Pada tapak yang direncanakan memiliki sedikit kontur karena berdekatan dengan gunung. Selain itu view pada ke 3 sisi dari tapak ini memiliki view yang positif, sehingga dapat dimaksimalkan. Maka dari itu penggunaan bentuk massa bangunan yang tepat yakni bentuk persegi empat dan lingkaran. Bentuk persegi empat dipilih karena bentuk ini memiliki efisiensi dalam pembagian ruang, memiliki kemudahan dalam sirkulasi, pengerjaan struktur. Kemudian bentuk lingkaran dipilih karena bentuk ini memiliki bentuk pandangan visual yang tak terbatas yang memungkinkan mendapatkan view lebih banyak dan dapat menyesuaikan dengan kontur tapak yang ada
Berdasarkan hal tersebut maka gubahan massa 1 sebagai massa utama yang akan dibentuk bermula dari bentuk persegi empat (Tahap 1). Pada tahap 2 massa persegi empat terdapat pengurangan yang ditujukan untuk ruang oudoor dan menyesuaikan dengan bentuk tapak. Kemudian massa ini berorientasi menghadap utara-selatan agar seluruh ruang yang ada terkena sinar matahari secara merata. Tahap 3 merupakan tahap gabungan antara massa tahap 2 dengan lingkaran guna memasukan cahaya pada ruangan secara menyebar sebagai aspek yang dibutuhkan tumbuhan serta sebagai introduce space hotel. Tahap 3 ini ditujukan sebagai bangunan podium yang terbagi menjadi 3 lantai. Pada lantai pertama sebagai zona penerimaan, restaurant, dan servis.
Kemudian pada lantai 2 digunakan sebagai ruang kelompok pengelola dan ruang kelompok penunjang indoor seperti ballroom serta meeting room. Lalu lantai tiga merupakan ruang-ruang fasilitas utama hotel seperti kolam renang, SPA, dan lain-lain.
commit to user
125 Lalu tahap ke 4 penambahan massa balok sebagai area privat yang ditujukan untuk kamar hotel sebagai bentuk massa yang efisien dalam pembagian ruangnya. Tahap ke 5 penambahan massa yang miring menghadap ke arah tenggara guna merespon view yang menarik. Tahap ke 6 terdapat penggurangan disisi kanan dan kiri sebagai respon penyaluran angin agar dapat menurunkan suhu ruang pada bangunan yang dialirkan melalui koridor kamar hotel. Tahap ke 7 terdapat pengurangan massa untuk mereduksi sinar matahari barat dengan dengan penerapan green roof.
Gambar 6.22. Gubahan Massa 1 Sumber. Analisis Isfan Fajar, 2019
Gubahan massa 2 yang merupakan lobby sekunder. Tahap 1 massa ini menggunakan bentuk dasar lingkaran guna membuat pandangan pengguna lebih luas.
Tahap 2 terdapat penambahan massa yang menjorok ke depan yang dapat difungsikan sebagai sebagai area kanopi. Tahap 3 terdapat penambahan massa guna merespon cahaya matahari agar dapat masuk ke dalam ruangan lebih banyak dan sebagai pemecah angin agar menyebar ke seluruh bangunan.
Gambar 6.23. Gubahan Massa 2 Sumber. Analisis Isfan Fajar, 2019
Gubahan massa 3 berbentuk segi empat. Massa ini digunakan sebagai green house.
Tidak ada penambahan dan pengurangan massa guna memaksimalkan efektifitas ruang yang digunan untuk membudidayakan tanaman.
Gambar 6.24. Gubahan Massa 3 Sumber. Analisis Isfan Fajar, 2019
commit to user
126 2. Tampilan Bangunan
Pada massa 1 sebagai bangunan utama, tampilan bangunan yang ingin ditunjukan yakni identitas sebagai Botanical Hotel dan identitas daerah. Identitas tersebut ditunjukan melalui fasad bangunan yang menggunakan green wall dan green roof serta tulisan hotel yang menandakan bangunan ini berfungsi sebagai hotel. Kemudian identitas daerah/lokalitas ditunjukan dengan penggunaan tembaga khas Boyolali.
Selanjutnya sebagai hotel bintang 4 unsur modernitas dihadirkan melalui penggunaan kaca-kaca besar. Atap pada bangunan ini menggunakan atap datar/ dak beton. Pada area introduce space atau kanopi unsur botanical pun hadir dengan penggunaan tanaman rambat pada kolomnya serta tanaman yang disusun terasering yang melambangkan alam daerah Boyolali.
Gambar 6.25. Tampilan Massa 1 Sumber. Analisis Isfan Fajar, 2019
Pada massa 2 sebagai area lobby sekunder tampilan bangunan yang ingin ditunjukan ialah nuansa natural dan botanical. Dihadirkannya nuansa natural karena pada lobby ini merupakan introduce space untuk memasuki fasilitas yang menawarkan nuansa alam berupa garden party dan mini botanical garden. Pada fasad didominasi dengan green wall sehingga dapat merepresentasikan fungsi bangunan ini.
Kemudian green wall tersebut dipadukan dengan bamboo yang disusun secara vertikal guna menunjukan nuansa naturalnya. Atap bangunan ini menggunakan dak beton dan skylight guna memaksimalkan pencahayaan yang masuk pada ruangan.
commit to user
127
Gambar 6.26. Tampilan Bangunan Massa 2 Sumber. Analisis Isfan Fajar, 2019
Pada massa 3 sebagai green house tampilan bangunan yang ingin ditunjukan ialah nuansa alam yang mengekspos strukur bangunan. Hal tersebut ditunjukan dengan menggunakan bambu sebagai material lokal yang dipadukan dengan batu alam.
Bambu tersebut digunakan pada bagian supper structure dan upper structure sehingga terlihat jelas struktur bangunan yang digunakan. Serta penutup atap mengunakan plastik uv.
Gambar 6.27. Tampilan Bangunan Massa 3 Sumber. Analisis Isfan Fajar, 2019
3. Material
Analisis ini digunakan untuk mentukan material pada tampilan bangunan yang tepat untuk Botanical Hotel yang dapat merepresentasikan fungsi dan konsep bangunan serta memperhatikan aspek lain baik iklim ataupun lokalitas. Tampilan bangunan berkaitan erat dengan material yang digunakan sehingga pengguanan materialnya yaitu:
Tabel 6.21. Matrial Tampilan Bangunan
Jenis Material
Gambar Keterangan
Batu alam Material ini dapat memerikan
kesan natural yang menyatu dengan alam. Tekstur material yang kasar dan berpori menambah kesan alami pada bangunan.
commit to user
128
Batu Bata Batu bata memiliki kekuatan dan
tahan lama. Selain itu material ini pula jarang retak dan kedap air.
Batu bata merupakan material lokal yang memiliki warna yang hangat yang dapat berpadu dengan alam sekitar. Serta memiiki nilai absorsi radiasi matahari 0,56.
Bambu Bambu merupakan material lokal
yang memiliki kuat tekan tinggi.
Penggunaan material ini dapat mendukung suasana alam seperti pedesaan.
Kaca tempered low-e
Penggunaan material kaca ini guna membuat tampilan lebih mengikuti perkembangan zaman dengan kekuatan yang cocok untuk diletakan pada eksterior.
Selain itu pula penggunaan kaca dapat membuat luas pandangan pandangan, dan penggunaan kaca low-e ini dapat memaksimalkan cahaya matahari yang masuk namun dapat meredam panas.
Plastik UV Plastik ini digunakan sebagai
penutup atap pada greenhouse yang berfungsi menangkal sinar ultra violet.
Warna cat
Penggunaan warna pada eksterior banguan menggunakan warna cerah dan netral yaitu putih, abu-abu, dan coklat. Warna tersebut dipilih karena dapat memantulkan sinar matahari dan dapat menyatu dengan alam.
Tumbuhan Penggunaan tumbuhan pada
tampilan bangunan berupa green wall, green roof, dan tanaman yang disusun vertikal pada kolom dapat merepresentasikan konsep yang diusung pada bangunan.
Selain itu pula dapat lebih menyatu dengan alam.
Sumber. Analisis Isfan Fajar, 2019
commit to user
129 D. Analisis Vegertasi / Botanical
1. Eksterior