• Tidak ada hasil yang ditemukan

Good Corporate GovernanceTata Kelola Perusahaan

Dalam dokumen Sustainable Operation (Halaman 33-38)

Perseroan menyadari pentingnya tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) dalam rangka meningkatkan kinerja dan nilai tambah perusahaan. Prinsip-prinsip Good

Corporate Governance tersebut, antara lain meliputi:

transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independen, kewajaran dan kesetaraan (fairness).

Pengelolaan Perseroan dilaksanakan oleh Direksi di bawah bimbingan dan pengawasan Dewan Komisaris. Mereka bertugas untuk melindungi kepentingan pemegang saham dan semua

stakeholders, sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan

yang berlaku.

Rapat Umum Pemegang Saham

Pada tanggal 5 Agustus 2009, Perseroan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan menyetujui antara lain Pemberian dispensasi atas keterlambatan penyelenggaraan rapat umum pemegang saham tahunan tahun 2008; Laporan Tahunan Direksi dan Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008; Tidak ada pembagian dividen final untuk tahun buku 2008; dan Pemberian wewenang kepada Komisaris Perseroan untuk menunjuk Akuntan Publik Independen untuk tahun buku 2009.

Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan

Dewan Komisaris dipilih melalui Rapat Umum Pemegang Saham. Dewan Komisaris Perseroan pada t a n g g a l 3 1 D e s e m b e r 2 0 0 9 berjumlah 6 (enam) orang Komisaris, termasuk 2 (dua) orang Komisaris Independen. Dewan Komisaris melakukan pengawasan terhadap manajemen dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya serta memberikan rekomendasi kepada Direksi mengenai hal-hal yang

The Company realized the importance of Good Corporate Governance in increasing its performance and company’s value added. Those principles of Good Corporate Governance cover among other things, such as transparency, accountability, responsibility, independency, and fairness.

The management is carried out by Directors under the direction and guidance of the Board of Commissioners. They are obliged to protect the interest of shareholders and all of the stakeholders, according to prevailing laws.

General Meeting of Shareholders

On August 5, 2009, the Company held Annual General Meeting of Shareholders and approved, among other, Dispensation for the delayed of Annual General Meeting of Shareholders for financial year 2008; The Annual Directors’ Report and Company’s Consolidated Financial Statements for the year ended December 31, 2008; No dividend distributed for the year 2008; and To give authority to the Board of Commissioners to appoint an Independent Public Accountant for the year 2009.

Board of Commissioners and Directors

The Board of Commissioners was elected through the held of General Meeting of Shareholders. The board w a s c o m p r i s e d o f 6 ( s i x ) Commissioners including 2 (two) Independent Commissioners as of December 31, 2009. The Board of Commissioners is responsible for overseeing the management and supervising the Directors concerning matter deemed vital to the Company. The Board of Commissioners is

Good Corporate Governance

Tata Kelola Perusahaan

Direktur Utama Wakil Direktur Utama Wakil Direktur Utama Wakil Direktur Utama Direktur

Direktur Direktur Direktur Direktur

Teguh Ganda Wijaya Drs. John Ferdinand Pandelaki Ir. Gandi Sulistiyanto Soeherman

Sukirta Mangku Djaja Drs. Pande Putu Raka, MA Letjen TNI (Purn) Soetedjo

President Commissioner Vice President Commissioner Commissioner Commissioner Independent Commissioner Independent Commissioner

Dewan Komisaris / Board of Commissioners

Direksi / Board of Directors

Komisaris Utama Wakil Komisaris Utama Komisaris

Komisaris

Komisaris Independen Komisaris Independen

Lin Fu Li

Linda Suryasari Wijaya Limantara Indah Suryasari Wijaya Limantara

Hendra Jaya Kosasih Suresh Kilam Lin Shun Keng

Arthur Tahya Ir. Buyung Wahab, MM

Suhendra Wiriadinata

President Director Vice President Director Vice President Director Vice President Director Director Director Director Director Director Direksi diangkat atau diberhentikan berdasarkan keputusan

Rapat Umum Pemegang Saham. Direksi Perseroan saat ini terdiri dari Direktur Utama, 3 (tiga) orang Wakil Direktur Utama dan 5 (lima) orang Direktur. Direksi Perseroan bertanggungjawab atas pelaksanaan strategi Perseroan untuk mencapai tujuan Perseroan. Direksi Perseroan juga bertanggungjawab untuk memelihara aset dan sumber daya yang dimiliki oleh Perseroan untuk mencapai tujuan tersebut.

Sepanjang tahun 2009, Dewan Komisaris dan Direksi bersama dengan Komite Audit telah melakukan pertemuan untuk membahas laporan keuangan triwulanan, penyusunan anggaran tahunan Perseroan dan laporan keuangan tahunan yang diaudit oleh akuntan publik dan hal-hal lainnya yang membutuhkan perhatian.

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi pada tanggal 31 Desember 2009 adalah sebagai berikut:

The Board of Directors is appointed and discharged through the held of General Meeting of Shareholders. Currently, the Board of Directors is comprised of a President Director, 3 (three) Vice President Directors and 5 (five) Directors. The Board of Directors is responsible for executing the Company’s strategy to achieve its target. The Board of Directors is also responsible to protect the assets and any resources of the Company to achieve the objectives.

Throughout 2009, the Boards of Commissioners and Directors together with the Audit Committee held routine meetings to review of Company’s quarterly financial statements, drawing up of the annual budget and audited consolidated financial statements, and other matters that required the Commissioners’ attention.

The members of Board of Commissioners and Directors as of December 31, 2009 were as follows:

Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi

Jumlah remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan

Remuneration of Board Commissioners and Directors

Good Corporate Governance

Tata Kelola Perusahaan

Untuk meningkatkan kompetensi Direksi secara konsisten, Perseroan menyelenggarakan program pelatihan dan pengembangan yang ditujukan bagi karyawan tingkat menengah dan atas (termasuk Direksi), dimana mereka dapat belajar dan berbagi pengetahuan dan pengalaman di berbagai bidang seperti keuangan, pemasaran, manajemen strategi dan lain-lain. Direksi juga dianjurkan untuk mengikuti pelatihan-pelatihan dan seminar-seminar berhubungan dengan tanggungjawab dan keahliannya masing-masing.

Komite Audit

Komite Audit bertugas memberikan rekomendasi dan membantu pelaksanaan tugas dan fungsi Komisaris dalam melakukan pengawasan. Komite Audit Perseroan terdiri dari 3 (tiga) orang, dimana ketuanya adalah seorang Komisaris Independen.

Anggota Komite Audit pada tanggal 31 Desember 2009 adalah sebagai berikut:

Ketua : Drs. Pande Putu Raka, MA Anggota : Drs. Kamardy Arief

Anggota : Prof. Wahjudi Prakarsa, Ph.D

Sepanjang tahun 2009, Komite Audit telah mengadakan pertemuan rutin dengan audit internal dan Direksi untuk menelaah temuannya dalam rangka peningkatan pengawasan internal. Komite Audit juga mengadakan pertemuan dengan Auditor Eksternal Perseroan untuk membahas laporan keuangan konsolidasi Perseroan dan kemudian mendiskusikannya dengan manajemen.

Komite Lainnya

Saat ini Perseroan belum memiliki Komite Nominasi maupun Komite Remunerasi. Perseroan menyadari pentingnya pemilihan orang-orang terbaik dan mempertahankan motivasi mereka

To consistently improve the competency of the Board of Directors, the Company regularly holds training program for middle-up level employees (including Directors), where they can learn and share their knowledge and experiences in various areas of finance, marketing, strategic management, etc. The Directors are also encouraged to join trainings and seminars related to their respective responsibilities and area of expertise.

Audit Committee

The duties of Audit Committee are to recommend and assist the Commissioners in performing their supervising duties and functions. Currently, Audit Committee consists of 3 (three) independent professionals, in which the Chairman is the Independent Commissioner.

The members of the Audit Committee as of December 31, 2008 were as follows:

Chairman : Drs. Pande Putu Raka, MA Member : Drs. Kamardy Arief

Member : Prof. Wahjudi Prakarsa, Ph.D

Throughout 2009, the Audit Committee has held routine meetings with the Internal Auditor and Directors to discuss its findings to enhance the internal control. The Audit Committee also held meetings with the External Auditors to discuss the audited Company’s consolidated financial statements and discussed with the Company’s Management.

Other Committees

Currently, the Company has not had Nominating Committee or Remuneration Committee. The Company acknowledges the importance of choosing the best people and sustaining their

Good Corporate Governance

Tata Kelola Perusahaan

Audit Internal

Perseroan memiliki tim Audit Internal yang bertugas untuk memastikan sistem pengendalian internal efektif dan memadai untuk menjaga aset Perseroan. Tugas Audit Internal antara lain memverifikasi informasi Perseroan baik informasi operasional maupun keuangan. Masalah yang ditemukan akan ditelaah dan diinformasikan kepada manajemen dan Komite Audit. Audit Internal juga memberikan masukan mengenai penerapan strategi Perseroan.

Sekretaris Perusahaan

Sekretaris Perusahaan bertanggungjawab untuk membantu Perseroan dalam menjalankan tata kelola perusahaan yang baik dan memastikan kepatuhan Perseroan terhadap aspek pengungkapan dan penyampaian informasi maupun terhadap peraturan bursa, pasar modal dan perundang-undangan lainnya yang berlaku. Sekretaris Perseroan juga mempunyai fungsi menyebarkan informasi mengenai kondisi Perseroan kepada publik, bertindak sebagai penghubung antara Perseroan dengan Badan Pengawas Pasar Modal – Lembaga Keuangan, Bursa Efek Indonesia, dan publik. Selain itu, Sekretaris Perusahaan juga bertugas mengkoordinasikan kegiatan Komisaris dan Direksi baik secara internal maupun eksternal. Saat ini, Sekretaris Perusahaan Perseroan dijabat oleh Bapak Agustian R. Partawidjaja.

Risiko Usaha

1. Fluktuasi Harga Bubur Kertas (Pulp) dan Tissue

Harga jual pulp dan tissue sangat tergantung dari harga yang berlaku di pasaran internasional yang memiliki kecenderungan berfluktuasi tergantung tingkat permintaan dan penawaran. Di samping itu, harga jual produk-produk Perseroan juga tergantung pada beberapa faktor lain yang berada di luar kendali Perseroan, seperti peraturan terkait lingkungan hidup, bencana alam, perubahan kurs mata uang dan masalah perburuhan.

Internal Audit

The Company has an Internal Audit team which is responsible to ensure that the internal control system is effective to protect the Company’s assets. In executing its duties, the Internal Audit verifies Company’s information, operational information as well as financial information. Any problems found will be reviewed and informed to the management and Committee Audit. Internal Audit also gives recommendation on implementation the Company’s strategy.

Corporate Secretary

The Corporate Secretary is responsible to assist the Company in the implementation of Good Corporate Governance Principles and ensuring that the Company is in compliance with respect to the aspect of transparency and reports any information as well as comply with the rules of the capital markets and prevailing laws and regulation. The Corporate Secretary has a function to publish any information related to the Company’s conditions, acts as a linkage between the Company and Indonesian Capital Market Supervisory Board – Financial Institution (Bapepam-LK), Indonesia Stock Exchange and the public. In addition, the Corporate Secretary also manages public relations and coordinates both Commissioners and Directors activities internally as well as externally. Currently, the Company’s Corporate Secretary is Mr. Agustian R. Partawidjaja.

Risk Factors

1. Fluctuations in Pulp and Tissue Prices

The prices of pulp and tissue are highly depending on the global market prices wherein the fluctuations are affected by demand and supply. Moreover, the selling prices of Company’s products are also affected by some other uncontrolled factors, such as environmental, natural disasters, currency fluctuation and labors matters.

Good Corporate Governance

Tata Kelola Perusahaan

2. Persaingan

Di pasar internasional, tingkat persaingan penjualan produk

pulp dan tissue cukup tinggi dan melibatkan banyak

produsen di seluruh dunia. Beberapa pesaing memiliki lokasi yang dekat dengan pasar utama dunia, sehingga hal tersebut merupakan kelebihan dari pesaing. Adanya tuduhan dumping dari negara tertentu terhadap produk Perseroan akan berdampak terhadap kinerja Perseroan.

3. Perubahan Tingkat Bunga Dan Atau Kurs Mata Uang Asing

Operasi dan investasi Perseroan sebagian dibiayai dengan pinjaman dari kreditur dalam dan luar negeri, dengan tingkat bunga tertentu. Naiknya tingkat bunga akan meningkatkan beban bunga sehingga akan mengurangi keuntungan Perseroan. Selain itu, pinjaman Perseroan adalah dalam berbagai mata uang, seperti Dolar Amerika Serikat, Euro Eropa, Yen Jepang, dan Rupiah Indonesia. Depresiasi nilai Dolar Amerika Serikat terhadap mata uang lainnya akan meningkatkan beban Perseroan yang pada akhirnya dapat mengakibatkan penurunan laba Perseroan.

4. Faktor Lingkungan

Perseroan memberi perhatian yang serius terhadap penanganan limbah yang terjadi akibat kegiatan produksi Perseroan. Pembuangan limbah dari hasil produksi Perseroan dapat mempengaruhi lingkungan hidup sekitar. Kegiatan-kegiatan Perseroan dalam kaitannya dengan lingkungan diawasi oleh Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (BAPEDAL), suatu badan pemerintah yang bertanggungjawab atas implementasi dan pengawasan peraturan dan kebijaksanaan terhadap lingkungan hidup. Pemerintah akan mengambil tindakan terhadap perusahaan-perusahaan yang tidak mematuhi undang-undang lingkungan hidup yang ditetapkan oleh pemerintah

2. Competition

The international markets for pulp and tissue products are highly competitive, involving large number of producers located around the world. Some competitors have more benefit because they are strategically located near the main global market. With dumping allegation towards Company’s products from certain countries will definitely affect the Company’s performance.

3. Exposure to Interest Rate and or Exchange Rate Fluctuations

Operational and investment of the Company is supported by financing from local and overseas creditors with a certain interest rate. The higher interest rate will increase the interest expenses which in turn, decrease the Company’s profit. Moreover, the Company’s loan is in different currencies, such as in United States Dollar, European Euro, Japanese Yen and Indonesian Rupiah. Depreciation rate of United States Dollar against other currencies will increase the burden of the Company which finally caused the decrease of the Company’s profit.

4. Environment Factors

The Company shows a serious attention in dealing with the waste produced by the production activities. This waste will affect the surroundings environment. Activities related to environmental pollution are supervised by Environmental Impact Assessment Supervisory Board (BAPEDAL), the Indonesian Government agency responsible for implementing and monitoring the Indonesian Government’s pollution control regulations and policies and certain local government authorities. The Indonesian government has the power to take action against companies for failure to comply with applicable environmental regulations, including the imposition of fines and revocation of licenses.

5. Kelangkaan Bahan Baku

Bahan baku utama pulp dan industri kertas adalah kayu dan bahan-bahan kimia penunjang. Agar proses produksi Perseroan tidak terhambat, maka kelangsungan pasokan bahan baku kayu merupakan hal yang amat penting. Selama ini kebutuhan akan kayu untuk memproduksi pulp terutama diperoleh dari PT. Wirakarya Sakti, perusahaan afiliasi, dan mitra usaha lainnya. Apabila terjadi kegagalan pasokan bahan baku kayu, maka akan mempengaruhi kegiatan usaha Perseroan.

6. Risiko Bencana Alam

Sebagaimana halnya dengan bidang usaha lain, bidang usaha Perseroan tidak terhindar dari bahaya bencana alam. Apabila terjadi kerusakan yang diakibatkan oleh kebakaran ataupun bencana alam lainnya, baik kerusakan atas fasilitas pabrik dan produksi Perseroan maupun kerusakan atas konsesi PT. Wirakarya Sakti dan mitra usaha lainnya sebagai sumber utama bahan baku kayu Perseroan, maka hal itu dapat mempengaruhi kegiatan usaha Perseroan.

Transaksi dengan Pihak Terafiliasi

Sebagai bagian dari operasinya, Perseroan melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang memiliki hubungan istimewa, yaitu pihak-pihak yang mempunyai keterkaitan langsung maupun tidak langsung dengan kepemilikan atau kepengurusan Perseroan, sesuai dengan PSAK No.7. Jenis transaksi dengan pihak terafiliasi meliputi penunjukan distributor, penjualan, pembelian bahan baku, sewa-menyewa, jasa pemasaran dan transaksi lainnya. Seluruh transaksi tersebut telah diungkapkan dalam Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan.

Perkara Hukum

Dalam menjalankan operasinya, Perseroan menghadapi beberapa gugatan dan tuntutan hukum dari berbagai pihak, terutama sehubungan dengan proses restrukturisasi hutang

5. Shortage of Raw Material

The raw material of pulp and paper is mainly from wood and chemical materials. Sustainability supply of wood is very important for the interest of Company’s production process. Wood to produce pulp is mainly supplied by PT. Wirakarya Sakti, an affiliated company. If, the wood supply is unsustainable, the Company’s business activity will be affected.

6. Natural Disaster Risk

Similar matter to other business sector, the Company business sector is unavoidable from natural disasters. If, any damaged caused by fire or any other natural disaster, damaged on any factory facilities or Company’s production as well as damaged on PT. Wirakarya Sakti and other business partners’ concession as the Company’s wood material main sources, therefore, it will affect the Company’s business activities.

Transactions with Related Parties

In the course of its operation, The Company and its subsidiaries have transactions with certain related parties, which is defined as those parties having either direct or indirect relations with ownership or management of the Company as referred to in PSAK No.7. Transactions with affiliated partied includes appointment of distributors, sales, raw material purchase, rent, marketing services and other transactions. All transactions are presented in Company’s Consolidated Financial Statements.

Legal Action

In running the operations, the Company faced some litigation and claims from certain parties, especially relating to the Company’s debt restructuring process. Significant litigation and claims towards

Good Corporate Governance

Dalam dokumen Sustainable Operation (Halaman 33-38)

Dokumen terkait