serah terima proyek. Garansi ini dirasakan kurang karena banyak tercatat kejadian dimana kerusakan terjadi setelah 12 bulan.
Pekerjaan survei dan desain umumnya dilaksanakan oleh entitas yang berbeda dengan yang melakukan konstruksi sehingga kesalahan pada design misalnya pada peletakan saluran pembawa dan lain-lain tidak bisa diserahkan kepada kontraktor pembangunan.
Aspek yang digaransi mengacu kepada praktek yang selama ini telah ada misalnya: 1. Perbaikan komponen sipil termasuk di dalamnya peralatan hidro mekanik dan
2. Perbaikan atau penggantian turbin dan khususnya serta aksesorinya 3. Perbaikan atau penggantian generator
4. Perbaikan atau penggantian system control
5. Perbaikan atau penggantian komponen transmisi dan distribusi seperti misalnya .
Kejadian alam seperti bencana alam bisa menjadi bagian . Sambaran petir tidak masuk kategori . Kerusakan pada komponen mekanikal elektrikal karena sambaran petir masih menjadi tanggung jawab dari kontraktor selama masa garansi. Masa waktu garansi lebih baik minimal satu tahun setelah serah terima.
Garansi harus disesuaikan dengan daftar serah terima sehingga apa yang dibangun dan dipasang oleh kontraktor harus sesuai dengan perencanaan yang dibuat oleh konsultan perencana. Jika konstruksi tidak sesuai dengan rencana atau rencana telah diubah tanpa persetujuan pemilik pekerjaan, maka kontraktor harus menanggung kerusakan yang terjadi.
powerhouse
runner
transformer
force majeur force majeur
LAMPIRAN
Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Standar Perusahaan Listrik
Negara (SPLN) yang Terkait.
Standar PLN
1. SPLN 3-1978 mengenai Pentanahan jaringan tegangan rendah dan instalasinya
2. SPLN 2-1978 mengenai Pentanahan netral sistem transmisi
3. SPLN 7-1978 mengenai Pedoman pemilihan tingkat isolasi dan penangkap petir
4. SPLN 20-1980 mengenai Pedoman Penerapan untuk Pengusahaan dan Pemeliharaan Turbin Air.
5. SPLN 54-1983 mengenai Standar tiang baja 6. SPLN 56-1984 mengenai Sambungan listrik
7. SPLN 72-1987 mengenai Spesifikasi desain jaringan tegangan menengah (JTM) dan Jaringan tegangan rendah (JTR)
8. SPLN 74-1987 mengenai Standar listrik pedesaan 9. SPLN 76-1987 mengenai arus
10. SPLN 27-1990 mengenai Pentanahan jaringan listrik pedesaan
11. SPLN 55-1990 mengenai Alat pengukur pembatas dan perlengkapannya 12. SPLN 90-1990 mengenai PLTA
13. SPLN 3-1991 mengenai Tiang beton pratekan untuk jaringan distribusi
14. SPLN 83-1991 mengenai Lengkapan sambungan rumah dengan saluran
transformator
Komisioning
Transformator
udara berisolasi
15. SPLN 87-1991 mengenai Standar konstruksi listrik pedesaan
16. SPLN 88-1991 mengenai Pembumian netral sistem 20KV dengan lebih dari satu sumber
17. SPLN 42-2-1992 mengenai Kabel berisolasi dan berselubung PVC tegangan pengenal 300/500 (NYM)
18. SPLN 91-1-1992 mengenai Spesifikasi pipa untuk instalasi listrik – bagian 1 : Persyaratan Umum
19. SPLN 56-1-1993 mengenai Sambungan tegangan listrik tegangan rendah (SLTR)
20. SPLN 56-2-1993 mengenai Sambungan tegangan listrik tegangan menengah (SLTM)
21. SPLN 57-1-1993 mengenai kWh meter arus bolak balik kelas 0,5; 1 dan 2 – bagian 1 : Pasangan dalam
22. SPLN 57-2-1993 mengenai Ketentuan tambahan untuk kWh meter pasangan luar
23. SPLN 102-1993 mengenai Elektroda bumi jenis batang bulat berlapis tembaga 24. SPLN 108-1993 mengenai Pemutus tegangan mini untuk pembatas dan
pengaman arus lebih untuk instalasi gedung dan rumah 25. SPLN 1-1995 mengenai Tegangan-tegangan standar
26. SPLN 115-1995 mengenai Tiang kayu untuk jaringan distribusi 27. SPLN 50-1997 mengenai Spesifikasi distribusi
28. SPLN 72-1997 mengenai Spesifikasi desain Jaringan Tegangan Menengah (JTM) dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR)
volt
transformer
S N I
Metode Pengukuran Perencanaan :
1. SNI 03-1731-1989 mengenai tata cara perencanaan keamanan bendungan (desain, konstruksi, operasi dan pemeliharaan).
2. SNI 03-1724-1989 mengenai Pedoman perencanaan hidrologi dan hidraulik untuk bangunan di sungai
3. SNI 03-1734-1989 mengenai Tata cara perencanaan beton bertulang dan struktur dinding bertulang untuk rumah dan gedung
4. SNI 03-0675-1989 mengenai Spesifikasi ukuran kusen pintu kayu, kusen jendela kayu, daun pintu kayu untuk bangunan rumah dan gedung
5. SNI 03-2414-1991 mengenai Metode pengukuran debit pada sungai dan saluran terbuka
6. SNI 03-2400-1991 mengenai Tata cara perencanaan umum krib sungai 7. SNI 03-2401-1991 mengenai Pedoman keamanan desain bendung 8. SNI 03-2415-1991 mengenai Metode pengukuran debit banjir
9. SNI 03-2819-1992 mengenai Metode Pengukuran debit sungai dan saluran terbuka dengan alat ukur arus tipe baling-baling
10. SNI 03-2820-1992 mengenai Metode Pengukuran debit sungai dan saluran terbuka dengan pelampung permukaan
11. SNI 03-2830-1992 mengenai Metode perhitungan tinggi muka air sungai dengan cara pias berdasarkan rumus
12. SNI 03-2925-1992 mengenai Pintu air pengatur dan pengukur untuk irigasi 13. SNI 03-2828-1992 mengenai Pintu air pengatur sorong
14. SNI 03-3412-1994 mengenai Metode perhitungan debit harian Sungai
15. SNI 03-3441-1994 mengenai Sungai, Tata cara perencanaan teknik pelindung tebing dari pasangan batu
16. SNI 03-3432-1994 mengenai Bendungan, Tata cara penetapan banjir desain dan kapasitas pelimpah
17. SNI 03-0090-1999 mengenai Spesifikasi bronjong kawat (dimensi, bahan baku, mutu)
18. SNI 03-1726-2002 mengenai Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk rumah dan gedung
1. SNI 7-1769-1990 mengenai Penyambungan pipa air minum bertekanan dari besi tuang kelabu
2. SNI 13-3472-1994 mengenai Pengelasan saluran pipa dan fasilitas yang terkait 3. SNI 7-6405-2000 mengenai Tata cara pengelasan pipa baja untuk air di
lapangan
4. SNI 13-6220-2000 mengenai Praktek pengelasan pemeliharaan saluran pipa
1. SNI 04-1905-1990 mengenai Turbin air, Pedoman uji siap guna, operasi dan pemeliharaan
2. SNI 04-3865-1995 mengenai Pedoman untuk , operasi dan pemeliharaan pompa penyimpanan dan turbin pompa yang bekerja sebagai pompa
3. SNI 4-6915-2002 mengenai Petunjuk Spesifikasi Sistem Kendali Turbin Air 4. SNI 4-1706.2-2004 mengenai Evaluasi Lubang Kavitasi Pada Turbin Air,
Pompa Tando dan Pompa Turbin – Bagian 2: Evaluasi Pada Turbin Pelton 5. SNI 4-7023.2-2004 mengenai Evaluasi Lubang Kavitasi Pada Turbin Air,
Pompa Tando dan Pompa Turbin – Bagian 2: Evaluasi Pada Turbin Pelton 6. PNPS-2007 mengenai Pedoman Penerapan Uji Penerimaan Model/Prototipe
Turbin Air
Konstruksi Pipa Pesat (Penstock) :
Turbin air dan pengujiannya :
komisioning
Elektro Mekanik Sistem PLTMH
Instalasi dan Jaringan Listrik :
:
1. SNI 04-1077-1989 mengenai Generator sinkron, cara uji
2. SNI 4-1930-1995 mengenai Pedoman bagi peralatan elektromekanik untuk pusat tenaga listrik mini hidro, bagian 1: uraian rencana dan kondisi operasi instalasi dari pusat pembangkit
3. SNI 4-1930.3-1995 mengenai Pedoman bagi peralatan elektromekanik untuk pusat tenaga listrik mini hidro - bagian 3: pemeriksaan, penyerahan dan pemeliharaan
4. SNI 4-1930.4-1995 mengenai Pedoman bagi peralatan elektromekanik untuk pusat tenaga listrik mini hidro - bagian 4 : Definisi, istilah dan Lambang
1. SNI 04-0225-1987 mengenai Peraturan umum instalasi listrik 1987 (PUIL 1987)
2. SNI 04-0227-1987 mengenai Tegangan standar
3. SNI 04-1630-1989 mengenai Pengamanan tegangan kurang, persyaratan umum
4. SNI 04-1707-1989 mengenai listrik pedesaan
5. SNI 04-1690-1989 : Tiang listrik kayu. Syarat-syarat teknis. 6. SNI 04-0533-1989 mengenai Sakelar arus bolak balik
7. SNI 04-017-1989 mengenai lampu arus bolak balik 8. SNI 04-1705-1989 mengenai Sistem distribusi, keandalan
9. SNI 04-0532-1989 mengenai Kotak hubung bagi arus bolak balik
10. SNI 04-1471-1989 mengenai Instalasi listrik pada mesin peralatan pabrik. Persyaratan umum
11. SNI 04-1922-1990 mengenai Frekwensi standar 12. SNI 04-1923-1990 mengenai Arus Pengenal standar
13. SNI 04-1925-1990 mengenai Instalasi rumah/bangunan listrik pedesaan 14. SNI 04-1926-1990 mengenai jaringan distribusi listrik pedesaan
15. SNI 04-2702-1992 mengenai arus bolak balik kelas 0,5;1;2 16. SNI 04-3593-1994 mengenai Instalasi listrik untuk bangunan, bagian 2 prinsip
dasar
17. SNI 04-3559-1994 mengenai Lampu untuk penggunaan umum, mutu dan cara uji
18. SNI 04-3846-1995 mengenai Papan meter konsumen
19. SNI 04-3862-1995 mengenai Meter kWh statis, Spesifikasi metrologi untuk meter kWh kelas 2,0 dan 0,5 S
20. SNI 04-3874-1995 mengenai Perlengkapan uji meter energi listrik
21. SNI 04-3849.1-1995 mengenai Instalasi pembangkit listrik pedesaan. Bagian 1 : Pusat Listrik tenaga diesel (PLTD)
22. SNI 04-3849.2-1995 mengenai Instalasi Pembangkit Listrik Perdesaan – Bagian 2: Pusat Listrik Tenaga Mikrohidro berkapasitas sampai 50 KW (PLTMH-P50). Subbagian 2: Pembuatan, Pemasangan dan Pengujian
23. SNI 04-3853-1995 mengenai Spesifikasi desain untuk jaringan tegangan menengah dan jaringan tegangan rendah
24. SNI 04-3855-1995 mengenai Pembumian jaringan tegangan rendah dan instalasi tegangan rendah
25. SNI 04-3879-1995 mengenai Gangguan pada sistem suplai yang diakibatkan oleh piranti listrik dan perlengkapannya
26. SNI 04-3849.2.1-1996 mengenai Instalasi Pembangkit Listrik Perdesaan – Bagian 2: Pusat Listrik Tenaga Mikrohidro berkapasitas sampai 50 KW (PLTMH-P50)
27. SNI 04-6953-2003 mengenai Pembangkit Listrik Hidro Skala KecilGambar Konstruksi PLTMH Tipikal
Kilowat hour meter
fluorescen
Gambar Konstruksi PLTMH Tipikal
Penjelasan
Mercu Bendung (Wier) Bangunan yang berada melintang sungai yang berfungsi untuk membelokkan arah aliran air
Bangunan
Pengambilan (Intake)
Bangunan yang berfungsi mengarahkan air dari sungai masuk ke dalam Saluran Pembawa (Headrace).
Bak Penangkap Pasir (Sand Trap) dapat menjadi satu (terintegrasi) dengan bangunan ini.
Saluran Pembawa
(Headrace)
Bangunan yang berfungsi mengalirkan/membawa air dari Intake ke
Forebay.
Headrace dapat juga terbuat dari pipa.
Bak Penampungan
(Forebay)
Bangunan yang mempunyai potongan melintang (luas penampang basah) lebih besar dari Headrace yang berfungsi untuk
memperlampat aliran air.
Saringan (Trash Rack) Terbuat dari plat besi yang berfungsi menyaring sampah-sampah atau puing-puing agar tidak masuk ke dalam bangunan selanjutnya.
Trash Rack diletakkan pada posisi melintang di bangunan Intake atau Forebay dengan kemiringan 65 - 75º
Saluran Pembuangan
(Spillway)
Bangunan yang memungkinkan agar kelebihan air di dalam
Headrace untuk melimpah kembali ke dalam sungai.
Pipa Pesat (Penstock) Pipa bertekanan yang membawa air dari Forebay ke dalam
Power House.
Rumah Pembangkit
(Power House)
Bangunan yang di dalamnya terdapat turbin, generator dan peralatan control.
Tailrace Saluran yang berfungsi mengalirkan/membawa air dari turbin
kembali ke sungai.
Jaringan Transmisi Terdiri dari tiang, kabel dan aksesoris lainnya (termasuk trafo; jika diperlukan) yang berfungsi mengalirkan energi listrik dari
Power House ke konsumen (rumah-rumah dan pabrik).
Weir & Intake
Bebas ( tanpa Bendung atau Bendung sementara)
Intake sisi / tepi dengan bendung permanen
Catatan :
harus berada
pada sudut luar belokan sungai
Intake
Potongan memanjang
Lubang intake atau orifice
Drop intake (Intake Jatuh)
Desain 1
Desain 3
Tipikal Intake
Dengan
Intake Sandtrap
Sandtrap (Bak Penangkap Pasir)
Desain 1
Desain 2
Desain 4
Desain 3
Tipe Saluran
Head race (Saluran Pembawa)
Limpasan pada head rece
Forebay
Desain 1
Desain 2
Desain 4
Pens tock Thrustblock Pipa Pembilasan dia. 6"
Saluran Pelimpah Sar ingan Potongan A - A Pipa Penstock Saringan
LAMPIRAN
Trash rack ( Saringan )
Trashrack Spillway
Penstock ( Pipa Pesat )
Pi pa N apa s Thru st Blo ck 1
Expa nsi on Joi nt 1 DN 38 0
Sl idi ng Bl ock
Pen sto ck Dia . 38 0
Thrus t Blo ck 2 Expan sio n Join t 2 D N 570
Butterfly Valve
Turbine Safety Valve
Layout Desain
Power House ( Rumah Pembangkit )
Butterfly Valve DN 20" Adaptor
Dismantling Joint Turbine X-flow T-14 D300
Generator
Plummer Block Flexible Coupling Flat Belt & Saf eguard
Ballast Load
Control Panel
Connus Ø380 to Ø20 "
Potongan memanjang dan melintang
B utte rfly Val ve Ada ptor D isma ntli ng Jo int
Tu rbi ne Gen era to r Bal las t Lo ad Pe nstock Thru st Bl ock Stiffne r C onn us B al las t Lo ad Tur bin e Pu ll ey Turb ine