Judul Matakuliah : Estetika Karawitan
Nomor/Kode/SKS :
Diskripsi singkat : Matakuliah ini memberikan bekal pemahaman konsep-konsep estetika seni pertunjukan khususnya estetika
karawitan untuk memahami makna karya seni karawitan.
Tujuan Instruksional Umum : Setelah menyelesaikan matakuliah ini, mahasiswa dapat mengiplementasikan konsep-konsep estetika dalam
menganalisis nilai-nilai estetik di dalam seni karawitan N o Tujuan Instruksional Khusus Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan W aktu Kepustakaan 1 . Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa dapat menjelaskan pengertian, ruang lingkup Estetika, medium dan unsur seni
Pengerti an Estetika, ruang lingkup, medium, dan unsur seni a. Pengertian Estetika b. Ruang lingkup Estetika c. Medium Seni
d. Unsur Seni
1
00 1. Wikipedia The Free Encyclopedia 2. Agus Sachari, (2002), Estetika; Makna,
Simbol dan Daya. ITB Bandung.
3. A. A. M. Djelantik (1999), Estetika Sebuah Pengantar. Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.
4. De Witt H. Parker, (T.T.) Dasar-Dasar Estetika. (terjemahan Gendhon Humardani) Surakarta; Akademi Seni Karawitan Indonesia.
5. The Liang Gie, (1996), Filsafat Seni (Sebuah Pengantar), Pusat Belajar Ilmu Berguna (PUBIB), Yogyakarta.
6. Jakob Sumardjo, (2000), Filsafat Seni, Bandung.
3 .
Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa dapat menjelaskan pendekatan dan Alasan Mempelajari Estetika Kajian Estetika e. Pendekatan Estetika f. Alasan Mempelajari Estetika g. Refleksi Filsafat mengenai keindahan h. Manusia Modern dan
Kerinduan akan yang Afektif
1
00 1. Mudji Sutrisno dan Christ Verhaak, 1993, Estetika, Filsafat Keindahan, Kanisius Yogyakarta.
2. The Liang Gie, (1996), Filsafat Keindahan, Pusat Belajar Ilmu Berguna (PUBIB), Yogyakarta.
3. A.A. M. Djelantik (1999), Estetika Sebuah Pengantar. Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.
4 .
Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa dapat menjelaskan pemikiran estetika Barat dan estetika Timur Beberap a pemikiran Estetika Barat dan Timur. a. Beberapa pemikiran tentang Estetika Barat b. Beberapa Pemikiran
tentang Estetika Timur
2
00 1. Agus Sachari, (2002), Estetika; Makna, Simbol dan Daya. ITB Bandung. 2. The Liang Gie, (1976), Garis Besar Estetik
(Filsafat Keindahan), Yogyakarta: Penerbit Karya Yogyakarta.
3. Nyoman Kutha Ratna, (2006), Estetika Sastra dan Budaya. Pustaka Pelajar. 5
.
Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa dapat menjelaskan Pemikiran Estetika Indonesia
Pemikira n Estetika Indonesia
a. Keluhuran Budi b. Citra dan Orisinalitas c. Budaya yang Hidup d. Keindahan yang
Membumi e. Historisitas
f. Mencumbui Makna
2
00 1. Agus Sachari, (2002), Estetika; Makna, Simbol dan Daya. ITB Bandung. 2. Muji Sutrisno (1999), Kisi-Kisi Estetika.
Kanisius. Yogyakarta.
3. A.A. M. Djelantik (1999), Estetika Sebuah Pengantar. Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.
4. The Liang Gie, (1976), Garis Besar Estetik (Filsafat Keindahan), Yogyakarta: Penerbit Karya Yogyakarta.
6 .
Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa dapat menjelaskan Estetika Jawa dan seni pertunjukan
Estetika Jawa dan seni pertunjukan
a. Tiga Ciri Estetika Jawa b. Seni pertunjukan
Pedalangan
c. Seni Pertunjukan Tari
1 00
6. Wikipedia The free Encyclopedia 7. Purba Asmara, (2005), Pembumian
Konsep-Konsep Analisis Pedalangan, The Ford Foundation & Program Pendidikan Pascasarjana, STSI Surakarta.
8. Woro Aryandini, (2005), Seni Pertunjukan Indonesia Dengan Pendekatan Filsafat; Studi Kasus: Pergelaran Wayang Kulit, The Ford Foundation & Program Pendidikan Pascasarjana, STSI Surakarta.
9. Soewita Santoso, (1990), Dunia Ini Adalah sebuah Panggung, (Urip-Urip), Museum Radya Pustaka, Surakarta.
10. Wahyu Santoso Prabowo, (2003), Pertemuan Antar Budaya Dalam karya Tari: Dataran Untuk Penghayatan Nasionalitas, Pusat Penelitian
Kemsyarakatan dan Budaya Lembaga Penelitian Universitas Indonesia, Depok. 7
.
Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa dapat menjelaskan Unsur-unsur Pembentuk Estetika Karawitan
Unsur-unsur utama pembentuk estetika karawitan
Unsur Pembentuk Estetika Karawitan;
a. Sarana Fisik b. Laras dan Lagu c. Seniman
1
00 8. Martopangrawit, (1972), Tjatatan Pengetahuan Karawitan, Pusat Kesenian Djawa Tengah dan Dewan mahasiswa ASKI Surakarta.
9. Rahayu Supanggah, (1990), Balungan, Jurnal Masyarakat Musikologi Indonesia. 10. Rahayu Supanggah, (1994), Gatra, Inti dari
Wiled Th I. STSI Surakarta.
11. Rahayu Supanggah, (2002), Bothekan Karawitan I, Ford Foundation &
Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia. 12. Rahayu Supanggah, (2007), Bothekan
Karawitan II, ISI Press Surakarta.
13. Sri Hastanto, (2009), Konsep Pathet Dalam Karawitan Jawa, Program pascasarjana bekerja sama dengan ISI Press Surakarta. 14. Sindu Sawarno, (1959), Ilmu Karawitan
jilid I dan II, Konservatori, Surakarta. 8
.
Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa dapat menjelaskan Unsur utama dalam Estetika Karawitan Unsur khusus pembentuk estetika dalam karawitan a. Irama, Laya b. Cengkok, Pola c. Pathet, Garap
d. Dinamika, Waktu jeda e. Vokal, dan Budaya
1
00 1. Martopangrawit, (1972), Tjatatan Pengetahuan Karawitan, Pusat Kesenian Djawa Tengah dan Dewan mahasiswa ASKI Surakarta.
2. Rahayu Supanggah, (1990), Balungan, Jurnal Masyarakat Musikologi Indonesia. 3. Rahayu Supanggah, (1994), Gatra, Inti dari
Konsep Gendhing Tradisi jawa, Jurnal Wiled Th I. STSI Surakarta.
4. Rahayu Supanggah, (2002), Bothekan Karawitan I, Ford Foundation &
Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia. 5. Rahayu Supanggah, (2007), Bothekan
Karawitan II, ISI Press Surakarta.
6. Sri Hastanto, (2009), Konsep Pathet Dalam Karawitan Jawa, Program pascasarjana bekerja sama dengan ISI Press Surakarta. 7. Sindu Sawarno, (1959), Ilmu Karawitan
jilid I dan II, Konservatori, Surakarta. 9
.
Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa dapat menjelaskan Rasaning Gendhing
Rasaning Gendhing
a. Rasa Sebagai kemampuan
b. Rasa Sebagai Kualitas c. Kata Lain dari Rasa d. Sulit dan Bahaya
Dalam
Menggeneralisasi e. Empat Belas Istilah
Penting
2
00 1. Marc Benamou, (2010), Rasa; Affect and Intuition in Javanese Musical Aesthetics, Oxford University Press Inc. New York. 2. Martopangrawit, (1972), Tjatatan
Pengetahuan Karawitan, Pusat Kesenian Djawa Tengah dan Dewan mahasiswa ASKI Surakarta.
3. Rahayu Supanggah, (2007), Bothekan Karawitan II, ISI Press Surakarta.
4. Sri Hastanto, (2009), Konsep Pathet Dalam Karawitan Jawa, Program pascasarjana bekerja sama dengan ISI Press Surakarta. 5. Sindu Sawarno, (1959), Ilmu Karawitan
jilid I dan II, Konservatori, Sukrakarta 1 Setelah mengikuti Keindaha a. Mendengarkan 1 1. Berbagai kaset komersial Rekaman
0. perkuliahan ini mahasiswa
dapat menuliskan
(mendiskripsikan) hasil hayatan sebuah gendhing
n teknik bonang dan garap ricikan lainnya
gendhing ladrangan. b. Menyusun laporan
hasil hayatan
00 Lokananta, Kusuma Record, Fajar record, Irama Record.
1 1.
Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa dapat menyusun laporan hasil hayatan gendhing-gendhing serambahan Keindaha n gendhing serambahan a. Mendengarkan gendhing serambahan b. Menyusun laporan hasil hayatan 1 00
1. Berbagai kaset komersial rekaman Lokananta, Kusuma Record, Fajar record, Irama Record.
1 2.
Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa dapat menyusun laporan hasil hayatan gendhing-gendhing serambahan Keindaha n gendhing serambahan dengan gerong bedayan a. Mendengarkan gendhing serambahan b. Menyusun laporan hasil hayatan 1 00
1. Berbagai kaset komersial rekaman Lokananta, Kusuma Record, Fajar record, Irama Record.
1 3.
Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa dapat menyusun laporan hasil mendengarkan pertunjukan langsung Pertunju kan langsung a. Mendengarkan gendhing ladrangan. b. Menyusun laporan hasil hayatan 1 00 -