• Tidak ada hasil yang ditemukan

GOD is the DREAM MAKER, but SATAN is the DREAM TAKER

PRINSIP D-P-T

Lalu, gimana caranya supaya kita bisa menemukan tujuan hidup kita?

Memang ada orang-orang tertentu yang dikaruniai secara langsung oleh Tuhan melalui penglihatan, mimpi, dsb. Tapi saya mau coba jelaskan kepada kamu tentang prinsip D-P-T. Ini

adalah 3 hal yang dapat kamu lakukan, yaitu : DOAKAN, PIKIRKAN & TULISKAN.

§D = DOAKAN

“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” ( Matius 7 : 7 ) Mulai minta kepada Tuhan di dalam doa supaya Ia menunjukkan rencana-Nya kepadamu. Datang kepada Tuhan yang mengetahui seluruh rancangan ( blue print ) hidupmu.

Ada begitu banyak mimpi atau yang lebih sering saya sebut sebagai visi, yang saya dapatkan ketika saya sedang berdoa. Saya ingat ketika saya sedang berdoa di sebuah menara doa, dan itu adalah pertama kalinya saya mendapat visi untuk melayani sebagai misionaris di negara Cina. Visi ini memang belum terjadi, tetapi masi terus saya doakan. Dan saya menjadi begitu bersemangat. Orang yang memiliki visi dalam hidupnya akan jauh lebih bersemangat dan lebih maju dibandingkan orang-orang yang tidak memiliki visi.

Mulai terima hal-hal yang Tuhan taruh dalam hatimu ketika kamu sedang berdoa, meskipun hal itu terasa mustahil. Jangan ragu, asal visi tersebut sesuai dengan Firman Tuhan dan tujuannya untuk kemuliaan nama Tuhan, bukan untuk ambisi pribadi. Semakin hari visi dan tujuan hidupmu

akan semakin dipertajam oleh Tuhan, jadi jangan cepat puas. Teruslah berdoa dan meminta kepada Tuhan.

§P = PIKIRKAN

“Tetapi di Sorga ada Allah yang menyingkapkan rahasia-rahasia; Ia telah memberitahukan kepada tuanku raja Nebukadnezar apa yang akan terjadi pada hari-hari yang akan datang. Mimpi dan penglihatan-penglihatan yang tuanku lihat di tempat tidur ialah ini : Sedang tuanku ada di tempat tidur, ya tuanku raja, timbul pada tuanku pikiran-pikiran tentang apa yang akan terjadi di kemudian hari, dan D ia yang m enyingkapkan rahasia-rahasia telah memberitahukan kepada tuanku apa yang akan terjadi.”

( Daniel 2 : 28 – 29 )

Selain berdoa, kita juga perlu untuk berpikir. Berpikir tentang masa depan, bukan berarti kita khawatir. Nebukadnezar telah melakukannya, meskipun dia bukan orang percaya. Setiap malam ia selalu memikirkan tentang apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Sehingga akhirnya Tuhan memberikan mimpi kepadanya.

Jika Nebukadnezar bisa mengalaminya, apalagi kita sebagai orang-orang percaya. Tapi seringkali kita tidak mendapatkan visi dari Tuhan karena kita malas untuk berpikir. Seperti yang sudah saya katakan di awal bab ini, kita suka menjadi anak-anak muda yang cuek dan masa bodo. Padahal Tuhan mau menyingkapkan rahasia-rahasia

Nya kepada kita lho...

§T = TULISKAN

“Tuliskanlah penglihatan itu dan ukirkanlah itu pada loh-loh, supaya orang sambil lalu dapat membacanya.

( Habakuk 2 : 2 )

Setelah kamu berdoa dan berpikir, tuliskan setiap hal yang telah kamu dapatkan. Ada begitu banyak orang yang telah menerima suatu pesan dari Tuhan, tapi akhirnya ia lupa karena ia tidak pernah menulisnya. Sebuah visi harus dituliskan.

Saya memiliki sebuah buku khusus yang saya beri nama “My Dream Book”. Di dalamnya tertulis semua visi, mimpi dan harapan saya selama ini. Bahkan bukan cuma tulisan, tetapi saya juga menempelkan gambar-gambar yang menjelaskan tentang mimpi saya tersebut. Beberapa mimpi saya sudah digenapi, tetapi ada juga yang belum digenapi. Dan saya sungguh merasakan bahwa semakin hari visi itu semakin berkembang. Saya terus menulis dan menulis sampai saat ini, kadang-kadang saya juga suka membacanya kembali. Itu bisa memotivasi saya ketika saya sedang lemah dan mengalami kegagalan. Membuat saya bangkit dari rasa putus asa saya dan melihat kembali kepada tujuan hidup yang begitu besar. Membuat saya sadar bahwa saya masih harus terus maju mengejar destiny yang telah Tuhan tetapkan !

Selain sebuah Dream Book, mungkin beberapa di antara kamu pernah mendengar istilah BLUE PRINT dan GOAL SETTING.

Blue Print adalah rancangan hidupmu dalam waktu jangka panjang ; apa gambaran hidupmu 10-20 tahun ke depan, bahkan sampai pada kematianmu. Saya ambil contoh blue print dalam :

- Pelayanan

“Saya mau menjadi seorang misionaris di Cina. Misi dalam bidang sosial, membantu orang-orang sakit dan anak-anak yang terlantar. Sehingga membawa dampak dan membuka jalan untuk Injil masuk ke sana.”

- Pernikahan dan Keluarga

“Saya mau menikah pada usia 25 tahun dengan seorang pria yang juga memiliki hati misi, lahir baru dan memiliki kedewasaan rohani. Membangun sebuah keluarga ilahi dan mendidik anak-anak di dalam kebenaran Firman Tuhan.”

- Pendidikan / Pekerjaan

“Saya mau melanjutkan pendidikan bahasa di Cina pada tahun ... Bekerja di sebuah yayasan sosial dan badan misi.”

- Kematian

“Saya mau dikenal sebagai seorang misionaris sosial, khususnya di Cina. Sebagai wanita yang menjadi salah satu tokoh penggerak kebangunan rohani di kalangan anak muda. Sebagai ibu, istri bahkan nenek yang telah menjadi teladan.”

Itu beberapa contoh membuat Blue Print. Bagaimana dengan Goal Setting ?

Goal Setting adalah rancangan hidupmu dalam waktu jangka pendek ; apa gambaran hidupmu dalam 1-2 tahun ini, lebih spesifik dan terjangkau dibandingkan dengan Blue Print. Saya ambil contoh :

- Pertumbuhan Rohani

“Tahun ini saya mau membaca 2 pasal Alkitab dan berdoa minimal 15 menit setiap hari. Puasa 2 kali dalam seminggu.”

- Pelayanan

“Saya mau mengadakan kunjungan sosial ke panti asuhan dan Rumah Sakit 1 bulan 1 kali. Mengikuti kegiatan mission trip minimal 1 tahun 1 kali.”

- Pendidikan dan Pekerjaan

“Tahun ini mau menyelesaikan skripsi dan lulus kuliah. Mengikuti kursus bahasa Mandarin. Mencoba bekerja sebagai guru di sebuah sekolah TK.”

- Keuangan

“Memberikan perpuluhan rutin setiap bulan. Memberikan persembahan pembangunan gedung gereja sebesar ... setiap bulan. Membiayai pendidikan anak asuh setiap bulan sebesar ...”

Goal Setting yang kamu buat akan mendukung Blue Print-mu dan merupakan langkah-langkah sederhana yang Print-mulai kamu ambil untuk menuju Blue Print akhir hidupmu.

Kamu bisa mulai mencoba membuatnya dan menuliskannya dalam sebuah buku. Ini akan menjadi hal yang sangat menyenangkan. Saya mempraktekkannya sejak saya masih SMP, khususnya di setiap akhir tahun, saya selalu membuat Goal Setting yang baru. Dan itu menjadi sebuah tujuan atau target yang mau saya capai dalam 1 tahun tersebut. Inget ya... doakan, pikirkan dan tuliskan...

Life without VISION is no life LIVE IN COMMUNITY

“Saya dapat melakukan apa yang tidak dapat Anda lakukan dan Anda dapat melakukan sesuatu yang tidak dapat saya lakukan. Bila bersama-sama, kita dapat melakukan perkara-perkara besar.” - Ibu Teresa – Untuk menggenapi tujuan hidup yang maximal, kita juga perlu untuk hidup di dalam sebuah komunitas. Tentunya bukan komunitas yang sembarangan, tetapi komunitas yang dapat saling mendukung dan menguatkan. Kita butuh orang lain !

“Tapi saya bisa berhasil dengan bantuan Tuhan.”

Ya, Tuhan membantumu melalui orang lain, melalui komunitas yang ada di sekitarmu. Jangan lagi ada istilah “One Man Show” atau orang-orang yang merasa dirinya Superman. Bahkan Yesus sendiri memberi teladan ketika Ia hidup di dunia. Ia hidup berkomunitas dengan kedua belas rasul. Ia tidak merasa hebat, hidup sendirian dan mengasingkan diri. Oleh karena itu, kita juga perlu hidup di dalam komunitas. Komunitas yang seperti apa?

1. Komunitas orang-orang percaya, yang dapat membuat iman dan kerohanianmu bertumbuh

2. Komunitas yang memiliki prinsip “saling”.

Banyak komunitas yang tidak dewasa hari-hari ini, banyak luka dan persaingan yang tidak sehat di dalamnya karena mereka tidak memiliki prinsip “saling”. Di dalam Alkitab Perjanjian baru kata “saling” disebutkan lebih dari 50 kali. Itu artinya, kata ini sangat penting ! Di dalam sebuah komunitas yang sehat, harus ada hubungan timbal balik : saling mengasihi, saling berbagi, saling menolong, saling menguatkan, saling menasehati, dsb.

3. Komunitas yang mendukung visi dan tujuan hidupmu.

Kamu perlu komunitas atau orang-orang yang tidak menganggap mimpimu sebagai suatu hal yang “gila”. Tapi komunitas yang dapat berkata :

“ Aku tahu itu kelihatannya mustahil, tapi aku percaya kamu bisa berhasil mencapainya ! Aku dukung semua impianmu ! ”

Hati-hati, karena komunitas yang salah dapat membunuh semua impianmu. Orang yang hidup dalam lingkungan orang-orang besar, suatu saat pasti akan menjadi orang besar. Tetapi sebaliknya, orang yang hidup dalam lingkungan orang-orang yang tidak punya tujuan hidup, suatu saat ia akan menjadi orang yang biasa-biasa saja. Dengan siapa kamu bergaul, itu menentukan siapa dirimu.

“Kalau begitu, saya gak boleh bergaul dengan orang-orang yang

belum kenal Tuhan dong? Gimana saya bisa menjangkau mereka dan jadi berkat buat mereka?”

Tidak ada salahnya kamu bergaul dengan semua orang. Yesus juga bergaul dengan para pendosa. Tapi Ia tidak memilih sembarang orang untuk menjadi 12 murid-Nya. Kamu bisa masuk dalam kehidupan semua orang, tapi jangan biarkan sembarang orang masuk dalam kehidupan pribadimu.

Mulailah hidup dalam komunitas yang sehat hari ini. Dukunglah setiap impian dan tujuan hidup sahabat-sahabatmu, jangan membunuh mimpi mereka ! Mereka juga perlu orang-orang yang menganggap mereka “mampu” untuk mengerjakan hal-hal yang mustahil. Saya bersyukur bisa memiliki komunitas R4J, mengenal teman-teman yang memiliki tujuan hidup yang berbeda-beda. Ada yang suatu saat ingin menjadi dokter, ada yang ingin menjadi anggota DPR, pengacara, designer, arsitek, bisnisman, penyiar, dan masih banyak lagi. Dan saya ikut termotivasi melihat semangat dan tujuan hidup yang mereka miliki. Memang tidak ada komunitas yang sempurna, pasti ada yang namanya perbedaan dan konflik. Tapi di situlah kamu akan didewasakan oleh Tuhan.

Komunitas yang tidak sempurna adalah tempat untuk kita

Dokumen terkait