• Tidak ada hasil yang ditemukan

INTERPRETASI TEORITIK

4.17 Guru sebagai motivator

Guru sebagai mediator dan fasilitator, Mediator ini dapat diartikan sebagai penengah dalam kegiatan belajar anak. Misalnya saja menengahi atau memberikan jalan keluar atau solusi ketika diskusi tidak berjalan dengan baik. Berdasarkan Tabel 3.48 diketahui bahwa Jenis Motivasi yang paling sering diberikan oleh guru pada pembelajaran anak disekolah adalah sengan memberi pujian pada anak dengan jumlah responden yang menyatakan hal tersebut sejumlah 87 responden atau 87%, hal ini dikarenakan pujian akan membangkitkan semnagat anak untuk bisa lebih baik akan tugas tugasnya disekolah, dengan pujian, ketika anak merasa senang maka tugas atau pekerjaan sekolah berikutnya akan lebih mudah untuk dikerjakan. Menurut teori peran guru, dalam proses pembelajaran, motivasi merupakan salah satu aspek dinamis yang sangat penting.21 Sering terjadi anak yang kurang berprestasi bukan disebabkan oleh kemampuannya yang kurang tetapi dikarenakan tidak adanya motivasi untuk belajar sehingga ia tidak berusaha untuk mengerahkan segala kemampuannya. Hal ini senada dengan pernyataan ibu ibu anida dari kecamatan gedangan, “anak anak itu menunjukan respon positif mbak kalau mereka dipuji, tugas berikutnya itu

IV-

jadi cepat selesai dan aklau pujian itu bisa dilakukan setiap hari mbak”

sedangakan yang paling sedikit adalah mengajak anak pergi berwisata dengan hanya 2 responden atau 2%.

Berdasarkan uraian diatas Terlihat bahwa Motivasi mempunyai peranan penting dalam proses belajar mengajar baik bagi guru maupun siswa. Bagi guru mengetahui motivasi belajar dari siswa sangat diperlukan guna memelihara dan meningkatkan semangat belajar siswa. Bagi siswa motivasi belajar dapat menumbuhkan semangat belajar sehingga siswa terdorong untuk melakukan perbuatan belajar. Siswa melakukan aktivitas belajar dengan senang karena didorong motivasi.

Kemudian Berdasar Tabel 3.49 diketahui bahwa 93 responden atau 93% guru yang menjadi responden menyatakan bahwa mereka setiap hari memberikan motivasi pada anak dalam kegiatan pengenalan huruf dan kata, alasan kenapa setiap hari memberikan motivasi pada anak disebabkan karena pekerjaan atau tugas yang diberikan guru pada anak juga setiap hari. Jadi guru perlu untuk memberikan motivasi setiap hari berupa pujian atau atribut sekolah yang menandakan anak sudah baik dalam mengerjakan tugas mereka. dan 7 responden lainnya memberikan motivasi dalam 1-2 hari.

Peran sebagai motivator penting artinya dalam rangka meningkatkan kegairahan dan pengembangan kegiatan belajar siswa. Guru harus mampu memberikan rangsangan, dorongan serta reinforcement untuk mengembangkan potensi siswa, menumbuhkan swadaya (aktivitas) dan daya cipta (kreativitas), sehingga akan terjadi dinamika dalam proses belajar.

4.18 Guru sebagai mediator

Guru sebagai pentransfer ilmu diharapkan bisa memaksimalkan kemampuannya dalam mentransfer ilmu ke anak didiknya. Sebagai mediator hal ini berkaitan dengan kepemilikan media belajar serta kondisi media belajar tersebut, Berdasarkan pada Tabel 3.50 diketahui bahwa hanya ada masing-masing 1 responden yang tidak memiliki media majalah anak-anak dan alat peraga pendidikan, hasil survey ditemukan 1 TK yang tidak memiiki alat

peraga pendidikan yakni dikecamatan Tarik, dilihat dari kondisi TK tersebut memang sangat memprihatinkan, dan hasil probing dengan salah seorang guru yakni ibu wiwik aniningsi, beliau mengatakan jika dana TK didapatkan dari iuran orang tua dan bantuan dari Desa dan itupun jumlahnya sangat minimal. Kemudian 37 responden atau 37% juga tidak memiliki alat komunikasi pendidikan, salah satu diantaranya dalah TK yang naungi oleh ibu Wiwik Aningsih sedangakan untuk buku cerita anak semua (100 responden atau 100%) memiliki buku cerita anak-anak. Kemudian Berdasarkan pada Tabel 3.51 diketahui bahwa 66 responden atau setara dengan 66% menyatakan bahwa kondisi media pembelajaran yang dimiliki sangat layak dan sisanya 34% kondisi media pembelajarannya layak. Interpretasi teorik berdasarkan dua analisa tabel diatas adalah, bahwa Mediator22 ini dapat diartikan sebagai penengah dalam kegiatan

belajar anak. Misalnya saja menengahi atau memberikan jalan keluar atau solusi ketika diskusi tidak berjalan dengan baik. Mediator juga dapat diartikan sebagai penyedia media pembelajaran, guru menentukan media pembelajaran mana yang tepat digunakan dalam pembelajaran, selain itu guru wajib memberikan fasilitas atau kemudahan dalam proses belajar mengajar misalnya dengan menciptakan susana kegiatan pembelajaran yang kondusif, serasi dengan perkembangan anak, sehingga interaksi belajar mengajar berlangsung efektif dan optimal, kemudian Sebagai mediator guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pendidikan karena media pendidikan merupakan alat komunikasi untuk lebih mengefektifkan proses belajar-mengajar. Dengan demikian pendidikan merupakan dasar yang sangat diperlukan yang bersifat melengkapi dan merupakan bagian integral demi berhasilnya proses pendidikan dan pengajaran di sekolah. Tujuannya agar guru dapat menciptakan secara maksimal kualitas lingkungan yang interaktif.

Media sebagai alat bantu dalam proses belajar mengajar adalah suatu kenyataan yang tidak dapat dipungkiri. Karena memang gurulah yang menghendakinya untuk membantu tugas guru dalam menyampaikan pesan-pesan dari bahan pelajaran yang diberikan guru kepada anak didik. Guru sadar bahwa

IV-

tanpa bantuan media, maka bahan pelajaran sukar untuk dicerna dan dipahami oleh setiap anak didik, terutama bahan pelajaran yang rumit atau kompleks.

Sebagai alat bantu, media mempunyai fungsi melicinkan jalan menuju tercapainya tujuan pengajaran. Hal ini dilandaskan dengan keyakinan bahwa proses belajar mengajar dengan bantuan media mempertinggi kegiatan belajar anak didik dalam tenggang waktu yang cukup lama. Itu berarti kegiatan belajar anak didik dengan bantuan media akan menghasilkan proses dan hasil belajar yang lebih baik daripada tanpa bantuan media.

Akhirnya, dapat dipahami bahwa media adalah alat bantu dalam proses belajar mengajar. Dan gurulah yang mempergunakannya untuk membelajarkan anak didik demi tercapainya tujuan pengajaran. Berdasarkan temua data dilapangan mayoritas guru mampu mengoperasional alat bantu pendidikan yang dimiliki di sekolah. 100 % guru dapat dikategorikan mampu hingga sangat mampu. Berdasarkan temuan data dilapangan dan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti ditempat penelitian bahwa Media pembelajaran dapat mempertinggi pembelajaran siswa dalam pengajaran pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya.