dapat melakukan tindakan pencegahan. “Melalui we-binar ini take home message yang da-pat diperoleh yaitu A-B-C-D, dimana A yaitu Abstinence yang artinya pantang berhubungan seksual; B yaitu Be faith-fub l, yang artinya setia dengan pasan-gan tetapnya; C yaitu Condom, yang artinya selalu gunakan kondom untuk mencegah IMS; dan D yaitu Drug, yang artinya hindarilah penggunaan narkoti-ka atau penggunaan jarum suntik secara bergantian”, tegas dr. Devi.
keg-PENGABDIAN MASYARAKAT
iatan Peringatan Hari AIDS Sedunia juga dilakukan untuk mendukung tar-get WHO dalam mewujudkan 10 Ta-hun Menuju Akhir AIDS 2030, dengan mewujudkan 3 ZERO: ZERO New HIV Infections, ZERO Discrimination, ZERO AIDS-related death. Selain itu juga un-tuk mewujudkan THREE 90%, yaitu 90% orang dengan HIV dapat mengetahui statusnya bahwa ia terinfeksi HIV; 90% orang yang telah mengetahui dirinya terinfeksi HIV mendapatkan terapi ARV secara kontinyu; dan 90% orang-orang yang sudah mendapatkan terapi ARV teratur, diharapkan viral load tersupre-si/ tidak terdeteksi.
Gandeng Generasi Muda sebagai Pelopor Kesehatan Reproduksi
Yang istimewa dari rangkaian kegiatan ini bahwa kegiatan ini merupakan hasil kerjasama dengan CIMSA – UGM dan AMSA – UGM, yang telah sangat luar biasa memberikan semangatnya dan kerja kerasnya demi terlaksananya keg-iatan Pengabdian kepada Masyarakat. “Kami memang berusaha selalu men-gajak generasi muda dalam setiap keg-iatan”, ungkap Dr. dr. Niken Trisnowati, M.Sc., Sp.KK., Ketua PERDOSKI Cabang Yogyakarta, saat membuka acara pun-cak Peringatan Hari AIDS Sedunia pada
Jumat (11/12).
Dalam hal ini, Shirly Putri, Local Offic-er on Sexual and Reproductive Health and Rights Including HIV&AIDS (LORA) – CIMSA UGM mengungkapkan bahwa pengalaman kerjasama dengan Depar-temen DV FK-KMK UGM/ RSUP Dr. Sard-jito, PERDOSKI Cabang Yogyakarta, dan KAGAMA-DOK DV sangat menyenang-kan. “Terlebih lagi sebagai mahasiswa kedokteran, kami merasa senang dan bangga dapat dilibatkan dalam kegiatan yang diselenggaran untuk Gen Z/ para remaja di luar sana. Kehadiran kami memberikan perspektif baru baik seba-gai remaja maupun mahasiswa kepada dokter yang memang sudah ahli di bi-dangnya”, ungkapnya.
Shirly juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kapada para dokter yang ter-libat karena telah memberikan kesem-patan untuk dapat terlibat langsung. “Kami selalu bertanya dan mendapat-kan bimbingan dalam persiapan keg-iatan ini, baik secara konten maupun kreativitas. Dokter-dokter yang terlibat pun sangat terbuka pada mahasiswa”, jelas Shirly.
Dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, para mahasiswa
mem-bantu dalam penyusunan rundown kegiatan, pembuatan konten di IG TV @hasperdoskijogja serta pengelolaan akun tersebut. Juga membantu dalam pembuatan konten kreatif di Instagran dan Webinar. Selain itu turut menjadi salah satu juri dalam penilaian lomba dari segi desain visual.
“Semoga anak muda sebagai gener-asi penerus dapat menjadi trendset-ter penegak stigma yang benar trendset-terkait HIV dan ODHA di masyarakat. Semoga stigma masyarakat yang kurang tepat terkait ODHA dapat segera diluruskan. Seharusnya ODHA dirangkul dan di-berikan dukungan, dan bukan dijauhi, karena yang berbahaya adalah virusnya dan bukan orangnya”, ungkap Yosafat Sabunga, Representative AMSA – UGM 2020/2021.
Shirly juga menyampaikan pesan SCORA – CIMSA UGM untuk semua pembaca, bahwa ‘They only way of fighting AIDS is through prevention and the only way of prevention is through education.’ With this, we hope we can give the best of our will to help make the world a bet-ter place, a world with conscious mind towards the importance of reproduc-tive health as well as a world without HIV&AIDS.