a. Ekstensio dan Hyper Ekstensio
Gerakan membentuk sudut yang lebih besar oleh tangan terhadap bidang tubuh; ke arah posterior dari posisi anatomi.
b. Fleksio
Gerakan membentuk sudut yang lebih kecil oleh tangan terhadap bidang tubuh ke arah anterior dari posisi anatomi
30 Bagan gerakan tangan :
c. Bagaimana mekanisme (fisiologi) terjadinya gerakan tersebut?
1. GERAKAN POLLEX
a. Flexio
Gerakan terjadi diantara os. Trapezium dan os metacarpal I, pada articulatio metacarpophalagea dan interphalangea. Otot yang melakukan gerakan ini adalah M. Flexor policis longus dan brevis serta M. Opponens pollicis.
31 b. Extensio
Gerakan terjadi diantara os. Trapezium dan os metacarpal I, pada articulatio metacarpophalagea dan interphalangea.Otot yang melakukan gerakan ini adalah M. Extensor pollicis longus dan brevis.
c. Abductio
Gerakan terjadi diantara os. Trapezium dan os metacarpal I, hanya sedikit gerakan pada articulatio metacarpophalagea. Otot yang melakukan gerakan ini adalah M. Abductor pollicis longus dan brevis.
d. Adductio
Gerakan terjadi diantara os. Trapezium dan os metacarpal I. Otot yang melakukan gerakan ini adalah M. Adductor pollicis.
e. Oppositio
Otot yang melakukan gerakan ini adalah M. Opponens pollicis.
2. GERAKAN INDEX, DIGITUS MEDIUS, DIGITUS ANULARIS DAN DIGITUS MINIMUS.
a. Flexio
Gerakan ini terjadi pada articulatio metacarpophalagea dan interphalangea. Phalanges distal diflexiokan oleh M. Flexor digitorum profunda, phalanges medial oleh M. Flexor digitorum superficialis dan phalanges proksimal oleh M. Lumbricales dan interossei.
32 b. Extension
Gerakan ini terjadi pada articulatio metacarpophalagea dan interphalangea. Phalanges distal diekstensiokan oleh M. Lumbricales dan interossei, phalanges medial oleh M. Lumbricales dan interossei dan phalanges proksimal oleh M. Extensor digitorum.
c. Abductio
Gerakan ini terjadi pada articulatio metacarpophalagea. Otot yang melakukan gerakan ini adalah M. Interossei dorsales.
d. Adductio
Otot yang melakukan gerakan ini adalah M. Interossei palmares.
e. Abductio dan adductio
Facies articularis basis phalanges proximal dan anterior caput metacarpi yang rata difiksasi dengan erat oleh ligamentum collaterale yang tegang pada posisi flexio. Pada posisi extensio articulatio metacarpophalangea, basis phalanges bersentuhan dengan bagian bulat caput ossis metacarpi dan ligamentum collaterale dalam keadaan longgar.
33
d. Bagaimana mekanisme (fisiologi) kerja tangan saat menggenggam atau mengangkat benda?
Untuk dapat menggenggam, diperlukan kontraksi dari beberapa otot, yaitu m. flexor pollicis brevis, m. flexor pollicis longus, m. flexor digitorum profundus, m. flexor digitorum superficialis dan m. flexor digitorum minimi. Kontraksi otot – otot tersebut akan membuat jari – jari menekuk (posisi flexor) sehingga kita bisa menggenggam benda. Gerakan memegang benda dapat dilakukan oleh tangan bila lengan bawah semipronatio dan articulatio radiocarpalis pada posisi extentio. Sebagai catatan, tulang-tulang lengan bawah sangat stabil pada posisi semipronatio sehingga disebut posisi fungsional
Untuk dapat mengangkat benda diperlukan koordinasi otot – otot tidak hanya ditangan, tapi juga di lengan, yakni pada otot biceps, otot triceps dan lain – lain. Benda yang lebih berat akan memaksa lebih banyak otot berkontraksi guna memberikan kekuatan kepada lengan dan tangan kita. Struktur tangan yang tersusun dari tulang yang berukuran pendek turut membantu memudahkan kita dalam menggenggam benda. Tulang yang pendek membuat kita dapat melakukan lebih banyak gerakan dan ruang di dalam genggaman kita dapat disesuaikan ukurannya (bisa rapat, bisa renggang) sesuai ukuran benda yang hendak dipegang.
34
Saraf yang mempersarafi daerah tangan berasal tiga sumber yaitu n. Medianus yang mempersarafi daerah digiti 1, 2 dan 3 (ibu jari, telunjuk, dan jari tengah) serta setengah digiti 4; n. Ulnaris yang mempersarafi daerah digiti 4 dan 5 (jari manis dan kelingking); dan n. Radialis. Saraf tersebut yang mengatur bagaimana tangan menerima rangsangan (sensorik) dan merespon terhadap rangsangan tersebut (motorik). Ketiga saraf tersebut juga yang membuat kita dapat menggerakkan tangan sesuai dengan kehendak kita.
e. Mengapa bisa terjadi tangan lemah?
Tangan lemah terjadi karena adanya kompresi pada saraf sehingga daerah yang dipersarafinya tidak dapat menjalankan fungsi motorik dan sensorik secara maksimal. Gangguan ini akan mengakibatkan terhambatnya penghantaran impuls sehingga kinerja otot yang dipersarafi juga mengalami gangguan fisiologi. Gangguan ini dapat berupa hilangnya kemampuan otot untuk berkontraksi secara maksimal hingga mengakibatkan terjadinya kelemahan bahkan hingga atrofi.
f. Bagaimana patofisiologi tangan lemah?
Tangan lemah pada Linda terjadi karena adanya kompresi pada n. medianus sehingga daerah yang dipersarafinya, yakni digiti 1, 2, dan 3 mengalami gangguan fisiologis. Gangguan ini berupa hilangnya kemampuan otot untuk berkontraksi secara maksimal hingga mengakibatkan terjadinya kelemahan pada tangan Linda. Gejala yang juga dialami Linda adalah rasa nyeri, rasa panas (seperti terbakar) dan rasa kesemutan pada daerah yang diinnervasi oleh nervus medianus, yakni digiti 1, 2, dan 3.
Kompresi pada n. Medianus mengakibatkan daerah yang dipersarafinya tidak dapat menjalankan fungsi motorik dan sensorik secara maksimal. Kompresi ini akan mengakibatkan terhambatnya penghantaran impuls sehingga saraf tidak dapat menghantarkan sinyal dari dan ke otak. Hal inilah yang menebabkan munculnya berbagai rasa yang tidak biasa (nyeri, panas dan kesemutan) serta kelemahan pada tangan.
35
3. Linda kesulitan untuk melakukan beberapa aktivitas yang menggunakan tangan kanan seperti mengancing baju, menyisir rambut, dsb.
a. Faktor apa saja yang menyebabkan Linda kesulitan beraktivitas dengan tangan kanannya?
Linda sulit beraktivitas dengan tangannya karena tangannya lemas dan sering mengalami kesemutan serta nyeri pada digiti 1, 2, dan 3. Akibatnya, ia mengalami kesulitan saat ingin beraktivitas dengan tangan kanannya. Bila kita cermati, ketiga jari tersebut merupakan jari yang dipersarafi oleh n. Medianus. Kemungkinan besar n. medianus pada tangan kanan Linda mengalami gangguan (demyelinasi) yang bisa ditimbulkan akibat tekanan terus menerus atau karena aktivitas yang berlebihan atau karena gerakan yang berulang – ulang secara terus menerus dalam jangka waktu yang cukup lama sehingga saraf tersebut mengalami penekanan. Gangguan ini bisa juga timbul pada ibu hamil karena adanya perubahan hormonal dan penumpukan cairan tubuh yang berlebihan pada daerah tangan dan kaki sehingga timbul kompresi atau penekanan oleh cairan tersebut. Demyelinasi axon dari n. Medianus akan mengakibatkan gangguan pada transport impuls sehingga tangan Linda akan mengalami gangguan neurofisiologis. Kompresi pada n. medianus juga dapat menyebabkan terjadinya kelemahan otot hingga atrofi otot sehingga otot tidak dapat bekerja maksimal bahkan tidak dapat bekerja sama sekali.
36
4. Linda merasa sehat dan menyangkal adanya trauma atau nyeri leher.
a. Apakah ada hubungan antara trauma leher dan rasa kesemutan dan nyeri seperti yang dialami Linda? Jelaskan!
Dari gambar di atas, kita dapat melihat bagaimana jalannya nervous medianus. Mulai dari saraf yang paling ujung pada digiti 1, 2, 3, dan sebagian digiti 4. Saraf lalu lewat melalui terowongan karpal, naik ke lengan bawah lewat bagian interossea lalu masuk regio brachii dan membentuk sistem percabangan yang rumit dengan beberapa saraf. Percabangan ini
37
dikenal dengan nama plexus brachialis. Plexus ini kemudian akan berakhir pada C5, C6, C7, C8, dan T1.
Adanya trauma leher memungkinkan timbulnya gangguan pada saraf yang berujung di daerah cervikalis pada vertebral. Saraf medianus termasuk salah satu saraf yang berujung pada daerah ini. Alhasil, bila seseorang pernah mengalami trauma leher, kemungkinan kerja n. Medianus akan terganggu. Gangguan ini mengakibatkan n. Medianus tidak dapat menghantarkan impuls yang diterimanya dengan baik. Hal ini akan menimbulkan sensasi kesemutan pada daerah yang dipersarafinya, yakni digiti 1, 2, 3 dan setengah digiti 4.
Linda menyangkal dirinya pernah mengalami trauma leher. Maka dapat kita katakan bahwa sensasi kesemutan yang dialami oleh Linda bukan disebabkan oleh gangguan pada ujung saraf medianus di tulang belakang (C5, C6, C7, C8 dan T1), tetapi kemungkinan besar disebabkan oleh kompresi n. Medianus pada bagian lain.
Kompresi pada n. Medianus ini terkadang dapat menimbulkan sensasi nyeri yang menjalar sepanjang jalur n. Medianus, yakni mulai dari digiti 1, 2, 3 dan setengah digiti 4; naik ke bagian interossea lengan bawah, regium brachii, bahkan sampai ke leher ( daerah C5, C6, C7, C8 dan T1).
38