• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III: HADIS, SUNNAH, KHABAR, DAN ATSĀR SERTA OBJEK

2. Hadis

ILMU HADIS KELAS X MA-PK 44

َّمز ،اَُّلـم اًبُِّط ا ًدُؾ َؿ ام َّمُخم ،ٌءام امُهَؾم َعِلو ُةلاَّـلا ِثسلدم ،ٍسَنط يف ِنلاحز َجسز َّللا َْىطز اُجأ َّمز ، ُسزالآ ِدؾٌُ ملو َءىكىلاو َةلاَّـلا امَُ ُدخأ َداؽأم ، ِذىىلا يف َءاالإا ادحو ى َّلؿ ِه

َْاىو . َُّجلاؿ َّجأَصحأو ،َتَّى ُّظلا َذبؿأ :دِؾٌُ مل ير َّلل َْايم ُهَل َِّلذ اسٍََرم َمَّلطو ِهَُلؽ ُهَّللا ِنيجَّسم ُسحالأ َّ ل : َداؽأو َ َ

أ َّكىج يرَّلل دواد يبأ ذُخص : زدـالإا | يوابلالأ : رددالإا | يزدخلا دُؾط ىبأ : يواسلا :مىسلا وأ تدنـلا 338

| ذُخص : رددالإا مُخ تؿلاز

Artinya : “Dari Abu Sa'id al-Khudri ra ia berkata: "ada dua orang sahabat Nabi Saw yang sedang melakukan

safar

dan pada waktu saat shalat tiba mereka tidak mendapati air, lalu mereka berdua bertayammum dengan debu yang bersih kemudian melaksanakan shalat, setelah beberapa saat kemudian keduanya mendapati air. Salah seorang dari keduanya mengulangi shalatnya dengan air wudhu dan yang satunya tidak mengulangi. Mereka menemui Rasulullah Saw dan menceritakan kejadian tersebut. Maka beliau berkata kepada orang yang tidak mengulangi shalatnya: 'Kamu sesuai dengan sunnah dan shalatmu sudah cukup‟. Kemudian beliau berkata kepada yang berwudhu dan mengulangi shalatnya: „Bagimu pahala dua kali.” (HR. Abu Daud di dalam Kitab Shahih Abi Daud Karya al-Albāni, no. 338)

45 ILMU HADIS KELAS X MA-PK

Ahli hadis sering menyebut hadis sebagai hadis dan ahli ushul fiqh menyebut hadis sebagai sunnah. Menurut pendapat al-Kirmanī, dinamakan hadis karena dilihat pada kebaharuannya atau segala sesuatu yang baru, dan sementara al-Qur‟an itu adalah bersifat qadim, azal . Menurut imam ibn Taimiyah bahwa segala sesuatu yang diriwayatkan oleh Nabi Saw sesudah beliau diangkat menjadi Rasul, baik dari perkataan, perbuatan dan ikrarnya disebutlah hadis.

Untuk mendapatkan gambaran dari sasaran utama hadis-hadis perkataan, perbuatan, pernyataan (taqrir) dan sifat-sifat atau keadaan Nabi Muhammad Saw., berikut ini akan disajikan beberapa contoh dari keempat unsur yang dimaksud:

a) Perkataan

Perkataan dari Nabi Muhammad Saw., yang beliau ucapkan dalam berbagai bidang seperti akhlak, akidah, syariah, hukum, pendidikan dan lain sebagainya.

Contoh hadis qauli (perkataan) dari Baginda Nabi Muhammad Saw:

ِب ُؿ َنَخْيًُ ٍمْلِؽ ْوَأ ،ٍتٍَِزاَح ٍتَىَدَؿ ًِم َّلاِئ :ٍتَز َلاَز ًِم َّلاِئ ُهُلَمَؽ هْىؽ َؿَطَيْها ُنا َظْوالؤ َثاَم اَذِئ

، ِه ْو َ

أ

هل ى ُؽ ْدًَ ٍح ِلاَؿ ٍد ل َو َ .

Artinya: dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah Saw bersabda: “apabila seorang manusia meninggal dunia maka putuslah segala bentuk amalannya kecuali dari tiga hal: pertama, sadaqah jāriyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang soleh mendoakan kedua orang tuanya.”

Dari hadis qaul tersebut mengindikasikan bahwa tidaklah berguna seluruh amalan manusia yang diusahakannya kecuali tiga amalan yang berguna hingga hari akhir yaitu adanya kesadaran bersadaqah dalam bentuk j riyah, menjadi sosok pelajar yang mampu memberikan manfaat kepada orang lain dan menjadi pribadi yang taat yang mendoakan kedua orang tuanya semasa hidup dan mati.

b) Perbuatan

Perbuatan Nabi Muhammad Saw., adalah bentuk penjelasan praktis yang telah disaksikan oleh para sahabatnya. Perbuatan dari Nabi Muhammad Saw., disebut juga hadis fi‟li seperti tata cara mendirikan shalat, jumlah rakaat dalam ibadah shalat lima waktu, tata cara melaksanakan ibadah puasa, ibadah haji dan lain sebagainya.

Contohnya seperti cara berpakaian Nabi yang diceritakan oleh shahabat:

ِنْيَبْؾ َُْلا َوْىَم اًـُِْمَى ُعَبْلًَ مل َطَو ِهَُْلَؽ ُالله ىلَؿ ِالله ُْْى ُطَز َناََ

ILMU HADIS KELAS X MA-PK 46 Artinya: “Rasulullah Saw pernah memekai kemeja di atas dua mata kaki.” (HR. bn

Majah)

Di dalam adab minum, sahahabat Anas meriwayatkan hadis:

اًز َ

لاَز ِباَس َؼلا ْيِف ُعنَىَدًَ َمل َطَو ِهَُْلَؽ ُالله ىلَؿ ِالله ُْْى ُطَز َناََ

c) Pernyataan (taqrir)

Hadis Nabi dalam bentuk pernyataan (taqrir) adalah serangkaian hadis yang disetujui oleh Nabi Muhammad Saw., atas segala yang dilakukan atau diucapkan oleh sahabat Nabi di hadapan beliau, membenarkan sesuatu yang diperbuat oleh sahabat Nabi di hadapan beliau atau diberitakan kepada beliau tanpa menyanggah atau menyalahkannya atau diamnya maka disebut sebagai hadis taqriri.

Contoh hadis taqriri yaitu hadis yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Muslim bahwa Kh lid ibn Walīd memakan jenis hewan dhab yaitu (sejenis hewan biawak) yang dihidangkan kepada Nabi Muhammad Saw. Beliau tidak memakannya dan tidak pula mengharamkannya. Hadis tersebut diriwayatkan di dalam kitab Shahih Imam al-Bukhari dari Abdullah bin Abbas.

اً ُّب َّللا ٌماس َخأ : ِدُِلَىلا ًُب ُدِلاز َْايم ِقْز َ

أب ًْ ًَُُ ْم َ ل ًْ ُِ َ

لو ،لا : َْاى ؟ ِه َّللا َْىطَز

،ي ِمْى َى يِو ُد ِحأم ُهُماؽأ

َّي لئ ُس َ ُ

غْىًَ َمَّلطو هُلؽ ُالله ى َّل َؿ ِه َّللا ُْىط َزو ،ُهُخْلََأم ُهُجْزَرَتْحام : ٌدِلاز َْاى .

Artinya: “Khalid bin alid berkata: apakah binatang sejenis biawak ini haram untuk dikonsumsi wahai Rasulullah? Beliau menjawab: Tidak, hanya saja binatang sejenis biawak ini tidak ada di negeriku oleh karena itu saya tidak memakannya. Khalid berkata: dengan segera aku memotong dan memakannya, sementara Rasulullah Saw., melihat kepadaku.” (HR. Imam al-Bukhari di dalam Kitab Shahihnya).

d) Sifat-sifat atau keadaan Rasulullah Saw.

Sifat-sifat atau keadaan dari jasmani Rasulullah Saw., disaksikan oleh sejumlah sahabat Nabi, di antaranya sahabat Nabi bernama Anas ra. menyatakan Sebagai berikut :

ِبَا َّرلا ِلٍىَّطلاب عِل اًيلُز مهَن َظخأو اًهحو ِضاَّىلا ًَ َظخأ مَّلطو هُلؽ ُالله ىَّلؿ ِالله ُْىطز ناَ

اب لاو ِريـيل

Artinya: “Sesungguhnya Rasulullah Saw., adalah sebaik-baik manusia yang memiliki paras wajah dan bentuk tubuh. Beliau bukan orang yang terlalu

47 ILMU HADIS KELAS X MA-PK

tinggi dan bukan pula orang yang pendek.” ( HR. Ibn Hibban di dalam kitab Shahihnya, Isnadnya baik sebagaimana yang disyaratkan Imam al-Bukhari dan Muslim).

Semua yang datang dari Rasulullah Saw baik dalam bentuk (perkataan, perbuatan, sifat dan sikap diam beliau) biasanya dikenal dengan sebutan Sunnah, kendati kadang-kadang dikenal juga dengan istilah hadis. Perlu diketahui, ahli hadis sering menyamakan dan menggunakan sunnah dengan sebutan hadis dan begitu pula sebaliknya. Namun, perlu diketahui juga, bahwa sunnah bermakna lebih luas dan umum dibandingkan dengan hadis. Dalam hubungan kajian ini, bahwa sunnah atau hadis Nabi kini telah dihimpun ke dalam berbagai al-kutub al-hadis.

Dokumen terkait