Hak anak berkebutuhan dijelaskan didalam Undang-Undang No 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas dan Undang-Undang No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.
Setiap anak yang cacat fisik atau mental berhak memperoleh perawatan, pendidikan, pelatihan, dan bantuan khusus atas biaya negara.
Hal itu dimaksudkan untuk menjamin kehidupannya sesuai dengan martabat kemanusiaan, meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan berpartisapiasi dalam kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara.
Pelaksanaannya terutama bagi anak yan tidak mampu. (Darwan Prints, 2003, P: 127-128)
Didalam pasal 5 UU No. 8 tahun 2016 tentang Disabilitas menjelaskan tentang hak-hak anak berkebutuhan khusus yaitu
a. Hidup
b. Bebas dari stikma c. Privasi
d. Keadilan dan perlindungan hukum e. Pendidikan
f. Pekerjaan, kewirausahaan, dan koperasi g. Kesehatan
h. Politik i. Keagamaan j. Keolaragaan
k. Kebudayaan dan pariwisata l. Kesejahteraan sosial
m. Akesibilitas n. Pelayanan pablik
o. Perlindungan dari bencana p. Habilitasi dan rehabilitasi q. Konsensi
r. Pendataan
s. Hidup secara mandiri dan dilibatkan dalam masyarakat, t. Berekpresi, berkomunikasi, dan memperoleh informasi, u. Berpindah tempat dan kewarganegaraan, dan
v. Bebas dari tindakan deskriminasi, penelantaran, penyiksaaan dan ekploitasi.
Selain hak anak penyandang disabilitas sebagaimana dimaksud pada ayat 1, anak penyandang disabilitas juga memiliki hak yang dijelaskan dalam pasal 5 yaitu
a. Mendapatkan perlindungan khusus dari diskriminasi penelantaran, pelecehan, ekploitasi, serta kekerasan dan kejahatan seksual.
b. Mendapatkan perawatan dan pengasuhan keluarga atau keluarga pengganti untuk tumbuh kembang secara optimal.
c. Dilindungi kepentingan dalam pengambilan keputusan.
d. Perlakuan anak secara manusiawi sesuai dengan martabat dan hak anak.
e. Pemenuhan kebutuhan khusus.
f. Perlakuan yang sama dengan anak lain untuk mencapai integrasi sosial dan pengembangan individu; dan
g. Mendapatkan pendampingan sosial.
Didalam pasal 6 dijelaskan tentang hak hidup untuk penyandang disabilitas meliputi hak:
a. Atas penghormatan integritas b. Tidak dirampas nyawanya.
c. Mendapatkan perawatan dan pengasuhan yang menjamin kelangsungan hidupnya.
d. Bebas dari penelantaran, pemasungan, pengurungan, dan pengucilan.
e. Bebas dari ancaman dan berbagai ekploitasi.
f. Bebas dari penyiksaan, perlakuan dan penghukuman lain yang kejam, tidak manusiawi, dan merendahkan martabat manusia.
Didalam pasal 10 Hak pendidikan untuk penyandang disabilitas meliputi hak-hak sebagai berikut
a. Mendapatkan pendidikan yang bermutu pada satuan pendidikan semua jenis, jalur, dan jenjang pendidikan secara inklusif dan khusus.
b. Mempunyai kesamaan kesempatan untuk menjadi pendidik dan tenaga kependidikan pada satuan pendidikam di semua jenis, jalur, dan jenjang pendidikan.
c. Mempunyai kesamaan kesempatan sebagai penyelenggara pendidikan yang bermutu pada satuan pendidikan di semua jenis, jalur, dan jenjang pendidikan.
d. Mendapatkan akomodasi yang layak sebagai peserta didik.
Didalam Pasal 14 dijelaskan Hak keagamaan untuk penyandang disabilitas meliputi
a. Memeluk agama dan kepercayaan masing-masing dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya.
b. Memperoleh kemudahan akses dalam memannfaatkan tempata peribadatan.
c. Medapatkan kitab suci dan lektur keagamaan lainya yang mudah diakses berdasarkan kebutuhannya.
d. Mendapatkan pelayanan sesuai dengan kebutuhan pada saat menjalankan ibadat menurut agama dan kepercayaannya, dan berperan aktif dalam organisasi keagamaan.
Didalam pasal 15 hak keolahragaan untuk penyandang disabilitas meliputi
a. Melakukan kegiatan keolahragaan.
b. Mendapatkan penghargaan yang sama dalam kegiatan keolahragaan.
c. Memperoleh pelayanan dalam kegiatan keolahragaan.
d. Memperoleh sarana dan prasarana keolahragaan yang mudah diakses.
e. Memilih dan mengikuti jenis atau cabang olahraga.
f. Memperoleh pengarahan, dukungan, bimbingan, pembinaan, dan pengembangan dalam keolahragaan.
g. Menjadi pelaku keolahragaan.
h. Mengembangkan industri keolahragaan.
i. Meningkatkan prestasi dan mengikuti kejuaraan di semua tingkatan.
Untuk memelihara dan melindungi hak anak, undang-undang No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak pasal 4 menjelaskan bahwa setiap anak berhak untuk mendapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan deskriminasi. Pasal 5 menjelaskan setiap anak berhak atas suatu nama sebagai identitas diri dan status kewarganegaraan. Pasal 6 menjelaskan setiap anak berhak untuk beribadah menurut agamanya, barpikir, berekpresi sesuai dengan tingkat kecerdasan dan usianya dalam bimbingan orang tua. (Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002).
Didalam Pasal 7 menyebutkan bahwa (1) setiap anak berhak mengetahui orangtua nya, dibesarkan, dan diasuh oleh orangtua nya sendiri. (2) Dalam hal karena suatu sebab orang tuanya tidak dapat menjamin tumbuh kembang anak, atau anak dalam keadaan terlantar maka anak tersebut berhak diasuh atau diangkat sebagai anak asuh atau anak angkat sebagai oleh orang lain sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Pasal 8 menjelaskan setiap anak berhak memperoleh pelayanan kesehatan dan jaminan sosial sesuai dengan kebutuhan fisik, mental, spritual, dan sosial.
Pasal 9 menjelaskan pasal (1) setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasan sesuai minat dan bakatnya. (2) selain hak anak sebagaimana dimaksud dalam ayat 1, khusus bagi anak penyandang cacat juga berhak memperoleh pendidikan luar biasa, sedangkan bagi anak yang memiliki keunggulan juga berhak mendapatkan pendidikan khusus, (UU No 23 tahun 2002)
undang No 35 tahun 2014 tentang perubahan Undang-undang No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak ayat 9 menyisip satu
ayat yaitu ayat 1 a yang menyatakan (1) setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasanya sesuai dengan minat dan bakat. (1a) setiap anak berhak mendapatkan perlindungan disatuan pendidikan dari kejahatan seksual dan kekerasan yang dilakukan oleh pendidik, tenaga kependidikan, sesama peserta didik, dan/atau pihak lain. (2) selain mendapatkan hak anak anak sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dan ayat 1a, anak penyandang disabilitas berhak memperoleh pendidkan luar biasa dan anak yang memiliki keunggulan berhak mendapatkan pendidikan khusus. (UU No 35 tahun 2014)
Pasal 10 Setiap anak berhak menyatakan dan didengar pendapatnya, menerima, mencari, dan memberikan informasi sesuai dengan tingkat kecerdasan dan usianya demi pengembangan dirinya sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan dan kepatutan.
Pasal 11 Setiap anak berhak untuk beristirahat dan memanfaatkan waktu luang, bergaul dengan anak yang sebaya, bermain, berekreasi dan berkreasi sesuai dengan minat dan bakat dan tingkat kecerdasannya demi pengembangan diri.
Tentang anak cacat diatur dalam pasal 12 diubah menjadi Setiap anak penyandang disabilitas berhak memperoleh rehabilitasi, bantuan sosial, dan pemeliharaan taraf kesejahteraan sosial. (Elimartati, 2014, P.
128-129)
Pasal 13 mengatur (1) setiap anak selama dalam pengasuhan orangtua, wali, atau pihak lain manapun yang bertanggung jawab atas pengasuhan, berhak mendapat perlindungan dari perlakuan
a. Diskriminasi
b. Ekploitasi, baik ekonomi maupun seksual c. Penelantaran
d. Kekejaman, kekerasan dan penganiayaan e. Ketidakadilan
f. Perlakuan salah lainnya
Dalam hal orangtua, wali atu pengasuh anak melakukan segala bentuk perlakuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) maka pelaku dikenakan pemberatan hukuman.
Pasal 14 mengatur setiap anak berhak untuk diasuh oleh orangtuanya sendiri, kecuali jika ada alasan dan/atau aturan hukum yang sah menunjukkan bahwa pemisahan adalah demi kepentingan terbaik bagi anak dan merupakan pertimbangan terakhir.
Pasal 15 menjelaskan setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari
a. Penyalahgunaan dalam kegiatan politik b. Perlibatan dalam sengketa bersenjata c. Perlibatan dalam kerusuhan sosial
d. Perlibatan dalam peristiwa yang mengandung unsur kekerasan e. Perlibatan dalam peperangan
Setiap anak adalah istimewa dan setiap anak diamanahkan oleh Allah SWT kepada orangtua mereka untuk diasuh dengan penuh cinta dan kasih sayang. Demikian pula anak-anak yang tergolong berkebutuhan khusus, mereka pun layaknya anak lain yang perlu bimbingan, asuhan, dan pendidikan agar tumbuh secara optimal dan maksimal. Tumbuh menjadi karakter yang mampu, mandiri, serta diterima oleh banyak masyarakat.
Bagi anak-anak yang berkebutuhan khusus memang sulit untuk belajar mandiri karena keterbatasan fisik dan psikis, peran orangtua seutuhnya diperlukan bagi keberlangsuha hidup mereka.